QLC Masjid Kampus UNDIP

QLC Masjid Kampus UNDIP

Share

Merupakan lembaga pusat pembelajaran Al-Quran dan Sunnah, termasuk juga bahasa arab. Bertempat di lingkungan Kampus Universitas Diponegoro Semarang

Photos 11/11/2015

Assalamu'alaikum wr.wb
๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ
OPEN RECRUITMENT
Kelas Tahfizh Ikhwan dan Akhwat

Pendaftaran:
1โƒฃ Registrasi online di bit.ly/qlctahfidz paling lambat 15 november 2015
2โƒฃ Placement test
16-18 November 2015
3โƒฃ Technical Meeting 21 November 2015
4โƒฃ Mulai Halaqoh 23 November 2015

โญ"Dan sungguh, telah kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
Al-Qomar:17"โญ

More info:
Qur'an Learning Center Masjid Kampus Undip
085726413640

Mobile uploads 21/09/2015

Assalamualaikum wr wb

kamu pengen menghafal al quran sampai 30 juz ?
atau pengen menghafal tapi gak ada yang membimbing ?

Ikuti program Bimbingan Kelas Tahfidz QLC Universitas Diponegoro. Dibimbing oleh mahasiswa Undip hafidz 30 juz dan juara MTQ Nasional.

Fasilitas :
- Pendampingan Menghafal Al Quran
- 1 Kelompok max 10 orang
- Intensif 3x pertemuan/pekan

Infaq :
100k/ Bulan

catet ya tanggal pentingnya ..

# 21 Sept-2 Okt 2015
Pendaftaran Online di ( bit.ly/qlctahfidz )
# 3 Okt-4 Okt 2015
Interview Peserta
08.00 - 12.00 Kampus Undip
# 6 Okt 2015
Pengumuman Kelompok

CP :
+62 896-2259-2179 (Ari)
+62 857-2483-3429 (Mizati)

ayo !
menghafal al quran jangan cuma jadi wacana.
Segera daftafkan dirimu :-)

28/05/2015

Assalamu'alaikum

๐Ÿ“ข๐Ÿ“ขKabar gembira
๐Ÿ“ข Kabar Gembira๐ŸŽ‰
datang dari Masjid Kampus Undip.๐Ÿ‘๐Ÿ‘

Buat kamu, ๐Ÿ‘ฅ๐Ÿ‘คiya kamu. Kamu yg merasa haus dengan ilmu agama.๐Ÿ“–๐Ÿ™‡๐Ÿ‘ณ

Kini telah hadir program Blajar bahasa arab. Bahasa Arab?๐Ÿ“–๐Ÿ“š
Ya bahasa Rasul kita.
Gratis tis tis.๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ˜€
๐Ÿ“ŒKamu cukup datang ke Masjid Kampus Undip Tembalang๐Ÿค

๐Ÿ“Catat ya hari dan jamnya
๐Ÿ“†Setiap hari Jumat dan Santu sore jam 16.00 teng

๐ŸŽˆSo, manfaatkan kesempatan emas ini sebaik mungkin.

๐Ÿ”ท๐Ÿ”ถpresented by:
QLC (Quran Learning Center) Masjid Kampus Undip
๐Ÿ“žIkhwan (089622592179)/089619070127
๐Ÿ“žAkhwat
(085718292570)

20/05/2015

๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ
Assalamu'alaykum :)

Kabar gembira, kelas bhs arab QLC insyaAllah dimulai minggu ini :D

Kelas perdana diadakan pada:

๐Ÿ“… Jumat, Sabtu (22,23 Mei 2015)
โฐ pukul 16.00
๐Ÿ  Masjid Kampus Undip


Maka peserta dapat memilih hari diantara keduanya sesuai dg keluangan waktu masing2. InsyaAllah materi yg akan disampaikan di kedua kelas merupakan materi yg sama.

Semangat thalabul 'ilm, selamat selami indahnya bahasa surga :)

--QLC Undip ft. Lisanul 'Arab

06/06/2014

# Ayat-Ayat Ghoribah dalam Al-Quran #

Sekedar merefresh kembali aja tentang ayat-ayat ghoribah [ayat-ayat yang asing dalam Al-Quran]. Udah pada tau kaaan ???
Dalam Al-Quran ayat gharibah ada 4. Apa aja?

1. Imalah
Bacaan imalah ini terdapat dalam Surah Huud, QS. 11 ayat 41:

ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุฑู’ูƒูŽุจููˆุงู’ ูููŠู‡ูŽุง ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ู…ูŽุฌู’ุฑูŽุงู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูุฑู’ุณูŽุงู‡ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽ ุฑูŽุจู‘ููŠ ู„ูŽุบูŽูููˆุฑูŒ ุฑู‘ูŽุญููŠู…ูŒ

Yang dimaksud bacaan imalah pada ayat diatas ialah pada bacaan ู…ูŽุฌู’ุฑูŽุงู‡ูŽุง. Jadi sewaktu membaca kalimat ini ialah dengan merubah a pada ro menjadi e. Yakni Majreeha, dan bukan majrooha.

2. Isymam
Bacaan isymam ini terdapat dalam Surah Yusuf, QS.12 ayat 11
ู‚ูŽุงู„ููˆุงู’ ูŠูŽุง ุฃูŽุจูŽุงู†ูŽุง ู…ูŽุง ู„ูŽูƒูŽ ู„ุงูŽ ุชูŽุฃู’ู…ูŽู†ู‘ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ูŠููˆุณูููŽ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽุง ู„ูŽู‡ู ู„ูŽู†ูŽุงุตูุญููˆู†ูŽ

Isymam ini terdapat dalam kata ู…ูŽู†ู‘ูŽุง. Saat membaca kata ini, maka kedua bibir diayunkan (dimajukan) tanpa merubah suara.

3. Tashil
Bacaan tashil terdapat dalam surah Fussilat, QS.41 ayat 44
ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุฌูŽุนูŽู„ู’ู†ูŽุงู‡ู ู‚ูุฑู’ุขู†ู‹ุง ุฃูŽุนู’ุฌูŽู…ููŠู‹ู‘ุง ู„ูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ู„ูŽูˆู’ู„ุง ููุตูู‘ู„ูŽุชู’ ุขูŠูŽุงุชูู‡ู ุฃูŽุฃูŽุนู’ุฌูŽู…ููŠูŒู‘ ูˆูŽุนูŽุฑูŽุจููŠูŒู‘ ู‚ูู„ู’ ู‡ููˆูŽ ู„ูู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู‡ูุฏู‹ู‰ ูˆูŽุดูููŽุงุกูŒ ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู„ุง ูŠูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ูููŠ ุขุฐูŽุงู†ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู‚ู’ุฑูŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุนูŽู…ู‹ู‰ ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ูŠูู†ูŽุงุฏูŽูˆู’ู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู…ูŽูƒูŽุงู†ู ุจูŽุนููŠุฏู

Tashil ini ialah pada kata ุฃูŽุฃูŽุนู’ุฌูŽู…ููŠูŒู‘ ูˆูŽุนูŽุฑูŽุจููŠูŒู‘. Dalam kata ini terdapat dua alif berfathah. Cara membacanya yaitu dengan menyederhanakan atau menyeret satu alifnya. Jadi dibaca aa'jamiyyuwwa'arbiy [terkesan panjang 2 harakat], dan bukan a a'jamiyyuwwa'arbiy.

4. Naql
Yakni terdapat dalam surah Al-Hujurat, QS.49 ayat 11
ุจูุฆู’ุณูŽ ุงู„ุงุณู’ู…ู ุงู„ู’ููุณููˆู‚ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ุฅูŠู…ูŽุงู†ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุชูุจู’ ููŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ุธูŽู‘ุงู„ูู…ููˆู†ูŽ...

Dalam beberapa cetakan Al-Qur'an ada yang masih menyebutkan sebagai hukum bacaan naql, ada yang tidak. Yang dimaksud naql ini adalah terdapat dalam kata ุจูุฆู’ุณูŽ ุงู„ุงุณู’ู…ู. Cara membacanya ialah langsung bi'salismu, dan bukan bi'sal ismu [tidak diputus].

Naah, itu 4 ayat gharibah dalam Al-Quran. Jangan sampe berasa mumet lho, karena cuma ada 1 aja dalam Al-Quran.
Tidak mesti tau namanya, yang PENTING TAU BACAANNYA.
Karena hukum mempelajari Ilmu Tajwid secara teori adalah FARDHU KIFAYAH, sedangkan hukum membaca Alquran sesuai dengan Kaidah Ilmu Tajwid adalah FARDHU 'AIN.

"Dan bacalah Alquran dengan tartilโ€ (Al-Muzzammil, QS. 73:4)

Semoga Allaah memuliakan kita bersama Quran.
Baarakallaahu fiikum

05/06/2014

# Lahn (Kesalahan) dalam Membaca Alquran #

Lahn adalah suatu kesalahan atau kondisi yang menyimpang dari kebenaran. Kesalahan itu dibagi menjadi dua jenis:

1) Jali (besar) yaitu kesalahan yang terdapat dalam lafazh dan mempengaruhi tata cara bacaan, baik itu mengubah arti atau tidak mengubahnya. Dinamakan โ€œkesalahan besarโ€ karena kesalahan ini diketahui oleh ulama qiroโ€™ah maupun orang awam, seperti:

a. Perubahan huruf dengan huruf

Seharusnya ุงูŽู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽู‚ููŠู’ู…ูŽ dibaca ุงูŽู„ู’ู…ูุตู’ุชูŽู‚ููŠู’ู…ูŽ

Seharusnya ุงูŽู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ dibaca ุงูŽู„ู‘ูŽุฒููŠู’ู†ูŽ

Seharusnya ุงูŽู„ุถู‘ูŽุงู„ู‘ููŠู’ู†ูŽ dibaca ุงูŽู„ุธู‘ูŽุงู„ู‘ููŠู’ู†ูŽ

Seharusnya ุงูŽู„ู’ู…ูŽุบู’ุถููˆู’ุจู dibaca ุงูŽู„ู’ู…ูŽู‚ู’ุถููˆู’ุจู

b. Perubahan harokat dengan harokat

Seharusnya ู‚ูู„ู’ุชู dibaca ู‚ูู„ู’ุชู

Seharusnya ุฑูŽุจู‘ู dibaca ุฑูŽุจู‘ู

Seharusnya ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ู’ุชู dibaca ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ู’ุชู

Seharusnya ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู„ูุฏู’ dibaca ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู„ูุฏู

c. Penambahan huruf

Seharusnya ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ dibaca ู…ูŽุงู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ

Seharusnya ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ dibaca ู…ููŠู†ู’ูƒูู…ู’

d. Penghilangan tasydid

Seharusnya ุนูŽุฑู‘ูŽููŽ dibaca ุนูŽุฑูŽููŽ

Seharusnya ุจูŽุฏู‘ูู„ู’ dibaca ุจูŽุฏูู„ู’

e. Penambahan tasydid

Seharusnya ููŽุฑูุญูŽ dibaca ููŽุฑู‘ูุญูŽ

Seharusnya ู…ูŽุฑูŽุฌูŽ dibaca ู…ูŽุฑู‘ูŽุฌูŽ

f. Penghilangan bacaan panjang

Seharusnya ุงูŽู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู dibaca ุงูŽู„ู’ูƒูุชูŽุจู

Seharusnya ุงูŽู„ู’ุจูŽูŠูŽุงู†ูŽ dibaca ุงูŽู„ู’ุจูŽูŠูŽู†ูŽ

Kesalahan-kesalahan di atas hukumnya haram. Ulama telah sepakat tentang keharamannya, dan pelakunya berdosa.

2) Khafi (kecil) yaitu kesalahan yang berkaitan dengan tidak sempurnanya pengucapan bacaan; kesalahan seperti ini hanya diketahui oleh orang yang ahli dalam bidang ini (bidang qiroโ€™ah, pent.), seperti:

a. Tidak sempurna dalam pengucapan dhommah.

ูˆูŽู†ููˆู’ุฏููˆู’ุง โ†’ Seharusnya dibaca wa nuuduu tetapi dibaca wa noodoo

b. Tidak sempurna dalam pengucapan kasroh.

ุณูŽุจููŠู’ู„ูู‡ู โ†’ Seharusnya dibaca sabiilih tetapi dibaca sabiileh

c. Tidak sempurna dalam pengucapan fathah.

ุงูŽู„ู’ุจูŽุงุทูู„ู โ†’ Seharusnya dibaca al-baathilu tetapi dibaca al-boothilu

d. Menambah qalqalah pada kata yang seharusnya tidak berqalqalah.

ููŽุถู’ู„ูŽู‡ู โ†’ Seharusnya dibaca fadhlahuu tetapi dibaca fadheโ€˜lahuu

e. Mengurangi bacaan ghunnah.

ุฃูŽู†ู‘ูŽ โ†’ Seharusnya tasydid dibaca dengan dengung sekitar dua harakat tetapi tidak dibaca dengan dengung.

f. Terlalu memanjangkan bacaan panjang.

ุงูŽู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุงู†ู โ†’ Seharusnya mim tersebut dibaca dua harakat tetapi dibaca empat, lima, atau enam harokat.

g. Terlalu menggetarkan roโ€™.

ุงู„ูŽุฐู‘ููƒููˆู’ุฑู โ†’ Seharusnya dibaca adz-dzukuur tetapi dibaca adz-dzukuurrrr.

Yang rajih, hukum kesalahan ini juga terlarang.

Adakah di antara kita yang masih sering salah..???
Koreksi yukkk ^^

***
Sumber: Panduan Praktis Tajwid dan Bidโ€™ah-Bidโ€™ah seputar Al-Qurโ€™an, karya Al-Ustadz Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashory, Cetakan ke-6, Maktabah Darul Atsar Al-Islamiyah, Magetan.

via: muslimah.or.id

05/06/2014

# Cara Membaca Ayat: Alif โ€“ Laam โ€“ Miim #

Pertanyaan:

Beberapa org kesulitan baca alif lam mim, kaf-ha-ya-ain-shad, dan ayat-ayat semisalnya. Bisakah ustad jelaskan cara dan teori mmbacanya yg mudah!

Terima kasih

Dari: Abdullah

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala rasulillah, amma baโ€™du,

Ada 2 teori untuk memudahkan memahami huruf semacam ini:

Pertama, huruf-huruf hijaiyah di awal surat (Mafatih As-Suwar) disebut dengan huruf muqathaโ€™ah. Muqathaโ€™ah secara bahasa artinya terputus-putus. Disebut huruf muqathaโ€™ah karena huruf ini dibaca secara terputus-putus, sehuruf demi sehuruf, dan tidak bersambung.

Tulisan: ุขู„ู€ู… kita baca alif laam miim, dan bukan alam, atau alim, atau ilam.

Tulisan: ุทุณู€ู… kita baca tha siin miim, dan bukan thasam, atau thisam, atau thasim.

Kedua, dalam qiraah Imam Hafsh dari โ€˜Ashim (cara baca yang mengikuti riwayat dua ulama qiraah), huruf muqathaโ€™ah dibaca sebagaimana nama aslinya dalam abjad hijaiyah, dengan tetap mengikuti kaidah tajwid dalam cara membacanya.

Sebagai contoh:

Tulisan : ุงู„ู… kita baca alif laam miim. Atau jika kita tulis dalam teks arab:

ุฃูŽู„ูู€ูู’ ู„ูŽุงู…ู’ ู…ููŠู…ู’
Kita menemukan ada 3 hukum tajwid pada teks ini:

1. Mad aridh lis sukun, yaitu pada kata [ู„ูŽุงู…]. Pada kata ini terdapat dua huruf mati yang bergandengan: alif dan mim. Kaidahnya: jika ada dua huruf mati yang bergandengan dan huruf pertama adalah huruf illah maka dihukumi mad aridh lis sukun, yang dibaca 4 โ€“ 6 harakat. Huruf illah : [ุง โ€“ ูˆ - ูŠ] yang berfungsi memanjangkan.

2. Idhgham mimii atau idgham mutamatsilain, yaitu pada kata: [ู„ุงู… ู…ูŠู…]. Di situ mim mati ketemu mim di depannya. Dan idgham mutamatsilain dibaca ghunnah (ditahan dengan mendengung).

3. Mad aridh lis sukun pada kata [ู…ูŠู…]. Pada kata ini terdapat dua huruf mati yang bergandengan: ya dan mim. Sehingga berlaku hukum mad aridh lis sukun, yang dibaca 4 โ€“ 6 harakat.

Untuk memudahkan cara baca, di Alquran cetakan indonesia, huruf lam dan mim diberi harakat ~ (seperti alis), mengingatkan agar dibaca panjang. Karena hukum tajwid yang berlaku adalah mad โ€˜aridh lis sukun. Meskipun bisa jadi, tanda seperti ini tidak kita jumpai pada Alquran cetakan yang lain. Namun cara membacanya tetap sama.

Sebagai tambahan, anda berlatih membaca ูƒู‡ูŠุนุต. Cara baca yang benar: Kaaf โ€“ ha โ€“ ya โ€“ โ€˜aiin โ€“ shaad. Atau jika ditulis lebih lengkap:

ูƒูŽุงูู’ ู‡ูŽุง ูŠูŽุง ุนูŽูŠู’ู†ู’ ุตูŽุงุฏู’
Kita menemukan beberapa hukum tajwid pada kalimat di atas:

1. Mad aridh lis sukun, pada kata [ูƒูŽุงูู’]. Pada kata ini terdapat dua huruf mati yang bergandengan: alif dan faโ€™. Kita punya kaidah: jika ada dua huruf mati yang bergandengan dan huruf pertama adalah huruf illah maka dihukumi mad aridh lis sukun, yang dibaca 4 โ€“ 6 harakat.

2. Mad thabiโ€™i, pada kata [ู‡ูŽุง] dan [ูŠูŽุง], yang panjangnya 2 harakat. Karena itu, pada tulisan di atas, huruf ha dan ya tidak diberi harakat alis.

3. Mad layn, pada kata: [ุนูŽูŠู’ู†ู’], karena ada ya dan nun yang mati, sementara harakat sebelum ya bukan kasrah. Mad layn dibada 4 โ€“ 6 harakat.

4. Ikhfaโ€™ pada pertemuan antara ain dan shad [ุนูŽูŠู’ู†ู’ ุตูŽุงุฏู’], di situ nun mati ketemu huruf shad. Hukum nun mati atau tanwin yang ketemu huruf shad dan beberapa saudaranya, dibaca samar mempersiapkan untuk mengucapkan shad.

5. Mad aridh lis sukun, pada kata [ุตูŽุงุฏู’]. Sebagaimana penjelasan sebelumnya.

6. Qalqalah kubro, pada kata [ุตูŽุงุฏู’], karena di situ dal mati di akhir kata. Dan cara membacanya dengan dipantulkan.

Allahu aโ€™lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

http://www.konsultasisyariah.com/cara-membaca-ayat-alif-laam-miim/

20/05/2014

Berikut Pembgian kelompok Tahfidz Ikhwan..
Kelompok 1
Wildan Bachtiar (089660304009)
Dhimas Aditya (085712191398)
Muhammad Iqbal (085777575458)
Farras Faza (085351403037)
Adzim Asykari (08891535009)
Mohammad Ridwan T (085747100360)

Kelompok2
Muhammad Arif W (087809698894)
Ahmad Fikri D (085693826531)
Luthfi Rahman (085772414134)
Muhammad Subchan (085727350380)
Falah Ibrahim (089669203155)
Muhammad Ihsan M (083898857905)

Kelompok 3
Nurhali (089634819081)
Imam Handika (085882525004)
Wahyu Nur R (085642337440)
Ahmad Reza (08567188045)
Muhammad Trio H (085727222667)
Stefan Fahmi M (085640040657)

Kelompok 4
Umair Al Anshori (085711026794)
M Haqqiyuddin (085659700049)
Aulia Rahman (089607327032)
Muhammad Husein (08999389033)
Hilman (085692311140)
Eko Wahyudi (085878141675)
Fajri (085743318589)

20/05/2014

Berikut Pembgian kelompok Tahfidz Ikhwan..
Kelompok 1
Wildan Bachtiar (089660304009)
Dhimas Aditya (085712191398)
Muhammad Iqbal (085777575458)
Farras Faza (085351403037)
Adzim Asykari (08891535009)
Mohammad Ridwan T (085747100360)

Kelompok2
Muhammad Arif W (087809698894)
Ahmad Fikri D (085693826531)
Luthfi Rahman (085772414134)
Muhammad Subchan (085727350380)
Falah Ibrahim (089669203155)
Muhammad Ihsan M (083898857905)

Kelompok 3
Nurhali (089634819081)
Imam Handika (085882525004)
Wahyu Nur R (085642337440)
Ahmad Reza (08567188045)
Muhammad Trio H (085727222667)
Stefan Fahmi M (085640040657)

Kelompok 4
Umair Al Anshori (085711026794)
M Haqqiyuddin (085659700049)
Aulia Rahman (089607327032)
Muhammad Husein (08999389033)
Hilman (085692311140)
Eko Wahyudi (085878141675)
Fajri (085743318589)

Diharapkan kpd Anggota masing2 kelompok agar menghubungi teman satu kelompok nya, ,
Nb ; Setiap kmis sore seblum wiqu ada murajaah bersama, jam 16.00 sampe jam 16.30
Syukron

19/05/2014

# Keutamaan Membaca Al-Quran #

Dari Abu Musa Al-Asyโ€™ari radhiyallahu โ€˜anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda,

ู…ูŽุซูŽู„ู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู ุงู„ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ู…ูŽุซูŽู„ู ุงู„ุฃูุชู’ุฑูุฌู‘ูŽุฉู : ุฑููŠุญูู‡ูŽุง ุทูŽูŠู‘ูุจูŒ ูˆูŽุทูŽุนู’ู…ูู‡ูŽุง ุทูŽูŠู‘ูุจูŒ ุŒ ูˆูŽู…ูŽุซูŽู„ู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู„ุงูŽ ูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู ุงู„ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ูƒูŽู…ูŽุซูŽู„ู ุงู„ุชู‘ูŽู…ู’ุฑูŽุฉู : ู„ุงูŽ ุฑููŠุญูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุทูŽุนู’ู…ูู‡ูŽุง ุญูู„ู’ูˆูŒ ุŒ ูˆูŽู…ูŽุซู„ู ุงู„ู…ูู†ูŽุงููู‚ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู†ูŽ ูƒูŽู…ูŽุซู„ู ุงู„ุฑู‘ูŽูŠุญุงู†ูŽุฉู : ุฑูŠุญูู‡ูŽุง ุทูŽูŠู‘ูุจูŒ ูˆูŽุทูŽุนู’ู…ูู‡ูŽุง ู…ูุฑู‘ูŒ ุŒ ูˆูŽู…ูŽุซูŽู„ู ุงู„ู…ูู†ูŽุงููู‚ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู„ุงูŽ ูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู ุงู„ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ูƒูŽู…ูŽุซู„ู ุงู„ุญูŽู†ู’ุธูŽู„ูŽุฉู : ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ุฑููŠุญูŒ ูˆูŽุทูŽุนู’ู…ูู‡ูŽุง ู…ูุฑู‘ูŒ

โ€œPerumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Quran adalah bagaikan buah utrujjah; aromanya wangi dan rasanya enak. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Quran adalah bagaikan buah kurma; tidak ada aromanya tetapi rasanya manis. Sedangkan perumpamaan orang munafiq yang membaca Al-Quran adalah bagaikan roihanah; aromanya wangi namun rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafiq yang tidak membaca Al-Quran adalah bagaikan buah hanzholah; ia tidak memiliki aroma dan juga rasanya pahitโ€.โ€

[Muttafaq 'alayh. Al-Bukhari (VI/65-66 Fat-h) dan Muslim (797). Dan dicantumkan oleh Al-Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Riyadhush Shalihin no.995]

Membaca Al-Quran harus dibarengi dengan mengamalkannya.

Orang munafiq dan fasiq walaupun membaca Al-Quran namun mereka tidak dapat mengambil manfaat darinya, karena mereka orang yang paling jauh dari amal, dan mereka biasanya membaca Al-Quran karena ada sebab selain bertaqorrub (berusaha mendekat kepada Allah) dan mengambil manfaatnya.

[Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shalihiinโ€ Asy-Syaikh Salim bin โ€˜Ied Al-Hilali hafizhahullahu taโ€™aala, edisi terjemah; โ€œSyarah Riyadhush Shalihinโ€ Jilid 3 hal.499-500, Pustaka Imam Asy-Syafiโ€™i]

ุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠู’ูƒ

17/05/2014

# Adab Membaca Al-Quran #

Al Qurโ€™anul Karim adalah firman Alloh yang tidak mengandung kebatilan sedikitpun. Al Qurโ€™an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Alloh Taโ€™ala. Untuk itulah tiada ilmu yang lebih utama dipelajari oleh seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari Al-Qurโ€™an. Sebagaimana sabda Nabi shollallohu โ€˜alaihi wa sallam, โ€œSebaik-baik kamu adalah orang yg mempelajari Al-Qurโ€™an dan mengajarkannya.โ€ (HR. Bukhari)

Ketika membaca Al-Qurโ€™an, maka seorang muslim perlu memperhatikan adab-adab berikut ini untuk mendapatkan kesempurnaan pahala dalam membaca Al-Qurโ€™an:

1. Membaca dalam keadaan suci, dengan duduk yang sopan dan tenang.

Dalam membaca Al-Qurโ€™an seseorang dianjurkan dalam keadaan suci. Namun, diperbolehkan apabila dia membaca dalam keadaan terkena najis. Imam Haromain berkata, โ€œOrang yang membaca Al-Qurโ€™an dalam keadaan najis, dia tidak dikatakan mengerjakan hal yang makruh, akan tetapi dia meninggalkan sesuatu yang utama.โ€ (At-Tibyan, hal. 58-59)

2. Membacanya dengan pelan (tartil) dan tidak cepat, agar dapat menghayati ayat yang dibaca.

Rosululloh bersabda, โ€œSiapa saja yang membaca Al-Qurโ€™an (khatam) kurang dari tiga hari, berarti dia tidak memahami.โ€ (HR. Ahmad dan para penyusun kitab-kitab Sunan)
Sebagian sahabat membenci pengkhataman Al-Qurโ€™an sehari semalam, dengan dasar hadits di atas. Rosululloh telah memerintahkan Abdullah Ibnu Umar untuk mengkhatam kan Al-Qurโ€™an setiap satu minggu (7 hari) (HR. Bukhori, Muslim). Sebagaimana yang dilakukan Abdullah bin Masโ€™ud, Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit, mereka mengkhatamkan Al-Qurโ€™an sekali dalam seminggu.

3. Membaca Al-Qurโ€™an dengan khusyuโ€™, dengan menangis, karena sentuhan pengaruh ayat yang dibaca bisa menyentuh jiwa dan perasaan.

Alloh Taโ€™ala menjelaskan sebagian dari sifat-sifat hamba-Nya yang shalih, โ€œDan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuโ€™.โ€ (QS. Al-Israโ€™: 109). Namun demikian tidaklah disyariatkan bagi seseorang untuk pura-pura menangis dengan tangisan yang dibuat-buat.

4. Membaguskan suara ketika membacanya.

Sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu โ€˜alaihi wa sallam, โ€œHiasilah Al-Qurโ€™an dengan suaramu.โ€ (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim). Di dalam hadits lain dijelaskan, โ€œTidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan Al-Qurโ€™an.โ€ (HR. Bukhari dan Muslim). Maksud hadits ini adalah membaca Al-Qurโ€™an dengan susunan bacaan yang jelas dan terang makhroj hurufnya, panjang pendeknya bacaan, tidak sampai keluar dari ketentuan kaidah tajwid. Dan seseorang tidak perlu melenggok-lenggokkan suara di luar kemampuannya.

5. Membaca Al-Qurโ€™an dimulai dengan istiโ€™adzah.

Alloh Subhanahu wa Taโ€™ala berfirman yang artinya, โ€œDan bila kamu akan membaca Al-Qurโ€™an, maka mintalah perlindungan kepada Alloh dari (godaan-godaan) syaithan yang terkutuk.โ€ (QS. An-Nahl: 98)
Membaca Al-Qurโ€™an dengan tidak mengganggu orang yang sedang shalat, dan tidak perlu membacanya dengan suara yang terlalu keras atau di tempat yang banyak orang. Bacalah dengan suara yang lirih secara khusyuโ€™.

Rosululloh shollallohu โ€˜alaihiwasallam bersabda, โ€œIngatlah bahwasanya setiap dari kalian bermunajat kepada Rabbnya, maka janganlah salah satu dari kamu mengganggu yang lain, dan salah satu dari kamu tidak boleh bersuara lebih keras daripada yang lain pada saat membaca (Al-Qurโ€™an).โ€ (HR. Abu Dawud, Nasaโ€™i, Baihaqi dan Hakim).

Wallohu aโ€™lam.

***

Oleh: Abu Hudzaifah Yusuf

14/05/2014

# Kelompok Tahfizh Akhwat #

Kelompok 1
1. Lily Mudzalifah (FT)
2. Yulianti Annisa S (FSM)
3. Maulida Dewi Firdaus (Polines)
4. Sumiyati (FH)
5. Mizati Dewi W (FIB)
6. Nuri Nia Yanti (FPIK)
7. Julia Sarah (Umum)
8. Sidqi Nurfatkhia (Umum)
9. Nur Rokhmah Fitriani (Psikologi)

Kelompok 2
1. Fitriana Hasnani (FSM)
2. Diah Pratiwi Wulan (Umum)
3. Yulia Ratih (FKM)
4. Risky (FK)
5. Alfina Damayanti (FH)
6. Laelatul Baniyah (FSM)
7. Nurkhayati (FT)
8. Deti Retnosari (D3-FT)

Kelompok 3
1. Fathimah (FSM)
2. Khana Rosyida (FK-PSIK)
3. Rohmah Syahitdah (FK)
4. Nabila Ghaida Zia (FSM)
5. Siti Nurjannah (FT)
6. Nurul Hikmah (FH)
7. Mir'atun Nisa (FIB)

Kelompok 4
1. Ajeng Syahadati (FT)
2. Mita Ardiana
3. Yuyun Sri Wahyuni (FH)
4. Hanik Rosyidah (FSM)
5. Ifki Arifatul Utami (FT)
6. Sadida Ulfah (FT)

Kelompok 5
1. Nur Rohmah (FPP)
2. Faizah
3. Hidayatus
4. Amalia Fadhila (FSM)
5. Nurul Umi Syahidah (FSM)

Kelompok 6
1. Azka Azizah (FT)
2. Asma Muthi'ah (FT)
3. Fasyiah Noor (FISIP)
4. Ovi (FT)
5. Assyifa Nurillah (FEB)
6. Sumayyah Salsabila (FH)
7. Fiqhunnisa (Psikologi)

Selamat buat teman-teman yang udah dites bacaan Qurannya.

Untuk jadwal tahfizh yang ditentukan oleh tim QLC ialah, setiap kamis sore jam 16.00 (sebelum kajian Wisata Quran).
Sila dimanfaatkan waktu tersebut untuk saling bertemu antar kelompok dan menyetorkan hafalan Quran.
Kalau telat, mungkin bisa ba'da kajian (jika sempat).

Untuk di awal pertemuan, silahkan lakukan muraja'ah hafalan yang telah dimiliki di hadapan salah seorang teman se kelompok.
Setelah semua hafalan yang telah dimiliki sudah dimuraja'ahkan, barulah bisa dilanjutkan untuk mulai menghafal Quran.

Adapun jika tak bisa dihari tersebut, maka kami tidak membatasi. Yang terpenting hafalan dan muraja'ah tetap dilakukan di setiap pekannya, dan disetorkan di hadapan salah seorang teman di masing-masing kelompok.

Semangat menghafal Quran.
Jangan lupa ditadabburi dan diamalkan. ^^

Baarakallaahu fiik

Want your school to be the top-listed School/college in Semarang?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Jalan Prof. Hj. Soedarto
Semarang
50275