04/03/2025
Muhammad Iqbal
Muhammad Iqbal merupakan penyair, politisi, dan filsuf abad ke-20 yang lahir di Sialkot, Punjab, India (sekarang Pakistan) pada 9 November 1877. Ia dianggap salah satu tokoh terpenting dalam sejarah sastra Urdu dan Persia, dengan karya-karya sastra yang ditulis baik dalam bahasa Urdu maupun Persia.
Iqbal berasal dari keluarga sederhana yang taat beragama. Ayahnya seorang pedagang kecil yang mendorong anaknya untuk menghafal Al-Quran dan belajar ilmu agama. Iqbal menempuh pendidikan dasar dan menengah di Sialkot, lalu melanjutkan studi di Lahore dan mendapatkan gelar sarjana dalam bidang filsafat, bahasa Inggris, dan sastra Arab pada tahun 1899.
Pada tahun 1905, Iqbal mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi ke Eropa. Ia belajar hukum di Trinity College, Cambridge, dan mendapatkan gelar Bachelor of Arts pada tahun 1906. Ia juga belajar filsafat di Universitas Munich, Jerman, dan mendapatkan gelar doktor pada tahun 1908 dengan disertasi berjudul The Development of Metaphysics in Persia. Selama di Eropa, Iqbal terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran filsuf Barat seperti Aristoteles, Goethe, dan Nietzsche, serta penyair-penyair Persia seperti Rumi dan Hafiz.
Iqbal juga tokoh penting dalam gerakan kemerdekaan India dari penjajahan Inggris. Pada tahun 1930, ia menyampaikan pidato kepresidenannya di sesi Liga Muslim India di Allahabad, di mana ia mengusulkan gagasan pembentukan sebuah negara Muslim terpisah di India Barat Laut. Gagasan ini kemudian dikenal sebagai Teori Dua Negara yang menjadi dasar bagi berdirinya Pakistan pada tahun 1947.
Iqbal meninggal dunia pada 21 April 1938 di Lahore akibat penyakit jantung. Ia dimakamkan di dekat Masjid Badshahi dengan upacara kenegaraan. Ia meninggalkan warisan berupa pemikiran-pemikiran yang menginspirasi banyak generasi Muslim di seluruh dunia. Ia dikenang sebagai Shair-e-Mashriq (Penyair dari Timur), Mufakkir-e-Pakistan (Pemikir Pakistan), dan Hakeem-ul-Ummat (Bijaksana Umat).