17/02/2021
Abuya Ahmad Muhtadi bin Dimyati al_Bantani
Merupakan sosok ulama Muslim Indonesia yang berpengaruh dari Banten. Beliau lahir pada 26 Desember 1953. Beliau merupakan anak pertama yang lahir dari pasangan KH. Ahmad Dimyati dan Nyai Asma Binti KH. Abdul Halim al-Makky. Pendidikan agama awal diperolehnya waktu masih sekolah di SR Tanagara dari ibundanya. Setelah tamat SR pada tahun 1965 M beliau diajak oleh ayahandanya untuk ikut Siyahah sambil terus menerus digembleng pendidikan agama dalam pengembaraan selama 10 tahun, dan pada tahun 1975 M. beliau Iqomah di Kampung Cidahu Desa Tanagara Kec. Cadasari Kab. Pandeglang Banten sambil merintis Pondok Pesantren. Sebab kedalaman ilmu yang beliau miliki, beliau dinyatakan sebgaai M***i Asy-Syafi'iyyah karena sudah mengkhatamkan dan menguasai 4 Kitab pedoman Muta'akhkhirin As-Syafi'iyyah ,AlMutafannin, Al-Musnid, dan Al-Mursyid sebab beliau juga menguasai 14 fan Thariqah.
Dan yang sangat jarang dimiliki oleh orang lain adalah ketajaman bashariah (mata batin). Hal tersebut bisa beliau dapatkan sebab beliau adalah seorang ulama yang ahli tirakat, bahkan semenjak umur 18 tahun sampai sekarang Beliau masih menjalani Shaumuddahri/puasa setiap hari bertahun tahun. Pada setiap hari terutama hari Sabtu, Ahad dan Senin, di Majlis Ta'lim, beliau membuka pengajian ,dengan menggunakan bahan kajian berbagai kitab kuning, diantaranya: Kitab Raudlatut Tholibin Mughnil Muhtaj, Tuhfatul Muhtaj, Nihayatul Muhtaj,Al-lhkam Fi Ushulil Ahkam, Al-Ghunyah Li Tholibi Thariqil Haq, Ihya Ulumiddin, Shohih Muslim, AnNasyr Fi Qiro'atil "Asyr dan lain-lain. Majelis tersebut dihadiri oleh para kiai alim ulama seantero Banten.
Sehat selalu Abuya. Aamiin
14/02/2021
OSIS Al-Fathaniyah, Cetak Generasi yang PASTI Melalui LDKS
OSIS Al-Fathaniyah, Cetak Generasi yang Pasti melalui Kaderisasi LDKS
Serang, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Al-Fathaniyah Menyelenggarakan Kaderisasi Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) selama tiga hari dua malam be…
30/01/2021
"Islam itu agama yang penuh dengan kasih sayang, karena itu berprasangka, menuduh orang munafik, mengkafirkan orang, tidak boleh. Apalagi sesama muslim". (KH. Matin Syarkowi, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fathaniyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang)
______________________
21/01/2021
THE GOLDEN RULE
Di dalam situasi karut marut kehidupan dunia, moralitas publik yang runtuh berantakan dan "kegilaan" sosial masif itu lalu kita harus bagaimana?. Kita yang waras harus berbuat apa?. Begitu pertanyaan banyak orang.
Para sufi dan masyarakat spiritual dari segala agama dan kepercayaan menyebut keadaan di atas sebagai kondisi masyarakat yang sedang kehilangan saling Kasih dan Cinta seraya amat tega dan seakan senang membiarkan orang lain menderita.
Oleh karena itu menurut mereka tak ada cara lain kecuali masing-masing kita menengok kembali ke pusat jiwa.
Agama dan etika spritual berharap sungguh-sungguh agar setiap kita melihat ke dalam diri untuk menemukan apa yang membuat kita tersakiti. Lalu kita melangkah tegap dengan menolak dalam keadaan apapun dan atas nama apapun untuk menimbulkan rasa sakit itu kepada orang lain.
The Golden Role mengatakan : "Jangan perlakukan orang lain dengan cara-cara yang engkau sendiri tidak menginginkan itu terjadi terhadap dirimu". Atau dalam redaksi positif : "Perlakukanlah orang lain sebagaimana engkau ingin diperlakukan".
Seorang guru bijak Cina, Konfusius ( 551-479 SM) saat ditanya ajaran yang perlu dijalani sepanjang hari dan setiap hari, menjawab : "tasamuh/toleransi" (tenggang rasa). Jangan pernah lakukan kepada orang lain apa-apa yang kau sendiri tidak ingin mereka lakukan terhadapmu. Atau dengan redaksi yang singkat : "lakukan yang terbaik untuk orang lain. Lakukan sikap altruistik".
15 abad lampau Nabi saw (w. 632 M) bersabda :
لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
"Seseorang belum beriman dengan baik, sampai dia mencintai orang lain seperti mencintai dirinya".
Dalam redaksi lain dari Abu Hurairah dikatakan :
وَأَحِبَّ لِلنَّاسِ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ تَكُنْ مُؤْمِنًا …
"Berikan dengan senang hati untuk orang lain, apa-apa yang kau senangi untuk dirimu, kau menjadi seorang yang beriman".
Hadits lain menyebutkan :
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لأحدهم :
أَتُحِبُّ الْجَنَّةَ ؟ قُلْتُ : نَعَمْ، قَالَ : فَأَحِبَّ لِأَخِيكَ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ (رواه احمد)
Nabi mengatakan kepada salah seorang sahabatnya : "Apakah kau ingin masuk sorga?. Ia menjawab : "Benar". Nabi berkata : " Berikan dengan senang hati untuk sahabatmu apa saja yang engkau sendiri senang untuk dirimu".
12/01/2021
*NGAJI DURRATU AN-NAASHIHIN*
Qori' : Abah KH. Saifun Nawasi
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fathaniyah
Tengkele, Kota Serang Banten
12 Januari 2021
DURRATU AN-NAASHIHIN: KUPAS TUNTAS TUGAS ULAMA YANG SESUNGGUHNYA
Kitab Durratun Nasihin, Karya Kitab yang ditulis oleh Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir al-Khaubawiyyi (ada yang menyebut al-Khubawi atau al-Khubuw...
10/01/2021
"Rasulullah ﷺ Bersabda :
Barangsiapa yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah berarti telah melindungi harta dan jiwanya dariku,
kecuali dengan haqnya dan perhitungannya diserahkan kepada Allah Ta'ala.
(H.R Ahmad No : 109).