SMP Negeri 1 Sarolangun

SMP Negeri 1 Sarolangun Berwawasan agama, moral, intelektual dan IPTEK

Pelantikan pengurus OSIS 16/17, sosialisasi pengimbasan dan pendampingan sekolah model.
01/12/2016

Pelantikan pengurus OSIS 16/17, sosialisasi pengimbasan dan pendampingan sekolah model.

Raker program sekolah model hari pertama
19/10/2016

Raker program sekolah model hari pertama

Juara 2 pawai obor, terimakasih ICMI Sarolangun.
06/10/2016

Juara 2 pawai obor, terimakasih ICMI Sarolangun.

Bank sampah SMPN 1 Sarolangun
07/03/2016

Bank sampah SMPN 1 Sarolangun

Pembinaan calon sekolah adiwiyata mandiri SMPN 1 Sarolangun oleh bapak Yasak dari BLHD Srl lagi melihat tumbuhan hidropo...
27/02/2016

Pembinaan calon sekolah adiwiyata mandiri SMPN 1 Sarolangun oleh bapak Yasak dari BLHD Srl lagi melihat tumbuhan hidroponik.

10/12/2015

Mlm SMP N 1.
Cek kehadiran yuk.
Nama :
Asal Daerah :
Kelas :

15/11/2015

Hai semua apa kabar?

13/06/2014

Peristiwa penting tanggal 14 juni 2014:
-pengumuman kelulusan UN SMP 2014
-penerimaan raport semester 2 kelas 7 dan 8

08/03/2014
go sekolah adiwiyata
08/03/2014

go sekolah adiwiyata

26/01/2014

VIVAnews - Facebook. Situs jejaring sosial terpopuler di dunia itu
diramalkan akan bernasib sama dengan Friendster dan MySpace.
Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan Princeton University di
Amerika Serikat menyimpulkan bahwa dalam waktu tiga tahun ke
depan, media sosial paling fenomenal di dunia itu akan ditinggalkan
sebagian besar pengguna.
Selama hampir 10 tahun, sejak 4 Februari 2004, Facebook merintis
sebagai media sosial pertama yang bisa menjangkau satu miliar
pengguna aktif di dunia. FB, begitu sebutannya, menyebar ke
seluruh dunia bak virus penyakit.
Namun, Facebook telah turun dari masa emasnya. Puncaknya di
tahun 2012. Menurut data Google Trends, pada tahun itu jumlah
penggunanya mencapai lebih dari 1,2 miliar. Tapi semenjak itu,
Facebook secara perlahan-lahan seperti kehilangan arah. Dianggap
kurang menarik, FB ditinggal pengguna muda dan remaja yang
beralih ke Tumblr, Snapchat, dan jejaring sosial baru yang lain.
Tak pelak, di tahun 2017 nanti, Facebook diramalkan akan "kiamat,"
ditinggal sekitar 80 persen pengguna, atau kurang lebih 800 juta
pengguna aktif di dunia. Lebih dari tiga kali lipat populasi penduduk
Indonesia hari ini.
"Seperti virus, Facebook menyebar ke tubuh manusia sebelum
akhirnya sekarat dan kemudian mati," kata John Cannarella dan
Joshua Spechler dalam keterangannya di makalah berjudul
'Epidemiological modelling of online social network dynamics'
(Pemodelan Epidemiologi Dinamika Jejaring Sosial Online).
Memang jika dibandingkan Friendster, MySpace, atau Bebo, nafas
Facebook jauh lebih panjang. Sejak mengglobal di tahun 2005, FB
semakin digdaya, menggeser sederet nama jejaring sosial raksasa,
melejit menjadi nomor satu di dunia pada tahun 2008.
Para peneliti itu memprediksi, keruntuhan singgasana Facebook
akan mirip dengan Myspace. Situs yang dibangun pada tahun 2003
lalu itu mencapai puncaknya pada tahun 2007 dengan total
pengguna sebanyak 300 juta pengguna. Namun, di tahun 2011,
pengguna ramai-ramai meninggalkan MySpace.
"Begitu pun Facebook. Tiga tahun setelah mencapai puncaknya,
Facebook diprediksi akan ditinggal oleh jutaan penggunanya," ujar
Cannarella.
Migrasi muda-mudi
"Facebook? Situs usang. Cuma untuk orang tua," kicau salah
seorang remaja putri di akun Twitter-nya. Ini bukan omong
kosong. Di AS, Facebook memang sudah dianggap situs jejaring
sosial untuk orang tua yang ingin reuni dan tetap terhubung
dengan teman-teman dari masa lalunya.
Setidaknya, ada lebih dari 11 juta pengguna remaja dan mahasiswa
telah meninggalkan Facebook sejak tahun 2011, diklaim seorang
analis baru-baru ini. Hal itu ditunjukkan oleh perusahaan konsultasi
digital, iStrategy Labs, yang mengaku mendapatkan data-data
platform Social Advertising milik Facebook.
Para ahli yakin, remaja dan muda-mudi meninggalkan Facebook
untuk berpaling ke jejaring sosial lain, seperti Tumblr, Instagram,
WhatsApp, Snapchat, dan lain-lain.
Menurut iStrategy, Facebook kehilangan sekitar 4,2 juta pengguna
berusia SMA dan 6,9 juta pengguna mahasiswa sejak tahun 2011.
Akibatnya, tahun lalu, saham Facebook sempat anjlok setelah
direktur finansial Facebook David Ebersman mengaku telah
kehilangan minat dari para pengguna usia remaja. "Kami memang
melihat adanya tren penurunan jumlah pengguna sehari-hari,
khususnya dari segmen remaja," kata Ebersman.
Facebook sendiri enggan merilis angka resmi seputar jumlah
penggunanya berdasarkan segmen, terlebih lagi segmen remaja
dan seberapa substansial segmen tersebut untuk saat ini.
Studi lain menemukan bahwa remaja berpaling dari Facebook
karena adanya kekhawatiran aktivitas mereka dipantau oleh orang
tuanya. Para remaja beralih ke Twitter, Tumblr, dan layanan seperti
Snapchat, WhatsApp, di mana jumlah penggunanya terus
meningkat signifikan dari sebelumnya. "Tapi, kami belum
ditinggalkan investor. Bulan ini, harga saham kami mencapai rekor
tertinggi," tutur Ebersman.
Saat ini, valuasi perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg itu
mencapai US$142 miliar (Rp1.728 triliun).
Banyak akun "bunuh diri"
Penelitian lain mengungkapkan bahwa belasan juta pengguna
Facebook di Inggris dan Amerika sudah tidak pernah kembali ke
situs tersebut. Penyebabnya diduga masalah privasi dan ketakutan
akan kecanduan menggunakan Facebook.
Tim peneliti dari University of Vienna, Austria, mengumumkan saat
ini semakin banyak orang yang mulai melakukan 'virtual identity
su***de', istilah untuk bunuh diri secara virtual dengan menghapus
akunnya di Facebook.
Berdasarkan analisis sampel 600 orang, tim peneliti menemukan
alasan utama dari orang-orang meninggalkan Facebook adalah isu-
isu perlindungan data, tekanan sosial dari teman-teman yang sudah
banyak meninggalkan Facebook, dan ketidakpuasan akan fitur
Facebook.
"Skor tertinggi adalah karena orang-orang lebih peduli dengan
privasinya, daripada ketakutan akan kecanduan Internet," kata
Stefan Stieger, Psikilog dari University of Vienna.
Dari penelitian tersebut diketahui beberapa alasan seseorang
berhenti menggunakan Facebook, seperti masalah privasi (48,3
persen), ketidakpuasan umum (13,5 persen), tekanan sosial (12,6
persen), dan perasaan ketakutan kecanduan Internet (6,0 persen).
Menurut Brenda Wiederhold, Editor Jurnal Cyberpsychology, alasan
orang berbondong-bondong meninggalkan Facebook adalah
berdasarkan laporan WikiLeaks mengenai tindakan Badan
Keamanan Nasional (NSA) AS yang memata-matai data pengguna
jejaring sosial. "Sekarang semua orang semakin waspada terutama
mengenai masalah privasinya di Internet," kata Wiederhold.
Pembenaran Facebook
Upaya mematai-matai jejaring sosial yang dilakukan NSA itu, diakui
CEO Facebook, Mark Zuckerberg, merusak kepercayaan pengguna
Internet.
Zuckerberg mendesak pemerintah AS untuk berterus terang di
hadapan publik, data apa saja sebenarnya yang telah mereka minta
ke perusahaan Internet.
"Apa yang saya bisa katakan dari data itu. Saya pikir pemerintah
akan lebih transparan dan berkomunikasi tentang cara mereka
meminta data, akan lebih baik jika semua orang mengetahui hal
itu," kata Zuckerberg di Washington, AS, Rabu 18 September 2013
silam.
Zuckerberg juga mengaku berang akibat program rahasia itu dan
respons AS justru bisa mengasingkan negara lain dan merusak
inovasi secara global. Respons AS yang menyatakan, "hanya
memata-matai non-Amerika" justru jadi lebih buruk lagi,
membahayakan perusahaan-perusahaan Internet Amerika,
termasuk Facebook.
Pada pertengahan bulan, Facebook bergabung dengan Yahoo,
Google and Microsoft Corp meminta Pengadilan Pengintaian
Intelijen Asing membuka data yang mereka minta ke perusahaan-
perusahaan tersebut.
Akibat kecurigaan soal pengintaian ini, banyak pengguna Facebook
yang berhenti menggunakan jejaring sosial itu. Hal itu tampak dari
sebuah penelitian baru yang mengungkapkan bahwa kurang lebih
11 juta pengguna di AS dan Inggris sudah tidak pernah lagi
mengakses jejaring sosial fenomenal itu sejak awal tahun 2013.
Di tahun 2014 ini, posisi Facebook kian tersudut. Muncul jejaring-
jejaring sosial baru yang menawarkan fitur anyar. Path, Instagram,
Tumblr, dan WhatsApp. Jika tidak buru-buru banting setir,
melahirkan fitur-fitur inovatif, bukan tak mungkin Facebook akan
terkubur. Menyusul "teman-teman" lamanya, MySpace dan
Friendster.

26/01/2014

Jangan selalu katakan "masih ada waktu" atau "nanti saja".
Lakukan segera, gunakan waktumu dengan bijak.

Address

Sarolangun

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SMP Negeri 1 Sarolangun posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to SMP Negeri 1 Sarolangun:

Shortcuts

Share

Category