MENAKJUBKAN !!! KISAH KERAJAAN ISLAM PERTAMA DI PULAU JAWA INDONESIA
Halaqah pecinta rasulullah
"Menciptakan Generasi Yang Lebih Dekat Mengenal Sejarah Islam''mewujudkan kecintaan terhadap pemimpin dunia Baginda nabi besar sayyidina Muhammad saw""
5 RAJA YANG MENGUASAI DUNIA
12/12/2021
Diriwayatkan ada sebuah kisah yang terjadi di tanah Arab yang tengah dilanda paceklik. Musim kemarau cukup panjang, hewan hewan mati sehingga membuat tanah-tanah di sana tandus.
Khalifah Umar bin Khattab kala itu tengah memimpin umat Islam menjalani tahun yang disebut Tahun Abu. Suatu malam, Khalifah Umar mengajak seorang sahabat bernama Aslam untuk mengunjungi kampung-kampung terpencil di sekitar Madinah.
Langkah Khalifah Umar terhenti di dekat sebuah tenda lusuh. Suara seorang gadis kecil mengusik perhatiannya. Khalifah Umar segera mengajak Aslam mendekati tenda itu dan memastikan apakah penghuninya butuh bantuan.
Setelah mendekat, Khalifah Umar mengucapkan salam. "assalamualaikum "
Wanita itu menjawab. "Waalaikum salam "(sedikit mengabaikan,kemudian melanjutkan pekerjaannya itu sambil mengaduk ngaduk panci)
Khalifah umar:"Boleh aku mendekati"??
"silahkan,jika kau membawa kebaikan"jawab wanita itu.
Kemudian khalifah umar pun mendekat.
”Siapa yang menangis di dalam itu?” tanya Khalifah Umar.
Anakku, jawab wanita itu..
” Kenapa anak-anakmu menangis? Apakah dia sakit?” tanya Khalifah selanjutnya.
”Tidak, mereka lapar,” balas wanita itu.
Khalifah Umar dan Aslam masih terduduk di tempat semula yang cukup lama, sementara di dalam tenda masih menangis dan ibunya terus saja mengaduk bejana.
Perbuatan wanita itu membuat Khalifah Umar penasaran. ” Apa yang kau masak, hai ibu? Mengapa masakanmu tidak matang juga?” tanya Khalifah.
”Kau lihatlah sendiri!” jawab wanita itu.
Khalifah Umar dan Aslam segera melihat isi bejana tersebut. melihat mereka kaget melihat isi bejana itu.
”Apakah kau memasak batu?” tanya Khalifah Umar dengan tercengang.
Aku memasak batu-batu ini untuk menghibur anakku. Inilah kejahatan Khalifah Umar bin Khattab. Dia tidak mau melihat ke bawah, apakah kebutuhan rakyatnya sudah terpenuhi atau belum,” kata wanita itu.
” untuk aku. Aku seorang janda. Sejak pagi tadi, aku dan anakku belum makan apa-apa. Jadi anakku pun kusuruh berpuasa, dengan harapan ketika waktu berbuka kami mendapat rezeki. Namun ternyata tidak. Setelah maghrib tiba, makanan belum ada juga. Anakku terpaksa tidur dengan kosong perut. Aku mengumpulkan batu-batu kecil, memasukkannya ke dalam panci dan kuisi air. Lalu batu-batu itu kumasak untuk membohongi anakku dengan harapan dia akan lelap sampai pagi. Ternyata tidak. Mungkin karena lapar, sebentar-sebentar dia terbangun dan meminta makanan sampai menangis,” ucap wanita itu.
Namun apa dayaku? Sungguh Umar bin Khattab tidak pantas jadi pemimpin. Dia tidak mampu menjamin kebutuhan rakyatnya,” lanjut wanita itu.
Wanita itu tidak tahu yang ada di hadapannya adalah Khalifah Umar bin Khattab. Aslam sempat hendak menegur wanita itu. Tetapi, Khalifah Umar mencegahnya. Khalifah lantas menitikan air mata dan segera bangkit dari tempat duduknya.
Segeralah diajaknya Aslam pergi cepat-cepat kembali ke Madinah. Sesampai di Madinah, Khalifah langsung pergi ke Baitul Mal dan mengambil sekarung gandum.
Tanpa mempedulikan rasa lelah, Khalifah Umar memikul sendiri karung gandum tersebut di punggungnya. Aslam segera mencegah.
”Wahai Amirul Mukminin, biarlah aku yang membawa karung itu,” kata Aslam.
Kalimat Aslam tidak mampu membuat Umar tenang. Wajahnya merah padam.
Aslam, jangan jerumuskan aku ke dalam neraka. Kau akan menanggung beban ini, apakah kau akan menanggung beban di pundakku di hari nanti?” kata Umar dengan nada tinggi.
Aslam tertunduk karena perkataan Khalifah Umar. Sembari terseok-seok, Khalifah Umar mengangkat karung itu dan diantarkan ke tenda tempat tinggal wanita itu.
Sesampainya di tempat wanita janda tersebut khalifah umar langsung menyuruh Aslam membantu wanita tersebut untuk memasak.
Khalifah umar sambil memberikan serantang gandum berkata:
"masukkan gandumnya dan aku yang akan mengaduknya "(sambil meniup asap untuk menghidupkan apinya. )
Setelah masak khalifah umar pun mengajak keluarga miskin itu untuk makan.
Wanita janda itu berkata kepada anak-anaknya:"kemarilah wahai anak anak ku kita makan"
Khalifah umar duduk tersenyum melihat mereka makan, hati beliau lega ketika melihat anak anak kecil itu kembali bergembira.
Wanita itu berkata : " semoga Allah membalas kebaikanmu dengan yang lebih baik. Engkau lebih baik di banding khalifah umar"
"berkatalah yang baik-baik,besok temui amirul mukminin dam kau bisa temui aku juga di sana. Insya allah ia akan mencukupimu.
Pada Keesokan harinya,datanglah ibu itu kebaitul mal. Khalifah umar pun menyambut dengan senyum bahagia. Ketika ibu itu melihat wajah khalifah, dia menyadari bahwa orang yang membatunya semalam adalah umar sang amirul mukminin. Wanita itu gemetaran dan terlihat ketakutan dan berkata:
"aku memohon maaf! Aku telag menyumpahimu dengan kata-kata dhalim, aku siap menerima hukuman yang akan di timpakan terhadap aku"..
Khalifah umar berkata :"ibu tidak bersalah,akulah yang bersalah selama ini, aku berdosa membiarkan seorang ibu dan anak anaknya kelaparan di wilayah kekuasaan ku, bagaimana aku memepertanggung jawabkan di hadapan Allah? Sudi kiranya ibu memaafkan aku?
Setelah kejadian itu khalifah umar sempat datang membawa makanannya sendiri sekedar memenuhi kebutuhan makanan wanita itu anaknya yang kelaparan.
Sekian...
Semoga Allah melahirkan pemimpin seperti khalifah umar di tanah air kita tercinta ini... Aminn ya Allah amiin
أللهم صلّ على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه أجمعين
Like and shere dan ikuti untuk tidak ketinggalan kisah menarik lainnya
Halaqah pecinta rasulullah
11/12/2021
🕋Dalam sebuah riwayat di ceritakan bahwa pada suatu hari Rasulullah SAW keluar Untuk melaksanakan salat Hari Raya, Sementara anak-anak kecil tengah bermain riang gembira di jalanan,di tengah kegembiraan anak anak yang sedang bermain main, Rasulullah melihat seorang anak kecil duduk menjauh berseberangan dengan mereka. Dengan pakaian sangat sederhana dan tampak murung, ia menangis tersedu.
Rasulullah segera menghampiri anak tersebut seraya bertanya.
“Nak, apa yang membuat mu menangis pada hari raya ini? Mengapa engkau tidak bermain bersama mereka?”
Lantaran Anak kecil itu tidak mengenali bahwa orang yang ada di hadapannya adalah Rasulullah,ia menjawab,
"seandainya ayah ku masih hidup tentunya nasibku tidak semalang ini
Rasulullah saw bertanya,"kemanakah ayah mu?? "
“Paman, ayahku telah wafat. Ia mengikuti Rasulullah dalam menghadapi musuh di sebuah pertempuran. Tetapi ia gugur dalam medan perang tersebut,
Ibuku menikah lagi. Ia memakan warisanku, peninggalan ayah. Sedangkan suaminya mengusirku dari rumahku sendiri. Kini aku tak memiliki apa pun. Makanan, minuman, pakaian, dan tempat tinggal tidak aku miliki. Tetapi hari ini, aku melihat teman-teman sebayaku merayakan hari raya bersama ayah mereka. Dan perasaanku dikuasai oleh nasib kehampaan tanpa ayah. Untuk itulah aku menangis.”
Mendengar penuturan anak ini, batin Rasulullah tersentuh. Ternyata ada anak-anak yatim dari sahabat yang gugur membela agama dan Rasulnya di medan perang mengalami nasib malang begini.
Dengan penuh kasih sayang Rasulullah Saw segera mendekap dan memeluk anak kecil itu seraya berkata...
“Nak, dengarkan baik-baik. Apakah kau sudi bila aku menjadi ayah, Aisyah menjadi ibumu, Ali sebagai paman, Hasan dan Husein sebagai saudara, dan Fatimah sebagai saudarimu?” tanya Rasulullah.
Mendengar tawaran itu, anak ini mengerti ketika itu bahwa orang yang ada di hadapannya tidak lain adalah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. “Kenapa tak sudi, ya Rasulullah?” jawab anak ini dengan senyum terbuka.
Rasulullah kemudian membawa anak angkatnya p**ang ke rumah. Di sana anak ini diberikan pakaian terbaik. Ia dipersilakan makan hingga kenyang. Penampilannya diberikan pakaian yang baru lalu diberikan wangi-wangian. Setelah beres semuanya, ia pun keluar dari rumah Rasulullah dengan senyum dan wajah bahagia.
Melihat perubahan yang terjadi pada anak ini, para teman-temannya bertanya.
“Sebelum ini kau menangis. Tetapi kini kau tampak sangat gembira?”
Anak itu menjawab dengan penuh keceriaan.
“Benar wahai teman-taman. Tadinya aku lapar, tetapi lihatlah, sekarang tidak lagi. Aku sudah kenyang. Dulunya aku memang tidak berpakaian, tetapi kini lihatlah. Sekarang aku mengenakan pakaian bagus. Dulu memang aku ini yatim, tetapi sekarang aku memiliki keluarga yang sangat perhatian. Rasulullah SAW ayahku, Aisyah ibuku, Hasan dan Husein saudaraku, Ali pamanku, dan Fatimah adalah saudariku. Apakah aku tidak bahagia?.”
Mendengar sahabatnya, mereka tampak menginginkan nasib serupa. “Aduh, cobalah ayah kita juga gugur pada peperangan itu sehingga kita juga diangkat sebagai anak oleh Rasulullah SAW.”
Waktu terus berjalan. Usia semakin bertambah. Kebahagiaan anak ini pun lenyap ketika selang beberapa tahun setelah itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meninggal dunia.
Meratapi kepergian ayah angkat paling mulia ini, ia keluar rumah seraya menaburkan debu di atas kepalanya. “aduhai, aduhai. Kini aku kembali terasing. Aku bukan siapa-siapa lagi. Aku kini menjadi yatim”.katanya sambil mengisak tangis.
Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq yang menyaksikan anak ini segera memeluknya. Sayyidina Abu Bakar kemudian mengambil alih pengasuhan terhadap anak kecil itu. .
Sungguh mulia kasih sayang Rasulullah terhadap anak yatim.
semoga kita bisa mengikuti beliau dalam mengasuh dan memberi perthatian terhadap mereka....
🔉Mari kita berselawat kpd Nabi Muhammad SAW sebagai wujud bahwa kita cinta kpd beliau
اللهم صلّ على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه أجمعين 💖
Like and shere serta ikuti 👇
Halaqah pecinta rasulullah
09/12/2021
🌕Kisah tentang 1000 bulan, berawal dari seorang Nabiyullah yang bernama Nabi Syam’un al-Ghazi as. Nabi dari kalangan Bani Israil. Beliau adalah hakim ketiga terakhir pada zaman Israel kuno.
Nabi Syam’un al-Ghazi As, memiliki beberapa nama, dalam bahasa Arab, beliau disebut dengan Syamsyawn atau Syam'un. Dalam bahasa Ibrani, disebut Šimšon, dalam bahasa Tiberias, disebut Šhimšhôn; dalam Alkitab Nasrani, disebut Samson.
Nama Syam’un sendiri artinya "yang berasal dari matahari”, sedangkan al-Ghozi, artinya “yang berasal dari Ghazi” (Ghaza,Palestina sekarang).
Suatu ketika Nabi Muhammad saw, Berkumpul bersama para sahabat dibulan Suci Ramadhan.
Nabi Muhammad SAW, terlihat tersenyum sendiri, lalu ditanya oleh para sahabatnya
“Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah”"
Beliau menjawab, “Diperlihatkan kepadaku dihari akhir, ketika seluruh manusia dikumpulkan dipadang mah’syar, ada seorang Nabi yang membawa pedang dan tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam surga, dia adalah Syam'un”.
Kemudian Rasulullah bercerita tentang seorang Nabi bernama Sam’un Al Ghozi AS, beliau adalah Nabi yang berasal dari Bani Israil yang diutus di tanah Romawi. Nabi Sam’un Ghozi AS berperang melawan bangsa yang menentang Ketuhanan Allah SWT.
Nabi Syam’un al-Ghozi as. adalah seorang pahlawan berambut panjang yang memiliki kemukjizatan dapat melunakkan besi, dan dapat merobohkan istana. Syam’un memiliki senjata semacam pedang yang terbuat dari tulang rahang unta bernama Liha Jamal, dengan pedang itu dia dapat membunuh ribuan orang kafir. Siapapun musuh yang berhadapan dengannya, pasti akan hancur dengan pedang ajaibnya. Tidak hanya itu, bahkan ketika dia merasa haus dan lapar, dengan perantara pedangnya p**a Allah memberikan makanan dan minuman.
Syam'un seorang muslim dan seorang yang ahli ibadah yang sangat disegani oleh kaum kafir.
Sudah tak terhitung lagi orang kafir yang mati di tangannya. Selain itu, Syam'un juga ahli ibadah dan tercatat ia sanggup beribadah selama 1000 bulan dengan shalat malam dan siangnya berpuasa, dimana selama 1000 bulan tak pernah lepas dari shalat malam dan siangnya selalu berpuasa.
Samson adalah seorang pembela agama tauhid (meng Esa kan 1 tuhan / ALLAH), berperang melawan kaum kafir selama 1000 bulan, hanya berbekal tulang dagu unta sebagai senjata, tidak memiliki senjata lain. Setiap kali menghantam kaum kafir dengan janggut untanya, terbunuhlah banyak kaum kafir dalam jumlah yang tidak terhitung.
فَإِذاَ عَطَسَ يَخْرُجُ مِنْ مَوْضِعِ الأَسْناَنِ ماَءُ عَذَبٍ فَيَشْرِبَهُ , وَإِذاَ جاَعَ يَنْبُتُ مَنْهُ لَحْمٌ فَيَأْكُلَهُ , فَكاَنَ عَلَى هَذاَ كُلَّ يَوْمٍ حَتَّى مَضَى مِنْ عُمْرِهِ أَلْفَ شَهْرٍ وَهِىَ ثَلاَثُ وَثَمَانُوْنَ سَنَةً وَأَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ , فَعَجَزَ الكُفاَرُ عَنْ رَدِّهِ , فَقاَلُوْا ِلإِمْرَأَتِهِ وَهِىَ كاَفِرَةٌ إِنّاَ نُعْطِيْكِ أَمْواَلاً كَثِيْرَةً إِنْ قَتَلْتِ زَوْجَكِ , قاَلَتْ أَناَ لاَأَقْدِرُ عَلَى قَتْلِهِ
Dengan hanya bersenjatakan tulang rahang seekor unta yang di bentuk menyerupai sebuah pedang pendek yang tajam, Nabi berperang melawan bangsa yang menentang Allah SWT,
dengan penuh keberanian dan selalu dapat mengalahkan mereka.
Ketangguhan dan keperkasaan Nabi Sam’un dipergunakan untuk menentang penguasa
kaum kafirin saat itu, yakni raja Israil.
Menghadapi kesaktian Nabi Syam’un al-Ghozi as, membuat para kafirun kewalahan.
Mereka mencari jalan untuk bisa menundukkannya.
Dengan segala kehebatannya itu, ia dibenci oleh para musuh, terutama dari golongan orang kafir. Akhirnya, dibuatlah rencana untuk membunuh Syam’un.
Akhirnya sang raja Israil mencari jalan untuk menundukkan Nabi Sam’un. Berbagai upaya pun dilakukan olehnya, sehingga akhirnya atas nasehat para penasehatnya diumumkanlah, barang siapa yang dapat menangkap Sam’un Ghozi, akan mendapat hadiah emas dan permata yang berlimpah. Akhirnya ide licik-pun ditemukan.
Mereka menawarkan hadiah berupa uang dan perhiasan yang berlimpah kepada istri Nabi (Istri samson), dengan syarat ia bersedia melumpuhkan suaminya.
Istri Nabi yang ternyata seorang kafir, sangat tergiur oleh hadiah itu. Mereka kemudian memanfaatkan Istri Syam’un, untuk ikut membantu membunuh Syam’un.
Sam’un Ghozi AS terpedaya oleh isterinya dan dikhianati istrinya sendiri dan pada akhirnya istrinya mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT. Setelah dirayu dengan imbalan yang menggiurkan, sang istri mengiyakan ajakan kaum kafir untuk membunuh Syam’un suaminya sendiri karena ada iming-iming harta benda yang banyak, si istri akhirnya mau melakukan kejahatan itu.
فَقاَلُوْا نُعْطِيْكِ حَبْلاً شَدِيْداً فَشَدِّى بِهِ يَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ فىِ نَوْمِهِ وَنَحْنُ نَقْتُلُهُ , فَشَدَتْهُ المَرْأَةُ فىِ نَوْمِهِ فاَسْتَيْقَظَ فَقاَلَ مَنْ شَدَّنِى ؟ فَقاَلَتْ شَدَدْتُ ِلأَجْرِبَكَ فَجَدَبَ يَدُهُ فَقَطَعَ الحَبَلُ , ثُمَّ جاَءَ الكُفاَرُ بِسِلْسِلَةٍ فَشَدَتْهُ المَرْأَةُ بِهاَ فاَسْتَيْقَظَ , فَقاَلَ مَنْ شَدَّنِى ؟ قاَلَتْ أَناَ شَدَدْتُ ِلأَجْرِبَكَ فَجَدَبَ يَدُهُ فَقَطَعَ السِّلْسِلَةُ
Maka orang kafir memberikan ide agar dia mengikat tangan dan kaki Syam’un sewaktu tidur, untuk kemudian akan dibunuh dengan beramai-ramai.
Para pembesar2 Kafir berkata,
"Kami akan memberimu seutas tali kuat, ikatlah tangan dan kakinya ketika dia tidur,
nanti setelah itu kamilah yang bertindak untuk membunuhnya."
Pada hari pertama Istri Syam'un gagal karena ketiduran yang disebabkan karena suaminya terlalu lama mengerjakan shalat malam.
Lama waktunya itu sehingga membuat istri Syam'un tak kuasa menahan kantuk yang amat sangat. Memang Syam'un tidurnya hanya sedikit saja dalam semalam. Dimana malam-malamnya hanya dipergunakan untuk beribadah kepada Allah SWT.
Keesokan harinya, istri Syam'un lapor kepada kaum kafir quraisy bahwa dia belum berhasil mengikat tangan dan kaki suaminya. Mereka tidak mempermasalahkan hal ini.
Pada hari kedua Istri Syam'un berhasil mengikat suaminya ketika tidur dengan seutas tali yang kuat. Tatkala Syam'un bangun dan ingin beribadah kepada Allah SWT, ia terkejut karena kedua kakinya terikat.
"Wahai istriku, siapakah yang mengikatku dengan tali ini?" tanya Syam'un kepada istrinya.
"Aku yang mengikat, hanya sekedar mengujimu sampai sejauh mana kekuatanmu," ujar istrinya.
Syam’un dengan mudah dapat melepaskan tali yang mengikatnya dengan satu ucapan doa.
Kemudian Syam'un lalu bergegas menuju tempat peribadatannya. Maka gagallah rencana pembunuhan pada hari kedua itu.
Namun, setelah itu, musuh-musuh kafir datang lagi dengan membawa rantai dan istri Syam'un siap mengikat suaminya lagi pada keesokan malamnya.
Pada hari ketiga, Istri Syam'un di hari ketiga itu berhasil lagi mengikat suaminya dengan rantai
yang diberikan oleh orang-orang kafir.
"Wahai istriku, siapakah yang mengikatku kali ini?" tanya Syam'un dengan nada agak marah ketika bangun dari tidur.
"Aku yang mengikatnya, sekedar untuk mengujimu," jawab istrinya.
Namun, dengan sekali hentakan Syam’un dapat menghancurkan rantai tersebut. Lalu Syam'un segera menarik tangannya dan memotong rantai itu.
Kemudian istrinya pun segera membujuk suaminya agar mau menceritakan rahasia
kekuatan tubuh yang dimiliki suaminya.
Akhirnya Syam'un bercerita juga, jika sebenarnya ia adalah seorang wali dari sekian banyak WALIYULLAH yang hidup di dunia ini.
==============
Sam’un berkata “Wahai istriku aku wali diantara wali kekasih Allah, segala perkara dunia ini tidak ada yang sanggup mengalahkan diriku, aku punya rambut panjang ini, ketahuilah bahwa tidak ada seorang pun yang mampu mengalahkanku dalam perkara dunia kecuali rambutku ini," jelas Syam'un.
Syam'un memang memiliki rambut yang panjang dan panjangnya digambarkan
bahwa ujung rambutnya akan menyentuh tanah saat Syam'un berdiri.
Karena sudah mengetahui kelemahan suaminya, akhirnya pada saat syamun tidur mulailah istrinya mengikat tangan Syam'un dengan 4 helai rambutnya dan mengikat p**a kakinya dengan 4 helai rambut milik Syam'un, sementara ia tetap dalam tidurnya.
Setelah bangun, Syam'un bertanya,
"Wahai istriku, siapakah yang mengikatku ini?"
"Aku, untuk mengujimu," jawab istrinya yang mulai ketakutan.
Setelah itu Syam'un berusaha dengan sekuat tenaga untuk melepaskan ikatan itu, namun dia tidak berdaya untuk memotongnya.
Si istri langsung saja memberitahukan kepada kaum kafir tentang hal ini. Nabi Syam’un al-Ghozi as lalu dibawa ke istana kehadapan raja para kafirun. lalu diikat pada tiang utama istana dan dipertontonkan kepada khalayak istana.
Mulailah mereka memotong kedua telinga, bibir, kedua tangan dan kakinya. Tidak hanya itu, Nabi juga disiksa dengan dibutakan kedua matanya, Mereka menyiksa Nabi dengan tujuan agar beliau mati secara perlahan-lahan. Istrinya yang jahat, ikut p**a menyaksikan penyiksaan tersebut tanpa rasa belas kasihan,sungguh biadab orang kafir..
Pertolongan Allah SWT Datang Begitu hebatnya siksaan tersebut, membuat Allah SWT lewat perantaraan malaikat jibril berbicara dengan suaranya yang hanya bisa didengar oleh Nabi Syam’un al-Ghozi as,
“Hai Syam’un apa yang engkau inginkan, Aku akan menindak mereka.”
Nabi menjawab,
“Ya Allah, berikanlah kekuatan kepadaku hingga aku mampu menggerakkan tiang istana ini, dan akan kuhancurkan mereka dengan kekuatan dari Allah... Bismillah. La haula wa la quwwata illa billah!"
Do’a Nabi Syam’un al-Ghazi as diKabulkan Allah SWT.
Allah SWT memberi kekuatan kepada Syam'un yang kekuatannya tidak bisa dibayangkan dan melebihi kekuatan dari rambutnya sendiri.
Maka dengan seizin Allah, Nabi Syam’un al-Ghazi as. menggoyangkan tiang istana tersebut, Syam'un hanya beringsut sedikit saja, putuslah tali rambut itu bahkan dan tiang itupun rubuh
menimpa raja bersama seluruh khalayak istana termasuk istrinya yang durhaka dan orang-orang yang telah menyiksanya.
Tiangnya juga ikut roboh dan hancur lebur. istana yang dijadikan tempat pembantaian itu juga turut hancur dan atapnya menimpa orang-orang kafir dan semuanya mati. Begitu juga dengan istrinya, juga ikut tertimpa reruntuhan gedung istana raja kafir. Mereka semua mati tertimpa reruntuhan bangunan istana dan terkubur didalamnya. Hanya Syam’un sendiri yang selamat, lalu Allah mengembalikan seluruh anggota badan yang telah terpotong dan menyembuhkan segala sakitnya.
فَبَعْدَ ذَلِكَ عَبَدَ اللهَ أَلْفَ شَهْرٍ مَعَ قِياَمِ لَيْلِهاَ وَصِياَمِ نَهاَرِهاَ , فَضَرَبَ بِالسَّيْفِ فىِ سَبِيْلِ اللهِ
Setelah peristiwa itu, Nabi Syam’un al-Ghozi as. bersumpah kepada Allah SWT akan menebus
semua dosanya dengan berjuang menumpas semua kebatilan dan kekufuran selama 1000 bulan tanpa henti.
Nabi menyibukkan diri dalam beribadah kepada Allah. Malam hari dilalui dengan memperbanyak shalat malam, sedangkan siangnya beliau berpuasa. Nabi menjalankan ibadahnya selama seribu bulan hingga ajalnya tiba.
Setelah mendengar kisah Nabi Syam’un al-Ghozi as, para sahabat Nabi Muhammad saw menangis terharu, bertanya sahabat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Ya Rasullulah, tahukah baginda akan pahalanya?”
Jawab Rasulullah,
“Aku tidak mengetahuinya.”
فَأَنْزَلَ اللهُ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ بِهَذِهِ السُّوْرَةِ (القَدْرِ)
وَقاَلَ ياَمُحَمَّدْ أَعْتَيْطُكَ وَأُمَّتَكَ لَيْلَةَ القَدْرِ العِباَدَةُ فِيْهاَ أَفْضَلُ مِنْ عِباَدَةِ سَبْعِيْنَ أَلْفِ شَهْرٍ
Setelah Rasulullah selesai berkisah, Allah SWT menyuruh Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad dan menurunkan Surat Al Qadr.
"Hai Muhammad, Allah memberi Lailatul Qadar kepadamu dan umatmu, ibadah pada malam itu lebih utama daripada ibadah 1000 bulan," ujar Malaikat Jibril.
Allah SWT berfirman: Surat Al-Qadar ayat 1-5:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ٢
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ٣
تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ٤
سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ٥
Artinya:
1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.
2. dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu?
3. malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
4. pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
5. malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.
Mendengar berita itu, Rasulullah SAW menyuruh sahabat-sahabatnya untuk berburu
malam Lailatul Qadar agar mendapatkan pahala seperti yang Allah AWT berikan kepada Waliyullah Syam'un Al-Ghazi.
Apabila fajar telah terbit di malam qadar, maka malaikat Jibril berkata:
"Wahai para malaikat, kumpul kemari dan kumpul kemari"
Para malaikat : "Ya Jibril apa yang Allah perbuat untuk kaum muslimin di malam ini dari ummat Nabi Muhammad SAW ?"
Jibril :
"Sesungguhnya Allah memandang kepada mereka dengan penuh kasih sayang, Allah memaafkan serta ngampuni dosa-dosa mereka, kecuali empat kelompok."
Para malaikat Siapa empat kelompok itu ?
Jibril :
Pertama, orang yang membiasakan diri minum arak, mabuk-mabukan.
Kedua, Orang yang durhaka kepada orang tua.
Ketiga, orang yang memutus silaturrahmi.
Keempat, orang yang bertengkar, yaitu pertengkaran dengan sesama yang belum damai dalam jangka waktu tiga hari.
والله الموفق إلى أقوام الطريق
SUMBER :
-DurrAtun Nasihin" pada Bab Lailatul Qadr.
-Kitab Muqasyafatul Qulub.
-Kitab Qishashul Anbiyaa (Al-Imam Ghazali)
Ayo klik
👉Halaqah pecinta rasulullah
09/12/2021
🔴Pada saat malam Takbiran, Sayyidina Ali ibn Abi Thalib terlihat sibuk membagi-bagikan gandum dan Kurma. Beliau bersama istrinya, Sayyidah Fathimah az-Zahra, Sayyidina Ali menyiapkan tiga karung gandum dan dua karung Kurma. Terihat, Sayyidina Ali memanggul gandum, sementara istrinya Sayyidah Fatimah menuntun Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein. Mereka sekeluarga mendatangi kaum fakir miskin untuk disantuni.
Esok harinya tiba Shalat ‘Idul Fitri. Mereka sekeluarga khusyuk mengikuti Shalat jama’ah dan mendengarkan khutbah. Selepas khutbah ‘Id selesai, keluarga Rasulullah Saw itu p**ang ke rumah dengan wajah berseri-seri.
.
Sahabat beliau, Ibnu Rafi’i bermaksud untuk mengucapkan selamat ‘Idul Fitri kepada keluarga putri Rasulullah Saw. Sampai di depan pintu rumah, alangkah tercengang Ibnu Rafi’i melihat apa yang dimakan oleh keluarga Rasulullah itu.
Sayyidina Ali, Sayyidah Fatimah, Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein yang masih balita, dalam ‘Idul Fitri makanannya adalah gandum tanpa mentega, gandum basi yang baunya tercium oleh sahabat Nabi itu.
Seketika itu Ibnu Rafi’i berucap Istighfar, sambil mengusap-usap dadanya seolah ada yang nyeri di sana. Mata Ibnu Rafi’i berlinang butiran bening, perlahan butiran itu menetes di pipinya.
Kecamuk dalam dada Ibnu Rafi’i sangat kuat, setengah lari ia pun bergegas menghadap Rasulullah Saw.
Sesampainya tiba di depan Rasulullah, “Ya Rasulullah, ya Rasulullah, ya Rasulullah, putri baginda dan cucu baginda,” ujar Ibnu Rafi’i. “Ada apa wahai sahabatku?” tanya Rasulullah.
“Tengoklah ke rumah putri baginda, ya Rasulullah. Tengoklah cucu baginda Hasan dan Husein.”
“Kenapa keluargaku?”
“Tengoklah sendiri oleh baginda, saya tidak kuasa mengatakan semuanya.”
Rasulullah Saw pun bergegas menuju rumah Sayyidah Fatimah. Tiba di teras rumah, tawa bahagia mengisi percakapan antara Sayyidina Ali, Sayyidah Fatimah dan kedua putranya.
Mata Rasulullah pun berlinang. Beliau menangis melihat keluarga putri tercinta dan dua cucunya yang hanya makan gandum basi dihari Raya Idul Fitri...😭
Di saat semua orang berbahagia, di saat semua orang makan yang enak-enak. Keluarga Rasulullah Saw penuh tawa bahagia dengan hanya makan gandum yang baunya tercium
tak sedap."Ya Allah, Allahumma Isyhad...Ya
Allah, Allahumma Isyhad... (Ya Allah
saksikanlah, saksikanlah). Di hari 'Idul Fitri keluargaku makanannya adalah gandum yang basi. Mereka membela kaum papa, ya Allah. Mereka mencintai kaum fuqara dan masakin. Mereka relakan lidah dan perutnya mengecap makanan basi, asalkan kaum fakir-miskin bisa memakan makanan yang lezat. Allahumma
Isyhad, saksikanlah ya Allah, saksikanlah," bibir Rasulullah berbisik lembut..
Sayyidah Fathimah tersadar kalau di luar pintu rumah, sang ayah sedang berdiri tegak. "Duhai ayahnda, ada apa gerangan ayah menangis?"
Rasulullah tak tahan mendengar pertanyaan itu.
Setengah berlari ia memeluk putri
kesayangannya sambil berujar, "Surga untukmu, Nak...Surga untukmu."Demikianlah, menurut Ibnu Rafi'i, keluarga Rasulullah Saw pada hari 'Idul Fitri menyantap makanan yang basi dan bau. Ibnu Rafi'i berkata, "Aku diperintahkan oleh Rasulullah Saw agar tidak
menceritakan tradisi keluarganya setiap
'Idul Fitri dan aku pun simpan kisah itu
dalam hatiku. Namun, selepas Rasulullah Saw wafat, aku takut dituduh menyembunyikan
Hadits, maka aku ceritakan hal ini agar menjadi pelajaran bagi segenap kaum Muslimin."
(Musnad Imam Ahmad, jilid 2, hlm.
232).
Mudah mudahan setelah membaca
kisah ini, kerinduan dan kecintaan kita
kepada Rasulullah Saw dan keluarganya
bertambah sehingga kelak kita dikumpulkan bersama beliau.
اللهم صلي على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد
04/12/2021
🔴Al Habib Ahmad bin Hasan Alattas :
وكان الحبيب أبو بكر بن عبد الله العطاس يقول : إن المكان الذي يُترك خالياً يسكنون فيه الجن ، والمكان الذي تفعل به القهوة لا يسكنونه الجن ولا يقربونه.
Bahwasannya Al Habib Abu Bakar bin Abdillah Alattas berkata : "Sesungguhnya tempat / rumah kalau ditinggalkan dalam keadaan sepi / kosong, maka para Jin akan menempatinya...Sedangkan rumah / suatu tempat yang mana disitu biasa membuat hidangan minuman kopi, maka para Jin tidak akan bisa menempatinya dan tidak akan bisa mendekat/mengganggu ".
Sumber :
Kitab : Tadzirunnas, hal: 177.
Dalam Tarikh Ibnu Toyyib dikatakan :
يا قهوة تذهب هم الفتى # انت لحاوى العلم نعم المراد
شراب اهل الله فيه الشفا # لطالب الحكمة بين العباد
حرمها الله على جاهل # يقول بحرمتها بالعناد
"Kopi adalah penghilang kesusahan pemuda, senikmat-nikmatnya keinginan bagi engkau yang sedang mencari Ilmu".
"Kopi adalah minuman Orang yang dekat pada Allah, didalamnya ada kesembuhan bagi pencari Hikmah diantara Manusia".
"Kopi diharamkan bagi orang bodoh yang mengatakan keharamannya dengan keras kepala".
Kita juga bisa melihat komentar Al Imam Ibnu Hajar Al Haitami :
ثم اعلم ايها القلب المكروب أن هذه القهوه قد جعلها اهل الصفاء مجلبة للأسرار مذهبة للأكدار وقد اختلف في حلها اولا وحاصل ما رجحه ابن حجر في شرح
العباب بعد ان ذكر أنها حدثت في اول قرن العاشر . ان للوسائل حكم المقاصد ،فمهما طبخت للخير كانت منه وبالعكس فافهم الأصل
Lalu ketahuilah duhai hati yang gelisah bahwa Kopi ini telah dijadikan oleh Ahli Shofwah (Orang-Orang yang bersih hatinya) sebagai pengundang akan datangnya Cahaya dan Rahasia Tuhan, penghapus kesusahan.
Para Ulama berbeda pendapat akan kehalalannya, namun alhasil yang diunggulkan oleh Ibnu Hajar dalam Kitab Syarhul Ubab setelah penjelasan bahwa asal usul Kopi di awal abad kesepuluh hijriyah memandang dari Qoidah "bagi perantara menjadi hukum tujuannya" maka selama kopi ini dimasak untuk kebaikan maka mendapat kebaikannya begitu juga sebaliknya, maka fahami asalnya"
28/11/2021
🔘Suatu hari, Imam Syafi'i bertamu ke kediaman Imam Ahmad. Imam Ahmad mempunyai seorang putri yg sangat mengagumi Imam Syafi'i karena Imam Ahmad sering menceritakan kealiman dan kezuhudan gurunya tersebut
Putri Imam Ahmad pun penasaran seperti apa tokoh yg dimuliakan ayahnya itu. Kedatangan Imam Syafi'i ke rumahnya menjadi momen menggembirakan baginya, karena dengan kunjungan itu ia bisa melihat lebih dekat sosok ulama yg dikagumi ayahnya.
Ketika sampai di rumah Imam Ahmad, Imam Syafi'i dijamu dengan makan malam. Imam Syafi'i makan dengan lahap, tidak seperti biasanya, porsi makan beliau bertambah. Hal ini membuat putri Imam Ahmad terkejut, karena cerita yg ia dapat, Imam Syafi'i bukan orang yg s**a makan kecuali sekadarnya saja.
Usai jamuan makan malam, Imam Ahmad pergi ke kamarnya untuk menghidupkan malam dengan salat dan berzikir seperti biasa. Sementara anak perempuannya memilih untuk tidak tidur agar bisa melihat aktivitas Imam Syafi'i pada malam itu.
Malam itu Imam Syafi'i berbaring di kamar yg disediakan hingga waktu Subuh tiba. Putri Imam Ahmad dibuat heran, bagaimana bisa ayahnya mengidolakan orang yg tidur sepanjang malam, sedangkan beliau sendiri menghabiskan malamnya dengan qiyamullail . Apa yg sebenarnya terjadi? Ia pun bertanya-tanya.
Setelah terbit fajar, akhirnya sang putri bertanya kepada ayahandanya, Imam Ahmad. "Ayah, apakah ini sosok yg engkau idolakan? Saat makan malam, ia makan dengan porsi banyak, setelah itu pergi ke kamar tidur tidak mengisi malam dengan salat dan zikir, lalu begitu bangun langsung melaksanakan salat tanpa berwudhu"
Tiba-tiba percakapan di antara mereka terhenti ketika Imam Syafi'i datang menghampiri mereka. Imam Ahmad pun menyampaikan apa yg ditanyakan putrinya itu. Kemudian Imam Syafii menjelaskan:
"Mengenai porsi makanku yg bertambah pada jamuan semalam, itu karena aku tahu makananmu pasti makanan حلال, dan engkau adalah orang yg dermawan dan mulia.
طعام الكريم دواء وطعام البخيل داء
"Makanan orang dermawan bisa menjadi obat, dan makanan orang kikir akan melahirkan penyakit".
Maka aku memakannya untuk mengobati sakitku, bukan mengenyangkan perutku. Lalu saat aku terbaring, di hadapanku seolah ada puluhan permasalahan fikih, maka aku berusaha memecahkannya sepanjang malam. Itulah yang membuatku tak sempat melaksanakan salat sunnah. Dan aku tidak berwudhu saat salat subuh, itu karena semalam suntuk aku tenggelam memecahkan persoalan fikih tadi dan tidak tidur sama sekali, maka wudhu'ku sewaktu salat Isya' belum batal".
Imam Ahmad pun berkata kepada putrinya, "Lihatlah, apa yg beliau lakukan saat berbaring di tempat tidur pun lebih mulia dari apa yg aku lakukan dalam keadaan terjaga (salat dan zikir sepanjang malam)." Sebagaimana diketahui, bahwa belajar ilmu agama lebih utama daripada melaksanakan salat sunnah.
Demikianlah kisah dua imam besar yg membuat putri Imam Ahmad takjub. Kisah ini mengajarkan kita tentang indahnya akhlak dua ulama besar kebanggaan umat Islam.
Kealiman Imam Ahmad tidak lantas membuat beliau merasa pandai sehingga tidak menghormati gurunya. Begitu p**a Imam Syafi'i, kealiman dan statusnya sebagai guru tidak membuat beliau malu dan gengsi mengakui kemuliaan derajat Imam Ahmad sebagai muridnya kala itu. Semoga kelak Allah mengumpulkan kita bersama orang² saleh.
Lanjut...
Imam An-Nawawi menukil banyak riwayat dari terkait keutamaan menuntut ilmu dibanding ibadah sunnah, khususnya ibadah yg hanya bermanfaat bagi orang yg mengajarkannya saja. Di antara hadits yg menunjukkan keutamaan orang berilmu ketimbang ahli ibadah adalah:
فقيه واحد أشد على الشيْطان من ألف عابد
“Satu orang faqih lebih ditakuti setan ketimbang seribu ahli ibadah".
(Hr Ibnu Majah).
Selain itu, ada banyak riwayat lain yg menunjukkan keutamaan orang berilmu. Misalnya, Rasul pernah mengatakan, “Majelis fikih lebih baik ketimbang ibadah enam puluh tahun”, “Orang berilmu lebih besar pahalanya ketimbang orang puasa dan berperang di jalan Allah”.
Berdasarkan beberapa riwayat itu, Imam An-Nawawi menyimpulkan :
“Ulama salaf asli sepakat bahwa menuntut ilmu lebih utama ketimbang ibadah sunnah, semisal puasa, shalat, tasbih, dan ibadah sunnah lainnya. Di antara dalilnya adalah, selain yg disebutkan di atas, ilmu bermanfaat bagi banyak orang, baik pemiliknya maupun orang lain, sementara ibadah sunnah yg disebutkan (manfaatnya) khusus bagi orang yg mengerjakan saja.”
Dilihat dari manfaatnya, menuntut ilmu lebih utama ketimbang ibadah sunnah. Sebab itu, bagi orang yg dihadapkan pada situasi dilematis, antara mengerjakan ibadah sunnah atau belajar, merujuk pendapat Imam An-Nawawi di atas, belajar lebih diutamakan.
والله اعلم
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Telephone
Website
Address
Sigli