11/11/2022
11 November
DARI MENYERAH MENJADI PENERIMAAN
“Kita menyerah dan membiarkan Tuhan yang mengurus kita”
Basic text, P.26
Menyerah dan menerima adalah seperti rasa tergila-gila seseorang dan cinta. Rasa tergila-gila pada seseorang dimulai ketika bertemu dengan seseorang yang special. Rasa tergila-gila tersebut membutuhkan tidak lain dari pengenalan terhadap orang yang kita s**a. Untuk mengubah rasa tersebut menjadi cinta membutuhkan sebuah kerja keras. Hubungan yang terjalin harus berlangsung secara berlahan, dijalin secara sabar menhjadi sebuah hubungan yang langgeng.
Sama halnya dengan menyerah dan menerima. Kita menyaerah ketika kita tidak menyadari ke tidak berdayaan kita. Yang dapat memberikan kita kasih sayang yang kita butuhkan. Kita menelaah diri kita dan membiarkan Tuhan melihat kita sebagaiman adanya. Dengan membiarkan Tuhan memasuki bagian diri kita yang paling dalam, kita menerima lebih banyak lagi kasih Tuhan. Kita meminta Kekuatan tersebut untuk membebaskan kita dari kekurangan-kekurangan kita dan membantu kita menembus kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan. Kemudian kita menemukan cara baru untuk hidup, memperbaharui kontak kesadaran kita dan kasih, petunjuk dan Kekuatan dari Tuhan.
Menyerah, seperti rasa tergila-gila terhadap seseorang, dapat menjadi permulaan dari hubungan seumur hidup. Untuk mengubah rasa menyerah menjadi penerimaan kita harus membiarkan Tuhan sesuai dengan pemahaman kita, mengurus kebutuhan kita sehari-harinya.
Hanya untuk hari ini:
Pemulihan saya lebih dari sekedar rasa tergila-gila terhadap seseorang. Saya telah menyerah. Hari ini, saya akan memperbaiki kontak kesadaran saya dengan kekuatan yang lebih tinggi dan menerima kasih sayang yang terus diberikan oleh Kekuatan Tuhan kepada Saya.