09/09/2024
๐ *PLURALISME AGAMA: DARI PANDANGAN HIDUP KE PRAKTIK KEHIDUPAN* ๐
*Penulis* : Hamid Fahmy Zarkasyi, Anis Malik Thoha, Adian Husaini, Harda Armayanto, Qosim Nurseha Dzulhadi, Maria Ulfa, Kholid Karomi, Adib Fattah Suntoro
*Editor*: Harda Armayanto
*Penerbit* : Centre for Islamic and Occidental Studies (CIOS)
*Tebal*: 237 Halaman
*Dimensi*: 13 cm x 19 cm
*Cover* : Soft Cover
๐ *Resensi*:
โ๐ป๏ธ Dalam menghadapi kompleksitas gagasan pluralisme agama, buku "Pluralisme Agama: Dari Pandangan Hidup ke Praktik Kehidupan" menjadi panduan yang sangat berharga. Disusun oleh para cendekiawan muslim terkemuka, buku ini menyajikan wawasan tajam dan mendalam tentang pluralisme agama dari perspektif Islam.
โ๐ป๏ธ Dari akar pemikiran hingga dampak praktisnya, buku ini mengurai segala aspek penting tentang pluralisme agama. Anda akan memahami implikasi teologisnya, melihat bagaimana Islam memandang kebebasan beragama, serta menyoroti kesalahpahaman seputar tokoh-tokoh seperti Ibnu 'Arabi.
โ๐ป๏ธ Tidak hanya itu, buku ini juga menawarkan solusi dan pandangan praktis dalam menghadapi tantangan hubungan antaragama. Dengan menggabungkan kedalaman analisis dengan kejelasan bahasa, buku ini menjadi bahan bacaan yang tidak boleh Anda lewatkan.
โ๐ป๏ธ Jadi, jika Anda ingin memperdalam pemahaman tentang pluralisme agama, mendapatkan pandangan yang tajam, dan solusi praktis dalam menghadapinya, pesanlah buku ini sekarang juga! Jangan sia-siakan kesempatan ini untuk memiliki panduan yang berharga dalam perjalanan intelektual Anda.
Selamat Membaca!๐
Pemesanan: https://wa.me/0881026629239
31/08/2024
https://ciosunidagontor.com/mengungkap-orientalisme-sejarah-dan-tokoh-tokoh-di-baliknya/
Mengungkap Orientalisme: Sejarah dan Tokoh-Tokoh di Baliknya
Oleh: Adib Fattah Suntoro, M.Ag Bagi yang mengikuti isu pemikiran Islam, tentu tidak asing lagi dengan istilah โorientalismeโ. Orientalisme merujuk pada kajian-kajian yang dilakukan oleh para sarjana Barat tentang Islam dan dunia Timur secara umum. Kajian ini sering kali penuh dengan bias, bahka...
20/04/2024
Buku karya Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi ini termasuk salah satu buku favorit saya. Meski dibaca berulang kali, masih terasa sangat menyegarkan.
Jika anda termasuk orang sering membaca tulisan beliau yang lain, misalnya seperti dalam buku Misykat, mungkin anda akan memiliki kesan bahwa tulisan beliau "berat" terutama bagi orang yang awam tentang pemikiran atau filsafat. Namun di buku ini, kesan tersebut tidak terlalu tampak, sebab beliau memang mendesain buku ini untuk semua kalangan.
Sebagaimana testimoni dari ustadz Asep Sobari, buku ini sungguh menyindir kesadaran terdalam kita dalam beragama. Sebagian kita mungkin merasa sudah baik dalam berislam, bahkan merasa sudah kuat imannya, namun ternyata melalui perenungan mendalam dalam buku ini kita diajak untuk mengevaluasi lagi kualitas diri kita dalam beragama.
Tidak hanya itu, Prof. Hamid juga mengajak kita untuk menyelami kembali makna Islam secara holistik. Beliau menegaskan kembali bahwa tidaklah disebut seorang mukmin, mereka yang hanya menjalankan ritual keagamaan, sementara pikiran dan perilakunya tidak mencerminkan keimanannya. Jadi, menurut beliau ada kesenjangan antara pemikiran, kepercayaan dan perilaku dalam tubuh umat Islam.
Maka, melalui buku berjudul "Minhaj" ini, beliau menunjukkan bagaimana cara berislam mulai dari tingkat ritual hingga intelektual.
19/04/2024
Dalam sebuah acara debat di salah satu stasiun TV swasta bertahun-tahun silam, seorang tokoh Islam liberal telah mengumandangkan keyakinannya: โSaya adalah orang Indonesia yang kebetulan Muslim, bukan Muslim yang kebetulan lahir di Indonesia.โ Menurutnya, beragama hanya perkara โkebetulanโ; orang beragama Islam karena dibesarkan dalam keluarga Muslim, demikian juga beragama yang lain hanya karena kebetulan dibesarkan dalam lingkungan agama itu.
Yang hendak digarisbawahi di sini adalah ketidakjujuran kaum sekuler dan anti-agama yang mengesankan seolah-olah agama adalah hasil doktrinasi, sedangkan sekularisme, anti-teisme dan berbagai isme-isme lainnya itu turun dari langit. Maka orang beragama diasumsikan bodoh, sedangkan yang sekuler, ateis atau sekadar nyeleneh dianggap kritis. Padahal, manusia tidak lahir dari ruang hampa, dan juga tidak hidup di ruang hampa.
Seorang Marxis, misalnya, tidak bisa dikatakan memilih Marxisme tanpa pengaruh siapa pun, sementara ia berkumpul bersama sesama Marxis dan rutin berdiskusi secara intens dengan mereka di sekretariat organisasinya, atau bahkan secara sadar mengikuti kaderisasinya. Dengan menyebut diri sebagai Marxis pun sebenarnya ia sudah tak bisa menafikan adanya pengaruh orang lain terhadap dirinya, minimal pengaruh Karl Marx.
Bermaksiat itu biasa, dan bertaubat itu sebenarnya lebih mudah. Hanya saja, janganlah bermaksiat kemudian mengatakan bahwa Anda telah melakukannya murni karena keyakinan sendiri, sedangkan ketaatan orang lain hanyalah hasil indoktrinasi.
Orang-orang yang berada di lingkaran terdekat, tokoh-tokoh yang Anda follow di dunia maya, situs-situs yang Anda baca, buku-buku yang Anda jadikan rujukan, semuanya memberikan pengaruh pada keputusan yang Anda buat.
Dunia maya itu pun, meski disebut maya, juga bukan ruang hampa, melainkan penuh dengan hiruk-pikuk pendapat manusia. Pendapat saya, Anda dan kita semua, adalah sebagian kecil yang turut meramaikannya
mustanir.net/ruang-hampa
19/04/2024
Utsman bin Affan radhiyallahu anhu menyatakan.
ูููู ุฃูููู ูููููุจูููุง ุทูููุฑูุชู ู
ูุง ุดูุจูุนูุชู ู
ููู ูููุงู
ู ุฑูุจููููุง , ููุฅููููู ูุฃูููุฑููู ุฃููู ููุฃูุชููู ุนูููููู ููููู
ู ูุง ุฃูููุธูุฑู ููู ุงููู
ูุตูุญููู
Kalau seandainya hati kita suci, hati itu tidak akan kenyang dari Kalam Rabb kita, dan sesungguhnya aku tidak s**a jika berlalu suatu hari aku sama sekali tidak memandang kepada mushaf (riwayat al-Baihaqiy)
18/04/2024
Imam An-Nawawi dalam pendahuluan kitab al-Arbain al-Nawawiyah menjelaskan landasan beliau menyusun kitab tersebut. Yaitu sebuah hadis yang diriwayatkan dari banyak jalur, di mana Rasulullah Saw bersabda yang artinya:
"Barang siapa dari ummatku yang menghafal 40 hadis tentang perkara agamanya, niscaya Allah Ta'ala akan membangkitkannya bersama para fuqoha' dan ulama pada hari kiamat."
Meskipun hadis tersebut berstatus dhoif menurut kesepakatan ulama, namun dalam bab fadhoil amal (motivasi amal) hadis dhoif masih bisa digunakan.
Ternyata bukan beliau saja ulama yang menyusun kitab memuat 40an hadis. Sebelum beliau telah ada Abdullah Ibnul Mubarak, Muhammad bin Aslam al-Thusi, al-Hasan bin Sufyan al-Nasawi dll.
Barangkali kitab al-Arbain al-Nawawiyah adalah salah satu yang paling masyhur di tengah kaum muslimin bahkan hingga saat ini. Kami sendiri merasakan manfaat dari kitab tersebut. Kitab tersebut menjadi muqoror dalam pelajaran hadis. Pemilihan hadis dan penyusunan urutannya sangat memudahkan bagi para pembaca sehingga tergambar sketsa ajaran Islam yang utuh. Wallahu a'lam bishowab...