27/03/2015
Seringkali kita melihat ada anak yang tampak cerdas, trampil, berprestasi, dan menonjol di antara kawan-kawannya. Sebagai ibu kita tentu berharap demikian terjadi pada anak kita. Tapi terkadang muncul pemikiran; ah, kalau anak-anak itu pada dasarnya cerdas, IQ-nya tinggi pantas saja berprestasi. Lagian mereka juga dapat dukungan fasilitas karena orang tuanya kaya. Benarkah demikian bahwa hanya anak yang ber-IQ tinggi dan berasal dari keluarga kaya yang bisa meraih kesuksesan?
Belum tentu, Bu!
Bukan karena IQ tinggi dan dukungan fasilitas lengkap yang menentukan keberhasilan seorang anak, meskipun tak dipungkiri hal ini ikut berperan. Karena kenyataan membuktikan; banyak orang sukses di usia dewasa justru berasal dari keluarga tidak mampu. Banyak orang-orang sukses dan berhasil menjadi pemimpin bukan karena kecerdasan otaknya, melainkan karena pengalaman dan kepribadiannya.
Mereka mungkin berasal dari keluarga sederhana, dalam bimbingan dan tuntunan orang tua yang arif bijaksana, yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan positif, sehingga mereka pun tumbuh menjadi pribadi yang matang dan dewasa. Mereka mampu mengembangkan bakat dan potensi, serta ketrampilannya karena diberi kebebasan dalam mengekspresikan harapan dan cita-citanya.
Jadi Ibu-ibu tak perlu berkecil hati bila anaknya tidak memiliki prestasi akademik yang tinggi. Sebab, mereka masih bisa meraih prestasi di bidang lain. Seperti misalnya dalam bidang seni, ketrampilan, olah raga, tarik suara, dan banyak bidang lainnya. Yang diperlukan dari orang tua adalah bagaimana memberikan perhatian kepada anak-anak agar mereka bisa mengembangkan bakat dan potensi dengan semaksimal mungkin.