Ustadz Dhava

Ustadz Dhava

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Ustadz Dhava, Tutor/Teacher, Jl. Raya Karang Bolong KM. 139, Serang.

15/03/2022
12/06/2016

Pada siang hari warung harus ditutup, dan orang-orang tidak boleh makan atau minum di hadapan kalian.

Dan pada saat lebaran kalian merayakan kemenangan.

Kalian menang melawan apa?
Sadarlah, Musuh kalian tidak ada..!

10/06/2016

MIMPI BASAH TIDAK MEMBATALKAN PUASA

“Jika orang yang berpuasa mimpi basah di siang hari bulan Ramadhan, apakah puasanya batal? Apakah dia wajib untuk bersegera untuk mandi wajib?”

Beliau rahimahullah menjawab,

“Mimpi basah tidak membatalkan puasa karena mimpi basah dilakukan bukan atas pilihan orang yang berpuasa. Ia punya keharusan untuk mandi wajib (mandi junub) jika ia melihat yang basah adalah air mani. Jika ia mimpi basah setelah shalat shubuh dan ia mengakhirkan mandi junub sampai waktu zhuhur, maka itu tidak mengapa.

Begitu p**a jika ia berhubungan intim dengan istrinya di malam hari dan ia tidak mandi kecuali setelah masuk Shubuh, maka seperti itu tidak mengapa. Mengenai hal ini diterangkan dalam hadits yang shahih bahwa Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam pernah masuk Shubuh dalam keadaan junub karena sehabis berhubungan intim dengan istrinya. Kemudian beliau mandi junub dan masih tetap berpuasa.

Begitu p**a wanita haidh dan nifas, jika mereka telah suci di malam hari dan ia belum mandi melainkan setelah masuk Shubuh, maka seperti itu tidak mengapa. Jika mereka berpuasa, puasanya tetap sah. Namun tidak boleh bagi mereka-mereka tadi menunda mandi wajib (mandi junub) dan menunda shalat hingga terbit matahari. Bahkan mereka harus menyegerakan mandi wajib sebelum terbit matahari agar mereka dapat mengerjakan shalat tepat pada waktunya.

Sedangkan bagi kaum pria, ia harus segera mandi wajib sebelum shalat Shubuh sehingga ia bisa melaksanakan shalat secara berjama’ah. Sedangkan untuk wanita haidh dan nifas yang ia suci di tengah malam (dan masih waktu Isya’, pen), maka hendaklah ia menyegerakan mandi wajib sehingga ia bisa melaksanakan shalat Maghrib dan Isya’ sekaligus di malam itu. Demikian fatwa sekelompok sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Begitu p**a jika wanita haidh dan nifas suci di waktu ‘Ashar, maka wajib bagi mereka untuk segera mandi wajib sehingga mereka bisa melaksanakan shalat Zhuhur dan Ashar sebelum tenggelamnya matahari.

Wallahu waliyyut taufiq.

24/12/2015

Hukuman Bagi Orang Yang Memutuskan Tali Silaturahmi

Menurut Rasulullah SAW, Allah SWT akan melapangkan rezeki orang yang s**a menyambung tali silaturahim. Allah juga akan memanjangkan umur kepadanya .

Imam Ali as. meriwayatkan dalam sebuah hadist, “Barangsiapa yang mengambil tanggung jawab atas suatu perkara, aku akan menjamin baginya empat perkara. Barangsiapa bersilaturahim, umurnya ak
an dipanjangkan, kawan-kawannya akan cinta kepadanya, rezekinya akan dipalangkan, dan ia aman masuk ke dalam surga. (Kanzul ‘Ummal). ''Juga Muhammad Baqir as. pernah mendapat wasiat dari ayahnya (Imam Zainul Abidin, as). Ia (kata Baqir) telah berwasiat kepadaku, “Janganlah duduk bersama lima jenis manusia. Jangan berbicara kepada mereka, bahkan jangan berjalan bersama mereka, meskipun tidak disengaja.

>Pertama, Orang Fasik.
Karena ia akan menjualmu hanya untuk sesuap makanan.

>Kedua, Orang Bakhil.
Karena ia akan memutuskan hubungan di saat kita kita memerlukan.

>Ketiga, Pembohong.
Karena ia akan menipumu. Karena ia akan senantiasa menipumu.

>Keempat, Orang Bodoh.
Karena ia berkeinginan memberikan manfaat bagimu, namun karena kebodohannya, ia jutru merugikanmu.

>Kelima, Orang yang memutuskan tali silaturahim.
Karenanya, janganlah berdekatan dengannya”.

Memutus tali silaturahim adalah sesuatu yang dilarang oleh agama Islam. Dalam Q.S an-Nisa’: 1, Allah berfirman, “Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-namaNya, kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan silaturahim.”

Dalam kitab Ahkam al-Qur’an-nya, Ibnu al-Arabi menafsirkan ayat ini dengan: "Takutlah kepada Allah untuk berdosa kepada-Nya dan takutlah untuk memutus tali silaturahim".

Dari Abdullah bin Abi Aufa r.a. berkata, ketika sore hari pada hari Arafah, pada waktu kami duduk mengelilingi Rasulullah saw, tiba-tiba beliau bersabda, “Jika di majelis ini ada orang yang memutuskan silaturahim, silahkan berdiri, jangan duduk bersama kami.”

Dan ketika itu, diantara yang hadir hanya ada satu yang berdiri, dan itupun duduk di kejauhan. Dan dalam waktu yang tidak lama, ia kemudian duduk kembali. Rasulullah bertanya kepadanya,”Karena diantara yang hadir hanya kamu yang berdiri, dan kemudian kamu datang dan duduk kembali, apa sesungguhnya yang terjadi? Ia kemudian berkata, “Begitu mendengar sabda Engkau, saya segera menemui bibi saya yang telah memutuskan silaturahim dengan saya. Karena kedatangan saya tersebut, ia berkata, “Untuk apa kamu datang, tidak seperti biasanya kamu datang kemari.” Lalu saya menyampaikan apa yang telah Engkau sabdakan. Kemudian ia memintakan ampunan untuk saya, dan saya meminta ampunan untuknya (setelah kami berdamai, lalu saya datang lagi ke sini).Lalu...Rasulullah bersabda, “Kamu telah melakukan perbuatan yang baik, duduklah, rahmat Allah tidak akan turun ke atas suatu kaum jika di dalamnya ada orang yang memutuskan silaturahim.” Rasulullah pernah bersabda,”Tidak ada satu kebaikanpun yang pahalanya lebih cepat diperoleh daripada silaturahim, dan tidak aka satu dosapun yang adzabnya lebih cepat diperoleh di dunia, disamping akan diperoleh di akherat, melebihi kezaliman dan memutuskan tali silaturahim.”

Dalam sebuah riwayat lain, dari Anas r.a, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang s**a dilapangkan rezekinya dan dilamakan bekas telapak kakinya (dipanjangkan umurnya), hendaknya ia menyambung tali silaturahim.

Rasulullah ditanya oleh seorang sahabat, "Wahai Rasulullah kabarkanlah kepadaku amal yang dapat memasukkan akan ke surga". Rasulullah menjawab; "Engkau menyembah Allah, jangan menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu, engkau dirikan shalat, tunaikan zakat dan engkau menyambung silaturahim". (HR. Bukhari).Dan yang terakhir, Rasulullah pernah berkata pada sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq r.a bahwa tiga perkara berikut ini benar adanya.

Pertama, barangsiapa yang dizalimi kemudian ia memaafkan, maka kemuliannya akan bertambah.

Kedua, barang siapa yang meminta-minta untuk meningkatkan hartanya, maka hartanya akan berkurang.

Ketiga, barangsiapa yang membuka pintu pemberian dan silaturahim, maka hartanya kan bertambah.Al-Qurthubi mengatakan, "Seluruh agama sepakat bahwa menyambung silaturahim wajib dan memutuskannya diharamkan".

Ibnu Abidin al-Hanafi mengatakan;"Menyambung silaturahim wajib meskipun hanya dengan mengucapkan salam, memberi hadiah, memberi pertolongan, duduk bareng, ngobrol, bersikap ramah dan berbuat baik.

Kalau seseorang yang hendak disilaturahim berada di lain tempat cukup dengan berkirim surat, namun lebih afdol kalau ia bisa berkunjung ke tempat tinggalnya". Orang yang menyambung silaturahim akan mendapat balasan di dunia berupa:

1. Mendapatkan ridho Allah SWT.

2. Membuat orang yang dikunjungi berbahagia. Hal ini amat sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Amal
yang paling utama adalah membuat seseorang berbahagia.”

3. Menyenangkan malaikat, karena malaikat juga sangat senang bersilaturahmi.

4. Disenangi oleh manusia.

5. Membuat iblis dan setan marah.

6. Memanjangkan usia.

7. Menambah banyak dan berkah rejekinya.

8. Membuat senang orang yang telah wafat. Sebenarnya mereka itu tahu keadaan kita yang masih hidup, namun mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka merasa bahagia jika keluarga yang ditinggalkannya tetap menjalin hubungan baik.

9. Memupuk rasa cinta kasih terhadap sesama, meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa kekeluargaan, mempererat dan memperkuat tali persaudaraan dan persahabatan.

10. Menambah pahala setelah kematiannya, karena kebaikannya (dalam hal ini, s**a bersilaturahim) akan selalu dikenang sehingga membuat orang lain selalu mendoakannya.

Dengan silaturahim yang teratur & terprogram dengan baik adalah bagian kunci suksesnya ukhuwah kita ini

14/10/2015

1. dakwah ini perkara memahamkan manusia, juga mengambil hatinya | tentang sayang pada sesama, dan menginginkan kebaikan pada mereka

2. disitu kekasaran tak mendapat tempat, disitu celaan tak bermanfaat | karena bila manusia sudah tidak s**a, dia cenderung menolak apapun

3. dakwah itu memahami, mengerti, bukan menekan dan menghakimi | memberikan solusi bukan mencaci, membimbing bukan menunjuk saja

4. dakwah itu bukan aku lebih baik darimu, bukan kamu salah aku benar | tapi ayo baik bersama-sama, aku dan kamu saling melengkapi

5. dakwah itu memberi keterangan pada manusia dengan bukti dan data | pada gilirannya Allah yang akan memberi hidayah, bukan kita

6. dakwah itu bukan "dengarkan aku!?", tapi aku akan dengarkan | bukan "kamu paham!?" tapi aku coba memahami

7. bila saja kita bisa lebih baik dalam berdakwah | mungkin ada lebih banyak manusia yang akan mengenal Allah

8. dan bisa jadi selama ini yang ditolak adalah kita, bukan Islamnya | jangan-jangan kita ini justru jadi penghalang manusia mengenal-Nya

9. duhai nikmatnya lisan yang bisa jadi penghantar hidayah | indahnya akhlak yang bisa jadi penenang hati dan teladan Islam

27/07/2014

"SEDIKIT NASEHAT UNTUK WANITA"

Hindari menyukai lelaki yang terlalu s**a memuji kecantikan fisik semata.
Karena kebanyakan lelaki demikian akan lebih mudah berpindah hati kepada yang lebih cantik.

Hindari menyukai lelaki yang kebiasaanya s**a merayu-rayu wanita.
Karena kebanyakan lelaki demikian hanya sebatas manis di bibir saja.

Hindari menyukai lelaki yang s**a memelototin bentuk tubuh wanita.
Karena kebanyakan lelaki demikian lebih mengedepankan hawa nafsu dibanding hatinya.

Hindari menyukai lelaki yang selalu banyak mengobral janji-janji manis.
Karena kebanyakan lelaki demikian akan begitu mudah untuk mengingkari janjinya.

Jika kaum wanita bisa menghindari diri dari buaian lelaki yang punya sifat demikian. Maka para wanita takkan mudah bergelut dalam kekecewaan.

Insyaallah..

22/07/2014

Ustadz Dhava
Allah Bersama Orang yang Sabar!

Sabar adalah satu sifat yang mulia. Dengan sifat sabar, kita bisa merubah lawan menjadi teman. Orang-orang yang sabar mempunyai keuntungan yang besar:
"Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan eolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.
Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar."
[Fushilat:34-35]

Allah menjanjikan surga kepada orang-orang yang sabar:
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang.
Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. "
[Ali Imran:133-134]

Ketika Abu Bakar tersinggung pada kerabatnya yang turut menyiarkan fitnah terhadap anaknya, Aisyah dan ingin menghentikan bantuan, turun ayat Allah yang melarang itu:
"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"
[An Nuur:122]

Memaafkan orang bisa mendapat pahala dan lebih utama:
"Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim."
[Asy Syuura:40]

"Tetapi orang yang bersabar dan mema’afkan, sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan." [Asy Syuura:43]

"Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Kuasa."
[An Nisaa’:149]

Kadang dalam rangka taushiyah/ dakwah orang sering berkata-kata buruk terhadap orang yang tidak sepaham. Padahal dalam surat Al Ashr kita diperintahkan untuk melakukannya dengan cara yang baik dan dengan kesabaran:
"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran."
[Al Ashr:3]

Allah tidak s**a dengan orang yang s**a mencaci orang lain:
"Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
[An Nisaa’:148]

Allah cinta dan bersama dengan orang-orang yang sabar:
"Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."
[Al Anfaal:46]

Allah menyuruh kita sabar dan melarang kita marah meski kita dalam keadaan benar. Lihat bagaimana Allah mengecam Nabi Yunus yang marah kepada ummatnya yang jelas-jelas kafir:
"Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya).“
[Al Qalam:48]

Menjadi orang yang sabar memang sulit. Sangat sulit.
Mudah-mudahan Allah SWT memberi kekuatan bagi kita hingga bisa jadi orang yang sabar dan dekat denganNya.
Di bawah adalah doa agar diberi Allah kesabaran dan wafat dengan akhir yang baik (Husnul Khatimah) di mana kita bukan hanya dicintai Allah, tapi juga manusia:
“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri kepada-Mu” [Al A'raaf 126]

Wallahu'alam

08/07/2014

Buat yg pacaran nih :D
Kalau si dia ngomong "Kita coba jalanin aja dulu yuk"
Nah loh meyakinkan dirinya sendiri mencintaimu aja nggak bisa, apalagi meyakinkanmu?

Kalau si dia ngomong "Kalau sudah tiba masanya, aku pasti ke orangtuamu"
Terus nanti kalau udah tiba masanya (bertahun-tahun p**a), orangtuamu nggak setuju? mau apa?

Kalau si dia ngomong "Sabar, kita lagi penjajakan"
Iya, dia anggep kamu gunung kali ya? abis dijajaki, sampe puncak, dinikmati, ditinggalin..

Kalau si dia ngomong "Kita masih muda, belum saatnya ngomong nikah"
Udah tau masih muda, adegannya mau kayak dewasa mulu..

Kalau si dia ngomong "Nikah itu nggak main-main, perlu pemikiran serius"
Widih bener banget, nikah itu serius, pacaran itu main-main.. tau aja dia..

~~~~~~~~~
Mumpung lagi bukan ramadhan setan lagi di belenggu dan mulailah pendekatan sama Allah Swt

sayang deh, udah susah, capek, haus, laper ngumpul pahala , malah dihabisin sama maksiat pacaran.. yahh..

Want your school to be the top-listed School/college in Serang?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Culinary Team

Attire

Website

Address


Jl. Raya Karang Bolong KM. 139
Serang
42167