09/11/2016
tentang FDS yang akan (kembali) diributin itu lo...
Beberapa saat pasca pelantikannya sebagai Mentri Pendidikan, Muhadjir sempat menuai protes keras terkait kebijakan yang diambilnya mengenai sekolah yang mengedepankan materi Pendidikan Berkarakter yang mengharuskan siswa-siswi berada disekolah lebih lama ketimbang diluar, dimana kemudian diplesetkan berbagai pihak menjadi Fullday School.
Mombookspreneur mendapat kesempatan menulis langsung hasil liputan dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Timur yang dikunjungi oleh Mendikbud beberapa waktu yang lalu. Dan liputan tersebut terkait dengan konsep Fulldayschool dari Mendikbud yang ramai diplesetkan itu. Ini versi lengkapnya
“dalam kesempatan ini saya bisa langsung memberikan informasi akurat, karena saya sendiri yang menyampaikan informasi tentang pendidikan berkarakter ini. Jadi tidak simpang siur, yang akhirnya berpotensi menjadi polemik ramai di media sosial. Karena itu saya selalu menyempatkan bertemu bapak ibu yang menjadi garda terdepan pendidikan berkarakter bangsa ini” demikian Mendikbud membuka pidatonya di aula gedung LPMP Jatim
Pendidikan dasar menurut Muhadjir, merupakan tempat terkuat dalam menanamkan materi pendidikan berkarakter. Cukup lama hal ini menurutnya terbengkalai, dan hal ini akan terus mewarnai perjalanannya selama menjadi Mentri hingga tugasnya usai. Seperti yang telah disinggung bahwa Presiden Jokowi mengamanatkan pendidikan berkarakter bangsa bagi anak didik disekolah, dengan porsi 70% untuk SD, 60% untuk SMP dan 40% untuk SMA/SMK yang harus diwujudkan serta implementasinya ada pada kegiatan disekolah. Fullday school yang diramaikan lanjut Muhadjir, adalah yang tidak dipahami oleh beberapa orang. Karena itu pihaknya akan membenari, menata ulang bahkan merombak pelan tapi harus cepat untuk pendidikan dasar SD-SMP. Bagaimana kemudian mengaplikasikan 70% SD dan 60% SMP, fundamentalnya adalah kurikulum penyempurna dari kurikulum yang sudah ada yakni K-13, dimana kegiatannya lebih banyak cocurriculum bukan ekstra kulikuler maupun intra kulikuler. Implikasi strukturalnya adalah mampu merubah visi Kepala sekolah dan mindset Kepala sekolah beserta komita, pengawas, dan guru khususnya pada level pendidikan dasar.
Menurut mendikbud, hal ini sudah dipelajari dan disiapkan konsepnya serta pelan-pelan akan dilanjutkan. Sementara itu soal empat elemen pendidikan dasar yang musti dibenahi adalah:
1. Kepala sekolah. Tugas kepala sekolah bukan lagi sebagai guru, tetapi manager, dimana bangunan pendidikan dengan paradigma school managemen base on participasion commite atau managemen berbasis partisipasi masyarakat. Kepala sekolah harus mampu dan tertantang menciptakan dengan cerdas bagaimana lingkungan sekolah berpotensi mendukung sekolah baik seagai sumber belajar maupun sebagai penopang sarana kegiatan belajar. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sedang menyiapkan kebijakan kepala sekolah yang tidak boleh mengajar dan khusus menjadi manager kecuali kondisi mendesak seperti ada guru yang sakit. Kepala sekolah juga diperbolehkan asal tidak melanggar ketentuan Undang-Undang untuk mengajak masyarakat berpartisipasi terhadap kegiatan yang dilakukan oleh sekolah, seperti misalnya mengajak para alumni untuk membantu kegiatan maupun pengembangan sekolahnya. Karena setiap individu yang sukses pasti berasal dari pendidikan dasar di SD, sehingga kepala sekolah bisa melakukan kreatifitas untuk mencari bentuk-bentuk partisipasi masyarakat
2. Komite. Keanggotaan komite perlu dirubah, para alumni sekolah juga harus dilibatkan terutama yang sudah sukses dan berhasil. Karena sumbangsih dari para alumni sangat dibutuhkan bagi kelangsungan generasinya yang akan datang tentunya melalui kegiatan pendidikan. Yang berhak mengendalikan keuangan partisipasi nantinya adalah komite dan kepala sekolah tidak diperbolehkan menjadi anggota komite. Mendikbud juga mengatakan jika masyarakat miskin juga jangan hanya digratiskan sekolahnya saja, tetapi juga disantuni karena gratis sekolah saja tidak cukup. Untuk itu keanggotaan komite harus berasal dari berbagai pihak, baik sekolah, pemerintahan desa, babinsa, bhayangkara, tokoh masyarakat, seniman dan budayawan juga harus dilibatkan termasuk juga perwakilan walimurid.
3. Pengawas. Fungsi dari pengawas sesungguhnya tidak berhenti pada mengawasi proses belajar mengajar, tetapi juga mengawasi keuangan. Untuk itu para pengawas diharapkan belajar akunting, dan nanti akan diminta juklaknya oleh Mentri agar akuntabilitasnya terjaga begitu juga dengan kredibilitasnya. Penggunaan dana yang diawasi ini adalah berasal dari partisipasi, karena jika sekolah terus-terusan mengandalkan BOS, maka sekolah tidak akan maju.
4. Guru. Kemantrian sedang menyiapkan kebijakan guru harus berada disekolah selama 8 jam dan itu nantinya akan dikompensasi, sehingga para guru tidak perlu lagi mencari-cari tambahan jam mengajar. Kebijakan ini tolong tidak diprotes karena semangat untuk membuat profesi guru menjadi profesional. Soal tunjangan, yang sudah PNS dan swasta yang sudah mendapat tunjangan profesi akan wajib berada disekolah selama 8 jam dan sabtu serta minggu libur. Mentri juga melarang adanya pekerjaan rumah yang mengharuskan anak didik mengerjakannya di sekolah. Seluruh kegiatan belajar mengajar harus dituntaskan disekolah dan tidak perlu membawa pekerjaan rumah. Selain itu juga, tidak perlu diadakan les kecuali jika hal itu sudah menjadi kesepakatan bersama dengan dan dibahas di forum komite serta harus transparan. Soal karya ilmiah juga nanti akan dikaji ulang, karena pada dasarnya tugas dari guru adalah mengajar dan bukan meneliti, sehingga cukup dengan pelaporan saja setiap hari tentang kegiatan mengajar dikelas serta bagaimana perilaku anak didik dalam perkembangan hari ke hari. Pihak Dirjen Dikdasmen nantinya juga ada kebijakan soal absensi natural buru yang diukur atas kehadirannya 8 jam disekolah.
Empat elemen tersebut yang dijelaskan oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan adalah garda terdepan bagi penyelenggaraan pendidikan berkarakter dengan implementasi kehadiran pendidik full di sekolah dan dengan kurikulum penyempurna dari K-13. Jika nantinya akan kembali timbul penentangan Fullday School maka Muhadjir akan membiarkannya
“kalo ada yang menentang itu ya terserah. Yang penting pendidikan karakter itu yang kita arahkan pada pendidikan dasar SD-SMP. Saya akan mengadopsi apa yang dilakukan oleh Jepang, yakni 8 jam. Bahkan di Jepang saat kebijakan hari sabtu libur, banyak menuai protes karena bingung anak mau taruh dimana?” kata Muhadjir.
Pihaknya menyatakan sangat yakin, jika anak-anak didik di pendidikan dasar dididik dengan benar maka mereka akan menjadi generasi yang berkarakter bangsa. Karena saat ini baik dirinya maupun Presiden sangat prihatin dengan bahasa-bahasa yang tidak senonoh yang disampaikan anak-anak melalui media social. Karena itu dirinya berpesan kepada pihak sekolah bahwa semakin sedikit siswa didalam kelas, maka akan semakin bagus. Dan mentri juga meminta kepada pihak Balitang Kementrian pendidikan dan kebudayaan untuk mengurangi mata pelajaran SD dan SMP yang dianggapnya kini terlalu mewah yakni 11 mata pelajaran. Sementara di negara Inggris, siswa pendidikan dasar hanya ada 5 mata pelajaran. Guru diharapkan bisa membuat video pembelajaran seperti animasi dengan role model pada media apapun dan menyangkut materi pendidikan karakter dengan bukan pada padat isi namun padat metode.
Mentri mencontohkan pada pelajaran sepak bola dimana banyak sekali karakter yang terbentuk, seperti tanggung jawab posisi, team work, kejujuran dan menghargai prestasi. Selain itu pelajaran sejarah juga tidak kalah penting untuk dibuat seperti pembelajaran drama. Sehingga anak didik tidak hanya menghafal perang Diponegoro, tetapi juga mengadakan semacam fragmen atau drama dengan memainkan berbagai karakter didalam cerita sejarah pahlawan Indonesia. selain itu, pelajaran membaca pun bisa dimaksimalkan saat pendidikan pembentukan karakter. Karena, membaca tidak hanya sekedar membaca tetapi bagaimana membaca dengan benar. Dari pengamatan Mentri pendidikan dan kebudayaan saja, Indonesia ketinggalan dalam kemampuan 5 tahun kebelakang. Membaca adalah kegiatan yang lebih dari sekedar melihat dan membaca buku, tetapi juga memperagakan. Kebudayaan yang menjadi satu bidang didalam kementrian pendidikan akan dimaksimalkan untuk kegiatn belajar anak didik p**a seperti misalnya kunjungan ke taman-taman budaya dan museum sebagai sumber belajar, sehingga yang dikatakan fullday school membebani anak didik adalah salah besar. Karena kegiatan didalamnya nanti adalah termasuk kunjungan ke tempat-tempat sumber belajar.
“sekolah itu kita buat terbuka, karena itu strateginya pada partisipasi masyarakat. Mudah-mudahan satu tahun ini bisa berjalan karena kalo ini berhasil maka ditahun 2045 kita akan memiliki generasi yang luar biasa. Dan yang generasi sebelum itu ya diikhlaskan saja termasuk saya. Yang penting kita sekarang menyiapkan generasi yang bagus” lanjut mentri
Sebelum mengakhiri pidatonya di depan peserta penguatan kepala sekolah dan calon pengawas, Muhadjir berpesan bahwa dengan begitu kompleksnya permasalahan pendidikan di Indonesia salah satunya adalah pendidikan berkarakter, maka dirinya berjanji bahwa jika dalam 3 tahun masa jabatannya tidak lagi di resuffle maka seluruh pekerjaan itu akan diselesaikan dengan sebaik-baiknya meskipun dirinya mengalami bullying dan sempat oleng, namun semangat untuk anak didik yang berkarakter dan berbudi pekerti luhur mengalahkan ejekan-ejekan tersebut. Karena sifat guru nya masih kental, yakni tidak akan ada kepuasan kecuali melihat anak didik menjadi sukses.
Mom’s bebas men share info ini yaa. Tulisan ini adalah untuk majalah milik LPMP Propinsi Jawa Timur.