Darul Istiqomah Al Mubarokah

Darul Istiqomah Al Mubarokah Amanah dalam mendidik dan mengajar santri

23/05/2026
Berzikirlah meski tidak khusyukلا تَتْرُكِ الذِّكْرَ لِعَدَمِ حُضُورِ قَلْبِكَ مَعَ اللَّهِ فِيهِ؛ لِأَنَّ غَفْلَتَكَ عَ...
09/05/2026

Berzikirlah meski tidak khusyuk

لا تَتْرُكِ الذِّكْرَ لِعَدَمِ حُضُورِ قَلْبِكَ مَعَ اللَّهِ فِيهِ؛ لِأَنَّ غَفْلَتَكَ عَنْ وُجُودِ ذِكْرِهِ أَشَدُّ مِنْ غَفْلَتِكَ فِي وُجُودِ ذِكْرِهِ، فَعَسَى أَنْ يَرْفَعَكَ مِنْ ذِكْرٍ مَعَ وُجُودِ غَفْلَةٍ إِلَى ذِكْرٍ مَعَ وُجُودِ يَقَظَةٍ

"Jangan tinggalkan dzikir karena hatimu lalai mengingat Allah, karena kelalaian untuk berdzikir lebih buruk daripada kelalaian yang dibarengi dzikir. Bisa jadi Allah mengangkatmu dari dzikir dengan hati lalai ke dzikir dengan hati terjaga..." (Ibnu Atha'illah as-Sakandari, al-Hikam)

🔺 FIR’AUN, PIRAMIDA, DAN TANTANGAN KEPADA LANGITAllah ﷻ mengabadikan kesombongan Fir’aun dalam Al-Qur’an:﴿وَقَالَ فِرْعَ...
04/05/2026

🔺 FIR’AUN, PIRAMIDA, DAN TANTANGAN KEPADA LANGIT

Allah ﷻ mengabadikan kesombongan Fir’aun dalam Al-Qur’an:

﴿وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرِي ۖ فَأَوْقِدْ لِي يَا هَامَانُ عَلَى الطِّينِ فَاجْعَلْ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَىٰ إِلَٰهِ مُوسَىٰ وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ﴾
(QS. Al-Qashash: 38)

"Wahai Haman, bakarlah tanah liat untukku, lalu bangunkanlah untukku bangunan yang tinggi agar aku dapat melihat Tuhan Musa, dan sungguh aku yakin Musa termasuk pendusta."

Jadi, bangunan menjulang yang diperintahkan Fir’aun bukan sekadar simbol kemegahan.
Ia ingin membuat bangunan tinggi sebagai bentuk kesombongan dan tantangan terhadap Nabi Musa عليه السلام serta Tuhan yang beliau dakwahkan.

Menariknya, ayat ini juga menyebut:
🔥 “فَأَوْقِدْ لِي ... عَلَى الطِّينِ”
"Bakarlah tanah liat..."

Sebagian peneliti modern menilai bahwa beberapa material piramida kemungkinan berasal dari campuran yang diproses dengan panas tinggi, bukan semata batu alam utuh. Hal ini membuat sebagian orang mengaitkannya dengan ayat Al-Qur’an tadi.

Walaupun para ilmuwan masih berbeda pendapat tentang teknik pasti pembangunan piramida, Al-Qur’an telah lebih dulu menyebut:
✅ adanya proyek bangunan tinggi Fir’aun
✅ penggunaan tanah liat yang dibakar
✅ tujuan kesombongan untuk “melihat Tuhan Musa”

Inilah tabiat orang sombong:
ketika tidak mampu membantah kebenaran dengan ilmu, ia mencoba melawannya dengan kekuasaan dan kemegahan.

Fir’aun ingin menjulang ke langit, tetapi akhirnya justru tenggelam di laut.

📖 Maka Al-Qur’an bukan hanya berbicara tentang sejarah, tetapi juga pelajaran:
setinggi apa pun manusia meninggi, ia tetap kecil di hadapan Allah ﷻ.


Kadang kita diuji bukan dengan kehilangan… tapi dengan kemampuan menahan keinginan.Diriwayatkan bahwa  Fatimah Ra pernah...
21/04/2026

Kadang kita diuji bukan dengan kehilangan… tapi dengan kemampuan menahan keinginan.

Diriwayatkan bahwa Fatimah Ra pernah memakai gelang dari emas. Ketika melihatnya, Nabi Muhammad Saw bersabda:

««يا فاطمةُ، أَيَسُرُّكِ أن يقول الناسُ: فاطمةُ بنتُ محمدٍ في يدِها سِوارٌ من نار؟
“Wahai Fatimah, apakah engkau senang jika orang-orang berkata:
Fatimah binti Muhammad di tangannya terdapat gelang dari api (neraka)?”

Maka Fatimah pun segera melepaskannya… lalu memberikannya di jalan Allah.

Rasulullah ﷺ kemudian bersabda:

الحمدُ للهِ الذي أنجى فاطمةَ من النار
“Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan Fatimah dari api neraka.”

(HR. an-Nasa’i, Ahmad, dan lainnya)

Bukan karena emas itu haram bagi wanita…
tapi karena hati yang tinggi tidak mau terikat pada dunia.

Fatimah mampu—namun memilih untuk melepaskan.
Bukan karena tidak s**a, tapi karena lebih mencintai akhirat.

💭 Kita mungkin tidak diuji dengan emas…
tapi diuji dengan:

- keinginan yang tidak perlu
- gaya hidup yang berlebihan
- atau hal-hal yang sebenarnya bisa kita tinggalkan

🌿 Belajar dari Fatimah:
Kemuliaan bukan pada apa yang kita pakai,
tetapi pada apa yang kita rela tinggalkan demi Allah.

اللهم صلِّ على محمد وعلى آل محمد

19/04/2026

Penampilan santri

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.Telah berpulang ke rahmatullah salah satu guru kami yang kami cintai. H. Ali Marwan H...
02/04/2026

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Telah berpulang ke rahmatullah salah satu guru kami yang kami cintai. H. Ali Marwan Hasibuan,Kepergian beliau menjadi duka yang mendalam bagi keluarga besar pondok pesantren. Beliau bukan hanya seorang pengajar, tetapi juga teladan dalam akhlak, kesabaran, dan keikhlasan dalam mendidik.

Semoga Allah ﷻ mengampuni segala dosa beliau, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.

Kami mengajak kepada seluruh keluarga, wali santri, dan kaum muslimin untuk bersama-sama mendoakan almarhum, semoga amal ibadahnya diterima dan menjadi penerang di alam kuburnya.

Terima kasih atas segala ilmu dan pengabdian yang telah diberikan. Jasa beliau akan selalu hidup dalam doa dan hati kami.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ قَبْرَهُ رَوْضَةً مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ، وَلَا تَجْعَلْهُ حُفْرَةً مِنْ حُفَرِ النَّارِ.

الفاتحة.

Wahai penuntut ilmu,bersungguh-sungguhlah siang dan malam,karena memperoleh ilmu itu hanya bisa dengan usaha dan pengula...
07/01/2026

Wahai penuntut ilmu,
bersungguh-sungguhlah siang dan malam,
karena memperoleh ilmu itu hanya bisa dengan usaha dan pengulangan.
Sesungguhnya setiap sesuatu memiliki penyakit,
dan penyakit ilmu adalah meninggalkan kesungguhan dan tidak mengulang pelajaran.

📖✨

يا طالب العلم
فاجتهد بالليل والنهار
فإن تحصيل العلم بالجهد والتكرار
فإن لكل شيء آفة، وآفة العلم ترك الجهد والتكرار

تعليم المتعلم

“BAGHY EKOLOGIS: Ketika Tanah Menagih Utang Kezaliman”Musibah demi musibah yang menimpa Sumatra Utara akhir-akhir ini se...
27/11/2025

“BAGHY EKOLOGIS: Ketika Tanah Menagih Utang Kezaliman”

Musibah demi musibah yang menimpa Sumatra Utara akhir-akhir ini sebenarnya bukan tiba-tiba, bukan misteri, dan bukan semata cuaca. Alam hanya sedang membacakan nota protesnya atas kelakuan manusia. Dalam bahasa agama, ini bagian dari baghy—kezaliman yang melampaui batas—yang oleh Nabi disebut sebagai dosa yang azabnya disegerakan di dunia.

Selama bertahun-tahun, kita memperlakukan bumi bukan sebagai amanah, tetapi sebagai barang rampasan. Hutan yang dulu lebat dipangkas sampai botak. Gunung yang seharusnya menjadi penjaga stabilitas tanah dikeruk seperti tak punya nilai. Tanah digali tanpa pertimbangan, sungai dipersempit, kontur alam diacak tanpa ilmu dan tanpa adab.

Pertanyaannya sederhana:
kalau semua itu dirusak, di mana lagi air akan disimpan?
Kalau pegunungan dilukai, apa lagi yang menahan longsor?
Kalau tanah dilubangi tanpa kendali, bagaimana ia mampu menahan hujan?

Kita sering menyalahkan cuaca, padahal akar masalahnya adalah nafsu rakus manusia. Ketika tangan yang kuat mengambil terlalu banyak, dan tangan yang lemah ikut merusak demi bertahan hidup, kerusakan menjadi sistem, bukan lagi insiden.

Allah sudah mengingatkan:
“Telah tampak kerusakan di darat dan laut akibat ulah tangan manusia.”
(QS. Ar-Rum: 41)

Kerusakan itu bukan ayat simbolik. Ia nyata. Ia datang dalam bentuk:

air bah yang menghempas rumah,

tanah yang runtuh menelan badan jalan,

sungai yang berubah warna dan arusnya,

ladang yang tenggelam,

bahkan nyawa yang melayang.

Musibah hari ini bukan hanya bencana alam—ini tagihan atas utang kezaliman ekologis yang kita kumpulkan perlahan-lahan. Dan seperti utang lainnya, ia harus dibayar. Bedanya, alam menagih tanpa menunggu jatuh tempo.

Di tengah situasi ini, kita butuh dua hal:
Pertama, kesadaran kolektif bahwa kerusakan ini bukan takdir buta, tapi akibat langsung dari kebijakan dan perilaku manusia.
Kedua, keberanian moral untuk menghentikan baghy sebelum tanah ini semakin lelah menanggung beban dosa ekologis kita.

Bumi tak pernah berhenti bicara.
Kadang suaranya angin, kadang hujan, kadang gemuruh.
Dan hari ini, suaranya tegas:
“Cukup.”

“Dua Golongan yang Paling Keras Azabnya”Nasihat keras tapi jujur dari Rasulullah ﷺRasulullah ﷺ bersabda:أَشَدُّ النَّاسِ...
21/07/2025

“Dua Golongan yang Paling Keras Azabnya”

Nasihat keras tapi jujur dari Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا اثْنَانِ: امْرَأَةٌ عَصَتْ زَوْجَهَا، وَإِمَامُ قَوْمٍ وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ.

"Orang yang paling keras azabnya (di akhirat) ada dua:
(1) Wanita yang durhaka kepada suaminya,
(2) Pemimpin yang memimpin suatu kaum sementara mereka membencinya."

(HR. Tirmidzi no. 359 – Hadis hasan)

Peringatan untuk para istri:

Itaat kepada suami dalam hal yang ma’ruf adalah ibadah besar, bahkan disebut sebagai sebab utama masuk surga:

“Jika seorang wanita menjaga shalat lima waktu, berpuasa Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan taat kepada suaminya, maka akan dikatakan kepadanya: ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu kehendaki.’”
(HR. Ahmad)

🚫 Tapi sebaliknya, durhaka (nusyuz) kepada suami tanpa alasan syar’i adalah dosa besar yang bisa menyebabkan azab pedih — bahkan termasuk orang yang paling keras azabnya.

⚠️ Peringatan untuk para pemimpin dan pemuka masyarakat:

Jika engkau memimpin, tapi rakyatmu menderita.
Jika engkau berkuasa, tapi mereka justru muak dan terpaksa taat...
Maka ingatlah:

📌 Kepemimpinan adalah amanah, bukan posisi kebanggaan.
📌 Setiap tangisan rakyat akan menjadi tuntutan di hadapan Allah.
📌 Dan setiap kezaliman akan berubah jadi bara api di padang mahsyar.

🧠 Renungan untuk kita semua:

Dunia memang bisa ditutupi pencitraan.
Tapi di akhirat semua akan terbongkar —
Dan dua golongan ini akan menerima azab yang paling keras.

📿 Mari bermuhasabah:
➡️ Wahai istri, apakah engkau sudah menjadi penyejuk hati bagi suamimu?
➡️ Wahai pemimpin, apakah rakyatmu merasa aman dan dihargai?

--l--

Mari kita bangun kembali keluarga yang saling taat dan cinta karena Allah,
dan masyarakat yang dipimpin oleh orang-orang yang dicintai karena keadilan dan kasih sayangnya.
Agar kita semua selamat dari azab Allah yang sangat pedih.

Address

Sibuhuan
22763

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Darul Istiqomah Al Mubarokah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category