15/05/2026
Biografi Singkat KH. Ahmad Djazuli Utsman
( SANG BLAWONG)
KH. Ahmad Djazuli Utsman merupakan pendiri Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, salah satu pesantren salaf besar dan berpengaruh di Indonesia yang berlokasi di Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur.
Beliau lahir pada 16 Mei 1900 di Ploso, Kediri. Nama kecil beliau adalah Masโud. Ayah beliau bernama Raden Mas Muhammad Utsman, seorang penghulu/naib kecamatan, sedangkan ibunya bernama Mas Ajeng Muntaqinah, dari keluarga religius dan mubaligh.
Sejak muda beliau dikenal sebagai sosok cerdas, sederhana, disiplin, dan sangat mencintai ilmu pengetahuan. Beliau hidup di masa penjajahan Belanda, namun tetap berjuang membangun pendidikan Islam melalui jalur pesantren.
๐ดRiwayat Pendidikan
KH. Ahmad Djazuli Utsman menempuh pendidikan umum dan agama.
Pendidikan Formal
Beliau pernah belajar di:
Sekolah Rakyat (SR)
HIS (Hollandsch-Inlandsche School)
MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs)
STOVIA di Batavia (sekolah kedokteran pribumi yang kini dikenal sebagai cikal bakal Fakultas Kedokteran UI)
Namun pendidikan kedokteran tidak beliau lanjutkan karena memilih memperdalam ilmu agama.
Pendidikan Agama
Beliau kemudian mendalami ilmu agama di berbagai pesantren di Kediri dan sekitarnya, termasuk:
Pesantren KH. Zainuddin Mojosari
Belajar kepada para ulama Kediri
Mendapat arahan spiritual dari KH. Maโruf Kedunglo
Dari perjalanan keilmuan itulah beliau mulai fokus berdakwah dan membina masyarakat melalui pendidikan pesantren.
๐ดBerdirinya Pondok Pesantren Al-Falah
Pada pertengahan tahun 1924, KH. Djazuli mulai membuka pengajian kecil dengan sistem sorogan. Awalnya hanya diikuti sekitar 12 santri. Kemudian pada tanggal 1 Januari 1925, beliau resmi mendirikan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso dengan memanfaatkan serambi masjid sebagai tempat belajar.
Di masa awal, masyarakat sekitar masih banyak yang jauh dari agama dan bahkan sebagian menentang keberadaan pesantren. Namun dengan kesabaran, akhlak, dan perjuangan beliau, Al-Falah berkembang menjadi pusat pendidikan Islam besar dengan ribuan santri dari berbagai daerah.
๐ดKarya & Perjuangan
Walaupun KH. Ahmad Djazuli Utsman lebih dikenal melalui perjuangan dakwah dan pendidikan dibanding karya tulis, warisan terbesar beliau adalah:
1. Mendirikan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso
Pesantren ini menjadi salah satu pusat pendidikan kitab kuning terbesar di Jawa Timur dan melahirkan banyak ulama serta tokoh masyarakat.
2. Membangun Sistem Pendidikan Salaf
Beliau merintis sistem pendidikan:
Madrasah Ibtidaiyah
Tsanawiyah
Pengajian kitab salaf
Musyawarah kitab klasik
Dengan kajian kitab seperti:
Jurumiyah
Imrithi
Alfiyah Ibnu Malik
Fathul Qorib
Fathul Muโin
Fathul Wahab
3. Melahirkan Ulama Besar
Berikut putra-putri KH. Ahmad Djazuli Utsman dan Nyai Hj. Rodliyah Djazuli yang tercatat dalam sejarah keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri:
1.Siti Azizah
(wafat saat usia ยฑ1 tahun)
2.Hadziq
(wafat saat usia ยฑ9 bulan)
3.KH. Ahmad Zainuddin Djazuli
Dikenal sebagai Kiai Dien, pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah II.
4.KH. Nurul Huda Djazuli
Salah satu pengasuh utama Pondok Pesantren Al-Falah Ploso.
5.KH. Hamim Djazuli
Tokoh kharismatik pendiri Majlis Semaan Al-Qurโan Jantiko Mantab dan Dzikrul Ghofilin.
6.KH. Fuad Mun'im Djazuli
Dikenal istiqamah mengajar kitab salaf dan mendirikan Pondok Pesantren Nurul Falah.
7.Mahfudz
(wafat saat usia ยฑ3 tahun)
8.Makmun
(wafat saat usia ยฑ7 bulan)
9.KH. Munif Djazuli
Pendiri Pondok Pesantren Queen Al-Falah.
10.Nyai Hj. Lailatul Badriyah Djazuli
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Badrul Falah.
Suโad
(wafat saat usia ยฑ4 bulan)
Keluarga besar beliau kemudian melahirkan banyak ulama, pengasuh pesantren, serta tokoh dakwah yang berpengaruh di berbagai daerah di Indonesia.
KH. Ahmad Djazuli Utsman adalah sosok ulama visioner yang mengabdikan hidupnya untuk ilmu, dakwah, dan pendidikan umat. Dari sebuah pengajian kecil di serambi masjid, beliau berhasil membangun pesantren besar yang terus menjadi cahaya ilmu hingga hari ini.
*โWarisan ulama bukan hanya bangunan, tetapi ilmu, akhlak, dan keberkahan yang terus hidup dari generasi ke generasi.โ
Lahul Fatihah