Pesantren tahfidz al husna

Pesantren tahfidz al husna

Share

pesantren tahfidz al husna tempuran

Photos 09/04/2015
Photos 17/03/2015

alhamdulillah

Photos from Pesantren tahfidz al husna's post 07/03/2015
Photos from Pesantren tahfidz al husna's post 20/02/2015

Acara khotmil qur'ani One Day One juz dan selamatan aqidah ibu prihantini di PPTQ Al Husna

16/02/2015

DITITIPKAN KE BIBI?

Sebuah kisah dari seseorang:

SEORANG rekan saya bercerita pada saya suatu kali. “Bu Wid, anak saya nanya gini lo, Bunda boleh gak aku nanya? ‘Kalau nitip kunci lemari ke si bibi (pembantu rumah tangga),Bunda percaya gak?’,” ujarnya memulai.

Ia melanjutkan, “Lantas saya jawab, ‘Ya nggak lah, nanti barang berharga Bunda gimana kalau ilang?’

“Terus anak saya nanya lagi, ‘Kenapa Bunda percaya nitipin aku ke bibi?’, sontak saya kaget mendengar pertanyaannya.Saya pun hanya diam membisu tak mampu berkata-kata,” ucapnya.

Saya bertanya kepada rekan saya itu, “Nah, setelah mendengar pertanyaannya, apa yang Bunda rasakan?”

Ia menghela nafas sejenak sebelum menjawab, “Ada rasa bersalah.Tapi di sisi lain, saya gak mungkin berhenti bekerja, jadi saya harus gimana ya, Bu?”

Saya tersenyum. “Supaya tenang, coba dicari lagi informasi yang lebih dalam dan kuat dari Al-Quran maupun hadits, apa tugas seorang ibu menurut Islam? Kalau sudah ditemukan kemudian lakukan, in syaa Allah tidak akan merasa bersalah lagi,” tukas saya.

Menurut para ahli syaraf, terjadi 1,83 juta sambungan perdetik pada sel otak anak kita yang diberikan stimulus positif oleh orang dewasa disekitarnya. Bayangkan berapa juta sambungan yang terlewatkan jika anak kita didampingi oleh orang yang tidak paham akan hal ini. Apa yang terjadi jika sang ibu tidak didekatnya untuk memberikan stimulus-stimulus yang membangun sambungan sel otaknya selama berjam-jam, tentu sel otak anak ini tidak memiliki sambungan.

Jika didalam sel otak anak tidak terdapat sambungan-sambungan, maka pada usia dua tahun akan masuk kedalam program penghapusan. Artinya, ibu tidak bisa memanfaatkan keberadaan sel otak tersebut. Itulah mengapa usia 0 sampai dengan 2 tahun dinamakan dengan jendela kesempatan.

Islam jelas sekali berbicara tentang pendampingan 0 – 2 tahun ini dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 233 yang artinya:

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Berdasarkan penelitian Lise Eliot seorang ibu yang juga Neuroscientist yang ditulis dalam buku yang berjudul “What’s Going On In There” ketika ia menyusui bayinya yang berusia sembilan minggu tampak dilayar monitor warna-warna seperti pelangi yang menandakan terjadi sambungan-sambungan antara satu sel otak dengan sel otak yang lainnya.

Tak terbayangkan berapa sel otak anak yang tersisa saat dia dewasa jika selama pertumbuhan dan perkembangannya tidak mendapatkan rangsangan-rangsangan yang positif dari orang dewasa disekitarnya? Sungguh sangat sayang, orang tua membiarkan sel otak anak yang sudah diamanahkan oleh Allahterhapus begitu saja karena kelalaiannya

Want your school to be the top-listed School/college in Semarang?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Semarang
50125