06/12/2023
Pelatihan Produksi Konten Dakwah Digital, Jumat-Ahad, 1-3/12/23.
Pointers yg sy sampaikan pada sesi pengantar (iftitah):
✍️ Tahun 2020 merupakan titik balik peradaban dunia. Perubahan kehidupan semesta sdg terjadi scr universal, tanpa batas-batas apapun termasuk agama, & ideologi. Dakwah bertutur ttg perubahan dlm sgl lini dan skala yg beragam. Dakwah adalah perubahan itu sendiri: menjadi lebih baik.
✍️Disrupsi keagamaan:
Lembaga-lembaga keagamaan melemah. Pembelajaran agama berubah dari model komunal-sosial ke arah virtual-individual;
Pergeseran otoritas keagamaan. Agama masuk dlm dunia “pasar bebas” & “super market” yang menyediakan ragam informasi keagamaan;
Keberagamaan yg semakin terbuka. Hal ini menimbulkan fenomena freelance, cross-border, agnotisme & “loose” (longgar); tdk mau terikat dengan faham keagamaan atau bahkan agama tertentu; Pergeseran nilai kehidupan & moralitas formal keagamaan kepada nilai2 kemanusiaan sekuler.
✍️Implikasi terhadap spiritualitas-religius:
Potensi penyimpangan paham keagamaan publik melalui media berbasis internet; Terbentuknya ruang diskursif yg luas memungkinkan materi dakwah (konten keagamaan) mudah didebat, dipermainkan, bahkan dihina; Agama yg termediasi melalui internet tsb bersifat menantang, membenturkan, memurnikan, menguji prospek & kemampuan agamawan (Hoover, 2016).
✍️Dakwah tak semata tentang kompetensi teknis di bidang teknologi informasi digital; namun memerlukan kesadaran ruhaniyah mendalam akan makna tanggungjawab mjd juru bicara kebaikan yg setiap detik berdialektika dg berjuta narasi negatif, bahkan kebatilan.
✍️ Dlm konteks ini, para dai/muballigh tak memiliki pilihan kecuali berubah, atau punah. Perubahan meniscayakan mental & sikap open-minded dr semua stakeholder.
✍️ Tantangan dakwah itu inklusif, & tak mengenal batas ruang/waktu. Tantangan semacam ini takkan kompatibel dengan sikap mental eksklusif, birokratis, & tertutup. Dakwah memerlukan pribadi yg smart, terbuka, namun teguh prinsip.
✍️ Para influencer muda hrs menjadi inisiator dan eksekutor atas segala kebaikan; & tak perlu ribet dalam jebakan birokratis maupun struktural yg kaku. Adagium menarik, lbh baik minta maaf dr pd minta izin. He he...