Bagaimana Ular Purba Ini Bisa Menjadi Besar?
Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah meyakini bahwa panjang maksium dari seekor ular adalah sekitar 9 meter seperti yang telah diteliti pada ular Anaconda, Python, dan ular purba besar yang sudah punah dengan nama Gigantophis Garstini di Algeria. Namun, semuanya tiba-tiba dibuat terkejut ketika sekelompok peneliti berhasil mengidentifikasi fosil ular purba terbesar di dunia dengan panjang mencapai 13 meter yang tidak lain adalah Titanoboa. Dalam video kali ini, kita akan belajar bersama tentang apa sebenarnya ular Titanoboa sehingga membedakannya dengan spesies ular lainnya pada zaman modern. Serta bagaimana Titanoboa dapat memiliki perawakan yang begitu besar berdasarkan temuan-temuan ilmiah. Berikut adalah pembahasan Titanoboa.
Belajar Dunia Purba
Di halaman ini kita bersama-sama belajar tentang dunia purba, mulai dari kehidupan purba hingga berbagai hewan yang pernah hidup di masa lampau.
Bagaimana Paus Purba Ini Bisa Mengalahkan Megalodon?
Kita sepakat bahwa Megalodon ada spesies hiu purba terganas yang hampir ditemukan di seluruh penjuru dunia kecuali Antartica. Jejak fosilnya menunjukkan bahwa mereka hidup berdampingan dengan apex predator lainnya yang dapat menjadi mimpi buruk bagi Megalodon. Dia adalah Leviathan, spesies paus sperma pembunuh yang merajai lautan. Fosil kerangka kepalanya yang ditemukan memberikan sinyal bahwa Leviathan adalah tidak seperti paus sperma pada umumnya dikarenakan gigi gigi besar yang menghiasi mulutnya dengan panjang mencapai 36 centimeter. Dalam video kali ini, kita akan belajar bersama mengenai Leviathan tentang bagaimana mereka bisa menjadi apex predator yang seungguhnya mengingat Megalodon seringkali dianggap sebagai monster lautan. Serta apa yang membedakan spesies tersebut dengan paus lainnya khususnya Orca yang merupakan penguasa laut di zaman modern. Berikut adalah pembahasan Leviathan.
Mengapa Kera Raksasa Purba Ini Bisa Punah Dari Indonesia?
Apa yang terjadi jika Orang Utan yang hidup di Indonesia, ternyata memiliki nenek moyang berupa kera dengan ukuran tubuh yang sangat besar. Dia adalah Gigantopithecus, spesies kera terbesar yang pernah hidup di dunia, dengan tinggi badannya mencapai 3 meter dan berat mencapi 540kg. Temuan fosilnya menunjukkan bahwa ia mendiami beberapa kawasan di Asia seperti China, India, Vietnam, dan Indonesia yang saat ini menjadi tempat berkumpulnya 90% populasi orang utan di dunia. Namun, Gigantopithecus seringkali dikaitkan dengan hewan-hewan yang sempat hadir dalam film-film populer misalnya Kingkong dan The Jungle Book. Bahkan makhluk mitologi seperti Yeti atau Bigfoot juga dianggap sebagai Gigantopithecus yang masih hidup. Dalam video kali ini, kita akan belajar bersama tentang apa itu Gigantopithecus yang sebenarnya sehingga membedakannya dengan makhluk mitologi tersebut. Serta apa yang menyebabkan mereka punah dari Indonesia mengingat kerabatnya masih bertahan hingga sampai saat ini yaitu Orang Utan. Berikut adalah pembahasan Gigantopithecus.
Bagaimana Megalodon Menjadi Apex Predator Lautan?
Lautan adalah salah satu bagian dari bumi yang penuh dengan misteri hingga saat ini. Tidak pernah ditemukan sebuah cara untuk mengeksplorasi lautan untuk mengetahui hewan-hewan laut yang luput dari mata manusia. Khususnya, sebuah tempat yang tidak asing ditelinga kita yaitu Mariana Trench. Hewan-hewan laut ditempat ini umumnya memiliki bentuk yang aneh dan mengerikan. Dan konon, salah satu penghuni palung terdalam di muka bumi ini adalah ikan purba yang tidak lain adalah megalodon, spesies hiu purba terbesar yang pernah ditemukan. Dalam video kali ini, kita akan belajar bersama mengenai Megalodon tentang bagaimana mereka bisa menjadi Apex predator di zamannya dengan ukuran tubuhnya yang sangat besar. Serta apa yang meyebabkan mereka mengalami kepunahan menginggat megalodon adalah monster lautan. Berikut adalah pembahasan Megalodon.
Bagaimana Reptil Purba Ini Bisa Mengalahkan T-Rex?
Ini adalah Spinosaurus, satu-satunya dinosaurus yang mampu hidup di darat dan juga di air. Mulutnya yang seperti buaya dengan tubuh seperti dinosaurus theropoda, sudah pasti menjadikan ia sebagai apex predator di zamannya. Bahkan seringkali ia digambarkan mampu mengalahkan Tyrannosaurus Rex sebagai raja dari dinosaurus dalam Film Jurassic Park yang ternyata berbeda jauh dengan apa yang ditemukan oleh para peneliti. Dalam video kali ini, kita akan belajar bersama mengenai Spinosaurus tentang bagaimana bentuk tubuh mereka sebenarnya sehingga membedakannya dengan dinosaurus karnivora lainnya yang berbeda jauh dengan apa yang kita duga selama ini. Serta kesalahan apa saja dalam film Jurassic Park sehingga membuat T-Rex terlihat bertekuk lutut kepada dinosaurus semi-aquatic tersebut. Berikut adalah pembahasan Spinosaurus.
Mengapa Burung Langka Ini Bisa Punah Dari Indonesia?
Beberapa waktu yang lalu, kita diviralkan dengan temuan burung langka yang konon telah dinyatakan punah dari Indonesia, dari sebuah channel YouTube bernama Jaguar SniperKicau. Burung ini tidak lain adalah Burung Kuau Raja, salah satu spesies burung pegar terbesar yang ada di dunia. Mereka umumnya menghuni hutan-hutan belantara yang dipenuhi oleh pohon-pohon yang rindang dan lebat sebagai tempat untuk bertahan hidup, yang dapat kalian temui di Semenanjung Malaya, Pulau Sumatra, dan Borneo. Akan tetapi, di Indonesia sendiri, populasi burung kuau raja bisa dikatakan sangat memprihatinkan meskipun hingga saat ini tidak ada yang tahu pasti berapa jumlah populasi mereka di luar sana. Sehingga, informasi bahwa mereka adalah hewan langka dan dinyatakan punah mungkin benar adanya. Dalam video ini, kita akan belajar bersama mengenai Burung Kuau Raja tentang bagaimana kehidupan mereka di alam liar serta penyebab utama menrunnya populasi mereka dari alam Indonesia yang terkenal hijau ini. Berikut pembahasan Burung Kuau Raja.
Bagaimana Reptil Purba Ini Menjadi Predator Puncak Lautan ?
Ini adalah Mosasaurus yang sempat hadir dalam film Jurassic World. Impresi pertama kalian mungkin membayangkan ia adalah semacam ikan dengan kepala seperti buaya dengan tubuh sebesar ikan paus. Tapi, dia sebenarnya reptil laut yang tidak sebanding dengan reptil yang hidup saat ini seperti Iguana Laut ini misalnya atau bahkan Komodo Dragon. Karena dimasa ia hidup, Mosasaurus adalah reptil laut terbesar yang memuncaki ekosistem laut bahkan mengalahkan predator laut lainnya seperti Plesiosaurus dan Ichityosaurus. Dalam video kali ini kita akan belajar bersama mengenai Mosasaurus tentang bagaimana mereka bisa menjadi predator puncak dengan tubuhnya yang sangat besar. Serta bagaimana bentuk tubuhnya yang sesuai dengan temuan-temuan ilmiah sehingga membedakannya dengan apa yang kita lihat saat ini. Berikut adalah pembahasan Mosasaurus.
Mengapa Tidak Ada Fosil Dinosaurus di Indonesia
Kita sepakat bahwa Indonesia adalah negara yang begitu luas, yang terdiri dari 17.000 pulau dengan berbagai kenaekaragaman alam di dalamnya. Ada sebuah lagu yang pernah menyebutkan bahwa Indonesia adalah tanah surga, lagu itu berjudul kopi susu, yang itu memang ada benarnya. Tahu nggak kalian jika Indonesia adalah negara nomer 2 di dunia yang memiliki Biodiversity atau keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, dengan peringkat 1 dipegang oleh Brazil. Keanekaragaman itu meliputi 31.750 jenis tumbuhan berbeda, 732 species mammalia, 1.711 spesies burung, 750 species reptile, 403 spesies amphibi, dan 1.236 spesies ikan air tawar. Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa Indonesia memiliki lahan gambut tropis terbesar di dunia dengan luas sekitar 15 juta hektar yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Namun, dengan fakta yang begitu luar biasa ini, nyatanya tidak pernah ada kabar bahwa Dinosaurus pernah hidup di Indonesia. Bahkan tidak ada fosil yang mendukung mereka pernah menginjakkan kakinya di Indonesia. Mengapa bisa demikian? Mari kita telusuri bersama-sama dalam viinio in
Mengapa Orang Utan Hanya Ada di Indonesia
Jika Gorilla dapat kalian temukan di hutan tropis Afrika, maka lain halnya dengan primata pohon yang satu ini dimana hanya dapat kalian temukan di Indonesia. Dia adalah Orang Utan, salah satu primata terpintar yang ada di dunia. Sekilas memang terlihat seperti monyet, padahal bukan, karena Orang Utan memiliki tubuh yang lebih besar dengan berat mencapai 200 kilogram, sedangkan monyet jauh lebih kecil. Perbedaan lainnya adalah pada karakteristik tubuh dimana monyet memiliki ekor sedangkan orang utan tidak. Dan kalian tahu nggak mengapa Orang Utan cuma di Indonesia? Atau dulu pernah ada di negara lain? Misalnya china? Hmm, Mari kita telusuri bersama.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Address
Jalan Pemuda No. 148, Sekayu, Kec. Semarang Tengah
Semarang
50132