Yaspen MARITZA ZAHRAA

Yaspen MARITZA ZAHRAA Raudhatul Athfal Pendidikan

Inspirasiku
11/07/2026

Inspirasiku

Buta huruf dan tidak pernah merasakan bangku sekolah seumur hidupnya, Mia Khan justru menjadi salah satu simbol perjuangan pendidikan di Afghanistan. Selama kurang lebih 7 tahun, petani miskin asal Provinsi Paktika itu menghabiskan sebagian besar harinya di jalan demi memastikan 3 putrinya bisa mendapatkan pendidikan yang tidak pernah ia miliki.

Setiap pagi, ia menempuh perjalanan sekitar 12 kilometer menuju sekolah perempuan terdekat bersama ketiga putrinya. Setelah mengantar mereka, Mia Khan tidak langsung pulang. Ia memilih menunggu di luar sekolah selama sekitar 4 jam hingga jam pelajaran selesai, lalu mengantar mereka kembali ke rumah. Rutinitas itu dijalaninya hampir setiap hari, terkadang menggunakan sepeda motor dan terkadang berjalan kaki.

Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi dan menderita penyakit jantung, Mia Khan tidak pernah berpikir untuk menghentikan pendidikan anak-anaknya. Ia percaya bahwa pendidikan adalah jalan terbaik untuk mengubah masa depan keluarga mereka. Karena tidak bisa membaca dan menulis, ia dan istrinya tidak mampu membantu pekerjaan rumah anak-anaknya, tetapi keduanya selalu memberikan dukungan penuh agar putri-putri mereka tetap bersekolah.

Ketiga putrinya bersekolah di Nooraniya School for Girls. Saat kisah ini menjadi perhatian dunia, 2 di antaranya berada di kelas 6 dan 1 lainnya di kelas 5. Mia Khan sengaja memilih sekolah tersebut karena ingin memberikan pendidikan terbaik yang dapat ia jangkau bagi anak-anaknya.

Di daerah tempat tinggalnya, jumlah dokter perempuan sangat sedikit. Karena itu, ia bermimpi suatu hari nanti putri-putrinya dapat menjadi perempuan terdidik, bahkan dokter, sehingga mampu membantu masyarakat sekitar. Baginya, pendidikan anak perempuan sama pentingnya dengan pendidikan anak laki-laki dan dapat membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.

Pada Desember 2019, kisah perjuangannya mulai viral dan mengundang simpati dari berbagai penjuru dunia. Sebulan kemudian, pada Januari 2020, pemerintah Afghanistan mengundangnya ke Kabul untuk menerima penghargaan atas dedikasinya terhadap pendidikan anak perempuan.

Ia bahkan dijuluki sebagai "Pahlawan Pendidikan", sementara sebuah sekolah baru di desanya diumumkan akan menggunakan namanya sebagai bentuk penghormatan. Kisah Mia Khan membuktikan bahwa seseorang tidak harus berpendidikan tinggi untuk memahami betapa berharganya pendidikan bagi generasi berikutnya.

Address

Dusun H, Desa Telaga Jernih
Secanggang
20855

Opening Hours

Monday 08:00 - 05:00
Tuesday 08:00 - 05:00
Wednesday 08:00 - 05:00
Thursday 08:00 - 05:00
Friday 08:00 - 05:00
Saturday 08:00 - 11:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yaspen MARITZA ZAHRAA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category