27/02/2026
Ayo segera bergabung bersama kami, kegiatan akan dimulai tanggal 6 April 2026 (setelah Paskah)
Postingan diambil dari Grup Kelompok Pembaca Kitab Suci St.
Maria, dibawah Timpel Kerasulan Kitab Suci, Bidang Pewartaan, Paroki Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Randusari Katedral Semarang
27/02/2026
Ayo segera bergabung bersama kami, kegiatan akan dimulai tanggal 6 April 2026 (setelah Paskah)
26/04/2024
Pendaftaran Seminar bisa melalui link berikut ini
https://bit.ly/DK-Katedral
19/04/2024
PERCIKAN SABDA
"Surat Cinta dari Allah" (230721)
"Dengarkanlah arti perumpamaan penabur.... benih yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar sabda itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus, ada yang enam puluh, dan ada yang tiga puluh ganda." (Mat 13:18-23)
IHS - Injil adalah Khabar Gembira, Surat Cinta dari Allah pada kita. Maka untuk bisa menerima surat cinta dengan baik, kita hendaknya membacanya dengan cinta p**a. Sebab, surat cinta hanya bisa diterima dengan sikap cinta bukan? Tanpa sikap cinta, mustahil kita bisa memahami Surat Cinta dari Tuhan.
Dulu ketika belum ada hp atau hp masih langka, surat masih diandalkan dalam menyampaikan pesan jarak jauh. Ketika kita menerima surat cinta dari orang yang tidak kita cintai, pasti kita merasa tidak s**a. Meski surat itu berisi puisi pernyataan cinta yang indah mendayu, kita justru makin tidak s**a, merasa kasihan pada si dia karena bertepuk sebelah tangan, dan kita akan cenderung menghindar untuk bertemu dengannya.
Lain halnya bila kita menerima surat dari orang yang kita cintai. Wah, baru membaca nama pengirimnya saja, hati sudah berdegup riang. Ungkapan perhatian biasa dalam surat, akan kita artikan berlebih sebagai "ada rasa". Apalagi bila ada kata _I love you_...woh bisa melonjak-lonjak seharian hati kita...
Nah, seperti itulah cara membaca Injil yang baik. Karena Injil adalah surat cinta dari Yesus, hendaknya kita baca dengan sikap cinta p**a, yaitu dengan antusias, penuh ketertarikan, penuh harap, empati, kekaguman dan percaya pada si Dia. Sebab, semua yang dikatakan dan dilakukan orang yang kita cintai selalu begitu menarik.
Bila kita membaca Injil dengan cinta, maka banyak hal tersembunyi di balik Sabda Allah akan terbuka, apa yang sebelumnya tidak kita pahami, dengan sendirinya akan kita pahami. Sebab, Kasih Yesus klik dengan kasih di hati kita...selaras...
Sebab, Allah adalah Kasih, Yesus adalah Allah Kasih, dan Sabda-Nya adalah Sabda Kasih yang hanya berisikan Kasih. Maka hanya dengan kasih kita bisa menyelaraskan diri dengan kasih Allah, berjumpa dengan Allah, berjalan mengikuti langkah Allah, mendengarkan bimbingan-Nya, bahkan bekerja bersama Allah. Sehingga, bersama dengan Allah, kita bisa menghasilkan buah limpah, yang tak lain adalah buah kasih yang membawa kebaikan bagi keluarga, teman-teman dan orang-orang di sekitar kita. Buah itu akan mencapai puncaknya ketika roh kita yang penuh kasih menyatu dengan Kasih Allah dalam Kerajaan Kasih-Nya yang kekal.
Namun semua itu harus kita dimulai dengan mempersiapkan tanah hati kita dengan kasih, agar benih Sabda yang ditanamkan Yesus bisa tumbuh subur dalam diri kita.
"Tuhan, kubuka hatiku dengan kasih, tanamkanlah Sabda-Mu dalam hati kami. Amin." - IHS
19/04/2024
PERCIKAN SABDA
"Kitab Suci dan Roh Kudus"
Pernahkah kita mengalami kesulitan untuk mengerti maksud dari sebuah bacaan/cerita yang pernah kita baca?
Jika pernah, bukankah kita membutuhkan orang lain untuk membimbing kita?
Dalam bacaan ditampilkan sosok sida-sida dari Etiopia yang tidak mengerti maksud dari isi Kitab nabi Yesaya.
Dalam ketidak mengertiannya, Filipus di dorong oleh Roh Kudus, mendatangi dan membimbing sida-sida itu sampai ia mengerti, percaya dan di baptis. Dari dua tokoh ini, kita belajar beberapa hal :
yang pertama, memiliki keingintahuan yang suci untuk memahami isi Kitab Suci seperti sida-sida dari Etiopia.
Yang kedua, kita belajar dari sosok Filipus seorang yang tidak menutup diri terhadap Roh Kudus, sehingga ia mampu membimbing, mengajar sekaligus mewartakan injil, sampai akhirnya sida-sida itu percaya dan memberikan diri dibaptis.
Ketika kita membaca Kitab Suci hendaknya kita tidak hanya memakai akal budi atau pikiran kita sendiri namun memberi ruang bagi Roh Kudus untuk berkarya membimbing kita kepada kebenaran Sabda Tuhan.
Namun sebelum sampai kesana, kita harus mempunyai minat membaca kitab suci terlebih dahulu, Jika tidak ada minat, bagaimana mungkin kita akan terbuka terhadap bimbingan Roh Kudus yang membawa kita pada Kebenaran?
(Sr. M. Stevane, P.Karm)
19/04/2024
PERCIKAN SABDA
"Memahami Sabda Allah"
Memahami hubungan antara Kitab Kejadian sampai Kitab Ulangan dalam Perjanjian Lama bisa dimulai dengan memahami bahwa kelima kitab tersebut merupakan bagian dari kelompok yang disebut sebagai "Kitab Taurat" atau "Pentateukh." Pentateukh terdiri dari lima kitab pertama dalam Alkitab Kristen, yang juga dikenal sebagai Taurat dalam agama Yahudi.
Kitab Kejadian (Genesis): Kitab ini berisi tentang penciptaan dunia, asal-usul manusia, asal-usul bangsa Israel, dan kisah-kisah penting seperti kisah Abraham, Ishak, Yakub, dan Yusuf.
Kitab Keluaran (Exodus): Kitab ini menceritakan peristiwa keluarnya bangsa Israel dari perbudakan di Mesir, pemberian hukum-hukum Allah (Sepuluh Perintah), serta pembangunan Bait Suci dan tabernakel.
Kitab Imamat (Leviticus): Kitab ini berisi peraturan-peraturan tentang ibadah dan tata cara keagamaan bangsa Israel, termasuk hukum-hukum mengenai korban-korban dan kekudusan.
Kitab Bilangan (Numbers): Kitab ini mencatat sensus atau perhitungan bangsa Israel, peristiwa-peristiwa di padang gurun, hukum-hukum mengenai pengaturan perkemahan, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi saat perjalanan bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian.
Kitab Ulangan (Deuteronomy): Kitab ini berisi khotbah-khotbah Musa kepada bangsa Israel menjelang kematian dan peralihan kepemimpinan kepada Yosua. Isinya mencakup ulasan kembali tentang hukum-hukum Allah, sejarah bangsa Israel, dan perjanjian Allah dengan mereka.
Memahami hubungan antara kelima kitab ini memungkinkan pembaca untuk melihat sebuah narasi yang utuh, dimulai dari penciptaan dunia hingga masa-masa awal bangsa Israel sebagai bangsa yang dipilih oleh Allah.
(A. Jaryono)
19/04/2024
Dalam hal permohonan kita bisa belajar dari seorang yg sakit kusta. Ia datang kpd Yesus dengan rendah hati memohon" Kalau engkau mau, Engkau dpt mentahirkan aku"
Umat manusia telah lama abai? Saatnya kini berbalas seruan Roh!
pertama sejauh mana ciptaannya ini kita hargai dng tanggung jawab?
kedua sudahkah kita mencintai dng penuh percaya dn berani mewartakan karya penyelamatanNya sehingga tidak dia "sia sialah sehingga pengorbanan Tuhan di kayu salib? Datanglah kpd Yesus dng rendah hati, dan jangan letih memohon.
Dengan kehadiran Roh Kudus, Dia bisa ditemui di mana pun dan kapan pun kita berada amin.
(A. Jaryono)
19/04/2024
"... kalau Engkau mau"
Keyakinan bahwa Yesus memang mampu menyembuhkan.
"...kerendahan hati"
Berlutut adalah ungkapan kerendahan hati. Dan permohonan yang disampaikan dengan kerendahan hati mendapat jawaban yang positif.
Yesus pun menjawab, “Aku mau, jadilah engkau tahir!”
(Fransiska Eka)
19/04/2024
Tuhan Yesus tidak ingin mengkhususkan kabar gembiraNya untuk suatu bangsa, suatu kota, apalagi untuk beberapa orang saja, tetapi Ia datang untuk banyak orang, keselamatan yang datang dariNya adalah untuk semua bangsa. Karena itu ketika Ia dicari maka Yesus pergi ke tempat lain, karena Ia tidak ingin dimonopoli oleh suatu bangsa.
(Hariyo Projo)
19/04/2024
Kisah tentang seorang Imam yg bertugas di suatu pedalaman, Imam tsb sangat dicintai oleh umat. Perkataanya, perbuatannya sangat bersahaja dn ramah dng siapa saja. Pelayanannya selalu membawa s**a cita dn kebahagian bagi umat. Kehadirannya sll dirindukan karena membawa kehangatan dan kegembiraan. Imam itu telah berhasil menghadirkan Tuhan Yesus yang sungguh peduli dn dekat dng manusia
Tuhan Yesus selalu mengagumkan dan menggetarkan
Tuhan Yesus selalu hadir dengan kuasa Illahi dn selalu ada bagi manusia yg merindukan kehadiran Tuhan.
Kuasa Illahi yg ada pada Tuhan Yesus selalu tampak dlm setiap perkataan dn perbuatanNya. Amin.
(A. Jaryono)
19/04/2024
Hidup dalam doa.
Melalui doa, Yesus fokus menjalankan tugas
pemberitaan Injil, bukan menikmati perhatian atau kerumunan orang
banyak.
Yesus meluangkan waktu terbaik-Nya untuk berkomunikasi
dengan Bapa dalam doa di pagi hari.
Hidup kita mungkin penuh dengan berbagai
kesibukan pelayanan, pekerjaan, studi, dan lainnya. Namun, sebagai
anak-anak Tuhan, adakah kita menyediakan waktu untuk berdoa dan
menikmati relasi dengan-Nya?
Melalui doa, kita dapat bekerja dan
melayani dengan fokus dan benar demi kemuliaan-Nya.
(Fransiska Eka)
19/04/2024
Sungguh luar biasa Kuasa Tuhan Yesus bagi yang percaya kepada-Nya.
Tuhan memberikan kesembuhan kepada siapapun yang sakit bagi yg percaya kepada-Nya.
(M.Th. Sri Hartati)