11/10/2024
Khutbah Jum'at
Oleh: Nurul Hadi
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ، وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ، أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَام، أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى مَا هَدَاكُمْ لِلإِسْلاَمِ، وَأَوْلاَكُمْ مِنَ الْفَضْلِ وَالإِنْعَامِ، وَجَعَلَكُمْ مِنْ أُمَّةِ ذَوِى اْلأَرْحَامِ. قَالَ تَعَالَى: اَلَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُمِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهُ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰىةِ وَالْاِنْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰىهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰۤىِٕثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَالْاَغْلٰلَ الَّتِيْ كَانَتْ عَلَيْهِمْۗ فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهِ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَاتَّبَعُوا النُّوْرَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ مَعَهُ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَࣖ (الأعراف: 157)
Ma’asyiral muslimin jamaah Jumat حفظكم الله. Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah Azza wa Jalla. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda Rasulullah Muhammad saw, seorang nabi panutan, kekasih Allah yang mulia.
Bulan Oktober tahun 2024 ini, umat Islam khususnya kita di Indonesia mengalami masa perubahan. Perubahan kepemimpinan, pergantian presiden, gubernur dan bupati. Di bulan ini p**a akan terjadi pergantian musim; Kemarau yang panas menuju musim hujan yang dingin. Semoga pergantian musim ini, juga menjadi perubahan yang menyejukkan dalam kepemimpinan bangsa Indonesia, menjadi kepemimpinan yang menyejukkan. Amin.
Dan satu lagi, bulan oktober tahun ini, terjadi perubahan bulan Rabiul Awwal atau bulan Maulidir Rasul Saw. menjadi bulan Rabiul akhir. Hadirin jamah Jum’at Hafidzakullah. Perubahan itu merupakan sunnatullah. Sesuatu yang niscaya. Pasti terjadi. Yang kecil akan tumbuh menjadi besar. Yang besar akan menjadi tua. Lalu tiada. Berganti generasi yang baru.
Semua pasti akan berubah. Cepat atau pun lambat. Tapi, yang tidak boleh berubah adalah Cinta. Rasa cinta harus selalu ada dalam hati kita untuk kedamaian dunia. Utamanya cinta terhadap Allah Swt dan cinta terhadap Nabi Muhammad Saw.
Hakikat cinta kepada Nabi Muhammad Saw sesungguhnya adalah cinta kepada Allah Swt. Dan cinta kepada Nabi Muhammad Saw adalah untuk keselamatan dan kesuksesan kita sendiri.
Hadirin jamaah shalat Jum’at Hafidzakullah.
Marilah kita perhatikan firman-firman Allah dalam Al-Qur’an. Setiap kali Allah memerintahkan sesuatu kepada Umat-Nya, selalu menggunakan perintah langsung. Lihatlah perintah sholat:
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
Artinya: "Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah p**a sholat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)." (QS. Al-Isra: 78).
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183).
خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Artinya: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (At-Taubah: 103).
وَأَتِمُّوا۟ ٱلْحَجَّ وَٱلْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ
Artinya: Dan sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah karena Allah.
Ayat-ayat ini merupakan perintah langsung dari Allah Swt untuk melaksanakan kewajiban kita sebagai seorang muslim dan mu’min sejati. Tapi, berbeda dengan perintah Allah kepada kita untuk bershalawat kepada Baginda Nabi Muhammad Saw dalam ayat Al-Qur’an:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS Al-Ahzab: 56)
Menurut para mufassir Al-Qur’an, ayat ini sangat unik. Tidak ada satu ayatpun dalam Al-Qur’an yang seperti ini. Sebelum Allah memerintahkan bershalawat, tapi terlebih dahulu disampaikan bahwa Allah dan para Malaikat terlebih dahulu telah melakukan shalawat ke atas Nabi.
Ini menunjukkan cinta Allah dan para malaikat penghuni langit kepada Nabi Muhammad Saw. Maka meskipun bulan maulid baru saja meninggalkan kita, tetapi cinta kita terhadap Baginda Nabi Muhammad Saw tidak boleh berkurang. Ungkapan cinta kita sampaikan dengan memperbanyak membaca shalawat kepada Baginda Nabi yang dengan ungkapan:
اللهم صل على سيدنا محمد وأله وصحبه وسلم.
Hadirin jamaah shalat Jumat hafidzakullah.
Ungkapan cinta ini bukan hanya menambah kemuliaan kepada Baginda Nabi Saw. Tetapi, orang mukmin yang senantiasa membacakan shalawat akan dijaga oleh Allah Swt. Orang yang di hatinya ada baginda Nabi -berarti sedang membaca shalawat- maka tidak akan disiksa. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَنْتَ فِيْهِمْۚ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
Artinya: “Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selama engkau (Nabi Muhammad) berada di antara mereka dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selama mereka memohon ampunan.” (QS Al-Anfal: 33)
Dari ayat inilah, barangkali setiap saat kita mau bepergian jauh, orang tua kita selalu berpesan: “perbanyak baca shalawat ya dalam perjalanan”. Karena dalam ayat ini, Allah telah tegaskan tidak akan menyiksa orang yang di hatinya ada Kamu (wahai Nabi Muhammad). Maka, yang sedang dalam perjalanan membaca shalawat, di hatinya ada baginda Nabi Muhammad, maka tidak akan disiksa oleh Allah, in syaa Allah selamat dari musibah kecelakaan dan lainnya.
Hadirin jamaah shalat Jum’at yang berbahagia,
Memuliakan Nabi bisa saja dengan membaca shalawat secara sendiri-sendiri ataupun membaca shalawat bersama-sama dengan perayaan. Membaca shalawat memiliki banyak manfaat untuk pembacanya: Seorang ulama bernama Abu Said al-Silmi merangkumnya dalam sebuah syaiir Arab:
أما الصلاة على النبي فمنيرة مرضية تمحى بها الآثام
وبها ينال المرء عز شفاعة يثنى بها الإعزاز والإكرام
كن للصلاة على النبي ملازما فصلاته لك جنة وسلام
Membaca shalawat atas Nabi
Menjadikan kita bercahaya
Menjadikan kita mendapatkan Ridho-Nya
Shalawat dapat menghapus dosa-dosa
Siapa yang membacanya akan mendapat syafaat mulia
Orang itu akan tinggi derajatnya
Maka, teruslah bershalawat kepada Baginda
Itu akan mengantarkan pembacanya ke Surga
Hadirin jamaah shalat Jum’at yang berbahagia,
Terakhir, saya ingin menyampaikan satu ayat dalam Al-Qur’an yang sangat jelas mengisyaratkan bahwa barang siapa yang beriman kepada Nabi Muhammad dan memuliaknnya serta menolong agamanya dengan mengikuti ajaran-ajaran Nabi Muhammad, maka mereka lah orang-orang yang beruntung.
فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهِ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَاتَّبَعُوا النُّوْرَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ مَعَهُ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَࣖ (الأعراف: 157)
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْن