Evendi Prasetyo

Directions Website

Evendi Prasetyo "We must always remember that people power" ....I am a West Papua people and I am take care of human resorts in Grand Valley Dani-High Land of West Papua.

My vision is how the people to live better, to live without fear. "We must always remember that people do not fight for ideals or for the things on other people's minds. People fight for practical things: for peace for living better in peace and for their children's future. Liberty fraternity and equality continue to be empty words for people if they do not mean a real improvement in the conditions of their lives"

Penyerangan oleh OPM dalam acara FESTIVAL LEMBAH BALIEM di Wamena 2026.
12/08/2026

Penyerangan oleh OPM dalam acara FESTIVAL LEMBAH BALIEM di Wamena 2026.

12/08/2026
Acara masuknya Islam di Tanah Papua k-666 tahun.Versi LITBANG Kabupaten Fak-fak 2026💥🔥
12/08/2026

Acara masuknya Islam di Tanah Papua k-666 tahun.
Versi LITBANG Kabupaten Fak-fak 2026💥🔥

ALAM SIAPA YANG PUNYA Alam ya, milik manusia d**g. Tapi ingat, manusia hanya diberi DUA HAK oleh Allah yaitu: Hak Pro-Cr...
18/06/2026

ALAM SIAPA YANG PUNYA

Alam ya, milik manusia d**g. Tapi ingat, manusia hanya diberi DUA HAK oleh Allah yaitu: Hak Pro-Creasi (Hak Mencipta keturunan dan peradaban) dan Hak Cultivasi (Hak bekerja dan merawat).

Makanya, manusia jangan menjadi “Bajingan Alam” hehe….. jaga hidup dan jaga alam supaya alam juga jaga kita manusia bukan?

Manusia sebagai bagian dari ciptaan dan bersama dengan ciptaan-ciptaan lainnya, selalu saling berhubungan satu dengan yang lainnya (interconnected), mestinya membangkitkan sikap menghargai (reverence) terhadap alam semesta dan juga mengasihi alam semesta.

Nah, makanya perjuangan yang harus kita lakukan untuk EKONOMI KEHIDUPAN, justru didasarkan pada pemahaman akan karakter utama RUMAH TANGGA KEHIDUPAN ALLAH yakni:

1. Rahmat Ekonomi Allah yang ramah (Oiconomia tou Theo) membawa dan melestarikan kelimpahan bagi sesama.

2. Ekonomi Allah yang ramah menuntut kita supaya mengelola kelimpahan hidup dengan cara yang adil, partisipatif dan bersifat melestarikan.

3. Ekonomi Allah adalah suatu ekonomi kehidupan yang mengedepankan semangat saling berbagi, solidaritas yang mengglobal, hargai martabat manusia, cinta kasih dan pemeliharaan keutuhan ciptaan.

4. Ekonomi Allah adalah suatu ekonomi untuk keseluruhan komunitas bumi.

5. Keadilan Allah dan ke berpihakkan-Nya pada kaum miskin adalah tanda dari ekonomi Allah.

Dengan memahami dan menyadari EKONOMI ALLAH, tentunya kita tidak tega saling bermusuhan dan tega merusakan alam semesta yang membingkai hidup kita.

Ya, kita boleh mengambil HASIL BUMI tetapi tidak harus dengan “selera lapar” dan atau “tamak” karena dengan demikan, terlambat atau cepat suatu saat alam akan balik MENGADILI kita dengan caranya yang tak terbendung.

OKE —— Ingatlah: Hargailah alam agar alam menghargai dirimu.**

* Bengkel Nurani, 18 Juni 2026

Di puncak kejayaannya sebagai jurnalis paling dihormati seorang pria memilih melempar dirinya ke dalam pusaran skandal e...
09/06/2026

Di puncak kejayaannya sebagai jurnalis paling dihormati seorang pria memilih melempar dirinya ke dalam pusaran skandal ekstrem. Ia bukan sedang kehilangan akal sehat melainkan sedang memulai sebuah eksperimen antropologi yang sangat radikal.

Selama sepuluh tahun ia menyusup ke tempat pijat hingga ritual kebebasan seksual hanya untuk memahami satu hal dasar yang ditakuti semua orang.
Melalui perjalanan gelap itu ia meletakkan cermin besar di hadapan masyarakat modern yang penuh kepura-puraan. Kenyataan pahitnya adalah manusia pada dasarnya tetaplah hewan yang digerakkan oleh insting purba.

Namun di balik kebuasan fisik tersebut ada sesuatu yang jauh lebih sakral karena perilaku s3ksual ternyata menyimpan kode rahasia tentang kerinduan jiwa untuk kembali p**ang.
Pandangan kuno kabalah menjelaskan bahwa alam semesta ini bergerak dalam logika spiritual yang sangat dekat dengan keintiman fisik. Ketika manusia pertama menolak cahaya penciptanya energi ketuhanan pecah dan berhamburan menjadi kepingan kecil di bumi.

Kepingan suci itu kemudian terbungkus rapat oleh lapisan materi kedagingan sehingga membuat kita selalu merasa kesepian dan terasing.
Untuk menyatukan kembali pecahan jiwa yang retak manusia modern mencoba menempuh beberapa jalan pembebasan yang ekstrem. Sebagian orang memilih jalur kontemplasi sunyi lewat meditasi mendalam untuk menemukan cahaya di dalam diri mereka sendiri.

Sementara yang lain justru memilih meruntuhkan segala tabu sosial dengan memisahkan ikatan tubuh materi dari kesetiaan jiwa yang murni.
Logika radikal ini percaya bahwa dengan sengaja melanggar batasan moral buatan manusia kita sedang membebaskan roh dari belenggu aturan. Ketika raga menikmati kebebasan tanpa batas ego manusia perlahan runtuh hingga menyisakan esensi cinta yang paling jujur.

Melalui cara yang dianggap berdosa inilah jiwa manusia sebenarnya sedang meraba jalan rahasia menuju penciptanya.
Pilihan terakhir yang tidak kalah mengejutkan adalah kesadaran bahwa dunia ini sebenarnya tidak pernah rusak sejak awal. Tugas kita bukan lagi mencari sisa cahaya yang hilang melainkan menciptakan percikan baru melalui kekuatan cinta dan imajinasi transendental.

Pada akhirnya petualangan tubuh ini selalu bermuara pada satu kebutuhan universal manusia yaitu rasa rindu yang mendalam pada ketuhanan.

Tidak semua orang di sekitarmu layak kamu bawa dalam perjalanan menuju sukses. Sebab, bukan hanya tindakanmu yang menent...
13/05/2026

Tidak semua orang di sekitarmu layak kamu bawa dalam perjalanan menuju sukses. Sebab, bukan hanya tindakanmu yang menentukan arah hidupmu, tapi juga energi dan cara berpikir orang-orang di sekitarmu. Banyak orang gagal bukan karena kurang pintar atau kurang beruntung, tapi karena mereka terlalu lama dikelilingi oleh orang yang salah — orang yang melemahkan semangat, meragukan potensi, dan menyeretmu kembali ke zona nyaman.

Sukses bukan hanya tentang strategi dan kerja keras, tapi juga tentang lingkungan mental yang kamu bangun. Jika kamu ingin bertumbuh, kamu harus berani memilih siapa yang kamu dengarkan dan siapa yang harus kamu jauhi. Berikut lima tipe orang yang harus kamu hindari jika kamu benar-benar ingin melangkah jauh dan membangun kehidupan yang kamu impikan.

1. Si Pengeluh Abadi

Orang seperti ini selalu punya alasan untuk menyerah dan selalu punya cerita kenapa hidupnya sulit. Mereka bisa mengubah percakapan produktif menjadi keluhan tanpa ujung. Jika kamu sering bergaul dengan pengeluh, lambat laun kamu juga akan menganggap kesulitan sebagai beban, bukan tantangan.

Energi negatif itu menular. Mereka akan membuatmu merasa bahwa kerja keras itu sia-sia, bahwa hidup memang tidak adil. Padahal, orang sukses justru lahir dari kemampuan menghadapi ketidaknyamanan. Jadi, sebelum semangatmu terkikis, jauhi kebiasaan mendengar keluhan terus-menerus. Dekatlah pada orang yang fokus mencari solusi, bukan yang sibuk mencari simpati.

2. Si Penunda Profesional

Mereka selalu punya rencana besar, tapi tidak pernah mulai. Alasan mereka terdengar masuk akal: “lagi nggak mood,” “nunggu waktu pas,” atau “tunggu modal cukup.” Tapi waktu terus berjalan, dan mereka tetap di tempat yang sama. Kalau kamu sering bersama mereka, kamu pun akan ikut belajar menormalisasi penundaan.

Sukses tidak pernah menunggu kesiapan penuh. Orang hebat tidak menunggu keadaan ideal — mereka menciptakannya lewat aksi. Jadi, berhati-hatilah dengan orang yang pandai beralasan tapi malas bergerak. Karena kalau kamu terbiasa mendengarkan mereka, kamu akan ikut terbiasa menunda takdirmu sendiri.

3. Si Tukang Nyinyir

Mereka tidak pernah puas melihat orang lain maju. Setiap keberhasilan orang lain dianggap kebetulan, koneksi, atau keberuntungan. Mereka akan membuatmu takut menonjol, karena takut dikritik atau dijatuhkan. Padahal, kritik dari orang yang tidak pernah berbuat apa-apa hanyalah bentuk rasa iri yang dibungkus opini.

Jika kamu ingin sukses, kamu harus belajar fokus pada perjalananmu sendiri. Abaikan suara-suara yang hanya ingin menarikmu ke bawah agar mereka tidak merasa tertinggal. Orang sukses punya pola yang sama: mereka memilih diam, bekerja, dan membiarkan hasil berbicara. Jangan biarkan nyinyiran orang kecil mengecilkan langkah besarmu.

4. Si Korban Seumur Hidup

Orang tipe ini selalu memosisikan dirinya sebagai korban. Mereka menyalahkan keadaan, pemerintah, ekonomi, bahkan cuaca. Mereka membuat drama dari setiap kesulitan, seolah dunia berkonspirasi melawan mereka. Jika kamu tidak hati-hati, kamu akan ikut larut dalam pola pikir bahwa kamu tidak berdaya.

Padahal, kunci sukses adalah rasa tanggung jawab penuh terhadap hidupmu. Selama kamu merasa menjadi korban, kamu tidak akan pernah jadi pencipta. Berhenti bergaul dengan mereka bukan berarti kamu kejam, tapi karena kamu sedang melindungi mentalitas juangmu. Energi sukses hanya tumbuh di tanah mental yang bertanggung jawab.

5. Si Tukang Menyerah Cepat

Mereka mudah putus asa. Sekali gagal, langsung mundur. Sekali ditolak, langsung merasa tidak berbakat. Jika kamu sering bersama mereka, kamu akan mulai menganggap kegagalan sebagai tanda akhir, bukan proses belajar. Ini berbahaya, karena dunia nyata tidak memberi ruang bagi mereka yang cepat menyerah.

Orang sukses memahami bahwa setiap keberhasilan besar dibangun dari seribu kegagalan kecil. Mereka tahu jatuh itu bagian dari latihan, bukan alasan berhenti. Jadi, jika kamu ingin bertumbuh, kelilingi dirimu dengan orang yang tetap melangkah walau jalannya berat — bukan yang berhenti hanya karena jalanan menanjak.

⸻
Sukses bukan cuma soal siapa dirimu, tapi juga siapa yang berjalan bersamamu. Lingkunganmu bisa jadi pendorong atau penghambat terbesar. Kalau kamu ingin hidup naik kelas, kamu harus berani memilih orang-orang yang menantangmu untuk tumbuh, bukan yang membuatmu nyaman stagnan.

Mulailah berjarak dari orang-orang yang hanya mengeluh, menunda, nyinyir, menyalahkan, dan menyerah cepat. Gantikan mereka dengan orang yang berpikir besar, berani gagal, dan tetap melangkah meski sulit. Karena pada akhirnya, kesuksesan bukan tentang keberuntungan — tapi tentang keberanian menjaga lingkaran yang mendukung pertumbuhanmu.

Mating in Captivity: Unlocking Erotic Intelligence karya Esther Perel.Buku Mating in Captivity: Unlocking Erotic Intelli...
18/03/2026

Mating in Captivity: Unlocking Erotic Intelligence karya Esther Perel.

Buku Mating in Captivity: Unlocking Erotic Intelligence karya Esther Perel membahas tentang hubungan antara cinta, pernikahan, dan hasrat seksual—khususnya kenapa dalam hubungan jangka panjang, gairah sering menurun.

Secara inti, buku ini menjawab pertanyaan penting:
Mengapa pasangan yang saling mencintai justru bisa kehilangan gairah seksual?

Pokok-pokok pembahasan:

1. Konflik antara cinta dan hasrat.
Cinta butuh kedekatan, rasa aman, stabilitas. Hasrat (erotis) justru butuh jarak, misteri, kebebasan. Dalam pernikahan, dua hal ini sering bertabrakan.

2. Rutinitas membunuh gairah
Kehidupan sehari-hari (kerja, anak, tanggung jawab) membuat hubungan jadi terlalu “aman” dan kehilangan unsur kejutan.

3. Peran “jarak psikologis”
Kita lebih tertarik pada pasangan ketika kita melihat mereka sebagai individu yang mandiri dan tidak sepenuhnya kita miliki.

4. Erotic intelligence (kecerdasan erotis).
Kemampuan untuk menjaga ketertarikan, imajinasi, dan energi seksual dalam hubungan yang sudah lama. Ini bukan soal teknik, tapi soal cara berpikir dan melihat pasangan.

5. Fantasi dan kebebasan batin
Fantasi dianggap normal dan bagian dari kehidupan seksual yang sehat. Tidak selalu berarti ingin selingkuh, tetapi bagian dari dinamika psikologis

6. Kesetiaan vs keinginan
Buku ini juga membahas bagaimana orang tetap setia tetapi tetap memiliki dunia batin erotis sendiri

Inti pesan buku:

Hubungan yang sehat bukan hanya soal kedekatan, tapi juga kemampuan menjaga daya tarik dan “rasa ingin” terhadap pasangan.😎

Praktik S*ksv4l Menj!j!kkan Keluarga Mountain Sisters Membuat Sepupu Mereka Terbelenggu di Ruang Bawah Tanah Sementara S...
19/01/2026

Praktik S*ksv4l Menj!j!kkan Keluarga Mountain Sisters Membuat Sepupu Mereka Terbelenggu di Ruang Bawah Tanah Sementara Suaminya

Di lembah-lembah terpencil dan liar Pegunungan Ozark, Missouri, pada tahun 1892, waktu seolah berhenti, atau mungkin tidak pernah tiba. Di lanskap lembah-lembah terisolasi dan hutan-hutan yang tak tertembus ini, di mana jarak antar rumah diukur dalam mil dan jarak antar jiwa dalam keheningan yang tak terjembatani, salah satu kisah tergelap dan paling mengganggu dalam sejarah Amerika terungkap. Di tengah jurang moral ini terdapat keluarga Barrow, sebuah garis keturunan yang memilih isolasi bukan hanya sebagai gaya hidup, tetapi juga sebagai dogma agama yang sarat dengan keg!l44n.

Properti Barrow, yang terletak lebih dari dua puluh mil dari kota Forsythe, tampaknya tidak berbeda dari pertanian lain di daerah tersebut. Sebuah bangunan kayu, lumbung yang miring, dan ruang bawah tanah yang digali di lereng bukit. Namun, reputasi sang kepala keluarga, Josiah Barrow, menyelimuti lembah seperti kabut ber*cun. Josiah adalah seorang pria dengan keyakinan agama yang kuat dan aneh; Ia memandang dunia luar sebagai sumber pencemaran dan percaya bahwa keluarganya adalah satu-satunya yang masih murni di mata Tuhan. Kedua putri kembarnya, Elizabeth dan Mave, adalah perwujudan fisik dari isolasi ini: mereka bergerak serempak, jarang berbicara, dan memandang dunia dari atas, seperti hantu yang terjebak dalam ritual abadi..........

Di kamar mayat Rumah Sakit Sentosa Kota Naldern.Arlo Antasari meletakkan kedua tangannya di dada jenazah seorang perempu...
15/01/2026

Di kamar mayat Rumah Sakit Sentosa Kota Naldern.
Arlo Antasari meletakkan kedua tangannya di dada jenazah seorang perempuan, melakukan gerakan memijat.
"Untung kamu belum benar-benar mati dan kebetulan bertemu aku yang hari ini memperoleh warisan ilmu. Kesadaranmu akan terbuka kembali!"
"Dari tiga jiwamu, sudah lenyap dua. Dari tujuh rohmu, sudah lenyap empat. Ini sama seperti aku sedang merebut orang dari tangan Dewa Kematian. Di dunia ini, selain aku, nggak ada lagi yang bisa menyelamatkanmu!"
Arlo tampak berusia 20-an tahun, berwajah tegas dengan alis tebal dan mata besar. Kelihatannya dia adalah orang sangat andal. Namun, saat ini mulutnya komat-kamit, sementara kedua tangannya bekerja dengan cara yang tidak wajar, membuat suasana terasa menyeramkan.
Seiring gerakannya, jenazah perempuan itu tiba-tiba duduk tegak, lalu terbaring lagi. Dua perawat yang mengantar jenazah melihat pemandangan ini. Mereka langsung ketakutan setengah mati dan menjerit, lalu berlari keluar.
"Tolong!"
"Satpam ... Pak Ibrahim ... ada mayat bangkit di kamar jenazah!"
"Dokter Isyana, suamimu yang gila sedang menodai mayat!"
Arlo tidak peduli. Kedua tangannya bergerak cepat menekan titik akupunktur di kepala jenazah dengan teknik yang aneh. Kemudian, dia kembali menekan dada jenazah itu.
Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa di pintu kamar mayat. Direktur rumah sakit, Ibrahim, datang bersama beberapa dokter dan satpam. Wajahnya tampak panik.
"Kurang ajar, apa yang kamu lakukan? Cepat lepaskan dia!" teriak Ibrahim dengan marah.
Arlo menoleh, tetapi tangannya tak berhenti. "Aku sedang mengobatinya!"
Banyak dokter di rumah sakit yang mengenali pria ini. Arlo! Suami bodoh Isyana Hanafi, dokter tercantik di rumah sakit ini.
Orang-orang sering kali merasa kasihan pada Isyana. Bagaimana bisa seorang wanita cantik menikah dengan seorang pria yang sakit jiwa? Saat ini, rasa kasihan itu pun mencapai puncaknya.
Karena jenazah itu adalah putri tunggal Keluarga Soraya, Fellis. Keluarga Soraya adalah keluarga terkaya di Kota Naldern. Pagi ini, Fellis tiba-tiba meninggal di rumah sakit. Keluarga Soraya sudah ingin mencari masalah dengan rumah sakit, sekarang jenazahnya malah dilecehkan. Bukankah ini akan membuat masalah jadi semakin besar?
Mata Isyana berkunang-kunang. Dia hampir pingsan. Si bodoh ini benar-benar membuat bencana besar hari ini!
Sejak menikah, Arlo yang sakit jiwa selalu dijaga orang tuanya. Hari ini, orang tuanya ada urusan mendadak sehingga menitipkan Arlo padanya di rumah sakit.
Baru saja ada pasien gawat darurat sehingga Isyana pun meninggalkan Arlo di pos perawat. Siapa sangka, dia malah masuk ke kamar mayat dan melakukan hal seperti ini.
"Berhenti sekarang juga!" pekik Ibrahim, lalu berusaha menarik Arlo.
Arlo mengerutkan kening, mendorong Ibrahim. "Kalau aku berhenti, dia benar-benar akan mati!"
Ibrahim terdorong hingga jatuh terduduk di lantai. 'Bodoh! Gila! Sakit jiwa! Dia sungguh mengira dirinya dokter? Jelas-jelas hanya orang gila!'
Ibrahim menatap Isyana dengan galak. "Kenapa nggak suruh suamimu berhenti? Apa kamu benar-benar mau menunggu sampai Keluarga Soraya menuntut kita semua?"
Isyana tersadar, buru-buru berseru. "Arlo!"
Dia bergegas maju, hendak menyingkirkan tangan Arlo dari dada Fellis. Namun, begitu telapak tangannya menyentuh dada Fellis, kulit kepalanya meremang, jantungnya berdebar. Dia merasakan denyut jantung putri Keluarga Soraya itu.
"Dia masih punya detak jantung!" Isyana memeriksa dengan teliti di area jantung, matanya melebar karena kaget.
Ibrahim tercengang, lalu segera menurunkan stetoskop dari lehernya. Setelah mendengar detak jantung itu, dia pun panik dan berteriak, "Cepat dorong dia kembali ke ruang gawat darurat untuk diselamatkan!"
"Aku belum selesai mengobatinya, kalian nggak boleh bawa dia pergi!" Arlo kembali menghalangi.
"Obati kepalamu!" Ibrahim sama sekali tidak percaya orang gila bisa mengobati. Dia hanya mengira ini adalah kesalahan diagnosis. Menganggap orang hidup sebagai mayat dan membawanya ke kamar mayat, ini jelas adalah kesalahan medis besar!
Sekelompok orang buru-buru mendorong Fellis pergi. Kini, tersisa Isyana dan Arlo.
"Kenapa kamu bisa sampai ke sini?" Isyana marah besar, hampir melampiaskan semua kekesalannya pada pria yang selalu membuatnya malu ini.
"Aku datang untuk mengobati orang itu!" Arlo tampak serius, membuat Isyana hampir pingsan saking kesalnya.
Isyana menggertakkan gigi, tetapi kemudian merasa dirinya terlalu keras. Apa gunanya marah pada orang gila? Bagaimanapun, salahnya juga karena dia tidak menjaga Arlo dengan baik.
Dia menarik napas panjang. "Sudahlah, kita lihat dulu kondisi Fellis. Setelah itu, aku akan izin cuti untuk mengantarmu p**ang."
Arlo berdeham. "Aku sudah sembuh. Aku bisa p**ang sendiri."
Mata Isyana membelalak, sulit percaya. "Kamu ... sembuh?"
Arlo mengangguk. "Barusan kepalaku tiba-tiba jernih, semua ingatanku kembali!"
"Kalau sudah sembuh, kenapa kamu malah ke kamar mayat?" Isyana curiga. Memang ada kemungkinan Arlo membaik karena terus minum obat.
"Sudah kubilang tiga kali, aku datang untuk mengobatinya!" jawab Arlo.
Wajah Isyana membeku. Dia merasa dirinya yang bodoh. Bagaimana bisa dia percaya kata-kata orang gila? Orang waras mana yang masuk kamar mayat untuk mengobati orang? Lagi p**a, sebelum sakit jiwa, Arlo juga bukan dokter.
Ketika berbicara, Arlo menatap Isyana. Cantik sekali! Wajah menawan, mata jernih berkilau penuh kecerdasan. Jas putih bahkan tak mampu menutupi tubuh indahnya. Kalau wanita secantik ini menjadi istrinya, rasanya tidak rugi juga.
Isyana hanya bisa menghela napas. Dia malas berdebat, jadi menarik Arlo menuju ruang gawat darurat.
Baru saja sampai di depan pintu, tampak Ibrahim yang keluar dengan wajah penuh senyuman dan memberi instruksi kepada perawat.
Namun, begitu melihat Isyana, senyuman itu langsung hilang. Dia memasang wajah tegas sebagai direktur, lalu berkata, "Kamu diberhentikan sementara!"
Isyana sontak mengernyit sambil menatap Ibrahim.
"Fellis salah didiagnosis. Karena dikira sudah meninggal, dia dibawa ke kamar mayat. Ini kesalahan medis besar! Harus ada yang bertanggung jawab! Dokter jaga pagi ini adalah kamu!" jelas Ibrahim.
Wajah Isyana merah padam karena marah. "Sejak Fellis masuk, yang menanganinya langsung adalah Bapak sendiri. Surat kematian juga Bapak yang keluarkan. Apa hubungannya denganku?"
Ibrahim mendengus, lalu menunjuk Arlo. "Kalau begitu, akan kuberi tahu Keluarga Soraya kalau dia menodai mayat Fellis!"
Isyana seketika memucat. Keluarga Soraya adalah keluarga terkaya di kota, sementara Fellis adalah putri tunggal Rayanza Soraya yang sangat disayang. Arlo pasti akan dituntut akibat perbuatannya!
"Kamu tahu betul apa yang akan terjadi kalau Keluarga Soraya tahu Fellis dinodai!" kata Ibrahim dengan nada penuh ancaman.
"Fellis masih hidup, 'kan?" Isyana diam sejenak, lalu bertanya demikian.
"Tentu saja. Kalau nggak, menurutmu Arlo bisa keluar dari rumah sakit ini dengan selamat?"
Tubuh Isyana gemetar karena marah. Kali ini bukan hanya dia, bahkan Arlo pun benar-benar paham apa yang terjadi.
Fellis salah didiagnosis, lalu dikirim ke kamar mayat. Hal ini sudah diberitahukan kepada Keluarga Soraya, jadi tidak mungkin ditutupi. Harus ada kambing hitam! Isyana-lah yang dijadikan kambing hitamnya!
Sementara Ibrahim, si pelaku utama, justru akan menjadi pahlawan bagi Keluarga Soraya!
Arlo tertawa, bertepuk tangan. "Kalau nggak tahu malu itu adalah sebuah keterampilan dan ada lombanya, kamu pasti juara satu!"
Ibrahim melirik sinis, malas menanggapi. Dia adalah direktur, mana sudi peduli pada orang gila?
"Kamu yakin bisa menyelamatkan Fellis?" Arlo tersenyum meremehkan.
"Maksudmu apa?" Ibrahim menjadi kesal. Orang gila ini kok semakin lama semakin mirip orang waras?
Arlo mendengus. "Ya itu maksudku! Dengan kemampuanmu, mau menjadikan istriku kambing hitam? Masih terlalu jauh!"
Ibrahim marah besar, hendak mengamuk. Namun, tiba-tiba dari ruang gawat darurat terdengar keributan. Seorang perawat keluar dengan wajah panik.
"Pak Ibrahim, gawat! Kondisi Fellis kembali kritis ...."Begitu mendengar Fellis kembali kritis, Ibrahim langsung berlari masuk ke ruang gawat darurat.
Isyana menatap Arlo. Tadi dia mendengar ucapan Arlo yang tajam dan penuh logika saat membalas Ibrahim. Jelas, tak ada lagi kebodohan yang dulu.
"Kamu benar-benar sudah sembuh?"
Arlo mengangguk. "Ya! Waktu di pos perawat, tiba-tiba saja pikiranku jernih. Aku juga nggak tahu gimana bisa sembuh begitu saja!"
Ucapannya itu setengah benar, setengah bohong.
Tiga tahun lalu, dia secara tak sengaja memperoleh warisan Kitab Surgawi Pengobatan Abadi dari seorang tabib sakti. Kitab itu mencakup semua keahlian sang tabib seumur hidupnya. Dari ilmu pengobatan, ilmu bela diri, ilmu ramalan wajah, ilmu nasib, hingga wawasan luas dari pengalaman berkeliling dunia.
Namun, begitu mendapatkan warisan itu, sebagian besar kesadarannya terkunci oleh pembatas warisan, memaksanya tenggelam dalam proses belajar. Dari luar, dia terlihat seperti orang bodoh dan gila.
Hingga hari ini, setelah Kitab Surgawi Pengobatan Abadi dipelajarinya sampai tingkat ketiga, dia berhasil menembus pembatas itu. Kesadarannya kembali. Kebetulan, dia bertemu Fellis yang dibawa ke kamar mayat. Menyadari masih ada kesempatan untuk menyelamatkan, dia pun turun tangan.
Namun, semua itu tidak bisa dia ceritakan pada Isyana. Kalau diceritakan, bisa-bisa dia dimasukkan ke rumah sakit jiwa.🌵💥🧩

Address

Jalan Diponegoro Semarang
Semarang
JAWATENGAH

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Evendi Prasetyo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category