07/05/2015
Diera globalisasi seperti sekarang kita dituntut kesiapan yang lebih matang dalam segala hal. Bidang pendidikan merupakan salah satu andalan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman. Persiapan sumber daya manusia dalam bidang pendidikan dilakukan sejak dari masa pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Peran sarana pendidikan sangat penting dalam memperlancar pelaksanaan proses pembelajaran. Satu sisi harapan yang dibebankan pada dunia pendidikan sangat banyak, tetapi di sisi lain dunia pendidikan mempunyai banyak masalah yang menghambat dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Salah satu masalah yang dihadapi oleh sekolah adalah masalah sarana pendidikan.
Dalam rangka mengatur substansi fasilitas atau sarana di sekolah di gunakan suatu pendekatan administratif tertentu yang disebut juga manajemen sarana pendidikan. Manajemen sendiri merupakan proses pendayagunaan semua sumber daya dalam rangka mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Pendayagunaan melalui tahapan proses yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancer, teratur, efektif, dan efisien. Jadi manajemen sarana pendidikan adalah keseluruhan proses perencanaan, pengadaan, pendayagunaan, dan pengawasan yang digunakan untuk menunjang pendidikan agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancer, teratur, efektif, dan efisien.
Perlengkapan sekolah, atau juga sering disebut dengan fasilitas sekolah, dapat di kelompokan menjadi sarana pendidikan dan prasarana pendidikan. Sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, seperti: ruang, buku, perpustakaan, labolatarium dan sebagainya.Sedangkan prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang proses pendidikan di sekolah. Dalam pendidikan misalnnya lokasi atau tempat, bangunan sekolah, lapangan olahraga, ruang dan sebagainya.
Seperti SMK Negeri 13 Kesehatan. SMK yang berdiri Tahun 2014 tersebut masih banyak membutuhkan perhatian Pemerintah Daerah maupun pusat,baik di segi sarana maupun prasarana pendidikan. SMK Negeri 13 merupakan SMK pertama di Kabupaten Sarolangun yang kejuruannya khusus kesehatan,antara lain Keperawatan,Analis kesehatan dan Farmasi,namun untuk saran dan prasarana sekolah tersebut masih jauh.Seperti alat praktek yang belum ada satu pun sedangkan di sekolah seperti ini merupakan hal yang paling penting.
Saat mengkonfirmasi Kepala Sekolah SMK Negeri 13 Sarolangun,Imam Homsum,ST,MP.d mengatakan bahwa sarana dan prasaran masih minim,seperti ruang kelas yang masih menumpang dengan UPTD Pendidikan dan alat praktek yang tidak ada sama sekali.
"Sekarang ini ruang kelas/lokal masih menumpang karena siswa SMK Negeri 13 ada 210 siswa sedangkan lokal yang ada baru ada empat jadi masih kurang dua lokal lagi,sedangkan alat praktek tidak ada sama sekali, kalau untuk ruangan praktek sudah ada yang saat ini dipakai sementara untuk kantor,"tandas Imam.
Menanggapi hal ini Imam,selaku Kepsek mengharap bantuan baik dari Pemerintah Daerah maupun Pusat untuk melihat kondisi sekolah SMK Negeri 13 Kesehatan Sarolangun karena SMK Negeri 13 Kesehatan banyak diminati, hal ini dapat dilihat dari banyaknya sisiwa lulusan Sekolah Menengah Pertama yang mendaftar hingga melebihi kuota.