Jaringan Intelektual Ciwaru

Jaringan Intelektual Ciwaru "Local Excellence, Global Influence"

Keluarga JIC Institute mengucapkan:Selamat dan sukses atas gelar Sarjananya. Semoga ilmu yang didapat berkah bermanfaat ...
26/06/2025

Keluarga JIC Institute mengucapkan:

Selamat dan sukses atas gelar Sarjananya. Semoga ilmu yang didapat berkah bermanfaat untuk agama dan bangsa.

Gerakan Mahasiswa: Mengapa Cenderung Vakum?Vakumnya gerakan mahasiswa merupakan gejala struktural sekaligus kultural. Be...
27/04/2025

Gerakan Mahasiswa: Mengapa Cenderung Vakum?

Vakumnya gerakan mahasiswa merupakan gejala struktural sekaligus kultural. Benturan kompleks antara struktur kekuasaan, dinamika pasar, budaya digital, dan psikologi generasi. Bukan hanya soal aksi massa, tapi juga produksi pengetahuan, pengorganisiran komunitas, dan konsolidasi ideologi.

Konten berikut merupakan analisis komprehensif dengan pendekatan multidisipliner dalam membaca fenomena tersebut.
________________
Jawara Intellectual Community
"Local Excellence, Global Influence"

📲Follow us Instagram:

•Rached Ghannouchi: Muslim Demokrat dari TunisiaSaat dunia Islam sering distereotipkan tak ramah terhadap demokrasi, nam...
11/04/2025

•

Rached Ghannouchi: Muslim Demokrat dari Tunisia

Saat dunia Islam sering distereotipkan tak ramah terhadap demokrasi, nama Rached Ghannouchi muncul sebagai pengecualian penting. Ia bukan hanya pemikir Islam, tapi juga arsitek demokrasi pasca revolusi Tunisia—satu-satunya negara yang berhasil menyusun demokrasi relatif stabil setelah Arab Spring.

Di tengah tantangan otoritarianisme, radikalisme, dan sekularisme yang keras kepala, Ghannouchi memilih jalan tengah yang pelik: membangun Muslim Democracy. Sebuah upaya untuk mengharmonikan iman dan kebebasan, syariah dan konstitusi, identitas Islam dan kewarganegaraan modern.

Langkah-langkah Ennahda—yang dipimpinnya—sering dianggap terlalu kompromistis oleh Islamis, dan terlalu ‘Islamis’ bagi kaum sekuler. Tapi di situlah pentingnya peran Ghannouchi: menjaga ruang tengah tetap hidup. Di tengah politik dunia Islam yang penuh kutub ekstrem, ia jadi jembatan yang nyaris sendirian.

Kini Ghannouchi kembali ditahan oleh rezim despot di Tunisia. Tapi pemikirannya jauh lebih kuat dari sel penjara. Buku On Muslim Democracy (2023), yang ia tulis bersama akademisi Andrew March, menjadi testamen pemikiran politik Islam yang terbuka, reflektif, dan relevan untuk masa depan.

Kisah Ghannouchi mengingatkan kita bahwa demokrasi tak tumbuh di ruang hampa. Ia butuh iman yang matang, perdebatan yang jujur, dan keberanian untuk tidak nyaman. Sebab jalan tengah bukan zona nyaman, tapi medan tempur paling sulit dalam politik.

•LebaranSaudaraku, adakah saat yang paling dirindukan para pengembara selain menemukan momen kepulangan? Fakta keterlemp...
30/03/2025

•
Lebaran

Saudaraku, adakah saat yang paling dirindukan para pengembara selain menemukan momen kepulangan? Fakta keterlemparan manusia dari "langit suci" dan kebertualangan dari asal tumpah darah membuat sukmanya senantiasa resah-gelisah, merindukan luang berpulang ke rahim Ilahi dan kampung halaman.

Kesibukan mengejar kebutuhan dan kesenangan duniawi bisa membuat orang lupa diri sebagai perantau. Al-Ghazali mengibaratkan "materi" itu laksana kuda tunggangan bagi jiwa dalam pengembaraan jati dirinya. Sang jiwa harus memenuhi kebutuhan tunggangannya agar bisa mencapai tujuan. Namun, jika terlalu banyak menyita masa untuk memberi makan dan mengaguminya, sang jiwa mengantuk, tercecer di perjalanan, tak mencapai tujuan kepulangan.

Jeda puasa diharapkan bisa membuat sang jiwa siuman kembali. Buah dari kekhusyukan ibadah dan amal saleh adalah membersihkan kembali cermin hati, alat pemancar roh Ilahi. Hati yang bersih bisa memantulkan kembali cahaya Tuhan dan tumpuan manusia mengaca diri. Dengan mengaca diri, manusia bisa mengenali siapa dirinya; dari mana berasal dan ke mana berpulang.

–Yudi Latif, Mudik Lebaran

•Mata Air KeteladananAda keluhan panjang dan luas tentang krisis keteladanan. Banyak orang meratapi ketiadaan panutan di...
06/03/2025

•
Mata Air Keteladanan

Ada keluhan panjang dan luas tentang krisis keteladanan. Banyak orang meratapi ketiadaan panutan di tengah masyarakat, sebagai mercusuar di kegelapan. Sejauh ini, kita gagal mentransmisikan kisah keteladanan para "pahlawan" bangsa, baik yang sudah meninggal maupun yang masih hidup. Pelajaran sejarah menyempit menjadi sejarah (tahun) peperangan dan silsilah kerajaan, tidak membantu menemukan mutiara "pesan moral" yang terpendam dalam lumpur sang waktu. Pelajaran moral Pancasila diajarkan lewat butir-butir hafalan yang menjemukan, kehilangan impresi yang bisa menggugah nurani.

Dengan demikian, kita mengalami kemiskinan wahana untuk mencetak nilai-nilai luhur bangsa yang diidamkan menjadi karakter bangsa. Istilah karakter berasal dari bahasa Yunani/Latin, "kharassein"/ "kharaktĂŞr", yang berarti tulisan, lukisan, cetakan, atau pahatan. Singkat kata, karakter adalah lukisan sang jiwa; ia adalah cetakan dasar kepribadian seseorang/sekelompok orang, yang terkait dengan kualitas-kualitas moral, integritas, ketegaran serta kekhasan potensi dan kapasitasnya, sebagai hasil dari suatu proses pembudayaan dan pelaziman (habitus).

–Yudi Latif, dalam buku "Mata Air Keteladanan"

Merawat Ide RepublikIde Republik bukan semata-mata sebagai instalasi politik teknis, tetapi sebagai struktur percakapan ...
04/03/2025

Merawat Ide Republik

Ide Republik bukan semata-mata sebagai instalasi politik teknis, tetapi sebagai struktur percakapan etis. Di dalam Republik, suasana percakapan publiklah yang lebih utama ketimbang fasilitas-fasilitas politiknya (partai, pengadilan, birokrasi).

Di dalam Republik-lah manusia menyelenggarakan dirinya sebagai "zoon politicon", merundingkan kepentingan bersama, memutuskan keadilan dan mendistribusikan kebutuhan dasar. Proses ini mengandalkan kebebasan dan kesetaraan. Itulah sifat publik dari politik.

Dengan kata lain, intervensi nilai-nilai personal ke dalam ruang publik tidak boleh terjadi. Nilai personal, pandangan moral komunal, harus dikonversi ke dalam tata bahasa politik publik bila ingin diajukan sebagai proposal publik. Artinya, keterbukaan dan kesetaraan di dalam Republik hanya mengandalkan diskursus rasio publik. Dan sifat diskursus itu adalah falibilis, bukan absolutis.

Di dalam republik, "kebenaran" disirkulasikan dengan pikiran, dan bukan dengan keyakinan. Itulah sebabnya "kebenaran" dapat dibatalkan dengan argumen, dan bukan dipertahankan dengan kekerasan. Spekulasi epistemologis bahwa kebenaran itu harus satu, dan karena itu politik harus menjadi absolut, pernah membawa politik kita ke dalam sistem otoritarianisme.

Why Nations FailJika bertanya mengapa suatu negara gagal dan terperangkap dalam kubangan kemiskinan? Setidaknya terdapat...
04/03/2025

Why Nations Fail

Jika bertanya mengapa suatu negara gagal dan terperangkap dalam kubangan kemiskinan?

Setidaknya terdapat empat argumen dominan yang dapat menjelaskan pertanyaan di atas. Yang pertama, adalah argumen geografi. Menurut argumen ini, bahwa perbedaan besar antara negara kaya dan miskin diciptakan oleh perbedaan geografis. Argumen ini pertama kali dicetuskan oleh filsuf Prancis Montesquieu.

Selain argumen geografi, argumen budaya juga menjadi salah satu jawaban bagi pertanyaan besar di atas. Secara umum argumen budaya menyatakan bahwa atribut budaya tertentu seperti etika, halangan budaya, dan agama menjadi faktor penyebab bagi kurang produktifnya sebuah masyarakat. Salah satu pencetus argumen ini adalah Max Weber.

Selain faktor budaya, salah satu argumen dominan dalam menjelaskan ketimpangan kemakmuran adalah argumen “ignorance” di mana ketidaksetaraan dunia disebabkan oleh ketidakmampuan para pemimpin untuk membuat negara-negara miskin menjadi kaya. Argumen ini menyatakan bahwa negara-negara miskin menjadi miskin karena mereka memiliki banyak kegagalan dalam mengatur negara mereka.

Dalam buku ini Daron Acemoglu dan James Robinson menyatakan alasan sebenarnya di balik perangkap kemiskinan terletak pada peran lembaga-lembaga politik dan ekonomi.

Memaknai PancasilaDalam kehidupan suatu bangsa, kepahitan sejarah harus meratakan jalan bagi pencarian kesejatian makna ...
04/03/2025

Memaknai Pancasila

Dalam kehidupan suatu bangsa, kepahitan sejarah harus meratakan jalan bagi pencarian kesejatian makna bernegara. Bahwa negara ini didirikan untuk meraih kebahagiaan, yang kepenuhan maknanya bisa diisi dengan jalan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Untuk itu, kita perlu keseimbangan antara nalar bernegara dan rasa berbangsa. Pertama-tama, politik kenegaraan harus dijalankan menurut penalaran (reason) yang diformulasikan dalam ideologi. Tata kelola negara menurut dasar filosofi Pancasila yang menjadi ideologi negara memerlukan ”pikiran yang sedalam-dalamnya”.

Oleh karena itu, perwujudan kesaktian Pancasila memerlukan usaha mencerdaskan kehidupan bangsa. Apalagi kerakyatan (demokrasi) yang diidealisasikan oleh Pancasila, juga ”kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan”, yang memerlukan daya-daya deliberatif dan argumentatif.

Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal merupakan penyair, politisi, dan filsuf abad ke-20 yang lahir di Sialkot, Punjab, India (s...
04/03/2025

Muhammad Iqbal

Muhammad Iqbal merupakan penyair, politisi, dan filsuf abad ke-20 yang lahir di Sialkot, Punjab, India (sekarang Pakistan) pada 9 November 1877. Ia dianggap salah satu tokoh terpenting dalam sejarah sastra Urdu dan Persia, dengan karya-karya sastra yang ditulis baik dalam bahasa Urdu maupun Persia.

Iqbal berasal dari keluarga sederhana yang taat beragama. Ayahnya seorang pedagang kecil yang mendorong anaknya untuk menghafal Al-Quran dan belajar ilmu agama. Iqbal menempuh pendidikan dasar dan menengah di Sialkot, lalu melanjutkan studi di Lahore dan mendapatkan gelar sarjana dalam bidang filsafat, bahasa Inggris, dan sastra Arab pada tahun 1899.

Pada tahun 1905, Iqbal mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi ke Eropa. Ia belajar hukum di Trinity College, Cambridge, dan mendapatkan gelar Bachelor of Arts pada tahun 1906. Ia juga belajar filsafat di Universitas Munich, Jerman, dan mendapatkan gelar doktor pada tahun 1908 dengan disertasi berjudul The Development of Metaphysics in Persia. Selama di Eropa, Iqbal terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran filsuf Barat seperti Aristoteles, Goethe, dan Nietzsche, serta penyair-penyair Persia seperti Rumi dan Hafiz.

Iqbal juga tokoh penting dalam gerakan kemerdekaan India dari penjajahan Inggris. Pada tahun 1930, ia menyampaikan pidato kepresidenannya di sesi Liga Muslim India di Allahabad, di mana ia mengusulkan gagasan pembentukan sebuah negara Muslim terpisah di India Barat Laut. Gagasan ini kemudian dikenal sebagai Teori Dua Negara yang menjadi dasar bagi berdirinya Pakistan pada tahun 1947.

Iqbal meninggal dunia pada 21 April 1938 di Lahore akibat penyakit jantung. Ia dimakamkan di dekat Masjid Badshahi dengan upacara kenegaraan. Ia meninggalkan warisan berupa pemikiran-pemikiran yang menginspirasi banyak generasi Muslim di seluruh dunia. Ia dikenang sebagai Shair-e-Mashriq (Penyair dari Timur), Mufakkir-e-Pakistan (Pemikir Pakistan), dan Hakeem-ul-Ummat (Bijaksana Umat).

Malek Bennabi"Era kebangkitan kaum Muslimin membutuhkan tingkat spiritualitas yang tinggi, dan salah satu ciri dari spir...
04/03/2025

Malek Bennabi

"Era kebangkitan kaum Muslimin membutuhkan tingkat spiritualitas yang tinggi, dan salah satu ciri dari spiritualitas itu adalah pengorbanan, daya tahan, dan kesabaran, serta—saat yang sama—memerhatikan detail. Di antara seluruh pemeluk Islam yang ada di dunia ini, orang Indonesia yang mempunyai syarat itu. Bangsa Indonesia dalam lanskap sejarah kebangkitan Islam modern dewasa ini akan menjadi sandaran spiritual dunia Islam."
—Malek Bennabi

Malek Bennabi (1905-1973 M) merupakan salah satu pemikir kontemporer yang sangat menonjol di dunia Islam. Bahkan, jika dikaitkan dengan konsep sejarah dan peradaban, ia dapat ditempatkan sebagai pemikir Muslim terpenting setelah Ibn Khaldun (1332-1406).

Di Perancis dan Aljazair, Bennabi memulai karier sebagai penulis. Pada periode 1948-1955 ia aktif menulis buku yang melejitkan namanya. Beberapa di antaranya buku tentang syarat-syarat renaisans kebudayaan berjudul Les conditions de la renaissance (1949) dan La Vocation de l’Islam (1954).

Pokok pikiran Bennabi berputar soal peradaban manusia pada umumnya dan peradaban Islam pada khususnya. Iklim reformasi Ben Badis di Aljazair menjadi latar belakang mengapa ia mengajukan tesis mengenai renaisans untuk negerinya. Setidaknya, bacaan jelinya atas intelektual klasik Afrika utara yang berpengaruh, Ibn Khaldun, diiringi dengan filsafat Nietzsche dan karya-karya sejarah Arnold Toynbee, menjadi pemandu dalam membaca realitas kebudayaan dan sosiologi muslim.

Address

Jl. Ciwaru Raya, Cipare, Kec. Serang
Serang
42117

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jaringan Intelektual Ciwaru posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share