07/11/2025
3 Oktober 2025
Semangat Kebersamaan:
Wali Santri Pondok Pesantren Al-Hidayah Sukasari Adakan Gotong Royong
Seluma, Bengkulu – Nuansa kebersamaan dan kekeluargaan terasa kental di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hidayah, Desa Sukasari, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, pada hari juma’at pagi. Puluhan wali santri hadir untuk melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan pekarangan baru milik Pesantren. Kegiatan ini tidak semata bertujuan membersihkan dan menata lingkungan pesantren, akan tetapi juga sebagai ajang mempererat tali silaturrahim antara seluruh elemen keluarga besar Pesantren Al-Hidayah.
Memperindah Lingkungan, Memperkuat Ukhuwah
Aktivitas dimulai sejak pagi hari, diarahkan oleh Pengurus Pesantren, bahkan pengasuh Ponpes Al-Hidayah, Kyai. M. Ma’shum Mu’is juga ikut terjun ke lapangan. Wali santri yang hadir saling berbagi tugas, mulai dari membuat siring, membersihkan kebun, membuat kamar mandi santri putri beserta jemurannya, hingga ada p**a yang bagian memotong pohon sawit. Para wali santri terlihat antusias membawa peralatan dari rumah, menunjukkan totalitas partisipasi mereka.
"Ini adalah tradisi yang wajib kita jaga," ujar Kyai. M. Ma’shum Mu’is saat diwawancarai di sela-sela kegiatan. "Gotong royong di pesantren adalah wujud nyata dari nilai ta'awun (tolong menolong) yang diajarkan dalam agama, sekaligus sarana efektif untuk menanamkan rasa memiliki. Pondok ini adalah rumah kedua bagi anak-anak kita, dan sudah seharusnya kita, para wali, ikut bertanggung jawab atas kebersihan dan kenyamanannya."
Partisipasi Wali Santri: Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Kerinduan
Di bagian dapur ibu-ibu juga tak kalah antusias. Salah satunya adalah Ibu Dewi Purwanti, salah seorang wali santri dari Desa Kungkai Baru, mengungkapkan:
"Setiap ada kegiatan gotong royong seperti ini, saya selalu berusaha datang. Ini bukan hanya kewajiban, tapi juga kesempatan bertemu langsung dengan pengasuh dan wali santri lain," kata Bu Pur sambil mengupas bawang. "Melihat pondok yang bersih dan tertata rapi hasil kerja bersama ini, hati jadi tenang. Kami tahu anak-anak kami belajar di tempat yang nyaman dan dirawat bersama."
Senada dengan itu, Bapak Zaid T.P wali santri asal Desa Sukasari sendiri, yang bertugas memperbaiki dinding seng jeding santri putri, menyoroti pentingnya kolaborasi ini. "Sinergi antara pengurus pondok dan wali santri harus kuat. Kami menitipkan anak, tentu kami juga harus mendukung upaya pondok dalam menyediakan fasilitas terbaik. Tadi saya sempat ngobrol dengan wali dari desa sebelah, kami bertukar pikiran tentang perkembangan anak-anak. Hal-hal seperti ini yang mahal harganya, tidak bisa didapat hanya dari pertemuan formal."
Membentuk Karakter Santri Melalui Teladan
Selain dampak fisik pada lingkungan pesantren, gotong royong ini memiliki nilai edukasi yang besar bagi para santri. Para santri yang ikut membantu dapat melihat langsung bagaimana orang tua mereka dan pengurus pondok bekerja bahu-membahu tanpa memandang status.
"Anak-anak secara tidak langsung belajar tentang etos kerja, kerendahan hati, dan pentingnya kerja sama tim," jelas Bapak Suyitno, Lurah Pondok yang mengawasi area penebangan pohon. "Kami selalu mengajarkan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman, dan kegiatan ini adalah praktiknya. Ketika santri melihat orang tua mereka sendiri berkeringat untuk pondok, pesan itu akan tertanam lebih dalam."
Kegiatan ditutup menjelang siang dengan makan siang bersama yang telah disiapkan oleh ibu-ibu. Semua terlihat menikmati hidangan sederhana namun penuh nilai kebersamaan.
*Hidayah Press