30/10/2021
Satu Jam lebih dekat dengan Ustadz Felix Yanwar Siauw
3 Pertanyaan Mendasar
Oleh : Ustadz Felix Y. Siauw
1. Darimana saya sebelum saya lahir di Dunia ?,
2. Akan kemana saya setelah saya mati ?,
3. Kegiatan apa yang dapat saya kerjakan di
Dunia ?
Penjelasan :
1. Ortu Ustadz Felix Y. Siauw => " dari Ortu-mu lah..."
Ustadz Felix Y. Siauw => "Bapak & Ibu darimana (sebelum saya lahir di Dunia ?)?"
Ortu Ustadz Felix Y. Siauw => "dari Kakek-Nenek lah..."
Ustadz Felix Y. Siauw => "Kakek-Nenek darimana?"
Ortu Ustadz Felix Y. Siauw => "dari Kakek Buyut-Nenek Buyut lah..."
Ustadz Felix Y. Siauw => "(nggak selesai-selesai), kemudian saya cari di ilmu Biologi terdapat Teori Evolusi Darwin. Sehingga sempat mewakili sekolah di Olimpiade Biologi Nasional dengan kisi-kisi yang telah saya uraikan diatas. (Ustadz Felix usia 14 - 15) Kemudian ketika semakin saya pelajari, semakin membingungkan. Saya belajar agama dari game, sepertinya game-game yang saya mainkan seperti mengajak orang ke Atheis.
Contoh (Game genre Atheis): 1990 -> Final Fantasy VII (PS1). => disitu diceritakan Tuhan itu tidak ada, yg ada Energi Bumi.
(Ustadz Felix Y. Siauw) => "Setelah menjadi Atheis kemudian saya menjadi Agnostik (tidak percaya adanya agama), Dan selama 5 tahun saya berpikir jika manusia itu baik maka manusia dapat bersikap baik menurut kehendak manusia. Kalaupun tuhan ada, itu ada dengan sendirinya tanpa membuat Aturan kepada Makhluk Bumi & Alam Semesta.
Teman Ustadz Felix Y. Siauw di IPB (semester 3) => "Kamu masih ingin mencari Kebenaran Islam?."
Ustadz Felix Y. Siauw => "nggak ah deh, ustadznya membosankan (cth: cuma menjelaskan di Surga ada Pahala, di Neraka ada Siksa)."
Teman Ustadz Felix Y. Siauw di IPB (semester 3) => "Ustadz ini beda, masih muda."
Ustadz Felix Y. Siauw => "nggak ah deh, ustadznya membosankan (cth: cuma menjelaskan di Surga ada Pahala, di Neraka ada Siksa). Tindaklanjutnya tidak benar, sekalipun hitung pahala-dosa masing-masing individu tepat."
Teman Ustadz Felix Y. Siauw di IPB (semester 3) => "Ustadz ini beda, masih muda. Yang dibicarakan selalu berdasar Qur'an dan Asbabun Nuzulnya."
Ustadz Felix Y. Siauw => "Ya, sudah deh. Nothing to lose (tidak mudah menyerah, sebelum menciptakan perubahan). Nanti kalau saya tidak cocok, saya langsung tinggalkan beliau."
Ustadz Felix Y. Siauw => "Inilah ustadz Fatih Karim (tempat saya berdiskusi) yang diperkenalkan teman saya di IPB, Mas Samsul Hadi. Beliau sekarang jauh lebih tua. Saat itu beliau sedang mengisi kajian dengan Judul (Menepis opini negatif tentang syarat islam)." “Bisa dibayangkan Orang Non Muslim yang ingin masuk Islam tetapi Orang Muslim yang dibicarakan tentang Islam yaitu tentang Potong Tangan, Rajam (Hukum Peradilan Islam).”
Ustadz Fatih Karim => “Sebenarnya syarat masuk Islam tidak negatif tetapi positif (selain dapat membuat jera pelaku juga dapat melindungi kejahatan serupa untuk calon pelaku dan korban.”)
Ustadz Felix Y. Siauw => "Ini orang luar biasa, dengan penampilan biasa tapi ketika yang dibicarakan dunia sama Frasa / 2 kata dalam 1 kegunaan kalimat dengan akhirat. Kalau begitu, kita harus lanjutkan kajian kita/ pembahasan berikutnya."
Ustadz Fatih Karim => "Ok, baik."
Presenter TV One => “Ketika datang Orang sipit tidak beragama, dengan bicara seperti ini (cth: Banyak Tahu, Ingin Tahu Banyak), pusing nggak Pak?”
Ustadz Fatih Karim => "Ya. Bahkan yang mengagetkan saya malam itu. Masih ingat saya (Malam Jum’at), kedatangan mahasiswa pakai sandal jepit ke Tempat Kontrakan (Ustadz Fatih Karim). Ada Mahasiswa yang Rambutnya gondrong. Ya, saya awalnya berpikir bahwa ngapain ngladenin orang (Rambut Gondrong) seperti itu. Karena tidak ada gunanya. Bahkan saya dengar, beliau Atheis. Tetapi kemudian beliau bertanya –Awal-awal pertanyaan itu menggelitik--."
Ustadz Fatih Karim => “Ini orang harus dijelasin dengan dalam. (Pertanyaan Pertama: Tuhan itu sebenarnya Diakui Keberadaannya, Bagaimana kita bisa meyakini Islam itu benar?, Bagaimana anda menunjukkan Islam itu benar sedangkan Mas Felix melihat realitas Islam seperti itu?).
Ustadz Fatih Karim => (Kemudian, Yuk masuk kamar saya). “Akhirnya di Kontrakan saya, saya masih ingat itu. Bro (jam 20.00 – 05.00 tidak makan, tidak ke Toilet, ngobrol terus).”
Ustadz Fatih Karim => (Kebetulan saat itu sedang panas-panasnya/ Asyik). “Dan kita tersadarkan, bentuk perdebatan/ pertanyaan: Qur’an ini benar nggak?”. “Kalau memang Qur’an benar, Apa buktinya?”. “Apa yang bisa anda yakinkan Qur’an ini benar?.”
Ustadz Felix Y. Siauw => (“Apa betul Muhammad ini menikahi Budak ?, dan mengenal Perbudakan ?”).
Ustadz Fatih Karim => “Pertanyaan-pertanyaan kritis dan kita bisa membayangkan. Wah, itu luar biasa. Sampai kita tidak terasa. Kita akhirnya terasa (Saya masih ingat), jam 4 Pagi menjelang Shubuh. Kemudian kita berdua terdiam. Saya kemudian bertanya (“Lantas Bagaimana ?”, “Mau kemudian menerima kebenaran ini atau tidak ?”, “Hidup adalah pilihan ?”, “Dan terdiam cukup lama, kemudian terdengar adzan shubuh, waktu itu kemudian Mas Felix mengulurkan tangannya dan mengatakan sesuatu: “Kang, saya bersyahadat.” “Ketika beliau bersyahadat, saya peluk kemudian kita bimbing bersyahadat. Kemudian kita berdua menangis. Dan Shubuh itu kemudian saya ajak berwudhu dan seterusnya.”
Presenter TV One => “Kenapa dalam waktu beberapa jam anda (Ustadz Felix Y. Siauw) ingin langsung bersyahadat ?”.
Ustadz Felix Y. Siauw => “Ya, Pertama memang ini adalah pencarian yang lama (Tuhan ini sebenarnya ada atau tidak ada). Tuhan ini siapa sih sebenarnya ?. Argumen – argumen saya mau dihancurkan dari dasar. Seolah – olah Al-qur’an ini mengatakan di Surat Al-Baqoroh ayat 23 (Sudah lah Lix, nggak usah banyak ngomong. Kalau kamu memang pandai memang hebat memang luar biasa. Buatlah 1 surat yang serupa dengan Al-Qur’an ini, pilihlah surat 1 hingga 114 yang mudah – pendek, silahkan dibuat dengan tangan mu sendiri atau kelompok orang terdekatmu. Kalau kamu bisa berarti Qur’an yang salah, kalau kamu tidak bisa berarti Qur’an yang benar ?). Nah waktu itulah saya berkata dengan Ustadz Fatih Karim (saya masuk Islam). Wah ini segel (terjaga) nih. Karena di dalam kitab - kitab lainnya yang saya baca / kitab – kitab suci agama lainnya yang saya baca tidak ada segel semacam ini. Segel semacam ini cuma ada dalam Al-Qur’an.”
Presenter TV One => “Pandangan Pak Ustadz terhadap sosok Ustadz Felix disini sekarang ?”.
Ustadz Fatih Karim => “Jadi beliau itu benar-benar rasional mencari dan tidak akan meyakini sesuatu yang tidak diyakini dan ini nampaknya jarang dimiliki Muslim sekalipun sejak lahir. Nah, oleh karena itu untuk menemukan Islam dia seakan-akan menemukan hal baru yang paling monumental dalam hidupnya. Itu sosok Felix yang Pertama. Yang Kedua, memang luar biasa cerdas. Jadi, bayangkan pada saat malam itu menjawab pertanyaannya. Dan Alloh mudahkan lisan saya untuk melembutkan hatinya. Dan Alhamdulillah, pada saat itu beliau memilih Islam. Memang begitulah sosok Felix yang saya kenal.”
Presenter TV One => “Terimakasih sudah hadir di 1 Jam lebih dekat bersama Felix Siauw.”