06/10/2023
Akan beda rasanya jika seorang guru menanamkan rasa di hatinya, bahwa, merekatuh: Adalah yang tersayang dimata orang tuanya. Walau kadang di bentak atupun dipukul sayang.
Sebab dawuh Kanjeng Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah
بَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا، وَيَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا
(Bahagiakanlah, jangan membuat mereka kabur. Permudah, jangan persulit mereka).
Selain itu, Kanjeng Nabipun juga bersabda:
عَلِّمُوا وَلَا تُعَنِّفُوا فَإِنَّ الْمُعَلِّمَ خَيْرٌ مِنْ الْمُعَنِّفِ
(Ajari mereka, jangan mengerasi mereka, sebab pengajar lebih baik dari orang yang s**a berbuat kekerasan).
Pun p**a, sebagai murid seyogjanya tidak meremehkan guru, sebagaimana dawuh Syaikh Muhammad bin Abdul Baaqi al-Hanbali:
يَجِبُ عَلَى الْمُعَلِّمِ أَنْ لَا يُعَنِّفَ، وَعَلَى الْمُتَعَلِّمِ أَنْ لَا يَأْنَفَ.
(Wajib bagi pengajar untuk tidak mengerasi murid, sebagaimana muridpun juga wajib untuk tidak meremehkan, mencemooh, bahkan merendahkan guru!)
Kalau keduanya serasi, maka cukuplah sebagai pamungkas, dawuh Sayyidina Umar radhiyallau 'anhu ini:
تَوَاضَعُوا لِمَنْ عَلَّمَكُمْ، وَتَوَاضَعُوا لِمَنْ تُعَلِّمُونَ، وَلَا تَكُونُوا مِنْ جَبَّارِي الْعُلَمَاءِ
(Tawadhu'lah pada orang yang mengajari kalian. Tawadhu'lah pada orang yang kalian ajari. Jangan sekali-sekali kalian menjadi ulama tiran; si tukang memaksa!).
Kesimp**annya: Jika anaknya baik dan mudah diarahkan, pakai cara lembut. Jika mbulet, merkengkong, syulit di atur, ya di takzir lah, tapi ingat --kata sesepuh dahulu-- "Setelah memarahi dan mentakzir muridmu, doakan dia, riyadhahi mereka!"
Lahumul faatihah ...
Alhamdulillah khataman Tashilutturuqatnya Syaikh Syarafuddin Yahya al-'Imrithi. Mugi berkah ilah yaumil qiyaamah. Aminn.
Copas kyai Robert azmi