11/04/2022
Reposted from Tak ada yang meragukan peran penting Sultan Hamengkubuwono IX dalam perkembangan Gerakan Pramuka di Indonesia.
Sultan Hamengkubuwono IX menjabat selama 4 periode sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1961-1974).
Anda juga pasti tahu, bahwa istilah Pramuka diciptakan oleh Hamengkubuwono IX?
Ya, nama Pramuka diinisiasi oleh Sultan Hamengkubowono IX. Kata "Pramuka" berasal dari kata Poromuko yang memiliki arti pasukan terdepan dalam perang. Kata Pramuka memiliki singkatan yakni “Praja Muda Karana” atau “Jiwa Muda yang Gemar Berkarya”.
Sultan Hamengkubowono IX adalah Sultan Yogyakarta kesembilan dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang pertama. Ia juga merupakan Wakil Presiden Republik Indonesia kedua (1973–1978).
Sultan Hamengkubowono IX lahir di Yogyakarta pada 12 April 1912, dan wafat pada 2 Oktober 1988 di Washington, D.C., Amerika Serikat. Dimakamkan di Imogiri, Yogyakarta.
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengeluarkan Surat Keputusan (SK) dengan nomor 046 tahun 2018 tentang Peringatan Hari Bapak Pramuka Indonesia.
SK Kwarnas Nomor 046 Tahun 2018 Tentang Peringatan Hari Bapak Pramuka Indonesia tersebut memperhatikan dari rekomendasi/hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Pramuka serta usulan dan saran pimpinan Kwarnas Gerakan Pramuka.
Ada 3 (tiga) hal yang ditetapkan dalam SK Kwarnas Nomor 046 Tahun 2018, yakni:
Pertama: Peringatan Hari Bapak Pramuka Indonesia atau disebut sebagai Hari Sri Sultan Hamengku Buwono IX (HB IX Day) dilaksanakan pada setiap tanggal 12 April sebagai Hari Besar Gerakan Pramuka.
Kedua: Menginstruksikan kepada seluruh jajaran Gerakan Pramuka untuk menyosialisasikan dan memeringati hari besar tersebut dengan mengadakan suatu kegiatan berupa Renungan Mengenang jasa-jasa (alm) Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Ketiga: Surat keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan (Jakarta, 6 April 2018)