12/05/2026
Menjadi guru bukan hanya tentang menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga tentang membentuk karakter, menciptakan suasana belajar yang nyaman, dan menjadi teladan bagi peserta didik.
Karena itu, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan guru di dalam kelas agar proses pembelajaran tetap sehat, menyenangkan, dan bermakna.
---
✅1. Membentak atau Mempermalukan Murid
Setiap murid memiliki kemampuan dan karakter yang berbeda. Membentak, menghina, atau mempermalukan murid di depan teman-temannya dapat membuat anak kehilangan rasa percaya diri dan takut belajar.
Teguran memang diperlukan, tetapi harus dilakukan dengan cara yang mendidik, tenang, dan tetap menghargai perasaan siswa.
---
✅2. Membanding-bandingkan Murid
Kalimat seperti:
“Kenapa kamu tidak seperti temanmu?”
“Lihat si A, dia lebih pintar.”
dapat melukai perasaan siswa. Membandingkan anak hanya akan menimbulkan rasa iri, minder, dan tidak nyaman di kelas.
Guru sebaiknya fokus pada perkembangan masing-masing murid, bukan membandingkan mereka satu sama lain.
---
✅3. Bermain HP Saat Mengajar
Menggunakan ponsel untuk hal yang tidak penting saat proses belajar berlangsung dapat mengurangi fokus dan wibawa guru. Murid juga bisa merasa tidak diperhatikan.
Guru perlu memberi contoh kedisiplinan dan menghargai waktu belajar di kelas.
---
✅4. Pilih Kasih terhadap Murid
Semua murid berhak mendapatkan perhatian dan perlakuan yang adil. Sikap pilih kasih dapat menimbulkan kecemburuan dan membuat suasana kelas tidak harmonis.
Guru yang baik mampu merangkul seluruh siswa tanpa membeda-bedakan latar belakang, kemampuan, maupun kedekatan pribadi.
---
✅5. Mengajar dengan Emosi yang Tidak Terkontrol
Masalah pribadi atau kelelahan terkadang memengaruhi suasana hati guru. Namun, emosi yang dilampiaskan di kelas dapat membuat murid merasa takut dan tidak nyaman.
Guru perlu menjaga sikap profesional dan menciptakan lingkungan belajar yang tenang serta positif.
---
✅6. Memberikan Hukuman yang Berlebihan
Hukuman yang terlalu keras, baik secara fisik maupun verbal, tidak akan membuat pembelajaran menjadi lebih baik. Justru, hal itu dapat menimbulkan trauma pada anak.
Disiplin sebaiknya dibangun melalui pembinaan, komunikasi, dan keteladanan.
---
✅7. Mengabaikan Pertanyaan Murid
Ketika murid bertanya, itu tanda bahwa mereka ingin belajar. Guru tidak boleh meremehkan atau mengabaikan pertanyaan siswa, meskipun pertanyaannya sederhana.
Memberikan respons yang baik akan membuat murid lebih percaya diri dan aktif dalam pembelajaran.
---
✅8. Datang ke Kelas Tanpa Persiapan
Mengajar tanpa persiapan membuat pembelajaran menjadi tidak terarah dan membosankan. Guru perlu menyiapkan materi, metode, dan media pembelajaran agar proses belajar lebih efektif dan menarik.
---
✅9. Menggunakan Kata-Kata Kasar
Bahasa yang digunakan guru akan ditiru oleh murid. Karena itu, guru harus menjaga ucapan dan menggunakan bahasa yang santun serta mendidik.
Perkataan yang baik akan menciptakan suasana kelas yang nyaman dan penuh penghargaan.
---
✅10. Menutup Diri dari Kritik dan Masukan
Guru juga terus belajar. Tidak ada salahnya menerima masukan dari rekan kerja, kepala sekolah, maupun murid demi meningkatkan kualitas pembelajaran.
Sikap terbuka menunjukkan bahwa guru adalah pembelajar sepanjang hayat.
---
Guru adalah sosok yang tidak hanya mengajar ilmu, tetapi juga memberi pengaruh besar dalam kehidupan murid. Sikap, ucapan, dan tindakan guru di kelas akan selalu diingat oleh peserta didik.
Karena itu, guru perlu menjaga profesionalisme, kesabaran, dan keteladanan agar kelas menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar.