El-Dzakir Institute

El-Dzakir Institute Pergerakan ummat untuk membentuk karakter yang peduli pada agama dan masyarakat demi terciptanya masyarakat madani yang memiliki social entrepreneurship

Jika keputusan ini sudah di sahkan maka Kaesang bisa maju, anis bisa gagal.
21/08/2024

Jika keputusan ini sudah di sahkan maka Kaesang bisa maju, anis bisa gagal.

Jakarta : (22/8) Baleg DPR menyetujui revisi UU Pilkada yang menganulir Putusan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024. Dua poin tersebut terkait syarat pencalonan dalam pengajuan calon kepala daerah dan batas usia kepala daerah. Revisi ini menganulir putusan MK paa 20 Agustus 2024. MK menurunkan syarat jumlah s...

02/10/2023

Belajar dari Ustad Adi Hidayat tentang seorang Abdurrahman Bin Auf. Orang kaya yang luar biasa.

27/03/2023

Film menarik untuk kita tonton generasi muda Minangkabau

Kasih Ibu Sepanjang Jalan, Kasih Anak Sepanjang PenggalanOleh: Abdullah Khairul FattahPegiat Wirausaha Sosial dan Pemerh...
07/02/2023

Kasih Ibu Sepanjang Jalan, Kasih Anak Sepanjang Penggalan

Oleh: Abdullah Khairul Fattah
Pegiat Wirausaha Sosial dan Pemerhati Pendidikan

Allah berfirman dalam surat Al-Ahqaaf ayat 15 : “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (p**a). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15)

Ayat diatas menjelaskan tentang hak ibu terhadap anaknya karena Ibu adalah seseorang yang sangat spesial bagi kita, tanpanya kita belum tentu ada didunia ini. Semua wanita adalah calon ibu, Pada massa Jahiliyah sebelum Rasulullah diutus membawa ajaran Islam wanita seakan akan tidak ada harganya, kelahiran anak seorang wanita dianggap sebuah aib bagi kepala keluarga. Bahkan khalifah kedua kita Umar ibn Khatab pernah membunuh bayinya karena seorang wanita dan itu menjadi penyesalan beliau yang sangat lama.

Hadirnya Islam membawa perubahan yang sangat drastis, keberadaan wanita yang di anggap adalah sebuah aib waktu zaman Jahiliyah itu berubah 180 drajat menjadi yang sangat di hormati dan di dimuliakan seperti sebuah hadist yang berbunyi :

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Apa yang mendasari Ibu menjadi seseorang yang sangat didahulukan dalam berbakti kepadanya. Jawabanya adalah karena usaha beliau dalam mengandung kita yang susah payah selama 9 bulan 10 hari lamanya, sakitnya melahirkan seakan-akan ruh mau keluar dari jasadnya, perihanya yang tidak terkira yang tidak bisa kita rasakan sakitnya seperti apa. Proses menyusui selama 2 tahun yang kita sendiri tidak akan pernah bisa membalas 1 tetespun air susu yang diberikan kepada kita. Belum lagi setelah itu kita dididik untuk mengenal mana yang baik mana yang buruk, mana yang halal mana yang haram hingga akhirnya kita dewasa dan berkeluarga.

Imam Adz-Dzahabi rahimahullaah, beliau berkata dalam kitabnya Al-Kabaair,
Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan, seolah-olah sembilan tahun.
Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya.
Dia telah menyusuimu dari putingnya, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu.
Dia cuci kotoranmu dengan tangan kirinya, dia lebih utamakan dirimu dari pada dirinya serta makanannya.
Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu.
Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu.
Seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suaranya yang paling keras.
Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik.
Dia selalu mendo’akanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.
Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga di sisimu.
Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar.
Engkau puas minum dalam keadaan dia kehausan.
Engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu.
Engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia perbuat.
Berat rasanya atasmu memeliharanya padahal itu adalah urusan yang mudah.
Engkau kira ibumu ada di sisimu umurnya panjang padahal umurnya pendek.
Engkau tinggalkan padahal dia tidak punya penolong selainmu.
Padahal Allah telah melarangmu berkata ‘ah’ dan Allah telah mencelamu dengan celaan yang lembut.
Engkau akan disiksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu.
Allah akan membalas di akhirat dengan dijauhkan dari Allah Rabbul ‘aalamin.

Jika kita menghayati setiap kata yang disampaikan oleh Imam Adz-Dzahabi berikut ayat dan hadist diatas maka kita akan sadar betapa ibu adalah seorang yang sangat mulia, yang sangat tinggi drajatnya. Maka janganlah sampai kita menyakiti hatinya walaupun hanya mengucapkan kata “ah” apalagi sampai mendiaminya yang sangat begitu lama. Usianya semakin tua tentu semakin berkurang daya ingatnya, sehingga banyak terjadi kesalahan dalam bertutur kata, namun kesalahan itu tidak sebanding dengan pengorbanan yang ibu lakukan untuk kita. Ketika anak perempuan sudah menikah memang lepas tanggung jawab kepada orang tuanya dan lebih patuh pada suaminya. Namun anak laki-laki sampai kapanpun tanggung jawabnya masih akan terus ada selagi mereka masih ada. Setelah mereka tiadapun, seorang anak masih akan tetap mendoakannya, berbakti dan berbuat kebaikan untuk memberikan orang tuanya pahala. Itulah anak yang sholeh-sholehah.

Terlalu besar kasih sayang Ibu kepada kita, tidak akan mampu kita membalasnya, terlalu jauh perbedaan kasih sayangnya dengan kita. Karena Kasih Ibu Sepanjang Jalan, Kasih Anak Sepanjang Penggalan. Ingatlah seperti apa kita memperlakukan orang tua kita maka seperti itu p**a anak kita akan memperlakukan kita. Percayalah Its Work. Sekecil apapun kebaikan dan keburukan akan dapat balasannya maka pilihlah kebaikan supaya hidup kita bahagia. Aamiin

Tegal, 7 Februari 2023

27/07/2022

Renungan untuk kita semua. Perhatikanlah generasi muda kita. Karena hakikatnya mereka adalah penerus kita.

APAKAHlembaga pendidikan yang anda kelola mengalami permasalahan sebagai berikut :1️⃣ Target hafalan siswa tidak tercapa...
20/07/2022

APAKAH
lembaga pendidikan yang anda kelola mengalami permasalahan sebagai berikut :

1️⃣ Target hafalan siswa tidak tercapai ❓
2️⃣ Jumlah guru Al-Qur'an sedikit, tidak sebanding dgn jumlah siswa ❓
3️⃣ Program tahfidz Al-Qur'an, minim dukungan orang tua di rumah ❓

Jika itu permasalahan yg lembaga anda alami

Insya Allah...
Al-Qur'an hafalan metode MUTQIN
SOLUSINYA

Sudah banyak lembaga pendidikan yang membuktikan,
SEKARANG GILIRAN LEMBAGA ANDA

Tersedia HARGA KHUSUS SEKOLAH
& sampel Al-Qur'an hafalan metode MUTQIN untuk sekolah anda
GRATIS

Untuk memahami apa itu Al-Qur'an hafalan metode MUTQIN chat ke admin ya

Butuh domain dan hosting untuk usaha. Yuk daftarkan diri segera. Ada diskon dan harga yang pas usaha.
21/02/2022

Butuh domain dan hosting untuk usaha. Yuk daftarkan diri segera. Ada diskon dan harga yang pas usaha.

Hosting Indonesia ✓ Gratis Domain ✓ Mulai Rp 12rb per bulan ✓ Gratis SSL. Hosting Terbaik Tercepat Dengan SSD dan Backup. Garansi 30 Hari.

Engkau bisa tenang didalam pesawat diatas awan, padahal tidak tahu siapa pilotnya. Engkau bisa tenang didalam kapal dala...
15/02/2022

Engkau bisa tenang didalam pesawat diatas awan, padahal tidak tahu siapa pilotnya. Engkau bisa tenang didalam kapal dalam menyebrangi lautan, padahal tidak tahu siapa nahkodanya. Tapi mengapa engkau tidak tenang dalam menjalani hidup ini, padahal emgkau tahu Allahla yang mengatur hidup ini. ('Aid Al-Qorni)

By Abdullah Khairul Fattah Luput dalam pandangan kita bahwa kemajuan suatu bangsa terletak pada generasinya. Sementara g...
27/11/2021

By Abdullah Khairul Fattah

Luput dalam pandangan kita bahwa kemajuan suatu bangsa terletak pada generasinya. Sementara generasi yang bisa diandalkan bukan hanya generasi yang menimba ilmu kemana-mana, bukan generasi yang pandai berbicara yang paling penting daripada itu adalah generasi yang memiliki etika dan Kesucian jiwa. Tinggi ilmunya, jago berbicara dalam merangkai kata namun tak memiliki Etika dan kesucian jiwa tentulah belum sempurna. Ilmu bisa dicari dan dipahami namun etika dan Kesucian jiwa harus ditanam sedini mungkin dalam sanubari.

Etika itu adalah akhlak, sementara kesucian jiwa adalah nilai-nilai tauhid yang ditanamkan dikala masih sangat muda. tetapi manusia juga memiliki kecenderungan menyimpang dari kesucian itu. Jika manusia mampu menjaga kesuciannya dan mampu menahan diri dari hawa nafsu, maka manusia akan meraih kesuksesan dan keberhasilan dengan mudah.

Akhlak dan kesucian jiwa butuh terpaan pendidikan yang harus dijalani manusia untuk memiliki kepribadian yang baik, pendidikan itu adalah pendidikan karakter. Pendidikan yang tidak hanya mengandalkan guru disekolah saja namun yang paling penting adalah peran orang tua dan lingkungan sekitarnya. Semua itu bisa lebih muda bila kita mulai dari Desa. Kenapa? Karena Desa merupakan ujung tombak pemerintah dalam melakukan pembangunan. Hal ini tertuang dalam UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Oleh karena itu, desa diberi kewenangan untuk mengatur pembangunan di wilayahnya sendiri. Yang menjadi tujuan itu adalah untuk mempermudah desa dalam mewujudkan kesejahteraan bagi warganya.

Adanya dana Desa setiap tahunnya harus banyak di imbangi untuk pembangunan infrastruktur yang tepat guna serta pembinaan untuk sumber daya manusianya. Kebanyakan dalam satu Desa masih ada hubungan kekerabatan yang sangat erat sehingga tidak susah kiranya bila desa tersebut mengadakan program tepat guna demi membangun karakter generasi mudanya. Asalkan pemimpin berlaku adil dalam penyelesaian masalah serta masyarakat terbuka dengan hal baru yang tidak berseberangan dari norma agama.

Bila generasi muda sudah mengenal dirinya dan tahu siapa Tuhannya maka kejayaan itu akan segera tiba. Maju desanya maju p**a Indonesia.

Address

Jalan Raya Surantih-Langgai KM 26
Sirantih
25662

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when El-Dzakir Institute posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to El-Dzakir Institute:

Shortcuts

Share