NUSA Boarding School

NUSA Boarding School

Share

100 Hari Belajar, Besoknya Gajian
Spesialisasi programmer dan designer

Photos from NUSA Boarding School's post 06/04/2026

After Ramadhan: Saatnya Membuktikan Ketangguhan

Bulan Syawal sudah berjalan setengah bulan.
Bagaimana ibadah kita?

Yuk sama-sama menjadi pemuda tangguh setelah Ramadhan dengan Istiqomah melakukan amal sholih 💪

Photos from NUSA Boarding School's post 03/03/2026

Berbagi kebahagiaan bersama Rumah Asuh Yatim Fadhilah Ihsan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang

19/02/2026

Marhaba Yaa Ramadhan 1447 H ✨

Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga Allah berikan keberkahan di bulan yang berkah ini.

Yuk juga perbanyak ibadah dan amal kebaikan tuk meraih pahala yang dilipatgandakan.

Photos from NUSA Boarding School's post 28/01/2026

PAPERCLIP CHALLENGE: FINISH WHAT YOU STARTED

Tidak semua santri berhasil di paperclip challenge, masih ada beberapa yang belum selesai 10x pertukaran barang.
Ada yang berhasil hanya sampai 4x pertukaran, ada juga yang sampai 2x pertukaran saja.
Cerita mereka, karena tokonya butuh uang jadi agak keberatan untuk menukar barang. Ada yang bilang kesusahan karena barang yang didapat setelah menukar nilainya tidak seberapa.

Bagaimana kelanjutannya?
Sesuai judul, finish what you started, selesaikan apa yang telah kamu mulai. Keesokan harinya, santri yang belum selesai kembali diantar ke pasar Rasamala untuk menyelesaikan challenge.

Ini penting untuk membentuk karakter tangguh, karakter terus berjuang sampai akhir. Jangan sampai ketika nanti sudah kerja, begitu dapat hambatan langsung pilih mundur atau resign. Atau nanti ketika jadi kepala keluarga, dapat ujian pernikahan pilih pisah rumah tangga.

Semoga kita semua diberikan kekuatan dan ketabahan oleh Allah dalam menghadapi setiap masalah.

Bagaimana cerita santri yang menyelesaikan challenge?
Alhamdulillah mereka bisa selesai challenge semuanya. Bahkan, waktu menyelesaikan juga lebih cepat, yang hari sebelumnya butuh sekitar 5-6 jam. Jadi, hanya butuh sekitar 3-4 jam saja.

Simak cerita mereka yang sudah selesai
Endika Yahya Bramantya Satriayudha: https://www.linkedin.com/posts/endika-yahya-bramantya-satriayudha-287106394_nusaboardingschool-nusa-paperclipchallenge-activity-7422119479314264064-66FH?utm_source=social_share_send&utm_medium=member_desktop_web&rcm=ACoAAGDV9gcBnL-Cl8NapHjTsFpuD_-jcT2TFsk

Ibrahim Giyant: https://www.linkedin.com/posts/ibrahim-giyant_100harinulis-share-7422112177660141568-NdbQ?utm_source=share&utm_medium=member_desktop&rcm=ACoAAGLhuA0BdNsGqCnGmHnRjPwEYqZLtdLcZqc

Zidane Fakhri: https://www.linkedin.com/posts/zidane-fakhri_100harinulis-nusaboardingschool-activity-7422116676529471488-Apwf?utm_source=social_share_send&utm_medium=member_desktop_web&rcm=ACoAAGN-FrcBhazXp6hxq0hJ8BM4ni3-nJ4G1kM

---

Gabung juga ke grup WhatsApp bit.ly/MuslimTangguhJagoIT

Photos from NUSA Boarding School's post 26/01/2026

BARTER PAPERCLIP SEBANYAK 10 KALI

Berawal dari 1 paperclip kecil, santri NUSA Boarding School di-challenge untuk barter barang sebanyak 10 kali.
Tetapi, setiap kali menukar barang, barangnya harus punya nilai yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Di sini, santri harus belajar negosiasi dan komunikasi supaya barang yang remeh bisa ditukar dengan yang lebih bagus.
Kalo merasa gak percaya diri, malu-malu, takut ditolak, takut dimarahin, takut ini itu ya akhirnya kesusahan untuk menukar barangnya. Susah untuk bertumbuh dan bergerak maju...
Ketika nanti ada kesempatan untuk tumbuh dan maju, nantinya mencari alasan-alasan pembenaran untuk tidak melakukannya...
Semoga melalui challenge ini, rasa percaya diri dan karakter tangguh semakin terbentuk pada santri.

Bagaimana cerita dari para santri menjalani challenge ini?
Santri diturunkan di Pasar Rasamala, Banyumanik sekitar jam 7 pagi. Setelah kurang lebih 5-6 jam, alhamdulillah ada beberapa yang sudah berhasil selesai.

Ketika nuker juga dapat barang-barang yang unik.
Ada yang dapat salak 1 kg
Ada yang dapat sandal one piece
Ada yang dapat tiramisu cake, karena seneng mau ditukar barang lagi rasanya berat hehe
Ada yang dapat boneka lucu
Bahkan ada yang dapat anak bebek hidup

Ketika tukar barang, ditolak berkali-kali sudah biasa.
Bahkan, ada yang dimarahin ibu berkerudung kuning, spesifik karena santrinya masih keinget yang marahin hehe

Tetapi, dari challenge ini, ada juga beberapa yang belum berhasil hingga menukar 10x. Artinya, esoknya harus kembali lagi untuk tukar barang dan menyelesaikan challenge.

Nantikan cerita berikutnya dari santri yang belum berhasil.

Gabung juga ke grup WhatsApp bit.ly/MuslimTangguhJagoIT

Photos from NUSA Boarding School's post 23/01/2026

Menulis Tanpa Bantuan AI

Kalo ditanya mengapa harus menulis?
Tentu sudah banyak yang menjelaskan manfaatnya, dampak positifnya, beragam macam keuntungannya.

Terus kenapa menulisnya tanpa bantuan AI?
Era sekarang, munculnya AI, dibalik banyak positifnya, ada sisi negatif yang justru muncul.
Harusnya menulis untuk mengasah cara berpikir, kalo pake AI, jadi malah gak terasah cara berpikirnya.
Harusnya menulis untuk mengekspresikan diri, kalo pake AI, ekspresi yang dimunculkan dalam tulisan terasa hambar.

Santri NUSA Boarding School, mulai kelas X, sudah diajarkan untuk terbiasa menulis. Mereka cerita pengalaman-pengalamannya di sekolah, cerita mimpi-mimpi mereka dimasa depan, dan cerita progres belajar mereka.

Tidak mengapa kalo tulisannya dianggap tidak bagus, cara nulisnya kurang menarik, masih banyak salah tanda baca, dst
Yang paling penting adalah berani untuk memulai dulu lebih awal dan memperbaiki apa yang kurang sembari jalan.

Jika sudah dimulai sekarang, 3 tahun lagi setelah lulus, mereka bisa lihat sudah sejauh mana mereka melangkah.

---

Mereka juga gabung ke tantangan 100 Hari Menulis di LinkedIn. Yang ingin ikut bergabung bisa di s.id/100HariNulis

Gabung juga ke grup WhatsApp untuk cerita-cerita berikutnya bit.ly/MuslimTangguhJagoIT

Photos from NUSA Boarding School's post 21/01/2026

Ketika Para Santri Magang Kerja,
Gurunya Ngapain?

Terhitung sudah 2 pekan para santri bekerja di tempat masing-masing.
Ada yang sudah selesai, tetapi ada juga yang baru mulai, alhamdulillah.
Memang benar, rizqi sudah ada takarannya masing-masing.

Selama 2 pekan ini asatidz ngapain saja?
Sebagai asatidz atau guru tentu saja gak boleh lepas tangan dari santrinya, dilepas di tempat kerja masing-masing.

Sebagai guru,
Tentu sudah tugasnya untuk
Memantau sholat wajibnya bagaimana, jama'ah di masjid atau munfarid di tempat kerja.
Ada cerita santri yang gak sholat jama'ah ashar di masjid karena baru selesai kerja jam 4 sore, sementara ashar jam 3 lebih, jadi diakhirkan karena nanggung waktunya.
Setelah dinasehati untuk nego ke tempat kerja biar bisa jama'ah, akhirnya bisa jama'ah di masjid, alhamdulillah.

Tugasnya guru juga untuk
Memantau dan mengingatkan untuk jaga sholat sunnahnya,
Ngecek mereka dapat makan siang atau gak di tempat kerja
Ngecek ada masalah atau kendala atau gak di tempat kerja
Menjaga setoran hafalan dan muroja'ah Al Qur'an mereka, kalo yang tidak pulang ke pondok, bisa dilakukan secara online
Menjaga ilmu diniyyah bagi santri yang kerja tersampaikan, kalo saat jam pelajaran masih kerja, maka guru membuat rekaman materi singkat biar bisa disimak setelah selesai kerja.

Ditambah lagi, diusahakan asatidz juga rutin menjenguk sepekan dua kali untuk cek kondisi santri.

Kami tidak ingin fenomena "libur syar'i" terjadi ketika santri pulang ke rumah, kalo di pondok rajin ibadah, sementara di rumah jadi "luntur" ibadahnya.
Atau bahkan fenomena ketika sudah kerja, karena terbawa lingkungan kerja, ibadahnya pelan-pelan berkurang hingga akhirnya sampai ditinggalkan, bahkan yang wajib seperti sholat juga ditinggalkan.

Semoga Allah menjaga kita semua dan menetapkan hati kita semua senantian dalam ketaatan. aamiiin

Gabung ke grup WhatsApp untuk cerita-cerita berikutnya bit.ly/MuslimTangguhJagoIT

Photos from NUSA Boarding School's post 20/01/2026

Buat Paspor dari Hasil Kerja Sendiri

Kemarin Senin, 19 Januari 2026, para santri yang sudah berhasil mengumpulkan uang untuk buat paspor dari hasil bekerja berangkat ke Kantor Imigrasi di Muladi Dome, Universitas Diponegoro.

Mereka ke sana bukan untuk buat paspor, tetapi untuk tanya-tanya dokumen yang perlu dibawa dan syarat yang harus dipenuhi untuk buat paspor. Mereka belum cukup umur, jadi harus didampingi orang tua saat membuat paspor.

Terus kenapa bertanya-nya harus ke kantor imigrasi? Kan lewat whatsapp atau tanya online bisa!
Karena ketika mereka ke kantor imigrasi jadi tau
Oh ternyata lokasinya di sini, tempat duduknya di sini, dst
Oh nanti bisa tanya-tanya ke satpam yang bertugas kalo ada yang gak paham
Oh nanti step-stepnya dari satu tempat ke tempat lain begini

Sehingga ketika nanti mereka berangkat ke kantor imigrasi bersama orang tua, mereka bisa bantu untuk mengarahkan. Bisa saja ke kantor imigrasi itu adalah pertama kali bagi orang tua mereka.

Kalo kata Anies Baswedan, kita harus jadi warga dunia, maka membuat paspor ini adalah gerbangnya.
Semoga Allah berikan kelancaran persiapan untuk buat paspornya!

Gabung ke grup WhatsApp untuk cerita-cerita berikutnya bit.ly/MuslimTangguhJagoIT

Photos from NUSA Boarding School's post 15/01/2026

Gen Alpha / Gen Z, Jadi Karyawan yang Ideal, Bisa?

Sering dengar keluhan dari gen milenial atau di atasnya tentang kinerja gen z dan alpha.
Katanya, mereka itu mentalnya lemah dan gampang menyerah. Kalo kerja, ngeluhnya banyak, terus kerjanya maunya sedikit.
Bahkan dianggap 'generasi rapuh' atau snowflakes.
Tetapi, bisa saja itu karena mereka tidak tau ilmunya atau fiqihnya.

Maka, harus belajar bahwa ketika mereka kerja itu termasuk ibadah
Harus belajar amanah dan tanggung jawab dalam pekerjaan
Harus belajar bahwa harta yang didapat kalo halal akan dihisab, haram akan diazab
Harus belajar menjaga sholat tepat waktu saat bekerja, meskipun dilabeli 'sok alim'
Harus belajar korupsi waktu saat kerja itu dosa
Harus belajar agar tidak terbawa arus pergaulan yang tidak baik, gosip sana-sini
Harus belajar supaya tetap muroja'ah hafalan Al Qur'an dan alhamdulillah bisa nambah hafalan
Banyak hal yang harus dipelajari

Santri NUSA Boarding School, perpaduan antara gen z dan gen alpha, alhamdulillah sudah diajarkan fiqih-fiqih dalam bekerja dari buku Fiqih ASN & Karyawan karya Ustadz Ammi Nur Baits.
Harapannya, mereka saat bekerja sudah siap dengan lingkungan kerja yang bisa saja sangat berbeda jauh dari lingkungan pondok. Kalo bedanya lebih baik dari lingkungan pondok, justru bagus. Tetapi, seringnya lingkungan kerja itu tidak sehat...

Semoga Allah berikan mereka kemudahan saat bekerja dimanapun dan diberikan mental yang tangguh

Gambar: santri NUSA yang sedang kerja di berbagai tempat

Gabung ke grup WhatsApp untuk cerita-cerita berikutnya bit.ly/MuslimTangguhJagoIT

Photos from NUSA Boarding School's post 12/01/2026

Komunikasi itu Pintu Awal Dalam Bekerja

Saat pertama kerja, skill yang dibutuhkan pertama kali salah satunya adalah komunikasi.
Kalo punya keahlian bisa buat website, bisa desain, bisa ini itu. Tetapi, kalo kita gakbisa menyampaikan ke orang lain apa yang kita bisa dengan baik. Orang lain bisa saja anggap kita gakbisa apa-apa.

Tujuan awal santri keliling cari pekerjaan itu supaya bisa cari uang untuk buat paspor 650 ribu dalam waktu 2 pekan. Mereka harus bisa menyampaikan ke setiap toko tujuan mereka.
Alhamdulillah ada beberapa yang langsung diterima esoknya langsung kerja. Ada yang sudah terlanjur senang dulu karena sudah diterima kerja, tapi lupa tanya jam kerjanya, hari kerjanya kapan saja, nego dapat bayaran berapa. Ternyata esoknya setelah kerja sekitar 8 jam, dari tempat kerja tidak ngasih bayaran, karena yang sebelum-sebelumnya biasa seperti itu.

Di kelas NUSA Boarding School, ada buku "Bicara itu Ada Seninya" karya Oh Su Hyang untuk bisa dibaca siapa saja. Tetapi, saat praktik belum tentu selancar yang diajarkan buku. Untuk lancar komunikasi harus dibanyakin praktik, banyak ngobrol sama orang lain.

Ada cerita lain dari santri yang sudah bekerja, punya ide konten yang fresh ala gen alpha, dikasih juga referensi rujukan yang sudah sukses dapat traffic. Tetapi dari rekan kerja langsung bilang "jangan aneh-aneh". Langsung ditolak hehe, gakpapa jadi belajar juga, bisa jadi persuasi idenya belum mengena bagi rekan kerja.

Semoga bisa dapat banyak pelajaran hidup bagi para santri.

Gabung ke grup WhatsApp untuk cerita-cerita berikutnya bit.ly/MuslimTangguhJagoIT

Photos from NUSA Boarding School's post 07/01/2026

Belajar Ditolak 10x

Kenapa harus angka sepuluh? Karena jika percobaan pertama sudah diterima atau berhasil, kita kehilangan kesempatan belajar sembilan kali dari penolakan. Kalo lebih banyak angka penolakannya lebih baik hehe.

Kemarin, santri NUSA Boarding School mencari pekerjaan. Santri disebar di sekitar Tembalang, sekitar Undip atas, berkeliling ke setiap toko untuk menawarkan jasa mereka. Berbas terserah mereka mau menawarkan jasa desain, buat website, jadi kasir, atau boleh saja cuci piring.

Mereka melakukan itu karena punya target untuk bisa backpacker keliling 3 negara pakai uang yang mereka kumpulkan sendiri. Kalo dihitung-hitung biayanya dari buat paspor 650 ribu dan akomodasi untuk keluar negeri sekitar 3.5 juta. Maka, paling tidak amannya harus terkumpul yang sekitar 4 jutaan lebih.

Terus bagaimana cerita mereka setelah berkeliling?
Ada yang ditolak 4x
Ada yang ditolak sampai 13x
Ada yang awalnya maju mundur mau nawarin, akhirnya berani, tapi hasilnya ditolak
Ada yang baru 2x sudah langsung diterima, tapi tetap harus keliling karena targetnya 10x penolakan
Alhamdulillah gak ada yang diusir keluar, mungkin kalo ini hanya ada di sinetron hehe
Alhamdulillah ada juga yang diterima, esok langsung kerja
Hari ini, alhamdulillaah sudah 5 santri yang sudah langsung kerja

Dengan terbiasa ditolak, maka rasa berani untuk mencoba terus menerus akan bertumbuh dan berkembang, sampai akhirnya membentuk pribadi muslim yang tangguh.

Gabung ke grup WhatsApp untuk cerita-cerita berikutnya bit.ly/MuslimTangguhJagoIT

Want your school to be the top-listed School/college in Semarang?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Address


Jalan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang
Semarang
50266