4 ORANG YANG TIDAK AKAN TERSENTUH API NERAKA.
Nabi Muhammad Bersabda, "Maukah kalian aku tunjukan orang yang haram baginya tersentuh api neraka?" para sahabat berkata "mau, wahai rasulullah!" beliau menjawab "yang haram tersentuh api neraka adalah orang yang Hayyin, Layyin, Qorib, Sahl." *(HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban)*
1. SAHI
"Orang yang tidak mempersulit sesuatu, selalu ada solusi bagi setiap permasalahan. Tidak s**a berbelit-belit, tidak menyusahkan dan tidak membuat orang lain susah
2. QORIB
"Akrab, ramah diajak bicara, menyenagkan bagi orang yang diajak bicara. wajahnya selalu berseri-seri dan murah senyum jika bertemu orang serta selalu menebar salam.
3. LAYYIN
"Orang yang lembut dan santun baik bertutur-kata atau bersikap. Tidak kasar, tidak semaunya sendiri, tidak galak, tidak s**a memarahi orang yang berbeda pendapat denganya. Tidak s**a melakukan pemaksaan. Lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk orang lain.
4. HAYYIN
"Orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan lahir maupun batin. Tidak labil dan gampang marah, penuh pertimbangan. Tidak mudah memaki, melaknat serta teduh jiwanya.
Semoga kita berada di salah satunya... Aamiin Ya Robbal 'Alaamiin
Pondok pesantren tarbiyatul hasanah semarang
سر ولا تقف
11/09/2021
11 GOLONGAN SELAMAT.
Habib Abdullah bin Husein bin Thohir Ba’alawi dalam Kitab Is’adur Rofiq-nya menyebutkan sejumlah orang yang bernasib baik tanpa hisab di akhirat.
فائدة: ورد في الأحاديث أن من ابتلى بذهاب بصره أو غيره من البلايا فصبر حتى يلقى الله، ومن مات بطريق مكة ذاهبا أو آيبا، وكل رحيم صبور، وطالب العلم، والمرأة المطيعة لزوجها، والبار بوالديه، والماشي في حاجة أخيه المسلم، ومن ربى صبيا يقول "لا إله إلا الله"، ومن مات ليلة الجمعة أو يومها، ومن بلي بمصيبة في بدنه أو ماله فصبر، ومن قرأ سورة القدر بعد وضوئه ثلاثا، ومن حفر بئرا بفلاة إيمانا واحتسابا، لا يحاسبون.
Pengumuman, tersebut di dalam banyak hadits bahwa orang-orang berikut ini insya Allah tidak akan dihisab di hari Qiyamat.
1. Mereka adalah orang yang diuji dalam bentuk kehilangan penglihatan atau ujian lainnya lalu bersabar hingga wafat.
2. orang yang wafat di tengah jalan baik menuju Mekkah maupun sep**angnya.
3. setiap orang penyayang lagi penyabar.
4. perempuan yang ta’at kepada suaminya.
5. orang yang berbakti kepada orang tuanya.
6. orang yang berjalan untuk membantu orang lain yang sedang memiliki hajat.
7. orang yang mendidik anak kecil mengucap “La ilaha Illallah”
8. orang yang wafat siang atau malam Jum’at.
9. orang yang kena musibah pada fisiknya atau hartanya lalu bersabar.
10. orang yang membaca surat Al-Qodar sebanyak 3 kali usai berwudhu.
11. orang yang membuat sumur di tanah lapang secara ikhlas untuk kepentingan umum (umat)
•••
•••
Semoga kita senantiasa mendapat Ridho dari Allah, Syafa'at dari Rasulullah, Karomah para Waliyullah, Barokah para Kyai dan Habaib serta wasilah Do'a dari Orang tua kita.. Alfatihah
اللهم صل علي سيدنا محمد وعلي اله وصحبه وسلم
09/09/2021
Jika kamu berada di dalam jamuan hendaklah menjaga adab, di rumah orang menjaga mata, di dalam sholat menjaga hati, jika sendirian menjaga fikiran dan di dalam pergaulan menjaga lidah.❞
-Imam Al-Ghazali رحمة الله تعالى
09/09/2021
CARA MINUM RASULULLAH CEGAH KEMAKSIATAN
إنَّك اذا ما اقبلتَ على شَربَةِ مَاء , فقَسِّمْهُ اَثلاَثًا
Sesungguhnya jika engkau saat akan meneguk air minum, maka bagilah dengan tiga kali tegukan.
إشْرَبْ أوّلَ جَُرعَةٍ وقُلْ بِسْمِ اللَّه، واشْرَبْهَا ! ثمَّ انْتَهِ مِنَ الجرعة و قُل الحَمدُ لِلّٰه .
Minumlah pada tegukan pertama dan ucapkan Bismillah lalu minumlah!, kemudian setelah selesai ucapkanlah Alhamdulillah.
واقتَدِ الىَ الجُرعَة الثَّانِيَة وقل بسم الله، وانْتَهِ منها وقل الحمد لله .
Lalu ikuti pada tegukan selanjutnya dan ucapkan Bismillah, dan bila telah selesai dari tegukan kedua ini ucapkan kembali Alhamdulillah.
ثم اخْتِمْ بالثّالثَة و قل بسم الله و اختِمهَا بقولِكَ الحمد لله
Kemudian akhiri pada tegukan yang terakhir dan ucapkan Bismillah, lalu setelah kau minum ucapkan Alhamdulillah.
إِذَا أَخَذْتَ شَرْبَةَ مَاءٍ بهٰذِهِ الطَّرِيقَة الّتِي نُقِلَتْ عَنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليهِ وَ سلَّم.. طَالَمَا كَانَ فِي جَوفِكَ ذٰلكَ المَاء فَلمْ تحدّثكَ ذَرّة بمَعْصِيَةِ الله
Jika engkau mempraktekkan saat meminum air dengan cara seperti ini (yang dinukilkan dari cara Rasulullah shollallohu 'alaihi wa alihi wa shohbihi wa sallam), ketahuilah selama air itu ada dalam perutmu maka tak akan terjadi di tubuhmu untuk ada keinginan melakukan maksiat walau hanya sebesar biji dzarroh di hadapan Allah.
يالله بالتوفيق حتى نفيق ونلحق الفريق
Mudah-mudahan kita mendapat taufiq sehingga kita bisa di golongkan dengan orang-orang sholeh.
Aamiin.
08/09/2021
من كلام سيدي الحبيب عمر حفظه الله تعالى
Dari pada ucapan Guru kami al-Habib 'Umar bin Muhammad bin Hafidz BSA
"حافظوا على عيونكم في مابقي من الاعمار
1. Jagalah mata kalian di sisa umurmu
ولاتحتقروا بها مسلم
2. Janganlah sekali-kali engkau
pandang rendah dari pada saudara muslimmu
ولاتعظموا بها الدنيا
3. Jangan engkau pandang mulia dunia ini
ولاتكشفوا بهاالعورات
4. Jangan engkau membuka auratmu
ولاتنظروا بها الى الصور المحرمات
5. Jangan engkau membuka atau melihat gambar-gambar yang di haramkan oleh Allah
وكلمات تقرأونها بقلوبكم دون تحريك السنتكم قبل النوم تقوي الايمان (الله معي الله ناظري الله حاضري الله شاهدي الله قريب مني "
6. Jika engkau mau tidur bacalah kalimat ini untuk menguatkan iman (الله معي الله ناظري الله حاضري الله شاهدي الله قريب مني ). (الله معي الله ناظري الله حاضري الله شاهدي الله قريب مني ). " Allahu ma'i allahu nadziri allahu hadhiri allahu syahidi allahu qoribun minni "
Allah selalu bersamaku,Allah selalu memandangku, Allah selalu hadir bersamaku, Allah selalu menyaksikanku, Allah selalu dekat denganku,
Bacalah dengan hati kalian tanpa menggerakkan lisan kalian.
يالله بالتوفيق حتى نفيق ونلحق الفريق
Mudah mudahan kita mendapat taufiq sehingga kita bisa di golongkan dengan orang-orang sholeh... Aamiin..
Ketika Ujub Menyelimuti Hati
Oleh Al-Habib Umar bin Hafidz
• "Jika Allah mudahkan bagimu mengerjakan sholat malam, maka janganlah memandang rendah orang-orang yang tertidur"
• "Jika Allah mudahkan bagimu melaksankan puasa, maka janganlah memandang orang-orang yang tidak berpuasa dengan tatapan menghinakan"
• "Jika Allah memudahkan bagimu pintu untuk berjihad, maka janganlah memandang orang-orang yang tidak berjihad dengan pandangan meremehkan"
• "Jika Allah mudahkan pintu rezeki bagimu, maka janganlah memandang orang-orang yang berhutang dan kurang rezekinya dengan pandangan yang mengejek dan mencela, karena itu adalah titipan Allah yang kelak akan di pertanggung jawabkan"
• "Jika Allah mudahkan pemahaman agama bagimu, janganlah meremehkan orang lain yang belum faham agama dengan pandangan hina"
• "Jika Allah mudahkan ilmu bagimu, janganlah sombong dan bangga diri karenanya, sebab Allah lah yang memberimu pemahaman itu"
• "Dan boleh jadi orang yang tidak mengerjakan qiyamullail, puasa (sunnah), tidak berjihad dan semisalnya lebih dekat kepada Allah darimu"
• "Sungguh engkau terlelap tidur semalaman dan pagi harinya menyesal...lebih baik bagimu daripada qiyamullail semalaman namun pagi harinya engkau "merasa" TAKJUB dan BANGGA dengan amalmu, sebab tidak layak orang merasa bangga dengan amalnya, karena sesungguhnya ia tidak tahu amal yang mana yang Allah akan terima?
Semoga kita terhindar dari Ujub 🤲
05/09/2021
MEMAHAMI CAHAYA DAN KEGELAPAN
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Sirrul Asrar menjelaskan:
"Allah SWT berfirman, 'Dan siapa yang buta (kalbunya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta p**a dan lebih tersesat dari jalan (yang benar). (QS. Al-Isrâ [17]: 72) Yang dimaksudkan dengan buta di dunia adalah buta kalbu,sebagaimana firman Allah SWT, Maka sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (QS. Al-Hajj [22]: 46)
Penyebab kebutaan kalbu adalah karena adanya hijab-hijab yang gelap, lalai dan lupa karena jauhnya diri dari menepati janji pada Allah saat di Alam Arwah.
Penyebab lalai adalah kebodohan seseorang terhadap masalah hakikat Ilahiah. Kebodohan ini timbul karena kalbu dikuasai oleh sifat-sifat tercela, seperti sombong, dendam, dengki, kikir, ujub, ghibah (mengumpat), namimah (mengadu domba), bohong dan sifat-sifat tercela lainnya. Sifat-sifat inilah yang mengakibatkan manusia jatuh ke derajat yang paling rendah.
Adapun cara menghilangkan sifat-sifat yang tercela tadi adalah dengan membersihkan cermin kalbu dengan alat pembersih tauhid, ilmu dan amal; serta berjuang dengan sekuat tenaga, baik lahir maupun batin.
Semua itu akan menghasilkan hidupnya kalbu dengan cahaya tauhid dan sifat-sifatnya. Jika seorang manusia telah berhasil menghidupkan hatinya, maka ia akan ingat pada Negeri Asalnya (Alam Lahut). Setelah ingat ia akan rindu p**ang dan ingin sampai ke negerinya yang hakiki. Maka ia akan sampai dengan pertolongan Allah.
--Kitab Sirrul Asrar karya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani.
04/09/2021
HATI YANG BERSIH DAN BERCAHAYA
Untuk merawat dan memperindah hati agar bercahaya, maka seseorang perlu terus menerus mempertahankan dan mengamalkan kebaikan
Hati akan terus bersih, bening, dan bercahaya jika kejahatan terus di hindari, jauh dari debu-debu dengki ,iri, takabbur, serta menjalani setiap cobaan dengan ikhlas.
Memelihara hati bukanlah tugas yang sulit. Ini merupakan tugas yang wajib dilakukan setiap muslim. Andaikata pun sulit atau mudah , itu harus di lakukan agar hati yang bersih berpendar dengan sinar kebaikan.
Hati adalah wajahnya jiwa. Orang yang jiwanya baik, hati nya pun akan baik. Cara memperbaiki jiwa adalah dengan memperbaiki hati.
Hati dalam pandangan Imam Abdullah Bin alawi al haddad adalah tempat penglihatan Allah swt.
Sebelum yang lain, Allah Akan melihat hati seseorang terlebih dahulu. Di sisi berbeda, anggota lahir badan kita menjadi tempat perhatian sesama makhluk yang acap di pandang dengan pandangan kekaguman
Dalam sebuah doanya , Rasulullah Saw mengatakan:
( اللهم اجعل سريرتي خيرا من علا نيتي واجعل
على نيتي صالحة )
"Ya Allah , jadikanlah keaadaan bathinku lebih baik dari keadaan lahirku dan jadikanlah keadaan lahirku baik."
Inilah salah satu doa yang sering di panjatkan oleh Nabi Saw kepada Allah
Di dalam nya terkandung permintaan agar menjadikan suasana hati lebih bagus ketimbang keadaan lahir.
Pertanyaannya, mengapa Nabi saw menitikberatkan pada bathin atau hati ?
Imam Abdullah Alhaddad menjawab:
"Ketika hati baik, maka kedaan lahir akan mengikuti kebaikan itu p**a. Ini merupakan sebuah kepastian."
Keyakinan ini didasarkan pada peringatan sabda Nabi Muhammad Saw sendiri:
ان في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله
وإذا فسدت فسد الجسد كله ألا وهي القلب.
"Di dalam jasad ada sekerat daging , jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya. Dan jika rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati." (HR. Bukhari Muslim)
📝 Kitab Risalatul Muawanah karya Al Allamah Al Habib Abdullah Bin Alwi
Jika seseorang ditanya, apa momen terbaik dalam hidupnya dan paling mengharukan dalam hidupnya maka jawabannya mungkin akan beraneka ragam, saat menikah, saat mendapat keturunan, saat selesai kuliah dan di wisuda, saat mendapat pekerjaan yang baik , saat bisa membeli barang ini dan itu dan seterusnya..
Berapa lama kebahagiaan dan keharuan itu bisa bertahan..? Jawabannya : singkat bahkan teramat singkat
Namun jika menggunakan bingkai keimanan maka sesungguhnya momen terbaik, momen haru biru dalam hidup seorang beriman adalah saat ia memenuhi panggilan Robbnya, saat ia meneteskan air mata untuk Robbnya, saat ia merasakan kebutuhan terhadap Robbnya melalui ibadah melebihi apapun, saat ia merasakan getaran getaran dalam hatinya dalam setiap ibadah yang ia kerjakan
saat ia membaca kalamullah dan bergetar hatinya, saat ia membasahi lisannya dengan zikrullah lalu menetes lah air matanya, keluarlah kalimat kalimat penghambaan terhadap Robbnya, kalimat kalimat harapan yang besar terhadap Robbnya dan berfikirnya saat hidup bagaimana ia bisa terus baik, berbuat baik dan menebar kebaikan..
Dan bagi orangtua yang memiliki anak, bisa jadi mendengarkan anak anak nya murojaah, ziyadah dan mengkaji ilmu syari merupakan momen terbaik di kehidupannya
Itulah momen terbaik dalam hidup seorang beriman yang sejatinya jika ia jaga maka hidupnya akan bermakna dan nasehat nasehat agama akan bermanfaat untuknya
Dan jika itu hilang maka hampalah hidupnya, ia akan kehilangan makna dari hidup saat ia tak menemukan makna ibadah yang ia lakukan dan nasehat apapun takkan membekas dan sirna tanpa makna
Bersyukurlah jika ibadah kita mampu dirasakan keberkahannya dalam hidup kita dan mampu memperbaiki diri kita dari getaran getaran keimanan dari ibadah tersebut dan jika itu tiada dalam hidup kita, mintalah kepada Allah dan bersungguh sungguhlah mengejarnya
03/09/2021
Seseorang di katakan khusyu’ jika memenuhi 6 kriteria, yaitu:
1. (Hudurul Qolb) Hadirnya hati. hadirnya hati harus di latih terus menerus, bila hati kemana mana paksa untuk kembali lagi, In Syaa ALLAH, hati akan terbiasa hudhur.
2. (Tafahhumul Ma’ani) Memahami arti atas apa yang kita katakan dan kita sedang lakukan.
3. (Al ijlal watta’dzhim) Adanya rasa mengagungkan dan memulyakan kepada ALLAH. Terkadang kita hadir hati, mengetahui arti, tapi tanpa pengagungan hal ini seperti seseorang yang memahami perkataan anak kecil yaitu tidak terlalu menghiraukannya.
4. (Al ijlal watta’dzhim ma’al Haibah) Hendaknya rasa memulyakan dan pengagungan tadi di iringi dengan rasa haibah (kewibawaan). Haibah (Rasa takut yang timbul karena rasa mengagungkan.) Takut sholat kita tidak di terima oleh ALLAH.
5. (Ar-Roja’) Kuatnya harapan bahwa sholat kita di terima oleh ALLAH juga menjadi sebab dekatnya kita pada ALLAH serta mengharapkan mendapat balasan yang agung.
6. (Haya’) Adanya rasa malu bahwasannya kita tidak menunaikan hak ALLAH dengan semestinya.
Kemudian Habib Umar mengatakan:
“Jika enam kriteria ini terdapat padamu, maka sholatmu bisa di katakan sholat yang khusyu’.”
Al Habib Umar Bin Hafidz.
02/09/2021
Masalah sekecil apapun akan terasa besar ketika masuk pada hati yang sempit.
Dan masalah sebesar apapun akan terasa sangat kecil ketika masuk pada hati yang lapang.
Lapangkanlah hatimu dengan mau menerima nasihat kebaikan dari orang lain, Jangan menutup diri. Dengan menutup diri kamu sudah merasa diri mu yang paling benar, Ketika kamu merasa paling benar itu lah orang yang paling tidak benar.
-
Al Habib Umar bin Hafidz
02/09/2021
3 Hal Yang Patut Disembunyikan
Imam Syafi'i Bertutur :
“جَوْهَرُ المَرْءِ في ثَلاثٍ :
كِتْمانُ الفَقْرِ حَتّى يَظُنَّ النّاسُ مِنْ عِفَّتِكَ أنَّكَ غَنِيٌّ،
وكِتْمانُ الغَضَبِ حَتّى يَظُنَّ النّاسُ أنَّكَ راضٍ،
وكِتْمانُ الشِّدَّةِ حَتّى يَظُنَّ النّاسُ أنَّكَ مُتَنَعِّمٌ”.
(مَناقِبُ الشّافِعِيِّ لِلْبَيْهَقِيِّ ١٨٨/٢)_
Permata diri terdapat didalam 3 hal :
1. Mampu menyembunyikan kemiskinan sehingga orang lain menyangka dia adalah orang kaya, karena begitu menjaganya dirimu untuk tidak meminta-minta.
2. Mampu menyembunyikan kemarahan sehingga orang lain menyangka bahwasanya engkau ridho, tidak marah.
3. Mampu menyembunyikan segala kesulitan sehingga orang lain menyangka bahwasanya dirimu dalam keadaan penuh kenikmatan.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Jalan H. Suradi
Semarang