Komplek Imam al-Muslim Pondok Pesantren Al-Fathaniyah

Komplek Imam al-Muslim Pondok Pesantren Al-Fathaniyah

Share

Komplek al-Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi Pondok Pesantren Al-Fathan

14/03/2021

[🍃`KETIKA SAHABAT UMAR BIN KHATTAB MENANGIS
=====================================

Sahabat Umar bin Khattab merekam pengalaman mengharukan ketika berkunjung ke rumah Rasululah SAW.
Umar menyaksikan pemimpin agung yang sangat dimuliakan itu sedang terbaring di atas tikar kasar nan rusak.

Kesedihan Sayidina Umar bertambah ketika tekstur tikar usang itu membekas di punggung Nabi. Di hadapan Rasulullah, "Singa Padang Pasir" ini pun menumpahkan air matanya.

"Apa yang menyebabkan Engkau menangis, wahai Umar?" tanya Rasulullah.

“Bagaimana saya tidak menangis, Kisra (Raja Kisra dari Persia) dan Kaisar duduk di atas singgasana bertatakan emas,” sementara tikar ini telah menimbulkan bekas di tubuhmu, ya Rasulullah. Padahal engkau adalah kekasih-Nya,” jawab Umar.

Rasulullah kemudian menghibur Umar, beliau bersabda: “Mereka adalah kaum yang kesenangannya telah disegerakan sekarang juga, dan tak lama lagi akan sirna, tidakkah engkau rela mereka memiliki dunia sementara kita memiliki akhirat…?”

Beliau, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melanjutkan lagi, “Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang bepergian di bawah terik panas. Dia berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian pergi meninggalkannya.”

Hati Sahabat Umar bergetar mendengar jawaban tersebut. Sayidina Umar bersyukur menjadi saksi hidup tentang kebesaran dan kemuliaan pribadi Rasulullah SAW, manusia terpilih yang sangat dihormatinya itu.
-

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩

07/03/2021

*۞ﺑِﺴۡـــﻢِ ﭐﻟﻠّٰﻪِ ﭐﻟﺮَّﺣۡـﻤَـٰﻦِ ﭐﻟﺮَّﺣِـــﻴْﻢ۞*

SEJARAH SHOLAWAT QOTADAH

Pada perang Uhud, umat muslim awalnya mendapatkan kemenangan.
Namun, karena kaum muslim tidak mengindahkan perintah Rasulullah SAW, akhirnya pada perang Uhud kaum muslim dapat terpukul mundur.
Banyak para sahabat yang syahid serta terluka.
Rasulullah SAW terkepung musuh, dahi dan bibir beliau terluka serta mengeluarkan darah.

Qatadah bin Nu’man yang melihat hal itu, segera mendekati Rasulullah SAW.
Qatadah yang berani langsung memosisikan dirinya sebagai tameng Rasulullah, dengan busur pemberian Rasulullah ia melawan musuh dengan gagah berani.
Qatadah bin Nu’man atau dengan nama asli Abdul Khatib termasuk kaum Anshar.
Qatadah sering kali mengikuti perang bersama Rasulullah dan kaum muslim lainnya.

Setelah perang Uhud usai banyak para sahabat yang terluka termasuk Qatadah. Sebuah anak panah mengenai matanya saat ia melindungi Rasulullah SAW. Anak panah itu menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.
Mata Qatadah terburai keluar hingga ia memegangnya dengan telapak tangannya.
Darahnya pun terus mengucur.
Keluarganya sangat sedih melihat penderitaan Qatadah.

“Qatadah, ijinkan kami mencari tabib agar ia memotong saja bola matamu,” kata keluarga Qatadah.
Qatadah ikhlas andai seterusnya matanya buta.
“Lagi p**a, tabib mana yang sanggup mengobati matamu? Engkau akan buta dengan luka seperti itu,” kata mereka lagi.

Kabar mengenai sakitnya Qatadah terdengar oleh Rasulullah SAW.
Lalu Rasulullah mengutus seseorang untuk memanggil Qatadah.

“Wahai Qatadah, Rasulullah telah mendengar perihal sakit yang engkau derita. Beliau memintamu untuk datang menghadap,” kata utusan tersebut.

“Baiklah aku akan datang menemui Rasulullah SAW,” jawab Qatadah. Ia pun segera berangkat menuju kediaman Rasulullah.

“Assalamu’alaikum, wahai Rasulullah…,” sapa Qatadah.
“Wa’alaikumsalam, wahai sahabatku. Kemarilah!”

Qatadah masuk dengan memegangi salah satu bola matanya yang menggelantung keluar.
Saat melihatnya, Rasulullah menangis dan berdo'a untuk Qatadah,

“Ya Allah, sesungguhnya Qatadah telah melindungi wajah Rasul-Mu dengan wajahnya sendiri. Maka jadikanlah mata yang terluka itu lebih baik dan lebih tajam dari mata satunya,”

“Kemarilah, sahabatku. Mendekatlah kepadaku,” kata Rasulullah SAW.
Qatadah menurut. Ia meringsut mendekati Rasulullah SAW.
Lalu Rasulullah SAW memegang bola mata Qatadah, lalu memasukan kembali bola mata Qatadah yang terburai tersebut ke dalam pelupuknya.

Subhanallah.....
Atas ijin Allah. Seketika itu, mata Qatadah sembuh seperti semula, seolah tidak pernah terluka.
Allah telah memberikan mukjizat-Nya kepada Rasulullah. Dokter mana pun tidak akan mampu melakukannya.
Qatadah sangat senang karena matanya telah sembuh, bahkan penglihatan Qatadah lebih baik dari sebelumnya.

SHOLAWAT QATADAH

* Dibaca setiap pagi 10 x
* Lalu tiupkan di kedua ibu jari
* Lalu usapkan di kedua mata kita

Fadhilah nya insya Allah penglihatan mata kita selalu terpelihara sampai hari tua dan terhindar dari penyakit mata,
Insya Allah
Dgn Berkah Rasulullah dan Berkah Sholawat kepada Rasulullah.


💖 اللهم صل على سيدنامحمد وعلى ال سيدنامحمد 💖

17/02/2021

FUNGSI DAN KEWAJIBAN NEGARA

Dalam "halaqah", pengajian/diskusi melingkar di Fahmina, pada suatu hari, aku lupa tanggalnya, aku ditanya soal fungsi dan kewajiban negara dalam Islam.

Aku menjawab begini:

1. Negara didirikan, diadakan atau dibentuk sebagai wadah bagi warganya untuk memeroleh kesejahteraan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Dan itu untuk semua warga negara/rakyatnya, bukan untuk sebagian besar atau sebagian kecil rakyat.

2. Para pengelola negara adalah para pelayan bagi seluruh warga negara. Untuk tugas dan jasanya itu mereka diberikan upah yang sesuai dengan fungsi dan pekerjaannya itu.

3. Pengelola negara (pemerintahan) oleh karena itu wajib bersikap netral, imparsial dan bertindak adil kepada seluruh warganya, apapun agama/kepercayaannya atau identitas primordial lainnya.

4. Tugas dan kewajiban mereka adalah menjaga, melindungi dan menyediakan/memfasilitasi ruang aman dan tenteram bagi semua, bukan bagi sebagian besar atau apalagi sebagian kecil warganya dan tidak untuk memiskinkan, mendiskriminasi, menyingkirkan atau menyengsarakan mereka.

5. Dalam rangka itu p**a, negara tidak hanya wajib menyediakan tempat untuk didiami warganya dan tidak p**a sekedar menjadi ruang untuk mempertemukan manusia dengan manusia lainnya di sana, tetapi lebih dari ia juga hadir untuk memerdekakan semua manusia dari belenggu kezaliman (ketidakadilan) serta menjamin persahabatan dan persaudaraan kebangsaan dan kemanusiaan.

Salah seorang mahasiswa yang ikut dalam halaqah ini bertanya, apakah ada dalil atau dasar untuk pandangan ini?. Aku menjawab : Ya. "Shahifah al-Madinah"/ "Mitsaq al-Madinah"/ "Dustur al-Madinah", Piagam Madinah/Konstitusi Madinah.

6. Piagam Madinah merupakan landasan konstitusi sekaligus pengikat nilai dan norma yang ada dalam masyarakat Madinah (Nation State Madinah). Penyusunan naskah Piagam Madinah juga melibatkan seluruh komponen masyakat Madinah saat itu. Nabi memimpin penyusunan piagam ini. maka Di idalamnya sarat nilai-nilai demokrasi. Nilai-nilai demokrasi yang terkandung di dalam Piagam Madinah ini antara lain; persamaan, kebebasan, hak asasi manusia, musyawarah, dan toleransi.

16. 02.2021
HM

30/01/2021

"Islam itu agama yang penuh dengan kasih sayang, karena itu berprasangka, menuduh orang munafik, mengkafirkan orang, tidak boleh. Apalagi sesama muslim". (KH. Matin Syarkowi, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fathaniyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang)

______________________

21/01/2021

THE GOLDEN RULE

Di dalam situasi karut marut kehidupan dunia, moralitas publik yang runtuh berantakan dan "kegilaan" sosial masif itu lalu kita harus bagaimana?. Kita yang waras harus berbuat apa?. Begitu pertanyaan banyak orang.

Para sufi dan masyarakat spiritual dari segala agama dan kepercayaan menyebut keadaan di atas sebagai kondisi masyarakat yang sedang kehilangan saling Kasih dan Cinta seraya amat tega dan seakan senang membiarkan orang lain menderita.

Oleh karena itu menurut mereka tak ada cara lain kecuali masing-masing kita menengok kembali ke pusat jiwa.

Agama dan etika spritual berharap sungguh-sungguh agar setiap kita melihat ke dalam diri untuk menemukan apa yang membuat kita tersakiti. Lalu kita melangkah tegap dengan menolak dalam keadaan apapun dan atas nama apapun untuk menimbulkan rasa sakit itu kepada orang lain.

The Golden Role mengatakan : "Jangan perlakukan orang lain dengan cara-cara yang engkau sendiri tidak menginginkan itu terjadi terhadap dirimu". Atau dalam redaksi positif : "Perlakukanlah orang lain sebagaimana engkau ingin diperlakukan".

Seorang guru bijak Cina, Konfusius ( 551-479 SM) saat ditanya ajaran yang perlu dijalani sepanjang hari dan setiap hari, menjawab : "tasamuh/toleransi" (tenggang rasa). Jangan pernah lakukan kepada orang lain apa-apa yang kau sendiri tidak ingin mereka lakukan terhadapmu. Atau dengan redaksi yang singkat : "lakukan yang terbaik untuk orang lain. Lakukan sikap altruistik".

15 abad lampau Nabi saw (w. 632 M) bersabda :

لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

"Seseorang belum beriman dengan baik, sampai dia mencintai orang lain seperti mencintai dirinya".

Dalam redaksi lain dari Abu Hurairah dikatakan :

وَأَحِبَّ لِلنَّاسِ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ تَكُنْ مُؤْمِنًا …

"Berikan dengan senang hati untuk orang lain, apa-apa yang kau senangi untuk dirimu, kau menjadi seorang yang beriman".

Hadits lain menyebutkan :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لأحدهم :
أَتُحِبُّ الْجَنَّةَ ؟ قُلْتُ : نَعَمْ، قَالَ : فَأَحِبَّ لِأَخِيكَ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ (رواه احمد)

Nabi mengatakan kepada salah seorang sahabatnya : "Apakah kau ingin masuk sorga?. Ia menjawab : "Benar". Nabi berkata : " Berikan dengan senang hati untuk sahabatmu apa saja yang engkau sendiri senang untuk dirimu".

MUQADDIMAH FATHU AL-QORIB AL-MUJIB 12/01/2021

NGAJI FATHU AL-QARIB AL-MUJIB

Qori' : Kiai Romli as-Samparwadi
Pembina Pondok Pesantren Al-Fathaniyah
Tengkele, Kota Serang Banten
09 Januari 2021

MUQADDIMAH FATHU AL-QORIB AL-MUJIB Kitab ini sangat populer di kalangan pesantren yang tersebar di nusantara. Kitab berjudul Fathul Qorib ini menjadi idola bagi santri pemula atau umat Islam y...

Al-Fathaniyah Official - YouTube 10/01/2021

AHLAN WA SAHLAN
CHANNEL YOUTUBE : AL-FATHANIYAH OFFICIAL

PONDOK PESANTREN AL-FATHANIYAH
TENGKELE SERANG BANTEN

Al-Fathaniyah Official - YouTube Pondok Pesantren Al-Fathaniyah, pada awalnya bernama Al-Ikhlas dengan lokasi hanya beberapa meter dari jalan raya, yaitu tepat berseberangan dengan penziarah...

Want your school to be the top-listed School/college in Serang?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Jalan Raya Pandeglang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) Gang. Pesantren RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong Kecamatan. Cipocok Jaya
Serang
42126