LPI DASSA 169 Al-Aziziyah

LPI DASSA 169 Al-Aziziyah

Share

Lembaga Pendidikan Islam
Dayah Safinatus Salamah Al -Aziziyah
(DASSA)

11/03/2021

Mari mengajak anak anak kita untuk belajar

24/02/2021

Ada 7 hal yang membuat seseorang menjadi terkenal dan bahagia, yang diremehkan oleh kebanyakan orang"

1. Karakter yang baik adalah "merek" terbaik dalam hidupmu.
Orang yang memiliki karakter baik akan jauh lebih dikenal daripada mereka yang hanya menggunakan barang-barang bermerek
Untuk memiliki karakter yang baik tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun!
Kamu hanya perlu memperbaiki emosi kamu, memperbaiki kualitas diri, berpikir positif, dan memperkaya batin.
Maka semua perkataan, sikap, dan perilaku kamu akan berubah menjadi baik.

2. Jangan memperdulikan orang lain secara berlebihan dan jangan terlalu mengurusi urusan orang lain.
Di dunia ini, akan selalu ada orang yang membuatmu sedih, cemburu, dan marah
Namun itu sebenarnya bukan karena mereka yang jahat, tapi karena kamu yang terlalu mengambil hati atas omongan, sikap, dan perilaku mereka.
Untuk memiliki hidup yang tenang, maka pertama-tama harus belajar untuk tidak ambil pusing.
Kalau kamu tidak ambil pusing dengan apa mereka katakan atau lakukan, maka kamu tidak akan merasa tersakiti.
Kalau kamu tidak ambil pusing, maka kamu tidak akan merasa marah.
Sekalinya kamu menyimpan dendam karena perkataan atau perbuatan buruk mereka padamu, kamu sudah kalah.
Orang yang tidak ambil pusing, selamanya tidak akan terkalahkan.

3. Orang yang hidupnya "cuek dan stabil", mudah merasa bahagia, sedangkan orang yang hidupnya terlalu waspada, mudah merasa khawatir.
Ini karena orang yang waspada selalu melihat kenyataan
Semakin melihat kenyataan, maka akan semakin khawatir.
Sedangkan orang yang hidupnya "cuek dan stabil"
Walaupun mungkin dalam keadaan hidup yg sederhana dan sulit, namun akan lebih terasa lebih bermakna.

4. Untuk menjadi orang yang berpengaruh, harus memiliki karakter yang kuat.
Orang yang memiliki karakter kuat, nada suaranya tegas, sifatnya tidak sombong, tidak memaksakan kehendaknya, elegan, tenang, dan sederhana.

Orang yang memiliki karakter kuat, dapat berperan dengan baik dalam kelompok dan melakukan tanggung jawabnya dengan serius.
Dia tidak akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan ketenaran dan keuntungan.
Mereka bisa membuat dunia lebih terang walaupun suatu saat terpuruk sekalipun. Namun dengan karakternya yang kuat, mereka akan bisa bangkit dengan mudah.

5. Nasihat hidup
Walaupun jalan panjang dan berliku, namun jika dijalani selangkah demi selangkah dengan pantang menyerah pasti akan tiba di garis akhir.

Walaupun jalan pendek dan lurus, jika kamu tidak mulai melangkah, tetap tidak akan tiba di garis akhir.

Jangan menjadikan masalahmu di hari kemarin menjadi batu sandunganmu di hari ini.

Orang yang mengikuti jalan orang lain adalah orang yang meremehkan kemampuannya sendiri.

Keserakahan adalah kemiskinan yang paling hebat, sedangkan bersyukur adalah kekayaan yang paling nyata.

Setelah merasakan dingin, baru tahu apa artinya kehangatan matahari.

Orang-orang yang sudah mengalami kesulitan dalam hidup baru bisa memahami betapa berharganya hidup.

6. Jadilah sabar dan tekun
Hilangkan ketidaksabaranmu, kurangi kemalasanmu.
Ubahlah sifatmu yang mudah marah dan tidak tahan godaan.
Cungkillah matamu yang mudah tertarik pada apapun.
Jahitlah mulutmu yang s**a membicarakan aib orang lain (bergunjing).
Lakukanlah apa yang harus kamu lakukan dengan tenang
Bekerjalah dengan keras jika itu memang harus.

7. Kekasih adalah jalan, teman adalah pohon
Hidup perlu memilih jalan yang benar dengan banyak pohon di sampingnya.

Saat banyak uang jangan sampai tersesat, saat tidak punya uang bersandarlah pada pohon.

Saat bahagia jangan lupakan jalan, saat beristirahat bernaunglah di bawah pohon.

Happy.๐Ÿ™๐Ÿป

01/02/2021

PESAN ABON AZIZ BIN MUHAMMAD SHALEH KEPADA ABU MUDI BERKAITAN DENGAN BERDIRINYA KAMPUS DI DAYAH MUDI SAMALANGA.
Pada suatu hari Abu MUDI di ajak oleh ayah mertuanya Abon Aziz samalanga untuk berpergian ke kota, bireun dalam rangka belanja peralatan bangunan untuk kepentingan dayah tengah di bangun pada saat itu. Jadi tidak heran kenapa Abu MUDI selalu di ajak untuk mendampingi abon kemana pun abon pergi di karenakan menurut cerita beliau Abu menjabat sebagai bendahara dayah tatkala itu, dan banyak hal yang harus Abu kerjakan untuk menggantikan Abon di karenakan Abon sudah mulai-mulai sakit-sakitan, jdi posisi abon sudah mulai abu yang mengisinya seperti seumeubet dewan guru dan juga lain sebagainya.
Di saat berangkat Abon menggunakan mobil chavrolet yang sekarang sudah di mesiumkan di mudi di namakan Mobil keuneubah Abon. Jadi yang menyetir mobil Abon sendiri Abu mudi yang duduk di samping. Kenapa sedemikian bukan Abu yang menjadi supir di karenakan Abon takut di saat orang lain yang menyetir jadi terpaksa abon membawa mobil sendiri pulang pergi. Jadi di tengah-tengah perjalanan menuju Bireuen Abu mudi ada satu hal yang ingin Abu tanyakan ke pada Almarhum Abon di kala itu karena sudah lama mengganjal dalam pikirannya tentang keputusan dan sikap Abon yang sangat sulit untuk di mengerti dan di pahami maksudnya, tentang masalah Abon melarang santri untuk kuliah di Banda Aceh baik di Unsyiah ataupun di IAIN Al-arraniry sesudah itu Abon mengizinkan Abon Tanjongan untuk duduk di kantor KUA samalanga bahkan boleh mati dayah demi menduduki perkantoran tapi Abon Aziz ridha buat beliau, dari sinilah Abu MUDI selalu bertanya-tanya dalam hal ini karena dari keputusan Abon ini sangat bertolak belakang dalam dua buah problem yang sangat berkaitan keduanya bagaimana bisa kita bisa berdomisili di kantor kalau kita tidak punya ijazah formal sedangkan Abon melarang santri untuk kuliah karena dayah masih pendidikan non formal saat itu belum di akui oleh pemerintah.
Jadi dengan penuh rasa hormat Abu mudi memberanikan diri untuk menanyakan langsung kepada Abon di kala itu tentang hal ini, lalu Abu MUDI bertanya kepada Abon ...."lon Abon nasaboh hal yang hantrok pham lon kenan paken Abon larang santri untuk jak kuliah u banda sedangkan Abon tanjungan abon izinkan duk bak Kanto KUA bahkan jeut mate dayah yang baru geupeudep".... Lalu abon dengan semangat menjawab pertanyaan Abu MUDI yang tiba-tiba bertanya dengan hal demikian "gata peu tateupeu nyan nah ukeu......"ubena kanto bena ureung tanyoe di dalam lebeh-lebeh lom yang membidangi masalah Agama." Dan saboh treuk paken lon tham santri hanjeut jak kuliah uluwa lon takot jeut keu wahabi dihh......
Jadi dari perkataan itulah Abu tercengang mendengarnya dan tidak seorang pun yg dapat menyaksikan tentang hal demikian yang ada hanyalah Abu bersama Abon dalam mobil, jadi dari situlah Abu mudi baru paham betul apa maksud abon tentang hal ini. Padahal abon punya firasat yang sangat kuat untuk kedepan dalam menghadapi perkembangan zaman maka Abu MUDI punya "PR" khusus dari abon yang harus di selesaikan dan di kerjakan kedepan demi kemaslahatan UMAT karena itu amanah dari Abon. Walaupun di sampaikan tidak terang terangan maka dari kalimat Abon Abu bisa memahaminya abon menginginkan orang dayah yang mengelola pemerintahan karena orang dayahlah sangat paham betul tentang agama dan ilmu mengolola pemerintahan.
Setelah Abon aziz pulang ke rahmatullah kepangkuan ilahi di saat itulah hasil rapat dari alumni untuk melantik Abu mudi sebagai pimpinan Dayah MUDI Samalanga. Maka di saat itu Abu mudi mulai memikirkan tentang ucapan Abon yang masih membekas dalam dadanya tentang kedepan harus ada orang kita dayah yang duduk di kantor, baik KUA, Mahkamah Syariah, Departemen Agama Dan lain-lain, bagaimana bisa kita berdomisili di kantor sedangkan ijazah S1 nggak punya kalau kita suruh ke banda untuk kuliah di banda saat itu akan menjadi wahabi karena banyak sekali dosen-dosen yang berasal lulusan Timur tengah yang baru pulang ke Aceh dan mengajar di kampus-kampus sangat banyak pemahaman mereka yang sangat menentang dengan pemahaman Ahlus sunnah waljamaah.
Jadi timbulah inisiatif Abu MUDI untuk mendirikan Kampus dalam lingkungan dayah MUDI. Maka dari sinilah timbul polemik yang cukup besar dalam masyarakat awam, santri, guru dan juga dalam kalangan Alumni pernah belajar pada masa Abon dulu yang duluan pulang yang tidak sempat mendengar pesan Abon yang satu ini, Maka banyak komentar-komentar yang tertuju ke Abu MUDI tentang rencana mendirikan kampus di MUDI bahkan ada alumni dan dewan guru yang tidak sependapat dengan Abu bahkan kadang ada yang tidak mengizini muridnya untuk kuliah karena ada yang berinisiatif kuliah itu tidak penting yang penting ngaji , mungkin mereka belum mengerti apa maksud dari rencana Abu ini jadi Abu tetap sabar dan tabah selalu istiqomah kokoh pendiriannya dalam hal tersebut. Bahkan Abu tidak pernah memaksa seorang santri pun untuk pergi kuliah ada sebagian kuliah ada sebagian yang tidak kuliah ada sebagian mendukung ada sebagian yang tidak, bagi yang ikut kuliah dengan kemauan sendiri dan sokongan orang tua. Maka kampus itu terus berjalan waktu terus bergulir komentar pun hilang sedikit demi sedikit pas wisuda STAI Al Aziziyah angkatan pertama yang melahirkan sarjanawan dan sarjanawati tidak terlalu banyak setelah itu di lanjut lagi gelombang kedua sedikit lebih banyak dan gelombang ketiga membludak sarjana yang berasal dari pesantren tapi itu suatu ke banggaan bagi Abu MUDI, Abu terseyum bahagia di saat rencananya sukses di situlah semua kantor sudah di banjiri oleh kalangan santri dan di saat itulah sudah mulai ada sebagian mimbar-mimbar mesjid yang khutbahnya harus memiliki S1 sekurang-kurangnya atau S2 bahkan doktor di saat itulah semua tercengang apa yang di rencanakan Abu terjawab dengan sendirinya.
Maka di kalangan pemerintah sudah mulai tahu kemampuan orang kalangan dayah maka banyak di gulir tawaran-tawaran bahkan sampai ada tawaran untuk menjadi polisi dan kantor departemen agama bahkan banyak hukum di kementrian agama yang sedikit keliru dengan syariat islam dapat di luruskan. Dan dengan berkat ini sekarang ijazah dayah yang dulu 7 tahun ngaji baru bisa di terbitkan tidak formal lagi tapi sekarang 4 tahun kita belajar di dayah sudah bisa kita pegang ijazah formal setara dengan ijazah aliah atau SMA bahkan sudah di akui bisa melanjutkan kuliah dimana pun tetap di terima bahkan sekarang dayah sudah mempunyai ma'had aly ijazahnya setara dengan S1 jadi kedepan santri tidak perlu kuliah lagi. Maka dari sinilah Abu terseyum bahagia beliau bisa mewujudkan cita-cita Abon dan pesannya kepada beliau maka sekarang kampus STAI sudah berubah menjadi IAI (Institut Agama Islam) sudah banyak mencetak para sarjana dari kalangan santri bahkan ada yang melanjutkan master S2 dan doktor S3 bahkan Abu pernah mengatakan di depan profesor-profesor ukeu akan lahe, professor-professor dari ureung dayah yang akan mengajar di kampus-kampus dan Universitas. Abu pernah mengatakn tujuan abu pedeng sikula dalam dayah untuk peusikula ureung beut Ken untuk peubeut ureung jak sikula maka tidak heran sekarang santri MUDI Sudah mulai berkarya menyusun buku-buku, majalah-majalah menulis berita-berita, mengolola website dan Sebagainya. bahkan bahasanya sudah mulai bisa menandingi lulusan universitas-universitas, Insyaallah santri kedepan akan berjaya yang dulu identik jadi santri tidak punya masa depan bahkan ada yang menyembunyikan identitasnya sebagai santri karena gengsi menjadi santri tapi sekarang sudah mulai satu kebanggaan menjadi santri, Abu pernah berkata kuliah itu bagaikan cet, sampul dan kemasan sedangkan ilme kana dalam dayah.... Lage contoh kueh cukop mangat tapi hn di kemas orang kurang tertarik untuk membelinya coba lihat kue Ade merdu kiban ka lagot jinoe karena kana kemasan Indah maka bisa menarik perhatian orang untuk mencicipinya.
Banyak sekali tentang rencana atau ide-ide mulia Abu MUDI yang tidak pernah terbanyang tetapi terjawab sendiri lama berselang kemudian hari.
1. Kampus
2. Pakai cadar Dayah MUDI adalah dayah yang pertama di aceh yang mewajibkan memakai cadar bagi santriwati tapi kita lihat sekarang sudah banyak dayah yang sudah mulai memakai cadar bahkan sudah di ikuti oleh kalangan mahasiswi-mahasiwi dan kalangan masyarakat itu merupakan dakwah bilhal bisa mengalahkan pakaian yang tidak sopan dan tidak islami banyak kita lihat orang yang memakai pakaian non islami sudah mulai tersisih bahkan sudah ngetren yang muslimah-muslimah sekarang.
3. Mendirikan Dayah Jamiah di atas Puncak gunung bate ilik bahkan banyak yang mengomentari pane na urg jak beut dalam uteun di ateuh glee tapi coba kita lihat sekarang apa yang terjadi yang dulu hutan sekarang sudah berdiri bangunan-bangunan yang bertingkat-bertingkat dan di penuhi oleh santri-santri yang penuh dengan aktifitas setiap harinya.
4. Mendirikan TASTAFI (pengajian Tauhid Tasawuf Fiqah) pertama abu memulainya tampa seorang pun yang tahu abu sudah mulai berkampanye dan di tempel stiker yang terpasang poto Abu dan poto Abon yang tertulis TASTAFI di kaca mobilnya bagaikan orang yang mau naik caleg bahkan banyak bertanya-tanya di kalangan santri dan dewan guru tatkala itu. Pertama Abu memulai pengajian TASTAFI di belakang masjid raya baiturrahman hari pertama tidak banyak mungkin masyarakat belum mengetahui pas kali kedua penuh bahkan mulai padat maka terbentuklah pengurus lalu Abu di minta untuk mengisi pengajian di mesjid kebanggaan masyarakat aceh supaya majlisnya muat semua di saat itu masih di kuasai oleh wahabi Alhamdulillah sekarang sudah di tangan Ahli sunnah waljamaah sampai saat ini maka terbentuklah pengurus TASTAFI dari pusat provinsi sampai kota-kota, kabupaten, kecamatan dan kampung-kampung yang di isi pengajian tersebut oleh ulama seluruh Aceh. TASTAFI ini adalah sebagai Benteng aliran aliran sesat yang sudah berdatangan ke aceh maka dengan adanya pengajian ini masyarakat lebih dekat lagi dengan Ulama.
Mohon maaf atas kekurangan dan kesilapan penulis.
Semoga Abu selalu dalam lindungan Allah dan di beri panjang umur agar dapat membimbing kita semua masyarakat Aceh khususnya dan Indonesia umumnya

22/01/2021
12/01/2021

Imam Syafi'i memiliki Murid "Slow Learner" dan Begini Cara Mengajarnya.
_____

Sangat mengesankan pada apa yang ditulis oleh Imam Baihaqi dalam kitab Manaqib Imam Syafii, bagaimana cara Imam Syafii, sebagai guru mengajar salah satu muridnya yang sangat lamban dalam memahami pelajaran.

Sang Murid itu adalah Ar Rabiโ€™ bin Sulaiman, murid paling slow learner. Berkali-kali diterangkan oleh sang guru Imam Syafii, tapi Robiโ€™tak juga faham. Setelah menerangkan pelajaran, Imam Syafii bertanya,
โ€œRabiโ€™ Sudah faham paham belum ?โ€
โ€œBelum faham, โ€jawab Rabiโ€™.

Dengan kesabaranya, sang guru mengulang lagi pelajaranya,lalu ditanya kembali, โ€sudah faham belum? Belum.
Berulang diterangkan sampai 39x Rabiโ€™ tak juga paham.

Merasa mengecewakan gurunya dan juga malu, Rabiโ€™ beringsut pelan-pelan keluar dari majelis ilmu. Selesai memberi pelajaran Imam Syafii mencari Robiโ€™, melihat muridnya. Imam Syafi'i berkata, โ€Robiโ€™ kemarilah, datanglah ke rumah saya !โ€.

Sebagai seorang guru, sang imam sangat memahami perasaan muridnya, maka beliau mengundangnya untuk belajar secara privat.
Sang Imam mengajarkan Rabiโ€™ secara privat, dan ditanya kembali, โ€Sudah paham belum ?
Hasilnya? Rabiโ€™ bin Sulaiman tidak juga paham.

Apakah Imam Asy-Syafiโ€™i berputus asa?
Menghakimi Rabiโ€™ bin Sulaiman sebagai murid bodoh? Sekali-kali tidak. Beliau berkata,

โ€Muridku, sebatas inilah kemampuanku mengajarimu. Jika kau masih belum paham juga, maka berdoalah kepada Allah agar berkenan mengucurkan ilmu-Nya untukmu. Saya hanya menyampaikan ilmu. Allah-lah yang memberikan ilmu. Andai ilmu yang aku ajarkan ini sesendok makanan, pastilah aku akan menyuapkannya kepadamu.โ€

Mengikuti nasihat gurunya, Rabiโ€™ bin Sulaiman rajin sekali bermunajat berdoa kepada Allah dalam kekhusyukan. Ia juga membuktikan doa-doanya dengan kesungguhan dalam belajar. Keikhlasan, kesalehan, dan kesungguhan, inilah amalannya Rabiโ€™ bin Sulaiman.

Tahukah kita? Rabiโ€™ bin Sulaiman kemudian berkembang menjadi salah satu ulama besar Madzhab Syafiโ€™i dan termasuk perawi hadis yang sangat kredibel dan terpercaya dalam periwayatannya.

Sang slow learner bermetamorfosis menjadi seorang ulama besar.
Inilah buah dari kesabaran Imam Asy-Syafiโ€™i dalam mengajar dan mendidik.

Adakah kita, para guru dan orangtua bisa meneladani kesabaran Imam Syafii dalam mengajar ?

Berapa kuat kita meyakini bahwa tidak ada anak dan murid yang bodoh?

Sudahkan kita, para guru dan orangtua mendoakan anak-anak dan murid didik kita agar difahamkan pelajaran ?

Sudahkan kita, para guru dan orangtua Memotivasi anak murid kita agar gigih berdoa kepada Allah Taala?

08/08/2020

MENANGISLAH SEKARANG WAHAI PARA ORANGTUA

โ€œKalau mau punya anak bermental kuat, orangtua-nya harus lebih kuat, punya anak itu jangan hanya sekedar sholeh tapi juga bermanfaat untuk umat, orangtua harus berjuang lebih ikhlas.. ikhlas.. ikhlasโ€.

Anak-anak mu di pondok pesantren gak akan mati karena kelaparan, gak akan bodoh karena gak ikut les ini dan itu, gak akan terbelakang karena gak pegang โ€œgadgetโ€. Insya Allah Anakmu akan dijaga langsung oleh Allah karena sebagaimana janji Allah yang akan menjaga Al Qurโ€™an..yakin.. yakin..dan harus yakin.

Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu untuk menuntut ilmu agama, dari pada kamu nanti kalau sudah tua menangis karean anak2 kamu lalai thdp urusan akhiratโ€ฆ.kebanyakan memikirkan urusan dunia, berebut harta, pamer rupa wajahโ€ฆlupa surga

โ€œJadi wali santri itu harus punya 5 sifat dan sikap, yaitu T.I.T.I.P.โ€

1.Tega
Harus tegaโ€ฆ harus tegaโ€ฆ harus tegaโ€ฆ harus percaya kalau di pesantren anakmu itu dididik bukan dibuang. Harus tega, karena pesantren adalah medan pendidikan dan perjuanganโ€ฆ

2.Ikhlas
Harus ikhlasโ€ฆharus sadar kalau anakmu itu tidak akan dibiarkan terlantarโ€ฆ harus ikhlas anakmu dididik, dilatih, ditempa, diurus, ditugaskan, disuruh hafalan, dan sebagainyaโ€ฆ kalau merasa anakmu dibuat nda senyaman hidup dirumahโ€ฆ ambil anakmu serkarang juga..!

3.Tawakkal
Setelah itu serahkan sama Allah. Berdoalah! Karena pesantren bukan tukang sulap, yang bisa merubah begitu saja santri-santrinyaโ€ฆ maka berdoalahโ€ฆ

4.Ikhtiar
Dana dan doโ€™a. Ini adalah kewajiban. Amanat.

5.Percaya
Percayalah bahwa anak kalian ini dibina, betul-betul DIBINA. Apa yang mereka dapatkan disini adalah bentuk pembinaan. Jadi kalau melihat anak-anakmu diperlakukan bagaimanapun, percayalah itu adalah bentuk pembinaan. Itu adalah pendidikan.

Jadi, jangan SALAH PAHAM !
Jangan SALAH SIKAP !
Jangan SALAH PERSEPSI !

Mereka itu beribadah dengan menuntut ilmu
Mereka selalu diajarkan untuk mendoakan ibu-bapaknya.
Mereka pergi untuk kembali.
Bertemulah jarang-jarang agar CINTA makin berkembang.

ุงู„ู„ู‡ู… ู„ุง ุณู‡ู„ ุฅู„ุง ู…ุง ุฌุนู„ุชู‡ ุณู‡ู„ุง ูˆุฃู†ุช ุชุฌุนู„ ุงู„ุญุฒู† ุฅุฐุง ุดุฆุช ุณู‡ู„ุง

30/08/2019

ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ู„ูƒ ูˆ ุจุงุฑูƒ ุนู„ูŠูƒ ูˆ ุฌู…ุน ุจูŠู†ูƒู…ุง ููŠ ุฎูŠุฑ

ุงู„ู„ู‡ู… ุงู„ูŒูู’ ุจูŠู†ู‡ู…ุง ุจู…ุญุจุชูƒ ูƒู…ุง ุงู„ูุชูŽ ุจูŠู† ุฃุฏู… ูˆุญูˆู‰ ูˆุงู„ูŒูู’ ุจูŠู†ู‡ู…ุง ูƒู…ุง ุงู„ูุช ุจูŠู† ูŠูˆุณู ูˆุฒู„ูŠุฎุง ูˆู…ุญู…ุฏ ูˆุฎุฏูŠุฌุฉ ุงู„ูƒุจุฑู‰ ูˆุฃุตู„ูุญ ุฌูŽู…ู’ุนูŽู‡ู…ุง ูู‰ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุงู„ุฃุฎุฑุฉ ูˆ ู‡ูŽุจู’ ู„ู‡ู…ุง ู…ู† ู„ุฏู†ูƒ ุฑุญู…ุฉ ูˆู‚ุฑุฉูŽ ุฃุนูŠู† ูˆุงุฌุนู„ู‡ู…ุง ู…ู† ุนุจุงุฏูƒ ุงู„ู†ุงูุนูŠู† ุนู„ู‰ ุฏูŠู†ูƒ ูˆู„ู…ุตุงู„ุญ ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ุจุฑุญู…ุชูƒ ูŠุง ุฃุฑุญู… ุงู„ุฑุงุญู…ูŠู†
Selamat Menempuh hidup baru Bapak kepala Mas Dassa Al-Aziziyah,
Semoga samawa sampai Jannah.

30/08/2019

Doa Akhir tahun

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ู
ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู…ูŽุง ุนูŽู…ูู„ู’ุชู ููู‰ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽู†ูŽุฉู ู…ูู…ู‘ูŽุง ู†ูŽู‡ูŽูŠู’ุชูŽู†ูู‰ ุนูŽู†ู’ู‡ู ููŽู„ูŽู…ู’ ุงูŽุชูุจู’ ู…ูู†ู’ู‡ู ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽู†ู’ุณูŽู‡ู ูˆูŽุญูŽู„ูู…ู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ู‘ูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ู‚ูุฏู’ุฑูŽุชููƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูู‚ููˆู’ุจูŽุชูู‰ ูˆูŽุฏูŽุนูŽูˆู’ุชูŽู†ูู‰ ุงูู„ูŽู‰ ุงู„ุชู‘ูŽูˆู’ุจูŽุฉู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฌูŽุฑูŽุง ุฆูŽุชูู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุนู’ุตููŠูŽุชููƒูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูู‰ ุงูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููƒูŽ ููŽุบู’ููุฑู’ู„ูู‰ ูˆูŽู…ูŽุง ุนูŽู…ูู„ู’ุชู ูููŠู’ู‡ูŽุง ู…ูู…ู‘ูŽุง ุชูŽุฑู’ุถูŽุงู‡ู ูˆูŽูˆูŽุนูŽุฏู’ุชูŽู†ูู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุซู‘ูŽูˆูŽุงุจูŽ ููŽุงูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุงูƒูŽุฑููŠู’ู…ู ูŠูŽุงุฐูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู„ุงูŽู„ู ูˆูŽุงู’ู„ุงููƒู’ุฑูŽุงู…ู ุงูŽู†ู’ ุชูŽุชูŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู‘ูู‰ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽู‚ู’ุทูŽุนูŽ ุฑูŽุฌูŽุงุฆูู‰ ู…ูู†ู’ูƒูŽ ูŠูŽุงูƒูŽุฑููŠู’ู…ู ูˆูŽุตูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ
Doa Awal tahun

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ู
ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงูŽู†ู’ุชูŽ ุงู’ู„ุงูŽ ุจูŽุฏููŠู‘ู ุงู„ู’ู‚ูŽุฏููŠู’ู…ู ุงู’ู„ุงูŽูˆู‘ูŽู„ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ููŽุถู’ู„ููƒูŽ ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ู ูˆูŽูƒูŽุฑูŽู…ู ุฌููˆู’ุฏููƒูŽ ุงู„ู’ู…ูุนูŽูˆู‘ูŽู„ู ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ุนูŽุงู…ูŒ ุฌูŽุฏููŠู’ุฏูŒ ู‚ูŽุฏู’ ุงูŽู‚ู’ุจูŽู„ูŽ ุงูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ุนูุตู’ู…ูŽุฉูŽ ูููŠู’ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ูˆูŽ
ุงูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุฆูู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽูˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณู ุงู’ู„ุงูŽู…ู‘ูŽุงุฑูŽุฉู ุจูุงู„ุณู‘ููˆู’ุกู ูˆูŽุงู’ู„ุงูุดู’ุชูุบูŽุงู„ู ุจูู…ูŽุง ูŠูู‚ูŽุฑู‘ูุจูู†ูู‰ ุงูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุฒูู„ู’ููŽู‰ ูŠูŽุงุฐูŽุงู„ู’ุฌูŽู„ุงูŽู„ู ูˆูŽุงู’ู„ุงููƒู’ุฑูŽุงู…ู ูˆูŽุตูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู

Photos from LPI DASSA 169 Al-Aziziyah's post 16/08/2019

ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ู„ู†ุง ูˆู„ู‡ู…ุงุŒูˆุจุงุฑูƒ ุนู„ูŠู‡ู…ุงุŒูˆุฌู…ุน ุจูŠู†ู‡ู…ุง ูู‰ ุฎูŠุฑ.ุงู„ู„ู‡ู… ุงู†ุฒู„ ุงู„ุฑุญู…ุฉ ุนู„ูŠู‡ู…ุงุŒูˆุงู„ู ุจูŠู†ู‡ู…ุง ูƒู…ุง ุงู„ูุช ุจูŠู† ุฃุฏู… ูˆุญูˆู‰.ูˆุงู„ู ุจูŠู†ู‡ู…ุง ูƒู…ุง ุงู„ูุช ุจูŠู† ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ูˆุณุงุฑุฉ.ูˆุงู„ู ุจูŠู†ู‡ู…ุง ูƒู…ุง ุงู„ูุช ุจูŠู† ูŠูˆุณู ูˆุฒู„ูŠุฎุงุก.ูˆุงู„ู ุจูŠู†ู‡ู…ุง ูƒู…ุง ุงู„ูุช ุจูŠู† ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุฎุงุฏุฌุฉ ุงู„ูƒุจุฑู‰.ูˆุงู„ู ุจูŠู†ู‡ู…ุง ุฃู„ูุฉ ูˆู‚ุฑุงุฑุง ุฏุงุกู…ุง.ูˆ๏ปปุชุฌุนู„ ุจูŠู†ู‡ู…ุง ูุฑู‚ุฉ ูˆูุฑุงุฑุง ูˆุฎุตูˆู…ุง.ูˆูƒูู‡ู…ุง ู…ุคู†ุฉ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุง๏ปปุฎุฑุฉ.ุงู„ู„ู‡ู… ุงู†ุงู†ุณุฃู„ูƒ ุงู† ุชู„ู‚ูŠ ุจูŠู†ู‡ู…ุง ุงู„ู…ุญุจุฉ ูˆุงู„ูˆุฏุงุฏุŒุงู„ู„ู‡ู… ุงู†ุงู†ุณุฃู„ูƒ ุงู„ุนุงููŠุฉ ูˆุฏูˆุงู… ุงู„ุนุงููŠุฉุŒูˆุงู„ุดูƒุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ุนุงููŠุฉุŒุงู„ู„ู‡ู… ุงุฑุฒู‚ ู„ู‡ู…ุง ุงูˆ๏ปปุฏุง ุตุงู„ุญูŠู†ุŒูˆุฃุฑุฒู‚ุง ูˆุงุณุนุฉ ุญู„ุง๏ปป ุทูŠุจุงุŒูˆุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†.
Selamat bahagi guru kami,Semoga Samawa sampai ke Jannah..

Want your school to be the top-listed School/college in Sigli?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Website

Address


Jln. Tangse-Beureunuen Km 28 Beungga
Sigli
24166