Ucapan Salaf

Ucapan Salaf

Share

Berilmu sebelum berucap & beramal

10/05/2026

BID'AH LEBIH BERBAHAYA DARIPADA MAKSIAT

Al-Imam Al-Barbahari رحمه الله berkata,

ورأى يونس بن عبيد ابنه وقد خرج من عند صاحب هوى فقال: يا بني! من أين جئت؟ قال: من عند فلان. قال: يا بني! لأن أراك خرجت من بيت خنثى أحب إلي من أن أراك تخرج من بيت فلان وفلان، ولأن تلقى الله يا بني! زانياً فاسقاً سارقاً خائناً أحب إلي من أن تلقاه بقول فلان وفلان.

Ketika Yunus bin Ubaid melihat anaknya keluar dari tempat ahli bid’ah, Ia berkata kepada anaknya, “Wahai anakku, dari mana engkau?”

Jawab anaknya, “Dari tempat Fulan (Ahli Bid'ah).”

Kata Yunus kemudian, “Wahai anakku, sungguh aku melihatmu keluar dari rumah khuntsa (ahli maksiat) lebih aku sukai daripada aku melihatmu keluar dari rumah si fulan dan si fulan (ahli bid'ah). Dan jika engkau bertemu dengan Allah kelak -wahai anakku- sebagai seorang pezina, pendosa, pencuri, dan penghianat lebih aku sukai daripada engkau bertemu dengan-Nya membawa perkataan (aqidah sesatnya) fulan dan fulan (ahli bid’ah).”

📚 Syarhussunnah Imam Al-Barbahari, hlm.33/139

08/05/2026

UCAPAN ULAMA LEBIH LAYAK DISEBARKAN DARIPADA SELAINNYA

Al-Imam Ibnu Al-Banna Al-Hambali Al-Baghdadi As-Salafy رحمه الله berkata,

"Segala puji bagi Allah yang melindungi ahlussunnah (yang sejati), para imam mereka (ahlussunnah yang sejati) dari ucapan-ucapan yang rusak dan aqidah yang rapuh (kropos), dan menganugerahkan kepada mereka berpegang teguh dengan tali Allah yang kuat dan kitab-Nya yang jelas (Al-Qur'an) dan sunnah-sunnah Rasulullah ﷺ (hadits-hadits nabi yang shahihah) yang bersinar dan terang benderang serta menjauhkan mereka dari ucapan-ucapan yang buruk lagi kasar (apalagi menulis/membuat status asbun, askom serta tidak ada salafnya).

Ucapan-ucapan Imam Ahlussunnah (yang sejati) terhadap ahlul bid'ah lah yang layak didengarkan (dishare, diviralkan, diposting), adapun ucapan selain mereka (para ahlul bid'ah atau orang-orang sesat aqidah manhajnya) kepada mereka (ahlussunnah yang sejati) tertolak dengan kebenaran."

📚 al-Mukhtar fi Ushul as-Sunnah, hlm.103/66
____________________________________

Maka, selayaknya bagi para pegiat dakwah (akun-akun dakwah) untuk menjadi penyambung lidah para ulama. Terdapat banyak perkataan-perkataan, fatwa-fatwa, faedah, dan nasihat-nasihat mereka yang lebih layak untuk diviralkan daripada perkataan Ustadz-ustadz belakangan. Apalagi banyak para pegiat dakwah (akun-akun dakwah) membuat perkataan sendiri di balik kata "tulisan seseorang/salin tempel/Ustadz fulan wa alan" seolah-olah perkataan ulama sudah tidak relevan di zaman ini.

Kami nasihatkan untuk pribadi dan para pegiat dakwah (akun-akun dakwah), hendaklah kita takut kepada Allah akan apa yang kita share. Niatkanlah segala yang kita share kelak bisa menjadi pahala jariyah bagi kita dan bermanfaat bagi kaum muslimin. Barakallahu fiikum jami'an.

08/05/2026

إن لله ما أخذ وله ما أعطى وكل شيئ عنده بأجل مسمى

Sesungguhnya bagi Allah lah apa yang Dia ambil dan apa yang Dia berikan. Dan segala sesuatu di sisi-Nya ada waktu yang telah ditentukan.

Semoga Allah merahmati, mengampuni dosa-dosa, dan menganugerahkan kepada beliau kenikmatan di alam kubur serta di surga-Nya. Dan semoga Allah memberikan kesabaran, ketabahan dan kekuatan kepada keluarga beliau.

رحمه الله رحمة واسعة وأدخله فسيح جنته

06/05/2026

JANGAN JADI SETAN YANG BISU

Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan حفظه الله تعالى menjelaskan:

"Kita melihat kesalahan-kesalahan (penyimpangan dari At-Tauhid, As-Sunnah dan Aqidah Manhaj Ash-Shahihah) lalu kita diam, dan kita biarkan manusia kebingungan? Tidak!

Ini tidak boleh selama-lamanya, wajib bagi kita untuk menjelaskan kebenaran diantara kebathilan (mentahdzir), biarkan ridho orang yang hendak ridho, biarkan marah orang yang hendak marah."

📚 Al-Ajwibah Al-Mufidah 'An As'ilatil Manaahij Al-Jadiidah, hlm.224

05/05/2026

📌 PERHATIKAN DENGAN SIAPA ENGKAU BERTETANGGA

Abul Jauza رحمه الله berkata,

لأن يجاورني قردة وخنازير أحب إلي من أن يجاورني أحد منهم

“Bertetangga dengan monyet dan babi lebih aku sukai daripada harus bertetangga dengan ahlul bid’ah.” (Syarah Ushulussunnah, hlm.32)

al Imam Ibnu Baththah رحمه الله berkata,

ولا تشاور أحدا من أهل البدع في دينك، ولا ترافقه في سفرك وإن أمكنك أن لا تقاربه في جوارك.
ومن السنة: مجانبة كل من اعتقد شيئا مما ذكرناه، وهجرانه، والمقت له، وهجران من والاه ونصره وذبّ عنه وصاحبه، وإن كان الفاعل لذالك يُظهر السنة.

“Jangan bermusyawarah dengan seorangpun dari ahlul bid’ah dalam urusan agamamu, jangan engkau menjadikannya teman/sahabat ketika safar, jika mampu jangan bertetangga dengan mereka.

Diantara sunnahnya yaitu menjauh dari segala kebid’ahan ataupun orangnya (ahlul bid’ahnya), menghajr-nya, menjauhinya (ahlul bid’ahnya), menjauh dari orang-orang yang berwala’ (berloyalitas) dengan ahlul bid’ah tersebut, yang membela mereka (ahlul bid’ah), yang bersahabat dengan mereka (ahlul bid’ah), meskipun orang itu menampakkan sunnah."

📚 Al-Ibanah Ash-Sughro, 41/135

26/04/2026

📌 KENIKMATAN YANG HAKIKI

Abul 'Aliyah رحمه الله berkata:

نِعْمَتَانِ عَلَيَّ، لَا أَدْرِي أَيَّهُمَا أَفْضَلُ -أَوْ قَالَ: أَعْظَمُ-: أَنْ هَدَانِي لِلْإِسْلَامِ، وَالْأُخْرَى: أَنْ عَصَمَنِي مِنَ الرَّافِضَةِ، وَالْحَرُورِيَّةِ، وَالْمُرْجِئَةِ، وَالْقَدَرِيَّةِ، وَالْأَهْوَاءِ

"Ada 2 nikmat (yang Allah Ta'ala berikan) kepadaku yang aku tidak mengetahui mana yang lebih utama:
1. Allah berikan aku hidayah Islam
2. Allah menjagaku dari rafidhah, khawarij, murjiah, qadariyyah, serta kelompok-kelompok sesat yang lainnya."

📚 Al Ibanah Ash Shugro, hlm.55 no.153

22/04/2026

📎 DONASI UNTUK KEBUTUHAN DAKWAH

Flash donasi (donasi cepat) untuk kebutuhan perpanjangan akun Adobe Creative Cloud, software pendukung lain, dan beberapa perangkat penunjang lainnya.

Perangkat tersebut insya Allah kami gunakan operasional dakwah setiap hari. Maka, jadilah bagian dari tersebarnya cahaya hidayah. Setiap rupiah yang Anda donasikan membantu konten dakwah sampai ke hati umat.

Mari berta'awun melalui media, karena ilmu yang bermanfaat takkan putus pahalanya.

Biaya yang kami butuhkan
± Rp 12.500.000,-

📥 Donasi masuk:
Rp 3.602.601,- (28,8%) / 21 April 2026

🗳 Kekurangan:
Rp 8.897.399,-

NB: Jika ada kelebihan dana maka akan kami alokasikan untuk operasional dakwah Salaf Ittiba.

Donasi dakwah dapat disalurkan melalui berikut ini:

Bank Syariah Indonesia (BSI)
7890078006
a/n Syiar Sunnah Indonesia

Konfirmasi silakan menghubungi kami melalui:
WhatsApp/SMS: 087856005690

Jazaakumullahu khairan wa barakallahu fiikum.

22/04/2026

TAHDZIR ULAMA SALAF KEPADA AHLUL BID'AH

Imam ash-Shabuni asy-Syafi’i رحمه الله berkata,

“Ahlussunnah itu membenci ahlul bid'ah yang (dengannya) mereka mengada-adakan hal baru dalam urusan agama, dan Ahlussunnah itu tidak mencintai mereka, tidak bersahabat dengan mereka, tidak mau mendengarkan mereka, tidak bermajelis dengan mereka, tidak berdebat dengan mereka dalam urusan agama, Ahlussunnah menutup dan menjaga telinga dari mendengar kebathilan mereka, karena kalau sudah masuk telinga maka tidak akan keluar lagi dan menetap di dalam hati dan hal tersebut akan memadharatkan, hal itu akan mengantarkan bisikan-bisikan syubhat. Allah ta'ala berfirman:

وَاِذَا رَاَيْتَ الَّذِيْنَ يَخُوْضُوْنَ فِيْٓ اٰيٰتِنَا فَاَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتّٰى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهٖۗ وَاِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطٰنُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرٰى مَعَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ

'Apabila engkau (Nabi Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama kaum yang zalim.' (QS. Al-An'am: 68)”

📚 Aqidatus Salaf Ashabil Hadits, hlm.298-299

20/04/2026

HUKUM MERATAPI MAYIT & KUMPUL-KUMPUL UNTUK TAKZIYAH (SELAMATAN KEMATIAN/TAHLILAN)

Imam Asy-Syafi'i رحمه الله berkata:

"Aku memakruhkan (membenci, melarang, mengharamkan) meratapi mayit setelah kematiannya, dan aku juga memakruhkan (membenci, melarang, mengharamkan) juga orang-orang yang meratapi hal tersebut menyebutkan kebaikan-kebaikan dari mayit.

Adapun takziyah secara asal adalah disyariatkan sesuai yang diperintahkan oleh Allah dengan mengingatkan yang ditinggal dari keluarga agar bersabar dan disampaikan bela sungkawa, dan aku memakruhkan (membenci, melarang, mengharamkan) kumpul-kumpul untuk selamatan kematian meskipun tidak ada tangis-tangisan, karena itu bisa memperbaharui kesedihan keluarga yang meninggal, dan itu juga membebani keluarga yang meninggal dunia, bersamaan dengan itu adanya atsar/ riwayat yang melarang hal tersebut."¹
_______________________
¹ al Umm (1/318)

Jarir bin Abdillah al Bajali رضي الله عنه berkata :
"Kami para sahabat sepakat berpendapat (ijma') bahwasanya kumpul-kumpul (selamatan kematian) keluarga mayit membuat makanan setelah disemayamkan jenazah termasuk bagian dari meratapi kematian mayit)." (HSR. Ibnu Majah dan lainnya)

📚 Aqidah Imam Syafi'i, oleh Syaikh Nu'man Al-Watr, hlm.99

17/04/2026

📎 TA'AWUN ALAL BIRRI WA TAQWA

Yuk berjuang bersama kami!

Terus dukung kami untuk bisa terus menebarkan lentera dakwah dan cahaya ilmu agama. Tim Salaf Ittiba' membutuhkan biaya operasional agar lebih memudahkan langkah kami dalam mendakwahkan sunnah, baik secara offline maupun online insya Allah.

Jadilah bagian dari tersebarnya cahaya hidayah. Setiap rupiah yang Anda donasikan membantu konten dakwah sampai ke hati umat.

Mari berta'awun melalui media, karena ilmu yang bermanfaat takkan putus pahalanya.

Biaya yang kami butuhkan
± Rp 6.500.000,-

📥 Donasi masuk:
Rp 2.069.645,- (31,8%) / 16 April 2026

🗳 Kekurangan:
Rp 4.430355,-

NB: Jika ada kelebihan dana maka akan kami alokasikan untuk operasional dakwah bulan berikutnya.

Donasi dakwah dapat disalurkan melalui berikut ini:

Bank Syariah Indonesia (BSI)
7890077007
a/n Syiar Sunnah Indonesia

Konfirmasi silahkan menghubungi kami melalui:
WhatsApp/SMS: 087856005690

Jazaakumullahu khairan wa barakallahu fiikum.

16/04/2026

CINTA DAN BENCI KARENA ALLLAH

Imam Ibnu Baththah al-Ukhbary رحمه الله berkata :

ثُمَّ : تُحِبُّ فِي اللَّه مَنْ أَطَاعَهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيداً مِنْكَ، وَخَالَفَ مُرَادَكَ في الدُّنْيَا .
وَتُبْغِضُ فِي اللَّه مَنْ عَصَاهُ وَوَالَى أَعْدَاءَهُ، وَإِنْ كَانَ قَرِيبًا مِنْكَ، وَوَافَقَ هَوَاكَ فِي دُنْيَاكَ.

“Wajib bagimu mencintai karena Allah, orang-orang yang mentaati Allah, meskipun orang itu jauh darimu (jauh dari sisi kekerabatan atau tempat tinggal), meskipun dia menyelisihimu (berbeda) dalam urusan duniamu.

Wajib bagimu membenci karena Allah, orang-orang yang memaksiati Allah, dan orang-orang itu berloyalitas kepada musuh-musuh Allah (baik itu kesyirikian, kebid’ahan, kemaksiatan dan lainnya) meskipun dia dekat denganmu (dekat dari sisi kekerabatan atau tempat tinggal), dan meskipun dia orang yang sesuai dengan urusan duniamu.”

📚 Al-Ibanah ash-Sughra, 38/130

Want your school to be the top-listed School/college in Sidoarjo?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Website

Address


Sidoarjo
61258