Islamic School Management Institute

Islamic School Management Institute

Share

PULPENMAS INSTITUTE is Education Management Coaching, Consulting, and Training

01/12/2019

3 DAYS WORKSHOP BATCH 7
DESAIN SEKOLAH UNGULAN
Fave Hotel Sidoarjo, 19 - 21 Desember 2019

PULPENMAS INSTITUTE kembali menyelenggarakan workshop Desain Sekolah Unggulan sebagai upaya akselerasi pengembangan pendidikan ERA INDUSTRI 4.0 DAN SOCIETY 5.0

Revolusi industri 4.0 ditandai dengan peningkatan digitalisasi manufaktur yang didorong oleh empat faktor: (1) peningkatan volume data, kekuatan komputasi, dan konektivitas; (2) munculnya analisis, kemampuan, dan kecerdasan bisnis; (3) terjadinya bentuk interaksi baru antara manusia dengan mesin; dan (4) perbaikan instruksi transfer digital ke dunia fisik, seperti robotika dan 3D
instruksi transfer digital ke dunia fisik, seperti robotika dan 3D printing. Disamping itu berkembangnya kecerdasan buatan (artificial intelligence), super komputer, rekayasa genetika, teknologi nano, mobil otomatis, dan inovasi. Perubahan tersebut terjadi dalam kecepatan eksponensial yang akan berdampak terhadap ekonomi, industri, pemerintahan, dan politik.

Revolusi industri 4.0 era juga menuntut kualitas sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas tetapi juga berkarakter (good intelligence and attituded) yang mampu menghadapi tantangan serta kompetensi yang sangat ketat secara global. Untuk itu maka sumber daya manusia Indonesia sekarang dan untuk masa depan dituntut memiliki: (1) character (karakter kinerja: kerja keras,
disipilin, ulet, tidak mudah menyerah, tuntas serta karakter nilai moral seperti iman dan taqwa, jujur, rendah hati, sopan satun/akhlak); (2) competence (creative thinking, creativity, communication dan collaboration serta problem solving); dan (3) literation (reading and writing, numeracy, scientific literacy, ICT
(reading and writing, numeracy, scientific literacy, ICT Fluency/technologi skills), linguage skill, cultural awareness, logical thinking) dan kemampuan komunikasi dalam dunia global.

Sementara Era Society 5.0 merupakan masyarakat yang berpusat pada manusia yang menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial melalui sistem yang sangat mengintegrasikan ruang maya dan ruang fisik. Society 5.0, itu bukan lagi modal, tetapi data yang menghubungkan dan menggerakkan segalanya, membantu mengisi kesenjangan antara yang kaya dan yang kurang beruntung. Layanan kedokteran dan pendidikan, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, akan mencapai desa-desa kecil.

Untuk itu sekolah berkualitas baik sehingga bisa bertahan di masa kini itu saja belum cukup. Tugas pengurus yayasan dan kepala sekolah harus menemukan arah dan cara membuat Desain Keunggulan Baru agar sekolahnya tetap relevan dan terbaik di masa depan.

Pikirkan hal-hal besar, baru dan keunggulannya agar sekolah yang kita kelola terus tumbuh berkelanjutan di era disruptif yang tidak menentu, VUCA.

Kembanagkanlah penggunaan teknologi untuk efisiensi budget dan waktu, mengembangkan transparansi, berbasis data yang valid, real time, dan terstruktur. Penggunaan teknologi harus dapat mengembangkan fleksibilitas. personalisasi, segmentasi. Tiap sekolah memiliki kebutuhan yang berbeda.

Kembangkanlah harapan dan SMART GOAL yang berani dan terukur. Buatlah forecasting bahwa suatu hari nanti sekolah kita beroperasi di skala besar. Hadir memberikan manfaat dengan menyiapkan pemimpin sebagai aktor peradaban yang lebih luas dan lebih besar berskala dunia. The world class leader, pemimpin kelas dunia.

Desainlah roadmap yang bisa membuat lebih baik, lebih baru dan apa ide selanjutnya yang bisa kita lakukan agar sekolah kita mampu memenangkan kompetisi yang disruptif. Bagaimana caranya ? Yoook segera mendaftar 3 DAYS WORKSHOP DESAIN SEKOLAH UNGGULAN !

12/09/2019

SUPERTEAM

Untuk mengembangkan Superteam maka semua anggotanya harus kohesif, berupaya untuk saling menguatkan dan menghilangkan sifat paternalistik atau figuritas.

Ibarat bangunan gedung yang kokoh, megah dan indah. Walaupun tersusun dari bahan dan peran yang berbeda-beda, mereka dapat menyatu dalam satu visi bangunan.

Open mind, berusaha untuk saling menumbuhkan, saling menguatkan, saling mengokohkan, dan saling membesarkan. Semangat bersaudara teruslah saling mengenal, saling memahami, saling menolong, saling menanggung beban dan mendahulukan kepentingan team.

Target kinerja superteam yang harus diwujudkan setiap periode kerja adalah tumbuh dan membesarnya Kuantitas, Kualitas, Kapasitas dan daya saingnya semakin mengglobal

09/09/2019

AMANAH RISALAH

وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ
“Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107)

Secara bahasa,
الرَّحْمة: الرِّقَّةُ والتَّعَطُّفُ
rahmat artinya kelembutan yang berpadu dengan rasa iba (Lihat Lisaanul Arab, Ibnul Mandzur).

Dengan tugas risalah yang global tersebut lembaga pendidikan berbasis dakwah harus memiliki daya saing global, agar rahmah tersebut dapat dirasakan dan dinikmati ummat di seluruh alam.

Untuk itu dibutuhkan ketrampilan manajemen dan kepemimpinan dalam berimajinasi dan berinovasi untuk melakukan transformasi lebaga baik menjadi hebat, nasional menjadi internasional

07/09/2019

ASSALAAMU'ALAIKUM...
JABODETABEK DAN SEKITARNYA

PULPENMAS INSTITUTE mempersebahkan:
3 DAYS WORKSHOP
DESAIN SEKOLAH UNGGULAN
Tanggal 14 - 16 Nopember 2019
di Fave Hotel Jl. Margonda Raya 116 Kota Depok

Mari bergabung bersama 350+ lembaga pendidikan islam untuk melakukan lompatan di skala besar berdaya saing global.

Mengembangkan mindset pertumbuhan, yang secara kreatif mencari solusi terbaik agar lembaga pendidikan kita selalu terhebat di zamannya. Menemukan apa yang bisa membuat lebih baik, hal-hal baru apa yang harus dilakukan dan apa selanjutnya yang harus diciptakan agar menjadi Sekolah Unggulan, sekolah terhebat.

Mengembangkan tata kelola pasca "people development". Melakukan transformasi iman dan taqwa menjadi energi dan kinerja "extra ordinary".
Agar pada era revolusi industri 4.0 yang disruptif ini, keimanan dan ketaqwaan bertransformasi menjadi kekuatan yang duahsyat menggerakkan kemajuan pendidikan.

Bersama super team guru dan kepala sekolah, kreativitas, inovasi, dan sistem manajemen modern, bertransformasi menghasilkan lompatan besar melampaui situasi VUCA.

Superteam yang proaktif mengembangkan budaya berimajinasi untuk berinovasi tentang masa depan bangsa, dinamika dunia, posisioning serta keunggulan sekolah yang akan diraih pada masa mendatang.

Mengembangkan skill kegilaan untuk mengubah energi iman dan taqwa menjadi kekuatan extra ordinary dalam bentuk kinerja yang nyata, terstruktur, terencana, tersistem, dan terukur sehingga tantangan VUCA dapat didobrak menjadi keunggulan.

Ayooo bersama Pulpenmas Institute dan 350+ sekolah untuk menjadi 1.000 Sekolah Unggulan pada 100 Tahun Sumpah Pemuda. Bersama kita takhlukkan VUCA: volatility (bergejolak), uncertainty (tidak menentu), complexity (kompleksitas), dan ambiguity (ambigu).

Kita dobrak kondisi VUCA menjadi Keunggulan, Kebanggaan Bangsa berdaya saing global.
Segera amankan seat anda, kuota sangat terbatas.

Mohon doa barakah dan dukungan kepada Ust. Sukro Muhab, Ust. Mohammad Zahri, Ust. Suhartono Samidjo, Ust. Ahmad Fikri, Ust. Masud Mustaqim, Ust. Sahroni Syah, Ust. Sapto Sugiharto, Ustd. Shintawati Muhasim, Ustd. Sri Rejeki, Ustd. Yessy YS Syah, Ust. Untung Triantoro, Jsit Depok, Jsit Sumut, Ust. R Agoeng Wibowo, Ust. Syamsuddin Harun, Ust. Abdul Malik Fahmi Basyir, Ust. Bambang Sutopo, Ustd. Agustin Kurniawaty, Ust. Ato Suparto, Ust. Kadarusman Somad, Ust. Didi Wahyudi, Ust. Didi Wahyudi II, Ust. Tubagus Mohammad Sholeh, Ustd. Fitriani F. Syahrul, Ust. Abdul Hakim, dkk.

02/09/2019

TUGAS LEMBAGA PENDIDIKAN

Tradisi budaya belajar yang harus ada dan berkembang dalam sekolah beserta warga sekolah yang tangguh dan andal. Sekolah yang tangguh dan andal paling tidak perlu mengembangkan empat macam tradisi budaya belajar sebagai berikut.

Pertama, tradisi budaya belajar selama hayat (lifelong learning). Di sini sekolah beserta warga sekolah selalu belajar tiada henti. Seperti dikemukakan oleh Andrias Harefa (2000) bahwa pembelajaran akan mampu membuat manusia tumbuh dan berkembang sehingga berkemampuan, menjadi dewasa dan mandiri. Manusia mengalami transformasi diri, dari belum/tidak mampu menjadi mampu atau dari ketergantungan menjadi mandiri. Dan, transformasi diri ini seharusnya terus terjadi sepanjang hayat, asalkan ia tidak berhenti belajar, asal ia tetap menyadari keberadaannya yang bersifat present continuous, on going process, atau on becoming.

Kedua, membuat rute belajar secara sistematis dimulai dengan belajar untuk untuk menguasai instrumen-instrumen pengetahuan (learning to know), belajar berbuat (learning to do) sebuah konsepsi bagaimana kita bisa berbuat dan melakukan atau mempraktekan dari apa yang sudah kita pelajari, belajar hidup bersama orang lain (learning to live together) konsepsi bagaimana kita bisa hidup bersama dengan orang laing yang memiliki latar, budaya, sosial, ekonomi dan agama dan keaneka ragaman yang berbeda-beda, belajar menjadi seseorang (learning to be) bahwa pendidikan harus bisa menyumbangkan perkembangan yang seutuhnya kepada setiap orang baik dalam jiwa raga, intelegensia, kepekaan, rasa, estetika tanggung jawab pribadi dan nilai-nilai spiritual.

Keempat pilar pendidikan tersebut dijadikan landasan untuk pencapaian tujuan pendidikan sepanjang hayat. Di sini bukan hanya siswa, tapi juga guru, harus selalu mau mengikuti rute belajar tersebut. Baik siswa maupun guru tidak boleh hanya berhenti pada salah satu stasiun belajar tersebut.

Ketiga, tradisi budaya belajar berliterasi (bermahir-wacana) yang meliputi mahir berpikir kritis-membaca-menulis (reading-writing literacy), mahir wacana matematis (mathematical literacy), mahir wacana sains (scientifical literacy), dan mahir mengungkap dan memecahkan masalah (problem posing and problem solving) untuk kehidupan sehari-hari. Di sini diperlukan kebiasaan, kegemaran, dan perilaku berpikir kritis, membaca-menulis, bermatematika, dan bersains guna mengungkapkan dan memecahkan masalah (Arifana, 2008).

Keempat, tradisi belajar hal-hal yang memang perlu dipelajari (learning how to learn) dan meninggalkan hal-hal yang tidak perlu (learning how to unlearn). Hal tersebut menunjukkan bahwa cakupan atau wilayah tradisi budaya belajar yang perlu dikembangkan di sekolah dan dimiliki oleh warga sekolah cukup beragam dan luas. Di sinilah diperlukan kemampuan adversitas atau tahan banting (adversity quotient), bukan sekadar kecerdasaan intelektual, emosional, dan atau spiritual (Arifana, 2008).

Secara fisiologis siswa adalah makhluk sosial dan makhluk pembelajar. Ini berarti bahwa setiap siswa perlu pendidikan dan perlu mengembangkan budaya dan tradisi belajar. Setelah terbentuknya budaya dan tradisi belajar siswa maka dengan mudahnya guru mengarahkan dan menata generasi di masa depan yang penuh gemilang.

Secara implisit dapat disimpulkan bahwa budaya belajar siswa mempunyai keterkaitan dengan prestasi belajar, sebab dalam budaya belajar mengandung kebiasaan belajar dan cara-cara belajar yang dianut oleh siswa. Pada umumnya setiap orang (siswa) bertindak berdasarkan force of habit (menurut kebiasaannya) sekalipun ia tahu, bahwa ada cara lain yang mungkin lebih menguntungkan.

Budaya belajar siswa akan menjadi tradisi yang dianut oleh siswa. Tradisi tersebut akan selalu melekat di dalam setiap tindakan dan perilaku siswa sehari-hari baik di sekolah, di rumah maupun di lingkungan masyarakat. Misalnya tradisi dalam memanfaatkan waktu belajar, disiplin dalam belajar, kegigihan/keuletan dalam belajar, dan konsisten dalam menerapkan cara belajar efektif.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa budaya belajar yang baik mengandung suatu ketetapan, keteraturan menyelesaikan tugas, dan menghilangkan rangsangan yang akan mengganggu konsentrasi belajar sehingga semua itu akan berpengaruh terhadap prestasi belajarnya. Kepribadian yang teratur sebagai salah satu barometer dari kejernihan berpikir. Kejernihan berpikir yang diperlukan selama menuntut ilmu harus dipertahankan. Demikian p**a sebaliknya, budaya belajar yang kurang baik akan membentuk siswa menjadi pribadi yang malas, bertindak semaunya, dan ketidakteraturan.

Dari berbagai sumber

01/09/2019

WAHAI PEJUANG PENDIDIKAN

Gurunda menasehatkan kita:
Buat rencana beroperasi dalam skala besar.

Buat langkah maju, meninggi, meluas, membesar dan menguat.

Bangun power to compete.
Bangun power to win.

Bertumbuhlah kamu
Menguatlah kamu
Bekerja keraslah kamu.

Bangun sistem kamu
Bangun team kamu

Miliki daya saing dan keunggulan berkelanjutan.

Jangan biarkan kompetitor jadi predatormu.

Why ?
Hakekatnya adalah kesiapan bertanding.

Hakekatnya adalah kompetisi.

Yang wajib dimiliki adalah competitiveness.

Membangun lingkungan yang kompetitif agar sejak dini anak kita siap menghadapi kompetisi dan memiliki power to compete dan power to win.

Next step competition is collaboration and cooperation.

09/07/2019

LEADERSHIP ROADMAP

Para pimpinan organisasi / lembaga pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam mengobarkan semangat para guru dalam melaksanakan tugas pendidik untuk mencerdaskan bangsa dan mengembangkan karakter kepahlawanan. Di tangan pendidiklah akan lahir para aktor perubahan dengan ruh kepahlawanan.

PERSISTENSI atau GIGIH dalam meraih impian adalah SIKAP MENTAL UTAMA yang harus dimiliki para leader. Leader tidak boleh kalah cerdas dengan masalah dan tantangan yang menghadangnya.

Agar seorang leader siap maraton menembus targetnya, maka harus mempunyai Leadership Roadmap dengan GREAT LEADER PILLARS and STRONG LEADERSHIP. Ketika menghadapai tantangan yang turun sangat tanjam (decline) maka dibutuhkan TURNAROUND LEADERSHIP. Ketika menghadapi tantangan jalan yang menanjak maka dibutuhkan LEADERSHIP PROJECT dan STRATEGIC LEADERSHIP untuk menaklukkan tantanngannya.

Dapatkan semua bekal kepemimpinan pendidikan dengan PERSISTENSI
dan KEGIGIHAN yang menbaja tersebut pada 3 DAYS WORKSHOP ROADMAP KEPEMIMPINAN SEKOLAH UNGGULAN.
(Maaf ada ralat tanggal pendaftaran dan pelaksanaannya, karena Ust. Atho'illah masih membutuhkan waktu pemulihan kesehatannya. Harap maklum).

04/06/2019

Hingga hari ke-40 pasukan Sultan Mehmed diliputi ketidakpastian. Apakah akan benar2 mampu menaklukkan konstantinopel.

Tembok kokoh seakan tak ada celah untuk ditaklukkan. Hambatan rantai yang membentang menghadang pelabuhan tanduk emas, menyebabkan pasukan laut pun hanya mampu menjadi santapan empuk lawan

Kegagalan demi kegagalan dialami, korban berjatuhan silih berganti .... menyebabkan moral pun mulai runtuh

Selalu ada saat-saat di mana keyakinan goyah di perjalanan
Ketika jalan menuju kemenangan tidak semulus harapan
Ketika proses tidak semudah bayangan dan rencana

Saat itulah LEADERSHIP sangat dibutuhkan
KESABARAN dan tetap bertahan berpegang teguh pada tujuan

Menolak menyerah ... menolak gagal ...
Tidak perduli kabut tebal dan ketidakpastian berdiri kokoh menghalangi ....

Saat-saat di mana KOMITMEN dan KEYAKINAN akan sebuah tujuan, maka 40 hari progress yg seakan sia-sia itu hanya membutuhkan 17 hari ke depan untuk BERTAHAN pada HARAPAN

Strategi, keberanian, kegigihan, ditambah dengan ide gila ...
80 kapal pun berhasil melintas selat Bosporus
Bukan melalui laut. Melainkan MELALUI DARAT !!!

Dan .... 57 hari pengepungan pun berujung pada kemenangan
Constantinopel berhasil ditaklukkan. Utsmani berpindah pusat pemerintahan dari Edirne ke Constantinopel. Nama pun berganti menjadi Islambul (Islam sepenuhnya)

Fa Inna ma'al usri yusro ... Inna ma'al usri yusro !!!

By Salim Sharis

03/06/2019

3 DAYS WORKSHOP
ROADMAP KEPEMIMPINAN
SEKOLAH UNGGULAN

STRONG LEADER ITU LAKSANA CLIMBER, siap menyelesaikan berbagai KESULITAN dan TANTANGAN yang membuat kebanyakan orang MENYERAH dan MUNDUR KEBELAKANG.

GREAT LEADER memiliki spiritualitas yang luar biasa, HATINYA SEHAT. Setiap malam terjaga memohon ampunan SANG KUASA KEHIDUPAN, YANG KUASA MENGHEBATKAN, YANG KUASA MENINGGIKAN, YANG KUASA MEMBESARKAN. Mereka MENCARI JALANNYA DENGAN PETUNJUK LANGIT dan mengantarkan TIMNNYA menuju KESUKSESAN.

TURNAROUND LEADERSHIP begitu yakin hanya baja yang dapat menempa besi. Visinya begitu tajam dan futuristik, mampu merubah potensi menjadi daya dobrak keterbatasan, kebuntuan, keraguan, keputusasaan, dan ketakutan akan kegagalan menjadi prestasi dan keberhasilan. Jalan hidupnya di LUAR KEBIASAAN ORANG, itulah EXTRA ORDINARY. Dia selalu membakar dirinya dengan ENERGI AL-QURAN.

STRATEGIC LEADERSHIP tidak mudah MENYERAH dengan situasi dan keadaan yang membuatnya LELAH DAN KALAH.

Dengan LEADERSHIP PROJECT ia akan BERTARUNG habis-habisan, berdarah-darah, dan BERDIRI dengan KEPALA TEGAK walaupun tidak banyak orang mengikutinya sampai DIA MENAKLUKKANNYA karena di situlah SYAHADAT DAN KEIMANANNYA dipertaruhkan.

Photos from Islamic School Management Institute's post 24/04/2019

Assalamualaikum Wr. Wb.

Diberitahukan kepada seluruh peserta _*"3 Days Workshop : Desain Sekolah Unggulan"*_ untuk *mengisi formulir* di :

bit.ly/DesainSekolahUnggulan2

Diharapkan seluruh utusan untuk mengisi form di atas untuk keperluan pendataan.

Informasi kedua, kami beritahukan bahwa *lokasi Workshop bergeser ke GreenSA Inn, Jl. Raya Bandara Juanda No. 86 Sidoarjo.*

*Drop pin :*

GreenSA Inn
Jl. Raya Bandara Juanda No. 86 Sidoarjo

https://maps.app.goo.gl/BCZ9vzfF38aBBQm68


Wassalam

Manajer Operasional

Want your school to be the top-listed School/college in Sidoarjo?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Jalan Pasar Krembung
Sidoarjo
61275