08/05/2024
Jangan sampai kitab ini jatuh pada pendekar ilmu hitam, maka akan runtuh semua sendi kehidupan. Begitulah ucapan orang-orang terdahulu dalam proses belajar mengajar di dunia persilatan.
Kitab ini belum bisa ditaklukkan, membaca sepuluh halam sudah muntah-muntah, bukan karena mistisnya tapi karena bahasanya mencampur aduk antara bahasa jawa, sunda, melayu dan arab gabung dalam satu kalimat, itulah yang bikin kepala pusing, perut mudah lapar untuk bisa memahami setiap kata dalam teks,
Isinya Amalan jang jawokan, dari kitab ini jika dipelajari dan diamalkan bisa jadi ahli nujum, tabib, karena isinya begitu mengagumkan mencatat beberapa falsafah kehidupan masa lalu.
kutip teks paling pojok bawah sebelah kiri dengan tinta merah inilah teksnya 'ini ajimat ambil hayam putih sembelilah ambil darahnya akan menyurat ajimat ini, lalu baca bismillah........'
Silahkan diskusikan sambil ngopi lan udud agar bisa muntah bersama....
jaga amat...
07/05/2024
Could you please share these flyers to your network.
01/04/2024
Article Writing Competition
Hosted by Maulana Hasanuddin State Islamic University of Banten, the Indigenous Southeast Asian and Ethnic Studies (ISEAES) presents an article writing competition centered on indigenous communities in Southeast Asia. This theme delves into the intricate realities of indigenous societies and their interactions with wider socio-political, economic, and cultural dynamics. It underscores the internal workings of these communities alongside their encounters with external influences, aiming to illuminate the trials and triumphs confronted by these groups as they navigate various dichotomies, such as tradition versus modernity, globalization versus localism, autonomy versus integration, and preservation versus adaptation. Furthermore, the competition extends to theoretical inquiries on ethnicity and indigenous peoples globally, offering a comprehensive grasp of these subjects. Ultimately, the journal serves as a crucial platform for scholars, activists, policymakers, and indigenous communities to partake in meaningful discourse, share insights, and drive transformative agendas aimed at fostering social justice, cultural diversity, and sustainable development.
Prizes:
1st Place: Rp. 7,000,000
2nd Place: Rp. 6,000,000
3rd Place: Rp. 5,000,000
4th to 14th Places: Rp. 1,400,000 each
Guidelines, Submission, and Deadline:
ISEAES encourages collaborative article submissions involving participants from various nationalities. Please refer to the guidelines available at https://ejournal*uinbanten*ac.id/ojs/index.php/iseaes/AuthorGuidelines. Create an account and submit your article through the website by the 30th of June 2024.
Contact:
lp2m@uinbanten*ac*id
081385529992 (Ade)
085929922698 (Habibi)
NOTE: Because of a technical issue, please change * with .
19/03/2024
ديمانا ادا تكجيل ڮراتيس دي كوتا سيراڠ بوليه باڮي سيفينڮڮان
boleh dibaca di komen......
22/02/2022
Alpijatserang
Jasa Pijat Urut Panggilan Kota Serang, Cilegon, Alun-Alun Pandeglang, anyer, merak dan Jabodetabek ?
06/10/2013
RAMPAK BEDUG DAN BELUK
==================
menurut laporan seorang nara sumber warga Pandeglang, terakhir ia saksikan pertunujukan rampak bedug yang meriah pada tahun 1993, saat itu alun2 Pandeglang masih banyak pohon beringinnya. Setiap setahun sekali ada parade rampak bedug selama tujuh hari di alun2 itu. Kemeriahan itu disebabkan kampung-kampung di wilayah kecamatan Pandeglang memiliki grup rampak bedug. Hilangnya rampak bedug menurut dugaan nara sumber ini disebabkan adanya pemolesan untuk kepentingan pariwisata oleh pemerintah, serta terjadinya pergantian kepemimpinan di kabupaten itu.
Dahulu, setiap harinya di kampung2 terasa "dangiang" karena ramai suara orang latihan rampak bedug.
Beluk, ternyata juga digunakan pada setiap malam takbiran di wilayah kecamatan Pandeglang, takbir dengan suara Beluk dimulai pada pukul 03:00 WIB. Terakhir terdengar suara beluk di masjid2 pada tahun 2007. Sekarang sudah hilang.
----------
"dangiang" yang dimaksud nara sumber mungkin seperti yang dimaksud Shin Nakagawa dengan "soundscape"
30/09/2013
SEMINAR
============
Assalamualaikm Wr. Wb.
Unadangan (Gratis) Seminar
"Tanah Kesultanan Banten Dulu dan Kini",
Rabu 2 okt 2013
pukul 09.00-13.00
di aula Gd Rektorat Lt.3 IAIN SMHB. SERANG,
Pembicara Dr Harto Juwono, M***i Ali, KH Tb Fathul
Terma kasih
Wassalamualaikum. Wr. Wb.
01/09/2013
JURUNGAN
------------
Ternyata di kampung-kampung sekitaran kota Serang masih hidup tradisi Jurungan, meski sudah terdapat komplek perumahan, namun di kalangan pribumi masih berlaku. Jurungan merupakan cermin gotong-royong, dimana ketika seorang warga mengadakan resepsi atau membangun rumah, seluruh warga menyumbang materi atau tenaga, sumbangan2 tersebut tercatat dan ada juru catatnya. Semisal seorang menyumbang rokok 4 batang, maka jika orang itu melaksanakan hajat, ia akan disumbang rokok 4 batang juga.
Demikian p**a ketika membuat rumah baru, bahan dan tenaga lebih didominasi dari jurunngan. Pemilik rumah cukup menyewa dua orang petukang, tenaga sisanya adalah warga. Walhasil rumah sudah dapat berdiri dan ditempati dalam waktu 6 minggu sejak dimulai pembangunaan.
(Serang, 21/8/2013)
31/08/2013
EFEK POLIGAMI
===========
Sabtu, 30/8/2013,ngobrol di daerah dataran tinggi kota Serang, menunjukkan kenampakkan pranata yang lestari dari masa lalu beserta kearifannya, bahwa nilai-nilai persaudaraan dan kegotongroyongan mampu menimbulkan efek pada pop**aritas tokoh (yang nantinya akan membangun suatu masyarakat tradisional yang terbentuk dari kekerabatan yang besar yang tercipta dari perkawinan-perkawinan terebut). Gejala ini masih dapat dilihat pada tokoh masyarakat yang memiliki isteri lebih dari satu orang.