Yayasan Raudhotul Ulum

Yayasan Raudhotul Ulum

Share

Yayasan Pendidikan Yang Berwawasan Keagamaan dan Kebangsaan
https://goo.gl/maps/8PAnjpetDsS2
1. Majl

08/08/2022

... :::

GURU AGAMA SAYA

by: Sejuk Menusuk
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=979411292181498&id=100003379086103

Kata guru agama saya, Islam disebarkan masuk ke bumi nusantara dengan jalan damai. Di Jawa ada tokoh yang masyhur dalam proses penyebaran Islam yaitu wali sanga (sembilan wali). Kata guru saya, salah satu cara yang mereka tempuh dalam menyebarkan Islam yaitu melalui akulturasi budaya Islam dengan budaya lokal.

Karena waktu itu saya masih duduk di sekolah dasar, maka saya tidak mengerti apa yang dimaksud dengan akulturasi dan budaya lokal. Beruntung sekali guru agama saya itu orangnya lucu (tidak galak seperti guru matematika), sehingga agama yang menurut pandangan saya begitu rumit menjadi menarik

Cerita guru agama saya, Islam di Jawa disebarkan dengan pendekatan budaya. Salah satunya melalui kesenian wayang yang disisipi nilai-nilai Islami. Wayang yang telah menjadi pokok ajaran bagi orang jawa, oleh para wali terutama Sunan Giri, sunan Bonang dan Sunan Kalijaga, dimasukan ajaran-ajaran Islam. Bahkan, kata guru agama saya, pergelaran wayang, mulai dari A sampai Z mencerminkan sibulisasi ajaran Islam.

Mengingat wayang bukanlah produk kesenian islam, melainkan warisan seni yang mengandung unsur ajaran Hindu-Budha, maka para wali memasukkan nilai-nilai keislaman di dalamnya. Sehingga dengan pertunjukan wayang, masyarakat akan terketuk hatinya untuk melaksanakan pesan moral yang diemban di dalamnya tanpa ada beban

Sehingga masyarakat dapat membedakan tindakan yang benar dan salah, pantas dan tidak pantas. Di dalam wayang, manusia juga dapat melihat sejauh mana penyimpangan dilakukan manusia yang diangkat sebagai pemimpin (khalifah). Sejauh mana orang telah meninggalkan “uger-uger” atau petuah etika jawa dari hari ke hari dan seterusnya.

Kata guru agama saya yang tulen Jawa, menceritakan salah satu contoh ajaran moral Islam yang terkandung dalam ceritera wayang dapat kita jumpai pada tokoh Bima dalam lakon ‘Bima Suci’.

Ajaran moral Islam yang terkandung dalam lakon Bima Suci ke dalam empat tahapan, yakni syariat, tharigat, haqiqat dan makrifat. Sementara dalam konsep moral jawa dirumuskan tentang ajaran sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa

Moral Islam maupun moral Jawa keduanya dengan semangat universalitasnya masing-masing sangat menjunjung tinggai spirit pluralitas. Universalitas tidak berarti berada di bawah satu naungan kebenaran relatif yang ekslusif dan adanya truth claim. Melainkan sumber kebenaran tertinggi yang menjadi poin penting dalam berbagai aspek

Dalam lakon itu hubungan antara moral Islam dengan moral Jawa adalah hubungan hubungan yang bersifat imperatif moral atau saling mewarnai (bukan saling mengklaim paling benar!). Moral Islam dan moral Jawa banyak menjiwai dan mewarnai

Indahnya hubungan itu, sepanjang alur cerita dalam lakon Bima suci tidak ditemui istilah-istilah arab, namun nilai keislamannya tetap cukup kental. Inilah yang menurut guru agama saya, kepandaian para penyebar Islam dalam mentransformasikan nilai-nilai islam ke dalam budaya setempat (lokal).

Namun kini cerita guru agama saya itu tidak berlaku. Karena hukum kebenaran sudah dipaksakan. Orang-orang sudah mengklaim sebagai penjaga kebenaran. Orang yang tidak sealiran dianggap sesat. Orang yang memahami agama dengan cara lain, dibabat! Islam telah menjadi kepentingan pragmatis

Saya menjadi bingung, apakah guru agama saya yang berbohong, atau sejarah telah berubah? Atau ada yang berupaya keras merubah sejarah itu? Saya tidak tahu apakah Islam yang saya peluk sejak saya lahir itu sebagai ‘partai politik’ atau jalan menuju kebenaran? Apakah saya harus bertanya pada orang yang berjubah atau bercelana cingkrang lainnya, bagaimana cara beragama yang baik? Ah, tidak!

“Bima, ajari saya tentang kebenaran!”

Ket. Video : Dalam acara santunan yatim piatu dan dhuafa' 10 Muharrom 1444 H

30/07/2022

Puisi Gus Mus

18/07/2022
Photos from Yayasan Raudhotul Ulum's post 18/06/2022

::: ...

Kitab Tafsir Faidhur Rohman yang dipakai oleh RA Kartini ngaji al qur'an kepada KH Sholih Ndarat (guru hadrotu Syekh Hasyim Asy'ari pendiri Nahdlotul Ulama dan Syekh Ahmad Dahlan / KH Darwis pendiri Muhammadiyyah). kitab ini di sinyalir sebagai salah satu inspirator bagi RA Kartini dalam menulis buku "Habis Gelap Terbitlah Terang"

Kitab tafsir tersebut adalah kitab tafsir kedua yang ditulis tidak memakai bahasa Arab di Nusantara setelah Tafsir As-Sinkeli (karya syekh Abdur Rouf as singkili aceh) dan merupakan tafsir berbahasa Jawa pertama,

Tafsir Faidlur Rahman, karya KH Sholeh Darat kini sudah tersedia dalam bentuk fisik (sebelumnya versi digital dalam DVD). Direcopy oleh KOPISODA (Komunitas Pecinta mbah Sholeh Darat) Semarang, dari percetakan pertama Th. 1893 M. Hard Cover laminating, ukuran A4, 580 hlm.

Sungguh mengembirakan kepada para pecinta ilmu, pecinta ngaji dalam rangka menjaga Kazanah Warisan Intlektual Nusantara

Photos from Yayasan Raudhotul Ulum's post 03/03/2021
24/02/2021

::: ...

Permainan bambu gila Siswa SD Budi Luhur di sela sela istirahat setelah habis pelajaran olah raga.

__ Kita semua rindu sekolah tanpa ada rasa kawatir wabah virus __

Photos from Yayasan Raudhotul Ulum's post 19/02/2021

copy paste dari:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=4779248668815786&id=100001921016467

File murottal Quran 30 juz suara almarhum KHR. Muhammad Najib bin Abdul Qadir bin Munawwir format perhalaman, bisa dibuka di tautan ini; https://drive.google.com/folderview?id=0B4I0Kcae61fBaS1QdjRaUUtPOUE

Beberapa tartilan beliau juga sudah dimuat di youtube Almunawwir TV: https://youtube.com/playlist?list=PLHUsigZtVNul7ySAiS6j-FS_S7dtfc_2Y

Foto: peninggalan Mbah Yai Najib; Ribath al-Quran wa al-Qira'at, komplek takhassus Quran putra PP. Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, lokasi tepat di gerbang pondok. Konon nama 'Ribath al-Quran' ini adalah nama pengajian Hadratussyaikh Mbah Munawwir dahulu. Maka komplek ini jadi simbol penerus semangat pengajian Quran dan Qiraat Mbah Munawwir.

Photos from Yayasan Raudhotul Ulum's post 19/02/2021

::: ...

Assalamu’alaikum Wr Wb

Ayah dan Ibunda . . . .
Manakala ananda, cucunda atau sanak-saudara sudah memasuki usia untuk mendapatkan bekal terbaik untuk mengarungi hidup di masa yang akan datang dan bekal dalam sowan ngarso dalem Allah swt.

Ayah Bunda tentu akan mencarikan sekolah yang memberikan pendidikan dan pengajaran yang memadukan antara ilmu pengetahuan, iman dan taqwa, lembaga pendidikan yang menghantarkan generasi GOLD [ Genius, lead, Obedient, Dinamic ] Menuju Insan Khoirul Ummah.

✔️Religius, cerdas, dan kreatif
✔️Berwawasan luas dan mendalam
✔️Mandiri Percaya Diri dan setia kawan
✔Peka dan beradaptasi lingkungan sekitar.

Sekolah Dasar Islam Budi Luhur adalah pilihan yang tepat.

Skretariat :
Jl. Gayansari IV, No. 2, Kel. Gemah Kec. Pedurungan, Kota Semarang 50191.

Personal Contact :
0812 2603 1211 / 0888 0195 0205


__________________ Note :
Siswa-siswi dari luar kota Semarang, yang jauh dari lokasi sekolahan disediakan *Pondok Pesantren*

- Tachsinul qiroatil qur’an (Bin Nadhor - Bil Ghoib)
- Ngaji (Kajian) Kitab Kuning (bandongan maupun sorogan).

Syarat dan Ketentuan Bording School:
Hub : 0853 2823 2345.




Want your school to be the top-listed School/college in Semarang?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Jalan Gayamsari IV No. 2 Gemah Pedurungan
Semarang
50191