23/12/2025
""Jadilah orang tua yang pantas mendapat bakti dari anak-anaknya. Terkadang anak itu terhalang untuk berbakti karena orang tuanya tidak jelas (perilakunya), sehingga menghalangi anak untuk birrul walidain."itu
- KH. Abdul Hanan Maksum, Pengasuh PP. Fathul 'Ulum Kwagean Kediri.
Dawuh ini mengingatkan kita bahwa kesalehan anak seringkali bermula dari keteladanan orang tua. Jangan sampai perilaku kita justru menjadi tembok penghalang bagi anak untuk meraih pahala bakti.
Islam memandang hubungan orang tua dan anak sebagai hubungan timbal balik.Rasulullah SAW mengingatkan orang tua agar tidak menjadi beban atau penyebab anak durhaka dengan bersikap adil dan memudahkan mereka.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: “Semoga Allah merahmati seorang ayah yang membantu anaknya melakukan kebaikan.” (HR. Ibnu Abi Syaibah)
Maksudnya adalah orang tua yang bijak adalah yang tidak menuntut di luar kesanggupan anak dan memberikan contoh akhlak yang baik sehingga anak mudah untuk menghormatinya.
Didalam kitab Tarbiyatul Aulad, ada kisah masyhur di masa Khalifah Umar bin Khattab RA. Seseorang datang mengadu kepada Umar tentang anaknya yang durhaka. Setelah diselidiki, ternyata sang ayah tidak pernah mengajarkan Al-Qur'an, tidak memberikan nama yang baik, dan tidak memilihkan ibu yang shalihah.
Umar bin Khattab pun berkata kepada sang ayah:
"Engkau telah mendurhakainya sebelum ia mendurhakaimu, dan engkau telah berbuat buruk kepadanya sebelum ia berbuat buruk kepadamu."
Ini menunjukkan bahwa parenting (pengasuhan) yang buruk dapat menjadi sebab terhalangnya anak dari berbuat baik.
Al-Qur'an menekankan pentingnya mendidik keluarga dengan menyelamatkan mereka dari api neraka, yang dimulai dari diri sendiri (orang tua).
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًۭا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَـٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌۭ شِدَادٌۭ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (التحريم: 6)
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada apa yang Allah perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. at Tahrim: 6)
Para ulama menafsirkan ayat ini dengan makna bahwa Allah memerintahkan orang-orang mukmin untuk menjaga diri dan keluarga mereka dari api neraka dengan cara belajar ilmu agama dan mengajarkan ilmu agama kepada keluarga. Yakni belajar dan mengajarkan kepada keluarga apa yang Allah wajibkan dan apa yang Allah haramkan.
Wallahu A'lam.