01/02/2026
136 ribu orang meninggal dunia akibat TBC setiap tahun di Indonesia
Indonesia darurat TBC: Rasio kasus tertinggi sedunia, lebih parah dari India
136 ribu orang meninggal dunia akibat TBC setiap tahun di Indonesia.
Indonesia kini tercatat sebagai negara dengan rasio kasus tuberkulosis (TBC) tertinggi di dunia jika dihitung berdasarkan jumlah penduduk.
Pemerintah mengakui masih banyak kasus TBC yang belum terdeteksi, sehingga penularan terus berlangsung di tengah masyarakat dan menempatkan sejumlah kelompok dalam risiko tinggi untuk terinfeksi.
Wakil Menteri Kesehatan II Benjamin Paulus Octavianus mengungkapkan Indonesia mencatat 386 kasus TBC per 100.000 penduduk.
Angka tersebut jauh melampaui India yang berada di level 190 kasus per 100.000 penduduk.
“India memang nomor satu dari sisi jumlah, tapi rasionya 190 kasus per 100 ribu penduduk. Indonesia mencapai 386 kasus per 100 ribu penduduk. Kalau penduduk kita sebanyak India, Indonesia sudah nomor satu di dunia,” kata Benjamin, dikutip Kompas.com, Kamis (29/1).
Tingginya rasio ini menunjukkan penularan TBC di Indonesia masih aktif dan belum tertangani secara optimal.
Benjamin menegaskan persoalan TBC bukan masalah baru, tetapi penanganannya belum berjalan tuntas.
Salah satu tantangan utama, menurutnya, adalah karakter penyakit TBC yang berkembang perlahan dan kerap tidak menimbulkan gejala berat pada tahap awal.
Kondisi ini membuat banyak penderita tetap beraktivitas dan tidak menyadari dirinya terinfeksi.
“TBC beda. Dua bulan masih bisa kerja, main bola, jadi tidak terasa. Datangnya pelan, sembuhnya juga pelan,” ujar dokter spesialis paru tersebut.
PROGRAM PRIORITAS NASIONAL
Dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sektor kesehatan ditetapkan sebagai salah satu prioritas utama melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Benjamin menyebut dua fokus utama di bidang kesehatan adalah penanganan gizi dan pemberantasan TBC secara nasional.
Ia mengaku mendapat mandat langsung dari Presiden dan Menteri Kesehatan untuk memimpin percepatan penanganan TBC.
Upaya tersebut tidak hanya mengandalkan tenaga medis, tetapi melibatkan lintas sektor.
Sebanyak 31 kementerian dan lembaga dilibatkan, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, Kementerian Perumahan, TNI, dan Polri.
Pendekatan ini dinilai penting karena faktor lingkungan berperan besar dalam penularan TBC.
Kondisi rumah dengan ventilasi yang buruk dan sanitasi yang rendah menjadi faktor pendorong utama melonjaknya kasus TBC di berbagai daerah.
“Kuman TBC bisa bertahan sampai enam bulan di rumah lembap tanpa sinar matahari. Tapi kena matahari 15 sampai 30 menit, kumannya mati. Karena itu perbaikan rumah juga bagian dari pengendalian TBC,” kata Benjamin.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan sekitar 136 ribu orang meninggal dunia akibat TBC setiap tahun di Indonesia.
“Kenapa nggak pernah selesai? Karena Indonesia itu ranking dua di dunia, sama seperti kusta. Orang malu kalau ketahuan tuberkulosis. Jadi screening-nya jelek,” ungkap BGS.
Untuk menekan angka kematian dan penularan, Kementerian Kesehatan akan melakukan pemantauan secara masif.
Pemeriksaan TBC juga digratiskan di puskesmas sebagai bagian dari program skrining nasional.
“Jadi nomor satu, screening-nya akan kita agresifkan. TBC dimasukkan ke Cek Kesehatan Gratis Puskesmas. Jadi ratusan juta orang akan di-screening TBC,” kata Menkes.