14/06/2026
Pembajakan emosi (amigdala hijack) adalah respons emosional yang berlebihan di mana perasaan intens (seperti kemarahan atau ketakutan) melewati bagian logis otak. Hal ini menyebabkan tubuh bereaksi secara impulsif dan ini terjadi ketika naluri bertahan hidup otak mengesampingkan pemikiran rasional, karena otak akan merasakan ancaman emosional atau fisik, yang mengaktifkan amigdala (pusat emosi otak). Amigdala membanjiri tubuh dengan hormon stres (seperti adrenalin), sehingga memblokir akses ke korteks prefrontal yang rasional.
Tubuh langsung terkunci dalam respons flight or fight or frozen atau gabungan diantaranya yang berbasis pada naluri bertahan hidup atau naluri untuk mempertahankan ego nya.
Hal ini ditandai dengan gejala fisik seperti detak jantung semakin cepat, pernapasan dangkal, wajah memerah, telapak tangan lebih berkeringat, atau muncul rasa gemetar dimana hal ini bisa didapati saat seseorang yang ketakutan secara emosional. Dengan adanya suasana hati yang seperti ini maka ledakan amarah, panik, menangis, atau tiba-tiba membeku dan menutup diri akan segera muncul. Secara alami tubuh akan menutup diri dari intervensi dari luar, supaya tidak terganggu dan lebih tenang. Dalam kondisi yg menutup diri ini pandangan semakin sempit, ingin berpikir keras tapi tidak mampu, dan ketidakmampuan untuk melihat perspektif orang lain.
Tehnik melepaskan dari kondisi ini diajarkan pada pelatihan DC 6-7.
INOPATIP