Toko Keluarga Cerdas

Toko Keluarga Cerdas menyediakan perlengkapan Ibu, balita dan keluarga yang ramah lingkungan

Judul Buku: Diferensiasi, Memahami Pelajar untuk Belajar Bermakna dan MenyenangkanTebal buku: 252 halamanHarga: Rp. 81.0...
15/10/2017

Judul Buku: Diferensiasi, Memahami Pelajar untuk Belajar Bermakna dan Menyenangkan
Tebal buku: 252 halaman
Harga: Rp. 81.000
Penulis: Najelaa Shihab dan Komunitas Guru Belajar
Penerbit: Kampus Guru Cikal dan Literati

Deskripsi Buku
Anda seorang guru? Anda kebingungan mendesain pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan? Anda belum tahu merancang pembelajaran untuk beragam anak di kelas anda? Atau, anda ingin memperkaya strategi mengajar anda agar lebih berdampak positif pada pelajar anda? Buku Diferensiasi ini adalah buku yang tepat untuk menjawab kebutuhan anda.

Bagian pertama buku ini membahas mengenai konsep diferensiasi sebagai cara pandang dalam merancang pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Setelah itu dibahas keterkaitan diferensiasi dengan berbagai konsep penting pembelajaran seperti peran guru, disiplin positif, keragaman anak, teori belajar, pembelajaran inkuiri dan rencana pelaksanaan pembelajaran.

Tidak hanya berhenti di konsep, buku ini pun menyajikan pengalaman para guru dalam menerapkan diferensiasi di kelas mereka. Guru yang berbagi pengalaman pun beragam, ada guru TK, SD dan SMP; ada guru Matematika, IPA, Seni hingga guru Agama. Dengan menceritakan beragam pengalaman guru, buku ini membantu anda untuk lebih mengenal dan memahami diferensiasi untuk merancang pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan bagi pelajar anda.

Bagian paling akhir buku menceritakan pengakuan orangtua mengenai dampak positif diferensiasi terhadap anaknya dan pengakuan para pelajar dalam mengikuti pembelajaran menggunakan pendekatan diferensiasi. Karena apapun, pilihan pendekatan dan metode pengajaran harus berdampak pada pelajar sebagai subyek pendidikan.

07/04/2017

MENGIKAT HATI ANAK (TIPS BAGI ORANGTUA)

by : bendri jaisyurrahman (twitter :)

1| Salah satu tugas pengasuhan adalah membuat ikatan emosi yg kuat antara ortu dengan anak yg dikenal dgn istilah emotional bonding

2| Ikatan emosi atau batin ini berpengaruh bagi anak dalam menjalani masa2 sulit semasa hidup sekalipun tak ada ortu di sisi

3| Tak selamanya ortu mendampingi hidup anak. Sebab ortu bukan rexona yg setia berada setiap saat :D. Anak harus tumbuh mandiri dgn potensinya. Emotional bonding menjadi pengingat

4| Setidaknya ada beberapa masa kehidupan dalam diri anak dimana ia alami krisis : pra sekolah, pra puber, pubertas, pra nikah dan nikah

5| Di masa-masa tersebutlah ia butuh bimbingan dan arahan. Maka meski tak ada ortu di sisi, nasehat2 dan teladan ortu tetap dijaga selama ada bonding

6| Hal ini lah yg dialami oleh Nabi Yusuf muda saat terpesona dgn kecantikan zulaikha dan diajak berbuat mesum. Ia punya hasrat

7| Hasratnya hampir saja menjerumuskannya seandainya Allah tak berikan 'pertanda'. Seperti yg terdapat dalam surat Yusuf:24. Sila dibaca

8| 'Pertanda' yg dimaksud adalah nasehat ayahnya yg tiba2 muncul saat ia hampir saja terpedaya oleh nafsunya. Ini kata ibnu katsir

9| Bayangkan! Nabi yusuf yg terpisah jauh oleh ayahnya, terjaga diri dari bujukan setan. Tak jadi berbuat zina. Tersebab bonding

10| Itu p**a yg dharapkan dari anak kita. Jauh terpisah namun menjaga kehormatan keluarga karena nasehat indah ortu yg tertanam dalam jiwa

11| Saat krisis jiwa melanda, tak kemana-mana cari solusi. Yakin ada ortu yang siap membantu cari jalan keluar. Percaya sepenuhnya

12| Seorang wanita yg sedang konflik dgn suaminya, akan curhat ke ayahnya. Bukan ke lelaki lain. Rumah tangga terselamatkan. Sebab ada father bonding

13| Anak yg tak punya father and mother bonding maka tak percaya dgn ortunya. Lebih dengar kata temannya sekalipun buruk. Ini disebut parent distrust

14| Bagaimana menciptakan emotional bonding dgn anak? Usia dini jangan diabaikan. Bermula dari bayi dalam kandungan. Ayah-bunda terlibat bersama dalam pengasuhan

15| Saat bayi dalam kandungan, jadikan suara ayah-bunda nya yg lebih banyak didengar. Ajak ia bicara sambil mengusap perut bunda

16| Saat anak lahir, sambutlah anak dalam pelukan yg hangat. Hadapkan wajah kita ke hadapannya. agar perlahan di scan dalam memorinya

17| Usia 0-2 tahun adalah fase pengikatan. Disinilah fase dimana ayah-bunda harus jadi aktor utama dalam pengasuhan. Bukan yg lain

18| Di fase inilah Allah perintahkan ibu untuk memberinya ASI. Yg bukan sekedar susunya, namun juga belaian dan sentuhan yg dibutuhkan anak

19| Betapa banyak ibu yg menitipkan ASI nya pada botol. Tak memberinya langsung dari putingnya. Sehingga anak badannya sehat namun jiwanya kosong

20| Fase ini juga seorang ayah harus banyak terlibat mengasuh. Luangkan waktu tuk ganti pampers, gend**g anak sambil cerita

21| Dalam usia 0-2 tahun jangan terburu-buru kenalkan anak pada media meskipun isinya bagus. Sebab, bonding belum terikat sepenuhnya

22| Jika ingin ajarkan anak tentang quran, jangan dari CD atau kaset. Akan lebih elok jika ortunya yg menyuarakannya sekalipun belum fasih. Agar tercipta bonding

23| Sekalipun ada pengasuh lain, peran mereka hanya membantu. Bukan tokoh sentral. Agar bonding yg terjalin bukan kepada mereka namun kepada ortunya

24| Keluarkan segala energi: suara, bahasa tubuh, dan ekspresi muka agar terekam kuat dalam memori anak. Inilah yg menjadi dasar munculnya bonding

25| Bagaimana jika anak sudah melewati usia 2 th sementara kita terlambat melakukan upaya bonding ? Simak terus ya.

26| Jika anak sudah melewati usia 2 th, bisakah kita ciptakan bonding dengannya? Masih sangat bisa. Asal kita bisa membaca golden moment

27| Golden moment ini adalah situasi dimana anak benar2 butuh hadirnya kita. Bisa tanpa sengaja atau juga kita rekayasa

28| Golden moment yg dmaksud ada dua : yakni saat anak sedih dan saat anak unjuk prestasi. Hadirlah dengan sungguh-sungguh di dua waktu ini

29| Saat anak sedih, ia butuh sandaran jiwa. Butuh ada yg memeluk dan dengarkan curhatnya. Hadirlah segera. Jangan sampai orang lain yg ambil

30| Tak pekanya ortu saat anak sedih malah buat bonding yg dibuat makin rapuh. Kepercayaan menurun. Anak lari kepada sosok lain

31| Dan hadirlah saat anak unjuk prestasi : baca puisi di sekolah, ambil raport, menari, dan sejenisnya. Ini adalah persembahan untuk ortu dari mereka

32| Saat unjuk prestasi, yg anak butuhkan adalah tepuk tangan dan apresiasi ortunya. Jika ortu tak hadir, rusaklah kepercayaan anak

33| Kehadiran ortu dalam kegiatan mereka adalah pengakuan eksistensi anak. Ortu yg cerdas, akan paksakan diri tuk hadir. Agar tercipta emotional bonding

34| Semoga kita bisa menjadi ortu yg mampu jalin emotional bonding dangan anak kita. Agar anak terdampingi selamanya meski kita tiada.

35| Silahkan share jika ada guna. Salam bahagia (bendri jaisyurrahman)

20/01/2017

ANAK SUKSES? BERMULA DARI BANGUN PAGI (TIPS PARENTING)
by : bendri jaisyurrahman (twitter : )

1| Perbaikan kualitas generasi selayaknya
dimulai dgn kebiasaan bangun di pagi hari. Sebab generasi unggul bermula dari pagi yg masygul (sibuk)

2| Kebiasaan bangun pagi hendaklah dimulai dari usia dini. Peran Ayah amat dinanti. Ayah yg peduli tak abai dalam urusan bangun pagi buah hati

3| Jika anak terbiasa bangun siang. Maka keberkahan hidup melayang. Aktivitas ruhani menjadi jarang. Perilaku menjadi jalang

4| Mulailah dengan malam yang berkualitas. Anak tidak terjaga di ambang batas. Harus buat peraturan tegas. Kapan terjaga dan kapan p**as.

5| Sehabis isya jangan ada aktivitas fisik berlebihan. Upayakan aktivitas yang
menenangkan. Membaca atau bercerita yg berkesan

6| Biasakan berbagi perasaan. Mulai dengan cerita aktivitas harian. Evaluasi jika ada yang
tidak berkenan. Sekaligus sarana pengajaran

7| Buat kesepakatan bangun jam berapa. Lantas anak mau dibangunkan bagaimana. Jadikan ini sebagai modal membangunkan di pagi harinya Tutuplah aktivitas malam dengan dengarkan
tilawah. Agar anak tidur membawa kalimat Allah
Pemberi Rahmah. Terekam dalam memorinya sepanjang hayah

9| Pagi pun datang. Jalankan kesepakatan yang dibuat sebelum tidur menjelang. Bangunkan anak penuh kasih sayang. Bangunkan dengan
cara yg ia bilang

10| Jika anak menolak tuk beranjak, ingatkan akan kesepakatan semalam. Anak siap terima konsekuensi tanpa diancam. Batasi kesenangan yg ia idam

11| Bangunkan anak dengan kalimat Ilahi. Agar paginya diberkahi. Jika perlu adzan di telinga kanan dan kiri. Bisikan dengan lembut tembus
ke hati

12| Jika ia segera bangun, jangan lupa apresiasi. Hadiahi dengan doa dan kecupan di p**i. Tak lupa bertanya tentang mimpi. Anak butuh
transisi

13| Jika anak telah terjaga, siapkan aktivitas olah jiwa dan raga. Agar fisik anak bergerak tak kembali ke kasur yg menggoda. Mudah-
mudahan jadi pola

14| Jalankan pola ini minimal 2 pekan. Agar lama-lama jadi kebiasaan. InsyaAllah anak
bangun pagi dengan kesadaran. Sebab tubuhnya
telah menyesuaikan

15| Jika ayah tak sempat membangunkan, karena harus segera ke kantor kejar setoran, mintalah ibu berganti peran. Agar anak tak
merasa diabaikan

16| Jangan sampai anak tumbuh remaja, punya kebiasaan yang tidak mulia. Bangun pagi selalu tertunda. Sholat shubuh di waktu dhuha. Banyak melamun tak ada guna

17| Jika terlanjur anak bangun kesiangan. Buatlah rencana bersama pasangan. Konsisten dan tidak saling menyalahkan. Fokus kepada
upaya perbaikan

18| Sebelum terlambat, segera bertindak cepat. Agar masa depan anak selamat. Fokuslah kepada perbaikan pola tidur yg sehat

19| Jika anak terbiasa bangun pagi sedari dini, itu ciri anak berprestasi. Tak mudah dipengaruhi berbagai pergaulan yg tidak islami

20| So, tunggu apalagi. Jangan cuma bisa marah dan mencaci. Segera bertindak untuk buah hati.

Fokuslah kepada bangun pagi. Selamat beraksi
( Yuk Menjadi Lebih Baik)

19/01/2017

KISAH NYATA PENUH MAKNA
by: Dewa Eka Prayoga

Entah kenapa, Saya selalu iri dengan mereka yang punya penghasilan Miliyaran per Bulan dan dengannya mereka bisa sedekah jor-joran tanpa hitung2an. MasyaAllah... Iri banget!

Dulu pas di Medan, ada salah satu peserta training bapak2 yang perawakannya muda banget.

Di belakang, dia ngajak ngobrol dan ngajak ketemuan nanti malam di tempat hotel Saya menginap.

Malamnya, Saya turun dari kamar hotel ke lobi. Eh ternyata, bapak2 ini udah nongkrong dan nungguin. Kaosan, celana jeans.

Lalu dia ngajak Saya keluar,
"Kang, keluar yuk... Jangan disini ngobrolnya".

Saya pikir, kenapa enggak, yasudah... Yuk ah!

Di mobil, Saya ngobrol banyak. Tapi masih tahap perkenalan dan basa basi. Biasalah, building rapport dll.

Gak kerasa, nyampe deh tempat makan
Nah, di tempat makan inilah obrolan serius muncul...

Ternyata, restoran tempat makan tersebut adalah miliknya. Wow! Luas banget..:

Iseng Saya tanya,
"Udah berapa lama pak?"

Jawab:
Oh, kalau yang ini baru-baru ini kok kang, belum nyampe setahun..

Wah, Saya penasaran, kok jawabannya ada "yang ini" nya, berarti asumsinya ada yang lain. Hehe

Langsung Saya kepo,
"Kalau yang lain pak?"

Jawab:
Kalau rumah sakit, udah cukup lama. Robotik, lumayan juga. Madrasah, dari awal Saya bisnis. Hotel, juga udah lama sih.Ini orang bukan orang sembarangan.

Sambil terkaget2, Saya bilang,
"Pak, banyak amat bisnisnya..."

Sembari bercanda, dia bilang,
"Ah, enggak ah kang, biasa aja. Hobi Saya sebenernya ngajar. Saya lulusan Al-Azhar Kairo..."

Yassalam...
Makin kepo nih Saya.

Langsung Saya bilang,
"Kalau lulusan Al-Azhar, hafidz Quran d**g pak?"

Jawab:
Ya Alhamdulillah... Bisnis cuma selingan aja.

Dalam hati,
"Wah ini orang assem tenan..."
Tapi dalam konotasi baik ya.. ^_^

Akhirnya kami ngobrol panjang lebar sampai tengah malam. Asyik banget lah pokoknya.

Saya banyak belajar dari bapak satu ini. Sederhana, pemikiran dan prestasinya luar biasa!

Salah satu pesan dia ke Saya ketika itu, begini kurang lebih,

"Kang, jangan pernah tinggalkan Al-Quran. Jaga Al-Quran. Sebisa mungkin setiap hari membaca dan mengkajinya..."

Allah ya rabb.. nyess di hati!

Saya gak puas. Minta wejangan lagi,
"Ada lagi gak stadz?" (Saya tiba2 manggil dia ustadz)

Jawab:
Satu lagi, jangan pernah ragu untuk sedekah banyak. Saran Saya, nanti akang setiap hari Jum'at coba bagi2 nasi untuk orang2 gak mampu di kota akang. Kenapa harus nasi? Saya ngajar tafsir. Kalau Saya jelasin alasannya, ini jelasinnya bisa sampai pagi kang. Pokoknya ikutin aja lah... hehe

Saya nurut. Sami'na wa atho'na ke Guru, selama ajarannya bener.

Sep**ang ke Bandung, Wejangan dia Saya praktekkan hingga beberapa bulan kedepan. Hasilnya emang ajaib! Gak bisa diungkapkan dengan kata2... Mas Mirza G. Indralaksana saksinya.

Salutnya Saya, selain bisnisnya banyak dan besar2, gak pernah berhenti berbagi (harta maupun ilmu)

Nah, Saya iri sama orang macam begini... Kepengen deh kaya dia. Allah..

Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak diperbolehkan iri dan dengki, kecuali pada dua perkara. Pertama, seseorang yang diberi Allah harta kekayaan lalu ia menghabiskan harta kekayaan itu pada jalan yang benar. Kedua, seseorang yang diberi ilmu lalu ia mengamalkanya dan mengajarkannya pada orang lain" (HR. Muslim)

Jadi, iri sama orang macam begitu, gak apa2 ternyata dalam Islam...

Semoga sharing singkat Saya ini, bermanfaat untuk kawan2 semua. Aamiin..

Oh ya, hotel tempat tinggal Saya saat itu, bintang 5, ternyata milik dia juga. 😲 Pantesan kok resepsionisnya kaya manut2 ke dia

11/01/2017

MOM's SCHEDULE

Oleh : Wina Risman

Hari ini, saya akan mengajak diri saya sendiri dan juga bunda-bunda semua untuk menjadi sedikit kreatif.

Kreatif seperti apa?

Ngak usah khawatir. Simpel kok. 😊

Berapa banyak bunda-bunda disini yang membuat schedule dan melatih anaknya mengikutinya?

Saya yakin banyak ya.
Nah hari ini, saya akan mengajak bunda semua untuk membuat schedule simpel untuk diri kita sendiri?

Kenapa? Bukankah kita sudah tahu apa apa kewajiban dan hak kita? Bukankah tanpa schedule hari sudah berjalan baik baik saja?

Betul. Tapi, bukankan dalam Islam mengajarkan, jadikan hari ini lebih baik dari kemarin. Jadi, kalau memang sudah baik, alangkah baiknya jika semakin diperbaiki.
Why not?

Ok. Sekarang, dalam schedule yang akan kita buat ( ah, semangat d**g.. bakal seru nih 💪💪💪😄), kita sebagai emak-emak ngak perlulah menulis hal-hal keseharian yang sudah menjadi tanggung jawab kita seperti : memandikan anak, ngepel, masak dll. Yang kita tulis justru yang selama ini kita ingin lakukan tapi belum sempat.

Jadi, schedule ini diberi judul :

'SUDAH BELUM???'

Tuliskan secara urut, hal-hal yang ingin dikerjakan selama ini, tapi sepertinya nggak sempat karena keburu capek, keburu masak, keburu bebenah dlsb. Usahakan mencoba melakukan minimal satu kegiatan dari apa yang kita sudah tulis di schedule, per harinya. Semakin hari, kegiatan semakin nambah, dan kemudian lihatlah kegembiraan hati yang bertambah karena ternyata berhasil melakukan hal-hal yang kita sudah tulis trsb.

Yuk kita mulai..
Yang pertama di daftar saya adalah:

1. Mandi 😄😄😄 ( ayo ngaku, susah kan cari waktu utk mandi, pas giliran ada, males. Apa cuma saya aja ya? )
2. Nyisir rambut yang bener + pake bedak. Percaya lah, ini kelihatan simpel, tapi kalau sempat dilakukan, alan memberikan sejenak ketentraman jiwa, dan apalagi jika dilakukan sore hari menjelang pak suami p**ang, akan memberikan ketentraman mata pada beliau p**a 😄. Banyak pahala! Insha Allah.
3. Membacakan anak cerita islami/nabi yang belum pernah diceritakan / dibaca sebelumnya. Seperti kisah nabi Idris, misalnya (requestnya Abdul Malik kemaren, saya terpaksa belajar juga)
4. Bermain bersama anak setengah jam. Bukan belajar, bukan ceramah, tapi bermain. Tergantung pada usianya, jenis permainan bs berbeda-beda. Saya main congklak dengan putri sulung saya, nonton bareng sama yang tengah, dan ke playground sama yg kecil. Huaaah...
5. Minum teh selagi panas
6. Kesalon seminggu sekali 😄

Nah, ini adalah contoh schedule yang akan saya bikin buat diri sendiri. Tentunya bisa ditambah dan dikurangi seperlunya. Tapi schedule ini membuat saya merasa sempat melakukan apa apa yang anak saya perlukan dari saya, dan juga waktu untuk diri sendiri.

Saya yakin, ketika membacanya, pasti saya banyak senyum, karena banyak aktifitasnya yang menyenangkan saya, walau itu hanya duduk sebentar menikmati segelas teh, selagi ia masih panas ( sesuatu banged 😏).

Ayo bunda bunda, bunda bisa bikin sendiri sesuai kebutuhan. Bisa ditulis dan dihias ala gimana bunda s**a ( sekali-kali, jangan bantuin anak bikin prakaryanya terus ), atau bisa juga di ketik dan print agar ngak rempong.

Jadi bunda, juga perlu 'me time' dan me time tersebut, ngak melulu harus keluar rumah dan mengeluarkan uang. Cukup kunci pintu 5 menit, dan menyisir serta pake lipstik 💋 dengan tenang !

Insha Allah, kita akan menjadi bunda yang lebih cantik, lahir bathinnya, dan juga lebih waras. 😊

If a mom is happy, everyone is happy!!

Barakallahufiikum.

Wina Risman

01/01/2017
19/11/2016

"Bullying"

Upaya Pencegahan Bullying Sejak Dini
Oleh : Rena Mardita

Aksi bullying tak hanya mengancam anak usia sekolah. Bahkan di lingkungan rumah, bullying biasa terjadi. Pencegahan akan perilaku tersebut sebaiknya dimulai dari kita sebagai orang tua, terutama ibu yang pada umumnya merupakan orang terdekat anak. Kita orang tua yang paling bertanggungjawab terhadap apapun yang dialami oleh mereka.

Adapun 3 hal yang diutamakan sebagai upaya pencegahan bullying sejak dini antara lain:
1. Bonding
Orang tua wajib membangun kedekatan dengan anak. Hubungan yang akrab tidak serta merta muncul tanpa usaha. Jalan paling awal adalah saat anak lahir, berikan ASI dimana ada kontak mata dan kulit. Ada ikatan batin disana. Dilanjutkan hingga fase kehidupan setelahnya, selalu jalin komunikasi yang baik. Bicarakan dan antusiaslah dengan apa yang disampaikan anak. Respon kita sangat berarti untuk mereka. Sehingga jika terjadi sesuatu dengan anak di luar pantauan orang tua akan cepat terdeteksi dan bisa segera diantisipasi.

2. Self-concept
Konsep yang harus ditanamkan pertama kali adalah anak dibiasakan ikhlas dan bersyukur atas kondisi fisiknya karena seringkali yang dijadikan bahan olokan adalah fisik. Jangan biarkan anak percaya standar kecantikan adalah fisik semata (kulit putih, postur tinggi, hidung mancung, dll) sehingga bila tidak begitu, perempuan dikatakan jelek. Sejak awal anak dibiasakan dengan istilah yang benar bahwa perempuan itu cantik dan laki-laki itu ganteng. Tidak ada perempuan yang jelek karena itu ciptaan Allah. Dan ciptaan Allah pasti yang terbaik menurutNya. Bila anak sudah percaya diri, anak diharapkan tak menggubris olokan tentang fisiknya.

3. Reinforcement
Penekanan atas semua informasi penting perlu diulang secara kontinyu agar membekas di ingatannya. Ini penting dilakukan karena biasanya apa yang kita sampaikan di hari ini, minggu depan bisa jadi sudah dilupakan anak (tergantung usia dan karakter anak)

Beri pemahaman pada anak apa itu tindakan bullying, pastikan anak bukan korban apalagi pelaku karena kadang niat anak murni bercanda tetapi karena ketidaktahuannya, itu menyakiti orang lain.

Bila anak sudah terlanjur menjadi korban bullying, kita lompat pada poin nomor 2 dan yakinkan bahwa anak dapat mengatasi situasi tersebut. Oleh karena itu sekali lagi penting membangun komunikasi yang baik. Biasakan anak untuk selalu bercerita tentang pengalamannya di sekolah. Jika anak terlihat tidak nyaman membicarakannya, coba pancing secara perlahan. Tadi saya lupa membahas teknik pacing yang sering saya lakukan untuk memancing anak cerita.

Misalkan pada kasus anak yang tidak dekat dengan orang tua, jangan berkecil hati, tidak ada kata terlambat. Yang terpenting adalah, mulai dekati anak, lebih antusiaslah mendengar ceritanya, percaya pada apa yang dikatakannya, terlebih jika ia menyebutkan dirinya terkena bully.

Ketika dibully, hal yang dapat dilakukan adalah:

-Lawan dengan tidak melawan versi non verbal
Ajari anak agar menjauh, namun jangan melarikan diri. Buat anak paham bahwa bullying bukanlah perilaku yang harus diladeni. Biasanya pelaku akan bosan membully karena anak yang harusnya marah ternyata cuek saja.

-Lawan dengan tidak melawan versi verbal
Ajari anak untuk melawan dengan kata-kata yang menyiratkan bahwa dia tidak takut dibully, supaya dia tidak lagi menjadi objek yang dianggap lemah dan mudah diganggu anak lain.

-Lawan dengan tindakan
Bullying jika dibiarkan akan memiliki dampak serius, seperti membuat anak hilang kepercayaan diri, frustrasi, bahkan trauma mendalam seperti yang dikisahkan kak Maya tadi (saat adiknya mau duduk, kursi adiknya ditarik sehingga tulang panggul adiknya pecah). Di usia sekolah yang lebih tinggi misalnya, perilaku bullying sangat mengkhawatirkan. Langkah pertama bisa melaporkan ke guru jika pelaku sudah melakukan kontak fisik (mendorong, memukul, menendang). Langkah kedua, anak dianjurkan belajar bela diri. Yang ketiga bila sudah tak bisa ditolerir, dapat diteruskan ke pihak berwajib.

Demikian, semoga bermanfaat.

**Resume materi BTT, Minggu, 13 November 2016

28/10/2016



"Welcome ... Home, Nak!" 😊

Berapa anakmu?

3? 2? 1? Berapa yang sekolah?. Apa yang engkau lakukan ketika menerima mereka sep**ang sekolah?

Peluk? Sapa? Mengingatkan serentetan peraturan? Mulai dr taro sepatu di tempatnya sampai, jangan lupa kerjain pe-ernya?

Berapa menit mereka boleh beristirahat sekenanya? Masih pake seragam sekolah? Atau seragam hrs sudah masuk ke tempat cucian kotor? Berapa menit? 10? 20? 30?

Pertanyaannya, berapa menit ibu sanggup tahan melihat mereka blm ganti baju dan berleyeh-leyeh baik di kamar ataupun ruangan lainnya?

Apakah mereka sempat ibu tanya?
Mungkin nanti pas makan malam..tentang bagaimana harinya? Bagaimana teman baiknya? Siapa yg menyebalkan? Susah ngak ujian? Perhatikan jawabannya, Ikut antusias pada ceritanya?

Boleh ngak menahan bertanya, berapa nilai ujian kemaren? Td pas tes hafalan, bisa ngak? Atau berkomentar ttg hal negatif yang terjadi hari ini. Bisa ngak?

Terdengar familiar?

Ya itulah kebanyakan dari kita. Termasuk juga saya, yang tidak luput dari 'terpeleset' kembali ke metode 'interview' jaman dahulu kala.

Kalau ibu-ibu NGAK PERNAH mengalami hal diatas..Masha Allah Tabarakallah! Ibu super hebat 👍🏼

Anak zaman sekarang, ngak bisa pake metode lama. Perduli hanya pada nilai test aja, kenapa sekian bisa salah, tapi lupa pada jumlah betulnya. Mengingatkan rutinitas dan peraturan, tapi lupa merasakan, bagaimana rasanya menjadi tubuh kecil yang lelah.. Sekolah dari pagi sampai ashar terkadangnya, belum lagi persiapan sekolah itu. Dari bangun sampai rapi menjelang berangkat. Dan p**ang? Bersama dengan tas yang super berat.. Berisi pe-er dan tugasan yang tidak kalah beratnya.

Mari berandai sejenak..andai anak itu kita. Maukah diperlakukan demikian? Begitu melangkah masuk ke halaman rumah, sudah disapa dengan.. "Ayoo.. Sepatunya ditaro di tempatnya, jangan lupa ganti baju...bla..bla..bla"...

"HHhhhhhh, lelahnyaaa! Blm sampe aja disambut sama rentetan perintah. Belum juga kelihatan mukanya. Nanya apa kek, senyum kek.. Jangan2.. Malah nanya ttg nilai test hari ini??"
Begitu kira-kira?

Istighfar

Saya tahu ibu-ibu semua,lelah. Capek. Sudah seharian berjibaku dengan rutinitas yang itu-itu saja, dan sepertinya tidak habis-habisnya. Iya, faham. Ngak perlu lah dapat kerjaan tambahan, nyusun sepatu dan mungut baju seragam yang bau asem yg bertebaran dimana-mana itu. Ya kan??
Cucian piring aja blm selesai semua. 😭

Tapi, sebentar! Sebentar ajaa...
Tarik nafas. Jadilah mereka. Rasailah bagaimana lelahnya tubuh kecilnya. Menggend**g buku yg banyak, dan beban pelajaran yg diterima hari ini. Belum lagi setumpuk pe-er yg sudah menghantui.
Berhentilah sebentar. Tarik nafas. Atur diri. Senyuuummm... Siapkan posisi pelukan, jongkok.. Biar tingginya sama... Peluk eraaaattt, hujani dengan ciuman... Sapa dengan bilang "mamaaa kangeeen sekali sama (nama) hari ini, bagaimana harimu nak?"

Tanya

Belum tentu ia mau jawab. Ia lelah. Tapi yang pasti, ia akan tersenyum menerima semuaaa perlakuan hangat penuh cinta tersebut!

Ngak percaya?! Cobalah?

Wagu? Aneh? Canggung?
Ah, itu kan karena belum terbiasa
Ala bisa karena biasa...

Bagi yang sudah melakukan ini semuaa.. Alhamdulillah!
Bagi yg belum, yuk kita coba! Dan lihat perbedaannya!

Bagi yang masih s**a 'terpeleset' seperti saya, banyak -banyak istighfar dan coba lagi aja 😄. Sampai terbiasa.

Insha Allah kita bisa!
Semangaat 💪🏼💪🏼💪🏼

Untuk para ayah, kalau mau sampe rumah, kami tahu engkau lelah, tarik nafas dan jangan lupa, siapkan senyum terindah, karena buat sang buah hati, ketika ayah p**ang ke rumah, mereka sambut bagaikan superhero yang paling ternama.

Insha Allah kita bisa. Demi sang buah hati.
Bukankah jika kita tua nanti, begitu p**a sambutan yang kita harapkan dari mereka nanti??

Senyum. Pelukan. Tanyakan.. Bagaimana harimu hari ini nak?

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Wina Risman

*tidak perlu izin share, jika dirasa bermanfaat 😊🙏🏻
*via grup wa Keluarga TePe '99 Unand

🍂🎙13 KESALAHAN KOMUNIKASI ORTU🎙📛 Berbagai bentuk penyimpangan perilaku anak (mulai dari yang sederhana: bohong, lelet, m...
09/10/2016

🍂🎙13 KESALAHAN KOMUNIKASI ORTU🎙

📛 Berbagai bentuk penyimpangan perilaku anak (mulai dari yang sederhana: bohong, lelet, malas… sampai ke yang parah: selfie telanjang, kecanduan pornografi, hingga seks bebas dan same-sex attraction/gay/lesbi,dll) berakar dari kesalahan pola asuh orang tua.

Ada 13 Gaya Bicara Yang harus dihindari

🌷 Dengan mengubah cara bicara, dll, manfaatnya terasa: respon anak positif, lebih nurut, masalah yang ada bisa teratasi. Sehingga kita lebih tenang dalam menghadapi anak dan ga banyak energi keluar utk ngomel. Syaratnya konsisten dan sabar, insyaAllah akan ada respon positif dari anak.

1⃣ Memerintah.

❓Kenapa kok kita ga boleh memerintah anak (apalagi disertai bentakan)? Krn, anak jd pasif, ga mandiri, ga ada inisiatif/kreatif, dan ibu jg capek nyuruh2 terus.

🍂 Kalo kita ingin anak berbuat sesuatu, ajak, dan terangkan alasannya. ‘Nak, yuk sholat, mama temani’, ‘nak, yuk bereskan mainanmu, biar rmh rapi’. Insya Allah, lama2 akan trbiasa dan atas inisiatif sendiri anak akan melakukan hal2 itu.

❗Kebiasaan nyuruh2 bikin anak pasif. Misal nilai matematika jelek, jgn disuruh2 belajar atau les. Tapi, ajak bicara/diskusi, usahakan sampai anak menemukan sendiri apa sebab nilainya jelek, dan dia sendiri yg bilang ‘aku ingin les!’ jadi anak ada rasa tanggung jwb, dia les bukan krn ‘disuruh ibu’, tp krn dia merasa perlu les.

2⃣ Mengancam

🔊 Para ibu paling ahli mengancam: “kalo gak makan, mama tinggal! Kalo nakal, mama kurung di kamar mandi!” Akibatnya, anak nurut karena takut, bukan karena kesadaran. Anak jadi penakut, mau saja diajak2 hal negatif sama teman2nya karena takut ancaman.

🍄 Ada yang bilang, sah-sah saja mengancam anak, toh Allah di Quran jg mngancam dg siksa yg pedih! Jwbnya: ancaman Allah itu kan hukum utk org yg baligh (sdh ada taklif). Utk anak2, kita sampaikan wajah Jamal (indah) Allah dulu.. Nak, sholat..supaya kita disayang Allah.. Nak, Allah itu baik, sudah kasih ini.. itu .. yuk kita berterimakasih.. caranya dg sholat.. Mnrt pnelitian, otak kiri dan kanan anak tersambung syaraf2nya pada usia9 th, dan saat itu dia bisa mnghubungkan sebab-akibat yg abstrak (“ghaib”). Jd saat itulah idealnya kita kenalkan “hukuman” Allah, bhw manusia2 yg tidak patuh akan mendapat siksa, masuk neraka. InsyaAllah dg proses ini, anak beribadah dg landasan cinta dan syukur, bukan semata2 takut pd neraka. Amin.

3⃣ Menceramahi.

🎤Jangan s**a menceramahi anak ya bu.. Kenapa? Karena..coba inget2 lg, dulu wkt kecil, kalo diceramahi ibu/bpk..rasanya gmn? Bete, sebel, dan dlm hati bilang ‘sok tau banget!’ Atau ‘cerewet!’ Ya nggak? Lebih baik, ajak anak berdiskusi dalam suasana santai.

4⃣ Menginterogasi

💡Terutama untuk anak remaja, gaya interogasi malah bikin mereka kesal dan semakin menjauh dari ortu. Anak p**ang telat, ibu langsung bergaya polisi, “Darimana tadi? Sama siapa? Ngapain aja? Tadi habis les sama temen2, kalian mampir dulu di cafe ya? Kamu coba-coba ngerokok ya, kok bau rokok?!” Tujuan ortu tentu baik, tapi caranya yang kurang baik.

5⃣ Memberi label/cap

📡 Ibu sering ngomel: kamu lelet, nakal, bandel, ceroboh,dll. Kalo ibu marah biasanya ga puas kalo ga berkata, “kamu kok ga pernah nurut/dengerin ibu sih?!” Memberi cap akan membentuk citra diri anak. Ketika dia dikatai berulang2 bhw dia lelet atau bodoh atau bandel, dia lama2 akan merasa bhw dirinya memang demikian. Dan lama2 dia akan cuek, pasif, dan berpikiran “emang aku ya begini ini, situ mau apa?!”

🚩Jadi biasakan ucapkan kata2 yg membentuk citra positif anak, puji anak sesuai apa yg dilakukan (berlebihan memuji juga tidak baik, akan membuat anak narsis). Ungkapkan perasaan ibu. Misal, “Nak, ibu kesal kalau kamu….”

6⃣ Membandingkan.

⚖ Tujuan ibu membanding2kan anak adalah supaya anak termotivasi, “belajar yg rajin d**g, kayak kakak..Liat kakak tuh, juara terus, kamu kok engga?”

🌻Bu, ada bbrp kasus ekstrim yg ditemukan guru parenting saya, akibat ibu s**a mmbandingkan. Salah satunya, ada prp dewasa, kena kanker parah. Saat diterapi, keluar masalahnya: dia selama ini tertekan krn sejak kecil ibunya ga pernah puas sama dia, selalu banding2kan dg kakaknya.

7⃣ Menghakimi.

⚔ Contoh, kakak berantem sama adik, lalu ibu tanpa mau meneliti dulu langsung bilang “kakak jangan nakal sama adik!”, atau anak nilainya jelek, “ini pasti gara2 kamu main game melulu!” Tujuan ibu ngomong gini adalah untuk mperbaiki perilaku anak, ya kan?

⛱ Tapi sayang, cara ini ga ngefek. Anak akan merasa sakit hati (terutama kali dia merasa benar/dituduh secara salah). Lama2 dia merasa ga disayang, disalahin melulu..dst (efeknya akan mirip dg yg sy ceritakan kemarin). Ketika anak msh kecil, mungkin masih bisa kita kontrol. Tp ketika sdh remaja, jika komunikasi dg ortu ga bagus, anak akan menjauh dan lebih mndengar kata2 temannya.

💯Teknik paling ngefek dalam membangun komunikasi dg anak: bertanya (bukan menginterogasi lho) dan dengar jawabannya. Jadi jangan menghakimi, biarkan anak menyampaikan argumen, lalu giring dia utk ambil kesimp**an/penilaian atas perilakunya sendiri. Ini juga berdampak positif: melatih anak berpikir dan menyusun argumen.

8⃣ menyalahkan.

🚫 Ini sering banget kita lakukan dan terasa wajar. Misal anak numpahin minuman di karpet “ya ampun! Kok numpahin minum aja sih? Liat ni karpet jadi kotor! Hati2 d**g!”

🌿 Mungkin kita bertanya2, emang anak salah, kok ga boleh disalahin? Problemnya ada di gaya bicara. Kalo anak salah ya kita kasih tau, tp bukan dgn menyalahkan (apalagi plus ngomel, marah, atau melabeli “dasar kamu memang ceroboh!”). Seperti sdh sy bilang sblmnya, tujuan kita belajar gaya bicara yg benar adalah agar komunikasi ortu-anak terbangun baik sehingga berbagai masalah besar di masa depan bisa dihindari. Anak yg disalah2in melulu akan tumbuh jd org ga pede, ga kreatif (selalu takut salah), mgkn jd pembohong (daripada disalahin, mending bohong aja),dll.

🍀 Ini musti dilatih supaya ibu2 terbiasa. Jd refleks saat anak berbuat kesalahan upayakan bukan berupa “menyalahkan”, coba ganti kalimat lain.. misalnya.. “waduuh.. jatuh ya.. ayo bantu ibu ngelap karpetnya.. ” (pokoknya tahan lidah, jangan sampai meledak nyalah2in). Saat itupun anak sudah tau kok kalau dia salah. Juga jangan ibu langsung bersihkan sendiri, libatkan anak,biarin dia ikut bersihin.ga bersih ga mengapa, kan masih kecil.. Ibu bantuin bersihkan (bareng2). Di sini ada yg dipelajari anak: menahan emosi (krn anak belajar dg meniru sikap ibu), bertanggung jawab, dan dia tau kalo ga jalan hati2, ada akibatnya.

9⃣ mendiagnosis/menganalis.

⏩ Misal tadi, anak jatuh dan minuman di gelas tumpah ke karpet. Ibu ga marah tp bilang gini, “adek tadi pasti jalannya sambil ngelamun ya? Trus, jd ga liat nih ada mainan di atas karpet. Coba kalo td adek jln pelan aja, perhatiin kakinya, jgn sampi kesandung..pasti ga bakal tumpah nih susunya.. ”

💭 Kebayang kalo ibu2 terbiasa ngomong gini..sampai anak remaja masih rajin menganalisis, pasti dlm hati mereka akan bilang “bawel amat sih enak gue! Sok tau banget!” Dalam kondisi gini, ga ngefek ibu2 nasehat ini-itu..krn di pikiran mrk sudah tertanam “ibuku sok tau!” Gawat kan?

✔ Nah, yg sebaiknya dilakukan adalah BERTANYA (bukan interogasi ya). “Waduh..adek kok nilai matematikanya jelek?” (Biarkan anak mnganalisis sendiri..jgn langsung bilang “ini pasti krn kamu males bikin pr!”) Bila komunikasi terjalin baik, anak terbuka curhat..misal mmg dia ga paham penjelasan guru.. Lalu tanya lagi : “menurutmu, jalan keluarnya apa ya?”

🍫Jadi kalo akhirnya anak les, itu atas kesadaran si anak (dan dia jd senang mnjalaninya) bukan krn hasil analisis ibu “ini pasti gurumu emang payah.. udah, mulai besok kamu les aja!”

🔟 menyindir.

Ibu2 sendiri kalo disindir org enak ga? Pasti kesel kan? sayangnya banyak jg ibu2 yg s**an nyindir orang.. juga nyindir anaknya. Anak2 yg disindir ibunya pun tetap sakit hati, merasa terhina, dan merasa disalahkan.

📖 Contoh: anak lagi sibuk baca buku cerita, padahal rumah berantakan atau belum cuci piring. Ibu sambil beresin rumah, bilang “duh, tuan putri, santai banget nih baca buku.. emang enak ya jd putri, ada pembantu yg ngurusin semuanya!”

1⃣1⃣ Memberi solusi.

💤 “Udah, kamu bobo aja, biar ibu yg beresin mainanmu.”… “ya, sini biar ibu yg bikinin prakarya-nya, kamu kerjakan PR yg lain”… Anak udh di sekolah, sms, buku pr ketinggalan..ibu buru2 nganter peer ke sekolah. Anak mau ujian, buku ga ketemu… sambil ngomel, ibu bantu cariin dan ketemu (kalo ga ketemu, ibu yg pinjem dari anak temennya, lalu ibu yg fotokopi). Sibuk bangeeeet.. ya kan?

🌾 Padahal, kita ibuk2 nih udah banyak urusan:.masak, nyuci, ngitung duit belanja (dan stress kalo duit ga cukup), taklim, kerja, dll. Masa mau sih merepotkan diri utk hal2 yg seharusnya diurus sendiri oleh anak? Kebiasaan memberi solusi pada anak, selain merepotkan diri sendiri juga mendidik anak jd pribadi manja, bergantung ke orang, tdk bertanggung jawab, ga kreatif mencari solusi utk problemnya sendiri. Maka, stop berusaha jadi SUPERMOM yg selalu ingin kasih solusi.

💔 Kalo ada masalah, ajak diskusi: menurutmu apa yg sebaiknya kamu lakukan? Bantu anak menemukan solusi masalah, biarkan dia berlatih mikir, bukan kita menyuapinya dg solusi. Saat dia sdh memilih solusi, fasilitasi, dampingi.

➡ Misal, anak ga paham2 matematika. Tanya: mnrtmu, musti gmn ya? Kalo dia bilang ingin les, fasilitasi. Kalo ga ada uang, bilang ke anak, dorong dia mncari alternatif lain. Misal:aku mau belajar sama paman (kebetulan pamannya mahasiswa matematika), fasilitasi, misalnya dg cara anter ke rumah paman.

1⃣2⃣ Menyuap.

“Kalau adek ga rewel nanti ibu beliin eskrim”.. “Ssst, main dulu sana. Nanti kalo tamunya dah p**ang ibu kasih uang buat beli mainan. Skrg jgn ribut ya! Malu sama tamu”. “Ayo beresin mainannya, ntar ibu kasih hadiah”.. Ehm… siapa yg pernah ngomong gini?

❗Ibu2… ini namanya menyuap ya. Kita skrg benci sama para pejabat yg makan suap.. tapi kadang kita lupa, sikap senang disuap itu ditumbuhkan oleh ortu… Jgn sampai anak2 kita besar jd penyuka suap, mau kerja kalo ada uang pelicin, dll..naudzu billah..

⏩ Tujuan kita menyuap adalah supaya urusan cepet selesai. Krn itu yg musti diingat: mendidik anak itu mmg butuh waktu.. makanya jgn sibuk dg urusan selain anak, biar banyak waktu. Jadi, kalo anak nangis, kita tetap tenang, ga tergoda menyuap. Lakukan antisipasi: saat mau ada tamu, bilang “Nak, nanti ibu ada tamu. Kamu yg tenang ya, jangan rewel. Ibu sayang pada anak yg sopan. Janji ya?” Siapkan segala macam mainan. Kalau anak rewel: introspeksi diri..jgn2 emang udah kelamaan ngobrolnya. Tegas saja ke tamu: duh, maaf, obrolannya kita sambung kain waktu ya.. Tapi kalo baru 5 mnt udh rewel, mgkn krn sering disuap, artinya anak ga tepati janji. Katakan baik2:ibu kecewa kamu ga tepati janji.. tlg tunggu 10 mnt lagi, ibu ngobrol dulu dg tamu, lalu main dgnmu. Dan 10 menit, tepati janji ibu. Anak akan belajar mnepati janji.

1⃣3⃣ Berbohong.

Ada tamu, ibu males menemui,,bilang ke anak “bilang, ibu ga ada!”. Anak minta jajan, “ibu ga ada uang!” (Padahal ada, tp buat keperluan lain). Anak ga mau makan “ntar ditangkep polisi lho” (selain ngancem, jg bohong, kan polisi ga akan nangkep org yg mogok makan). Akibat dr bohong.. ya kita semua udah taulah. Kita benci dibohongi, masa kita latih anak kita jadi pembohong?

🌹🌿🌹🌿🌹🌿🌹

Address

Semowo
50771

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Toko Keluarga Cerdas posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share