Pesantren Fadhlul Fadhlan

Call Directions Website Contact the school

Pesantren Fadhlul Fadhlan Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf
Mijen, Semarang
Dengan figur Kiyai alim sebagai pengasuh

*Destinasi Penutup Ziarah Auliya’ 2026, Santri PPFF Meneladani Kearifan Dakwah Sunan Kalijaga*DEMAK – Rangkaian Ziarah A...
21/09/2026

*Destinasi Penutup Ziarah Auliya’ 2026, Santri PPFF Meneladani Kearifan Dakwah Sunan Kalijaga*

DEMAK – Rangkaian Ziarah Auliya’ 2026 Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF), Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang, berlanjut ke Kadilangu, Demak, untuk berziarah ke makam Sunan Kalijaga. Sebelum rangkaian ziarah dimulai, Pendiri dan Pengasuh PPFF, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA., bersama Ibu Nyai Hj. Fenty Hidayah Fadlolan dan rombongan terlebih dahulu bersilaturahmi dikediaman Mbah Raden Wiedjayanto, Kasepuhan Ahli Waris Sunan Kalijaga di Kadilangu, Demak.

Sowan dadakan tanpa rencana bahkan Kyai Fadlolan, setengah dipaksa oleh Dr H. Taufiqurrahman, Kepala Kemenag Kendal. Pertemuan pertama berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban seperti sudah kenal lama, sungguh tidak terduga ternyata Kyai Fadlolan dan Mbah Raden Wiedjayanto, sama-sama keturunan ke-14 Sunan Kalijaga. Kyai Fadlolan dari jalur Panembahan Ketib, dan Mbah Raden Wiedjayanto, dari jalur Panembagan Wijil.

Silsilah singkat Keturunan Kanjeng Sunan Kalijaga bisa kita lihat berikut:
Sunan Kalijaga (Raden Mas Syahid / Raden Muhammad Abdussyahid)
Keturunan pertama: Sunan Hadi / Panembahan Kali (Putra Sunan Kalijaga, pemimpin/pengganti di Kadilangu)
Keturunan kedua: Panembahan Penghulu
Ketiga: Panembahan Ketib.
Keempat: Panembahan Sabrang.
Kelima: Panembahan Agung / Panembahan Notoprojo I.
Keenam: Panembahan Wijil / Panembahan Notoprojo II.

Pertemuan Mbah Wiedjayanto dan Kyai Fadlolan, merupskan momen lanka yang menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyambung nasab dengan Kasepuhan Ahli Waris Sunan Kalijaga yang hingga kini turut menjaga tradisi dan warisan dakwah Sunan Kalijaga di Kadilangu.

Usai sowan dan silaturahmi, rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ziarah dan tawassul bersama seluruh santri PPFF di makam Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga atau Raden Said merupakan salah satu Wali Songo yang dikenal luas dalam sejarah dakwah Islam di tanah Jawa. Dakwah beliau dilakukan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk melalui seni dan budaya, sehingga ajaran Islam dapat diterima secara luas tanpa menghilangkan kearifan lokal. Kadilangu menjadi salah satu tempat penting dalam perjalanan dakwah beliau sekaligus tempat beliau dimakamkan.

Para santri mengikuti rangkaian ziarah dengan tertib, memanjatkan doa, serta mengenang perjuangan Sunan Kalijaga dalam menyebarkan Islam dengan penuh kearifan. Usai menyelesaikan rangkaian ziarah di Kadilangu, seluruh rombongan kemudian menyempatkan diri berbelanja oleh-oleh khas Demak sebelum melanjutkan perjalanan kembali menuju PPFF Semarang. Perjalanan Ziarah Auliya’ 2026 ini diharapkan menjadi perjalanan yang penuh berkah, membawa manfaat bagi seluruh santri, serta menumbuhkan kecintaan kepada para ulama dan semangat untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Semoga seluruh doa yang dipanjatkan dan setiap langkah yang ditempuh selama ziarah menjadi wasilah kebaikan dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar PPFF.

*Destinasi Kelima Ziarah Auliya’ 2026, Santri PPFF Tawassul di Makam Sunan Bonang*TUBAN – Perjalanan Ziarah Auliya’ Pond...
21/09/2026

*Destinasi Kelima Ziarah Auliya’ 2026, Santri PPFF Tawassul di Makam Sunan Bonang*

TUBAN – Perjalanan Ziarah Auliya’ Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF), Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang, terus berlanjut. Usai berziarah di makam Sunan Gresik, rombongan yang dipimpin Pendiri dan Pengasuh PPFF, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA., bersama Ibu Nyai Hj. Fenty Hidayah Fadlolan, S.Pd.I., tiba di Kota Tuban, Bumi Wali. Ahad (20/9/2026) pagi, ribuan santri menapakkan kaki di kompleks Makam Sunan Bonang untuk bertawassul dan mengenang perjuangan salah satu Wali Songo tersebut.

Selepas beristirahat di perjalanan malam, mandi, dan menunaikan Shalat Subuh, para santri bergerak menuju makam Syaikhona Maulana Makhdum Ibrahim atau Sunan Bonang. Putra Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila ini dikenal sebagai ulama yang memiliki kedalaman ilmu agama dan tasawuf, sekaligus memiliki strategi dakwah yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Menariknya, Sunan Bonang tidak hanya berdakwah melalui pengajian dan mimbar. Seni dan budaya justru menjadi salah satu media dakwah yang digunakannya. Gamelan, tembang, wayang, hingga karya-karya bernuansa tasawuf seperti Suluk Wujil menjadi bagian dari jejak dakwahnya. Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana nilai-nilai Islam dapat disampaikan dengan cara yang dekat, bijaksana, dan mudah diterima masyarakat.

Bagi para santri PPFF, ziarah ini bukan sekadar perjalanan mengunjungi makam ulama. Di hadapan makam Sunan Bonang, mereka diajak melihat kembali bagaimana para Wali Songo berdakwah dengan ilmu, hikmah, kreativitas, dan keteladanan. Dari Tuban, para santri belajar bahwa dakwah yang kuat bukan hanya tentang apa yang disampaikan, tetapi juga bagaimana pesan kebaikan mampu menyentuh hati masyarakat.

Melalui tawassul, para santri memohon kepada Allah SWT dengan wasilah para kekasih-Nya, sekaligus meneladani perjuangan ulama terdahulu. Semoga perjalanan Ziarah Auliya’ 2026 menjadi wasilah bertambahnya ilmu yang manfaat, keberkahan, serta tumbuhnya semangat para santri untuk meneruskan estafet dakwah para ulama. Allahumma amin.

*Destinasi Keempat Ziarah Makam Auliya': Ribuan Santri PPFF Langitkan Doa di Makam Sunan Gresik, Tokoh Walisongo Tertua*...
20/09/2026

*Destinasi Keempat Ziarah Makam Auliya': Ribuan Santri PPFF Langitkan Doa di Makam Sunan Gresik, Tokoh Walisongo Tertua*

Rombongan Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang, melanjutkan perjalanan spiritualnya ke destinasi keempat. Kali ini, rombongan mengunjungi makam salah satu tokoh besar penyebaran Islam di Tanah Jawa, yaitu Sunan Gresik, yang lebih dikenal sebagai Syekh Maulana Malik Ibrahim.

Syekh Maulana Malik Ibrahim adalah sosok ulama yang mendapat gelar Walisongo pertama, dikenal sebagai pionir dalam menyebarkan ajaran Islam di Jawa. Dalam metode dakwahnya, beliau mengedepankan pendekatan kasih sayang, kemanusiaan, dan kearifan lokal. Salah satu strategi dakwahnya yang sangat dikenal masyarakat adalah membuka warung murah yang menjual kebutuhan pokok, sehingga dapat menjangkau kalangan luas. Selain itu, beliau juga menyediakan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan, menunjukkan kepedulian mendalam pada umat.

Kehadiran Sunan Gresik di Tanah Jawa tidak hanya membawa ajaran agama, tetapi juga menyebarkan nilai-nilai kebaikan, keramahan, dan ketulusan hati. Masyarakat setempat menjulukinya sebagai "Kakek Bantal". Hal itu disebabkan beliau menjadi tempat berkeluh kesah masyarakat, tempat istirahat di kala pikiran sedang kacau, tempat menyandarkan diri saat sedang tidak ada pegangan hidup, tak hanya itu masyarakat luas juga sangat mengagumi beliau karena kearifan dan berbagai karomah yang dimilikinya, di antaranya adalah kemampuannya mengubah beras menjadi pasir dan kemujaraban doanya. Setiap doa yang beliau panjatkan diyakini langsung diijabah oleh Allah SWT, menjadi salah satu bukti kekaromahan dan kedekatannya kepada Sang Pencipta.

Semoga ziarah ini membawa hikmah dan semakin mengokohkan kecintaan kita terhadap para Auliya', serta menjadi inspirasi dalam meneladani akhlak dan amalan mereka. Dengan penuh harap, kita panjatkan doa agar senantiasa dirahmati barokah dari para Auliya' dan agar setiap doa kita pun dikabulkan oleh Allah SWT. Allahumma amin.

*Destinasi Ketiga Ziarah Makam Auliya': Ribuan Santri PPFF Penuhi Makam Sunan Ampel, Pencetus Strategi Moh Limo*Setelah ...
20/09/2026

*Destinasi Ketiga Ziarah Makam Auliya': Ribuan Santri PPFF Penuhi Makam Sunan Ampel, Pencetus Strategi Moh Limo*

Setelah berziarah ke Makam Hadrotus Syekh Hasyim Asy'ari dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang, serta Makam Syaikhona Kholil di Bangkalan, rombongan 21 bus ziarah makam Auliya' Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Semarang melanjutkan perjalanan menuju makam Sunan Ampel. 19/9/2026

Sunan Ampel yang bernama asli Raden Rahmat, adalah putra dari Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik). Beliau lahir pada tahun 1401 M dan wafat pada tahun 1481 M. Makam beliau terletak di sebelah barat Masjid Ampel di Surabaya, Jawa Timur.

Sunan Ampel memiliki peranan penting dalam penyebaran Islam di Nusantara khususnya wilayah Surabaya dan sekitarnya. Beliau dikenal dengan strategi dakwah yang unik, yaitu metode "Moh Limo".

Moh Limo sebagai manifestasi akhlak karimah dalam islam yang dikemas dengan budaya dan bahasa lokal. Dalam bahasa Jawa, "Moh Limo" berarti menghindari lima perbuatan tercela, yaitu: moh ngombe (tidak meminum minuman keras), moh madat (tidak menggunakan narkoba), moh maling (tidak mencuri), moh main (tidak berjudi), dan moh madon (tidak berzina).

Salah satu karomah yang terkenal dari Sunan Ampel berkaitan dengan Mbah Sholeh, santrinya yang sangat taat dan rajin membersihkan masjid. Menurut riwayat, setelah Mbah Sholeh wafat, Sunan Ampel pernah berkata penuh kerinduan, "Andai Mbah Sholeh masih hidup, pasti masjid ini senantiasa bersih dan terawat."

SubhanAllah, keesokan harinya, masjid kembali terlihat bersih, dan masyarakat meyakini bahwa Mbah Sholeh telah hadir untuk membersihkan masjid. Peristiwa ini terjadi sebanyak sembilan kali dan berhenti setelah Sunan Ampel kembali ke rahmatullah.

Semoga kita semua dapat meneladani akhlak mulia Sunan Ampel, senantiasa mencintai para wali Allah, dan memperoleh barakah dari ziarah ini. Mudah-mudahan doa-doa kita dikabulkan oleh Allah SWT. Aamiin

*Destinasi Kedua Ziarah Auliya’: Ribuan Santri PPFF Tabarukan di Makam Syaikhona Kholil Bangkalan*BANGKALAN - Melanjutka...
20/09/2026

*Destinasi Kedua Ziarah Auliya’: Ribuan Santri PPFF Tabarukan di Makam Syaikhona Kholil Bangkalan*

BANGKALAN - Melanjutkan rangkaian Ziarah Auliya’, rombongan Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang yang dipimpin DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA bersama Ibu Nyai Fenty Hidayah, S.Pd., beranjak dari Jombang menuju Kabupaten Bangkalan, Madura. Di kawasan yang dikenal sebagai "Kota Dzikir dan Sholawat" ini, ribuan santri melakukan tabarukan di makam ulama besar Nusantara, Syaikhona Kholil Bangkalan, yang berlokasi di Desa Martajasah.

Setibanya di lokasi, para santri terlebih dahulu menunaikan salat jamak taqdim Maghrib dan Isya secara berjamaah. Suasana religius kian terasa khusyuk saat seluruh rombongan melantunkan tahlil dan doa bersama di area makam sosok maha guru para ulama tersebut.

Syaikhona Kholil Bangkalan dikenal sebagai figur sentral yang melahirkan banyak ulama besar di Indonesia, seperti Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari, KH. Dahlan Salim Zarkasyi, dan KH. As’ad Syamsul Arifin. Beliau juga memegang peranan krusial dalam pendirian Nahdlatul Ulama (NU) melalui isyarat tongkat wasiat yang dikirimkan kepada Kiai Hasyim via KHR. As’ad Syamsul Arifin, hingga NU kini tumbuh menjadi organisasi Islam terbesar di dunia.

Selain menguasai berbagai bidang ilmu agama seperti nahwu, sharaf, fikih, tafsir, hingga adab, Syaikhona Kholil juga dianugerahi banyak karomah. Salah satu kisah karomah yang masyhur adalah saat beliau bermimpi didatangi KH. Abu Darrin dari Winongan; seketika setelah terbangun, beliau langsung menghafal kitab-kitab utama ilmu tata bahasa Arab seperti Alfiyah, Imrithi, dan Ibnu 'Aqil.

Melalui Ziarah Auliya' dan tabarukan di maqam Syaikhona Kholil Bangkalan ini, para santri PPFF diharapkan dapat meneladani kegigihan beliau dalam menuntut ilmu, menyerap keberkahan spiritual, serta makin termotivasi untuk belajar dengan tekun.

*Ziarah Auliya’ 2026: Ribuan Santri PPFF Tabarrukan di Makam Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari dan Gus Dur*JOMBANG - Pengasu...
19/09/2026

*Ziarah Auliya’ 2026: Ribuan Santri PPFF Tabarrukan di Makam Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari dan Gus Dur*

JOMBANG - Pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA bersama Ibu Nyai Fenty Hidayah, S.Pd., memimpin ribuan santri dari 21 bus dalam agenda tahunan Ziarah Auliya’ ke Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Madura. Perjalanan penuh keberkahan menyambut Hari Santri Nasional (HSN 2026) dilaksanakan pada Sabtu-Ahad, 19-20 September 2026. Diawali dari ziarah Makam Pendiri NU di Tebuireng, Jombang, yang menyemayamkan Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahid Hasyim, serta KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH. Shalahudin Wahid (Gus Sholah) dan dzurriyah.

Kyai Fadlolan dan rombongan disambut hangat oleh Ibu Nyai Farida Shalahudin (istri Gus Sholah), yang merupakan kasepuhan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng.
Diusia hampir 83 th ibu Nyai Hj. Farida Salahuddin tetap tampak bugar, sangat senang menyambut kyai Fadlolan yang sudah akrab sejak Gus Sholah, berziarah ke Mesir tahun 2001. Di Mesir kyai Fadlolan juga sebagai tokoh PCINU Mesir, serta sepulangnya menempuh pendidikan S3 kyai Fadlolan menjalin silaturrahmi dengan Gus Sholah, termasuk berziarah bersama santri PPFF yang rutin sowan dan melakukan ziarah tabarrukan setiap tahunnya.

Di hadapan para santri, Kyai Fadlolan menekankan pentingnya menghormati serta meneladani perjuangan para tokoh pendiri NU yang melanjutkan dakwah Wali Songo. Kyai Fadlolan menegaskan bahwa tempat tersebut merupakan makam para auliya' pendiri NU yang merupakan organisasi Islam terbesar di dunia. Melalui ziarah ini, para santri kader bangsa diharapkan dapat meresapi nilai perjuangan ulama dan mendapatkan ilmu yang berkah dan manfaat.

Suasana khidmat dan nuansa spiritual mendalam menyelimuti area makam saat Kyai Fadlolan mendapat kehormatan memimpin tahlil dan doa langsung dari dalam pagar sakral makam. Ribuan santri yang mengagumi sosok Gus Dur sebagai ulama dan Presiden ke-4 RI mengikutinya dengan penuh takzim dari luar pagar. Penghormatan tersebut diakhiri dengan prosesi tabur bunga bersama keluarga ndalem Tebuireng.

Ziarah Auliya’ ini bukan sekadar tradisi, melainkan sarana pendidikan karakter agar santri senantiasa tabarukan kepada para kyai pahlawan pejuang bangsa serta meneladani peran mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan, menjaga kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan NKRI.
Setelah menikmati makan siang bersama, perjalanan dilanjutkan menuju Madura untuk tabarukan ziarah makam Syaikhona Kholil Bangkalan, guru agung Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari, guna menyempurnakan ikhtiar batin seluruh rombongan.

BREAKING NEWS! *PPFF Semarang Berangkatkan 21 Bus Ribuan Santri Ziarah Auliya' Jateng-Jatim-Madura*Dalam rangka menelada...
19/09/2026

BREAKING NEWS! *PPFF Semarang Berangkatkan 21 Bus Ribuan Santri Ziarah Auliya' Jateng-Jatim-Madura*

Dalam rangka meneladani perjuangan para wali Allah di Tanah Jawa, Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang kembali memberangkatkan ribuan santri untuk melaksanakan ziarah Auliya' ke Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Madura. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu-Minggu, 19-20 September 2026.

Sebanyak 21 armada bus mengiringi perjalanan rombongan yang dilepas dari komplek pesantren pada pukul 06.00 WIB. Tujuan pertama adalah makam Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy'ari beserta cucu beliau KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang. Selanjutnya, rombongan berziarah ke makam Syaikhona Kholil Bangkalan, Sunan Ampel Surabaya, Sunan Gresik, Sunan Bonang Tuban, dan ditutup dengan ziarah ke makam Sunan Kalijaga di Demak.

Ziarah ini tidak sekadar perjalanan religius, tetapi juga sebagai sarana ngaji sejarah
serta pembinaan dan ruhani santri. Dengan menziarahi para wali, para santri diharapkan mampu meneladani keilmuan, ketawadhu'an, dan keshalihan Auliya' yang senantiasa mengajak umat berdzikir meski telah berpulang ke rahmatullah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk tawassul untuk memohon keberkahan melalui para kekasih Allah.

Semoga perjalanan ziarah Jateng-Jatim-Madura yang dipimpin oleh DR. KH. Fadlolan Musyaffa', Lc., MA bersama ribuan santri PPFF berlangsung lancar, penuh berkah, dan para santri kembali ke pesantren dalam keadaan sehat, selamat, dan semangat kembali beraktivitas. Aamiin.

PPFF Semarang Berangkatkan 21 Bus Ribuan Santri Ziarah Auliya' Jateng-Jatim-Madurapada Sabtu-Minggu 19-21 September 2026...
19/09/2026

PPFF Semarang Berangkatkan 21 Bus Ribuan Santri Ziarah Auliya' Jateng-Jatim-Madura
pada Sabtu-Minggu 19-21 September 2026

*OIAAI Jateng-DIY Pererat Silaturahmi Lewat “Ngopi Santai” di PPFF Semarang*SEMARANG - Organisasi Internasional Alumni A...
18/09/2026

*OIAAI Jateng-DIY Pererat Silaturahmi Lewat “Ngopi Santai” di PPFF Semarang*

SEMARANG - Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAAI) Jawa Tengah dan DIY sukses menggelar kegiatan bertajuk “Ngopi Santai Bersama OIAAI Jateng & DIY”. Acara tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang, Rabu (16/9/2026) malam.

Dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai, ajang ini dihadiri oleh keluarga besar alumni Al-Azhar wilayah Jateng dan DIY. Pertemuan yang diawali dan diakhiri dengan salam kehangatan tersebut dikemas khusus untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menjadi wadah berbagi wawasan dalam suasana yang akrab dan santai.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., M.A., Pendiri dan Pengasuh PPFF Semarang, Dr. KH. Muchlis Hanafi, Lc., MA., Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI serta KH. Subhan Cholid, Lc., M.S.I. Sekretaris Jenderal BAZNAS RI.

Kehadiran para tokoh ini memberikan ruang diskusi yang kaya akan pengalaman dan gagasan berharga bagi kawan sealmameter yang hadir.

Melalui konsep yang cair dan komunikatif, para alumni tidak hanya menikmati kebersamaan, tetapi juga memanfaatkan momentum tersebut untuk membangun komunikasi serta memperluas jejaring. Pertemuan hangat ini diharapkan dapat terus memperkuat ikatan kekeluargaan serta mendorong sinergi dan kolaborasi yang lebih luas demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Address

Jalan Robyong, Pesantren, Mijen, Semarang
Semarang
50212

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pesantren Fadhlul Fadhlan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Pesantren Fadhlul Fadhlan:

Shortcuts

Share

Category