Ma’shum Ahmad pada tanggal 15 Muharram 1395 H bertepatan dengan tanggal 28 Januari 1975 M. Berdirinya Pondok Pesantren ini di latar belakangi oleh upaya untuk mengamalkan ilmu yang beliau miliki sekaligus menyediakan fasilitas pendidikan yang bernuansa agamis bagi masyarakat desa Ketegan dan sekitarnya. Namun pada perkembangan selanjutnya ternyata banyak juga masyarakat dari luar daerah Sidoarjo y
ang datang untuk menuntut ilmu di Pesantren ini. Pada periode awal berdirinya, Pondok Pesantren Al-Hidayah ini hanya mengembangkan sistem pendidikan non formal dengan metode klasik sebagaimana yang digunakan di pesantren-pesantren salaf pada umumnya yaitu metode bandongan, wetonan, hafalan dan sorogan. Pendidikan
Pada tanggal 2 Dzulqo’dah 1410 H, seiring dengan semakin banyaknya jumlah santri diresmikanlah Madrasah Diniyah al-Hidayah. Sistem madrasah ini dimaksudkan untuk memberikan jenjang pendidikan yang bisa ditempuh oleh santri, mengingat latar belakang yang dimiliki oleh santri yang beragam dan tidak mungkin menyamaratakan materi pendidikan yang diberikan kepada mereka. Perluasan lingkup pendidikan semakin terasa ketika pada tanggal 18 Juli 1994 diresmikan berdirinya Madrasah Aliyah Salafiyah. Dan pada tanggal 18 Juni 2002 diresmikan berdirinya Madrasah Tsanawiyah Salafiyah. Pendirian madrasah ini dimaksudkan untuk menfasilitasi santri agar dapat mengikuti pendidikan formal selain pendidikan non formal yang merupakan ciri khas dan karakter pesantren. Upaya perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan baik sistem, metode, ataupun sarana itu sampai saat ini terus dilaksanakan melalui berbagai cara dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemaslahatan santri sebagai bekal mereka nantinya terjun kembali ke tengah masyarakat yang dinamis.