28/04/2021
Stephen R Covey di dalam bukunya “Principle Centered Leadership” menceritakan dalam penelitiannya ia menemukan bahwa para manager tingkat menengah di banyak perusahaan sulit untuk dimotivasi guna melakukan kerja-kerja pelayanan lebih untuk perusahaaan. Sedangkan, sejatinya tugas Covey adalah memotivasi dan menggerakkan mereka. Lalu apa yang dilakukannya?
Sebagai pendidik sekaligus juga pebisnis, dia kembali mengajak para manager ini melakukan pelatihan tingkat dasar. Kembali dibangun kesadarannya dari hal-hal dasar, misalnya kedisiplinan, kepedulian pada lingkungan kerja. Setelah itu Covey baru masuk ke tahapan pendidikan selanjutnya.
Pendidikan adalah jalan panjang, tidak bisa instan. Jika kita menemukan kegagalan, bukanlah hal yang memalukan untuk memulainya kembali dari awal. Ini juga yang kami temui di Haifa Montessori Islamic School Kota Serang Propinsi Banten.
Tahapan harus benar, adalah sebuah prinsip. Jika siswa menemui kesulitan, direktris harus kembali mempelajari hasil observasinya. Apakah ada tahapan yang terlewat, apakah ada tahapan yang sulit dilalui siswa? Jika salah, perbaiki, ulangi. Baru masuk pada tahapan selanjutnya.
Jika kita temui anak kesulitan di area bahasa, dengan berbagai kendala yang ditemukan anak, direktiris harus melihat kembali pada tahapan anak di area Practical Life dan Senorial nya. Perbaiki dan Ulangi. Itulah urgensinya observasi harian siswa.
Hidup ini adalah pendidikan, juga rangkaian pembelajaran. Jika gagal perbaiki dan ulangi.
Foto : Tio (6 Tahun) sudah lancara membaca dan berhitung. Siswa Montessori After School di Haifa Montessori Islamic School. Semangat yang dimilikinya luar biasa, setiap hari meminta diberikan soal Matematika dan selalu mengatakan “Aku s**a matematika”.
Haifa Montessori Islamic School
Info dan Pendaftaran : 0813 1569 5255