https://youtu.be/7GDvzm8K-u4
kalimat pendek بسم الله الرحمن الرحيم kalimat yang pendek dan ringan menyimpan 1001 rahasia agung.
Perjalanan Isra' Mi'raj Nabi SAW ketika melihat keindahan surga dengan 4 batang sungai mengalir , sungai Air jernih,susu,arak dan madu yang membuat Rasulullah Saw takjub dan bertanya ke Malaikat Jibril, dari mana sumber mata air dan kemana ia mengalir ?
Malaikat Jibril berkata : "ke telaga Kautsar,dan mata air nya tanyakan langsung kepada Allah "
Dan Rasulullah Saw berdoa dan Allah utus malaikat yang membawanya ke sebuah tempat yang disitu terdapat kubah besar bewarna hijau yang terbuat dari batu zamrud yang besarnya jika seluruh manusia dan jin dari awal mula di ciptakan dan akhir zaman bertengger di atasnya niscaya hanyak bak burung - burung yang bertengger di atas gunung.
ternyata di sana sumber mata airnya , dan malaikat mengajak Rasulullah Saw masuk kedalamnya , lanjutkan pembahasannya dengan menonton video ini.
Jabal Nur Channel
Menambah wawasan ilmu pengetahuan agama,tempat-tempat bersejarah,dan berbagi
20/12/2021
Sejak Iblis terlempar dari Surga, Iblis membangun singgasana dan istana di lautan.
Rasulullah SAW bersabda : "Apa yang kamu lihat?" jawab Ibnu Sayyad : "Saya melihat singgasana di atas lautan yang dikelilingi oleh beberapa ular," kemudian Rasulullah SAW kembali bersabda : "Dia (Ibnu sayyad) telah melihat singgasana iblis," (HR.Ahmad) .
Dalam buku Ibnu Katsir yang berjudul "Al-Bidaya Wa'l-Nihaya" menjelaskan bahwa Iblis mempunyai banyak tentara dan memilih lautan sebagai istana. Seperti diketahui bahwa luas lautan mencapai tiga perempat dari bumi. Oleh karena itulah ia menempatkan kerajaannya di lautan agar ia lebih leluasa memerintah bala tentara yang jumlahnya sangat banyak. Sedangkan lautan adalah daerah yang sangat luas. (Wallahu A'lam)...
AYAH DURHAKA DAN ANAK BIJAKSANA
Diriwayatkan pada masa Umar bin Khattab ada seorang ayah yang menyeret putranya untuk dihadapkan kepada Amirul Mukminin. Di depan Umar, orang tua itu mengadukan kelakuan putranya yang tak mau menghormati dan durhaka padanya. "Mohon nasehati dia, wahai Amirul mukminin!" kata orang tua itu.
Umar lalu menasehati anak lelaki itu. "Apa kamu tak takut kepada Tuhan-mu sebab ridha-Nya tergantung ridha orang tuamu." Tak disangka-sangka anak itu berbalik tanya: "Wahai Khalifah! Apa di samping terdapat perintah anak berbakti kepada orang tua, terdapat juga ajaran orang tua bertanggung jawab kepada anaknya?".
Umar bin Khattab menjawab: "Ya, benar ada! Seharusnya seorang ayah menyenangkan dan mencukupi nafkah istri sekaligus ibu dari putra-putrinya, memberikan nama yang baik kepada putra-putrinya, serta mengajari putra-putrinya Al-Quran dan ajaran agama lainnya."
Mendengar penjelasan Amirul Mukminin, anak laki-laki itu membalas: "Jika demikian, bagaimana aku berbakti kepada ayahku? Demi Allah, ayahku tak sayang kepada ibuku yang diperlakukan tak ubahnya seorang hamba sahaya. Sekali-kalinya dia mengeluarkan uang untuk ibuku, sebanyak 400 dirham untuk menebus ibuku. Dia juga tak menamaiku dengan nama yang baik: Aku dinamai ayahku dengan nama "Juala" (Jadian). Dia juga tak mengajariku mengaji, satu ayat pun!"
Seketika itu Umar bin Khattab berpaling, matanya memandang tajam ke arah orang tua anak itu, sambil berkata: "Kalau begitu bukan anakmu yang durhaka, tetapi kamulah orang tua durhaka!"
Larangan Mengucapkan "Selamat Natal" dengan niat membentengi diri dan generasi akan datang insyaAllah mengundang cucuran rahmat Allah
18/12/2021
"HORMATI WANITA"
Seorang pemuda berkata,
"Wanita itu seperti sandal jepit,ia akan diganti dan dibuang saat ditemukan sandal lain yang lebih bagus dan pas."
Mendengar hal itu, kakek tua yang duduk di sebelahnya berkata,
"Benar, wanita itu memang seperti sandal jepit, itu karena
engkau menganggap dirimu sebagai kaki, sebagai ceker!Tapi bagiku, wanita itu seperti
Mahkota, yang kuletakkan di atas kepala, kuhormati, kurawat dan kujaga sepenuh
hati, takkan pernah kuganti. Itu karena aku menganggap diriku sebagai Raja."
*sesungguhnya, saat
seseorang memperlakukan orang lain dengan buruk,
karena memang dasarnya ia menganggap dirinya sendiri juga buruk.
*sesungguhnya, manusia
tanpa kaki masih bisa hidup,tapi tanpa kepala ia takkan lagi bernyawa.
*tuk para wanita, jadikanlah dirimu sperti Mahkota dengan
menjaga Kehormatan &
Kesucianmu dari perbuatan nista.
*tuk para pria, hormatilah . .
wanita sbgaimana layaknya anda menghormati ibu'mu
18/12/2021
Sakinah artinya ketika melihat kekurangan pasangan
namun mampu menjaga lidah untuk tidak mencelanya.
Mawadah adalah ketika kita mengetahui kekurangan kekurangan pasangan namun mampu memilih menutup sebelah mata atas kekurangannya dan membuka mata lain untuk fokus pada kelebihannya.
Warahmah adalah ketika kita mampu menjadikan kekurangan pasangan sebagai ladang amal untuk diri kita sendiri.
18/12/2021
PENTINGNYA KISAH NABI BENTUK PRIBADI ANAK
sebagai keluarga Muslim yang taat, sangat penting menceritakan dan mengajak anak mempelajari teladan dari kisah nabi. Apalagi cerita nabi tidak hanya sarat makna, tapi juga menghibur bagi anak.
Berikut empat pelajaran dari kisah Nabi Ibrahim yang bisa diajarkan kepada anak.
1. Berpikir kritis
Dalam salah satu kisah Nabi Ibrahim AS tentang ayahnya yang seorang pembuat berhala. Sebagaimana yang kita tahu ada banyak sekali jenis berhala dan dari situlah Nabi Ibrahim kecil berpikir mana Tuhan yang sebenarnya? Karena berpikir kritis, Nabi Ibrahim pergi mencari jawaban atas Tuhan sampai akhirnya memeluk Islam.
Nabi Ibrahim juga teguh pada pendirian. Saat banyak orang, bahkan keluarga terdekatnya menyembah patung, Nabi Ibrahim tetap taat pada Allah SWT dan menjadi muslim rajin beribadah.
2. Berlapang sabar dan selalu bersikap baik pada orang lain
Pada kisah Nabi Ibrahim AS dalam Al-Quran, dituliskan bahwa perjalanannya menemukan Tuhan sampai jadi nabi tidak mudah. Ia mendapat banyak penolakan, hujatan, bahkan ancaman. Namun, sebagai umat Allah SWT yang baik, Beliau selalu sabar dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
Nah, di sini peran kita sangat penting. Setelah menceritakan kisah nabi dan bagaimana kesulitan yang dihadapinya, Bunda sisipi cara-cara berlapang dada dan pentingnya selalu bersikap baik kepada banyak orang. Dengan begitu, Si Kecil akan belajar meneladani kisah nabi dengan lebih dalam.
3. Berprasangka baik dan taat pada Allah SWT
Salah satu kisah Nabi Ibrahim yang paling banyak diingat oleh umat yaitu saat Allah SWT memerintahkan untuk menyembelih anaknya, Ismail. Ayah mana yang tega membunuh anaknya sendiri?
Namun karena Nabi Ibrahim memiliki prasangka yang baik pada Allah, ia menuruti perintah-Nya. Di situ, Nabi Ibrahim percaya bahwa setiap perintah Allah SWT memiliki tujuan yang baik.
Benar saja, meski dengan berat hati, Nabi Ibrahim kemudian hendak menyembelih anaknya. Mukjizat Allah kemudian terlihat dengan mengganti Ismali dengan seekor domba.
4. Bersedekah kepada yang membutuhkan
Dari kisah Nabi Ibrahim domba tadi, dagingnya kemudian disembelih dan dibagi-bagikan kepada sesama. Nah, berawal dari sinilah kemudian Allah SWT mengenalkan adanya ibadah qurban.
Daging domba tadi tidak hanya dibagikan, tapi oleh Nabi Ibrahim juga dimasak dan dijadikan suguhan untuk tamu yang tak lain adalah malaikat.
Dengan cerita ini,kita bisa ceritakan kepada anak untuk mau berbagi dan apa saja manfaatnya untuk diri sendiri serta orang lain.
Itulah empat teladan yang bisa kita ajarkan kepada anak dari kisah Nabi Ibrahim. Harapannya, dengan adanya contoh langsung dari Nabi akan membuat anak-anak percaya dan meniru hal-hal baik tersebut sampai mereka dewasa nanti.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Website
Address
Jalan Sulthan Tsafiuddin II , No. 23
Sambas
79462