05/07/2013
"Info Matematika"
Konsep bilangan nol telah berkembang sejak zaman Babilonia dan Yunani kuno. pada saat itu bilangan nol diartikan sebagai ketiadaan dai sesuatu. konsep bilangan nol dan sifat-sifatnya terus berkembang dari waktu ke waktu.
hingga pada abad ke-7, Brahmagupta (Seorang matematikawan asal India) memperkenalkan beberapa sifat bilangan nol. sifat-sifat tersebut adalah suatu bilangan apabila dijumlah kan dengan nol hasilnya tetap, demikian p**a apabila sebuah bilangan dikalikan dengan nol akan menjadi nol. akan tetapi, Brahmagupta menemui kesulitan dan cenderung kearah yang salah, ketika berhadapan dengan pembagian oleh bilangan nol. hal ini terus menjadi topik penelitian pada saat itu, bahkan sampai 200 tahun kemudian. misalnya tahun 830 M, Mahavira, matematikawan asal India, mempertegaskan hasil-hasil brahmagupta.
Mahavira menyatakan bahwa sebuah bilangan dibagi nol hasilnya tetap. ini suatu pernyataan yang salah. akan tetapi, hal ini tetpa harus dihargai untuk ukuran saat itu.
ide-ide brilian dari matematikawan India selanjutnya dipelajari oleh matematikawan muslim dan Arab. hal ini terjadi pada tahap-tahap awal ketika matematikawan Al-Khawarizmi meneliti sistem perhitungan Hindu (India) yang menggambarkan sistem nilai tempat dari bilangan yang melibatkan bilangan 0,1,2,3,4,5,6,7,8 dan 9.
Al-kwarizmi merupakan orang yang pertama kali memperkenalkan penggunaan bilangan nol sebagai nilai tempat dalam bass sepuluh. sistem ini disebut sebagai sistem bilangan desimal.