Catatan Tafakur

Catatan Tafakur

Share

Goresan tafakur

Guru Mursyid (1): Pentingnya Sosok Guru Mursyid bagi Penempuh Jalan Tasawuf - Alif.ID 18/11/2024

Guru Mursyid (1): Pentingnya Sosok Guru Mursyid bagi Penempuh Jalan Tasawuf

Sejak manusia ditakdirkan Allah untuk lahir didunia fana, sejak itulah membutuhkan bimbingan guru. Orang tua, terutama sosok ibu yang menjadi pembimbing pertamanya. Dimulai dari diajarkan untuk mengucap kata-kata sederhana, seperti memanggil nama orang tuanya dan mengenal namanya sendiri. Kemudian lingkungan dan orang-orang sekitarnya menjadi guru yang mengajarkannya berjalan, berbicara, tertawa, bahkan menangis. Sopan santun, toleransi dan sebagainya akan dipelajari seiring berjalannya waktu dan kadarnya akan bergantung pada guru-guru kehidupan yang ditemuinya.
Berlanjut saat memasuki masa sekolah. Dimana pada tataran tahap ini, dibutuhkan dan bahkan diwajibkan mendapatkan bimbingan dan pembelajaran dari guru yang mempunyai kualifikasi tertentu dan terakreditasi sesuai bidang keahliannya, yang biasanya dibuktikan dengan ijasah atau sertifikat. Dimulai dari lembaga pendidikan terendah semisal PAUD dan TK sudah memberikan penilaian sesuai kemampuan.
Penilaian-penilaian dasar secara resmi mulai diberikan oleh para guru. Sebagai contoh, bernyanyi dan bermain yang sebelumnya hanya merupakan hal yang biasa, kini menjadi suatu bentuk mata pelajaran yang akan diberikan nilai oleh para guru. Begitu juga dengan berhitung dan membaca yang bisa dipelajari sendiri pun sudah disahkan atau dilegalisasikan dalam bentuk kurikulum pengajaran, sehingga diperlukan adanya lembaga tertentu (institusi formal) dan para guru yang akan menilai kemampuan bernyani, bermain/motorik, berhitung dan kemampuan membacanya itu tadi.
Begitulah semakin menuju ke jenjang pendidikan dan atau jenjang pembelajaran yang lebih tinggi, tetap harus diajarkan menurut kurikulum yang berlaku oleh guru-guru pengajar yang berkompeten, sehingga setelahnya bisa dinilai dan diberikan rapor maupun ijasah akhir kelulusan yang menyatakan secara resmi atas kemampuan anak didik/siswa tersebut.
Berdasarkan penggambaran sederhana di atas, bahwa dalam menuntut ilmu apapun ,maka diperlukanlah sosok guru yang benar-benar menguasai bidang keahliannya, sehingga ilmu yang diberikan kepada para murid bisa sesuai dengan peruntukkan dan keperluannya, serta dapat dipertanggungjawabkan, dan juga ilmu tersebut bisa digunakan dan diakui di belahan bumi manapun (berstandar global).

Kenapa bisa diakui di manapun? Karena ilmu tersebut mempunyai standard yang sama di seluruh dunia. Bagaimana para guru bisa mendapatkan ilmu yang sama standardnya tersebut? Para guru mendapatkannya dari guru-guru mereka sebelumnya dan mendapatkan sertifikat maupun ijazah yang menyatakan keabsahan kemampuannya.
Begitupun juga dalam belajar ilmu agama, terutama dalam mempelajari ilmu tasawuf ini. Diperlukan seorang sosok guru yang dalam ilmu tasawuf disebut guru mursyid, yang mempunyai sanad keilmuan yang jelas. Di mana sanad ini begitu penting karena dari situ lah para calon murid mengetahui urutan-urutan keilmuan guru mursyidnya. Haruslah jelas bahwa guru mursyid “A” mendapatkan ilmunya dari guru mursyid “B” yang di atasnya. Dan guru mursyid “B” mendapatkan ilmunya dari guru mursyid “C” yang di atasnya lagi.
Begitu seterusnya hingga sampai pada Rasulullah Muhammad bin Abdullah. Kanjeng Rasul pun sanadnya naik hingga pada Allah SWT. Itulah titik akhir segala ilmu. Sanad keilmuan dalam Islam adalah wajib. Terutama bagi pencari jalan tasawuf, di mana inti utama dari tasawuf adalah Tauhid, maka peran guru mursyid dengan sanad yang jelas sangat diperlukan.
Karena selama perjalanan Suluk, para salik atau murid penempuh jalan tasawuf atau sufi akan menghadapi banyaknya godaan dari nafsu-nafsunya sendiri yang berusaha membelokkan dari tujuan sebenarnya yaitu kemurnian Tauhid yang ditandai dengan ketergantungan sepenuhnya pada Allah SWT. Nafsu-nafsu dan pikiran diri sendiri akan memberikan tipuan-tipuan dan gambaran palsu untuk merayu para salik untuk meninggalkan jalan yang ditempuhnya. Disinilah bimbingan dan pengawasan dari guru mursyid sangat diperlukan,bahkan Wajib hukumnya! Untuk menjaga jalan yang ditempuh para salik tetap dalam alur yang benar.
Dalam khazanah ilmu tasawuf, peran besar guru mursyidlah yang mampu membentuk hierarki para salik untuk sampai ke tingkat tertinggi dalam perjalanan spiritual. Kemampuan guru mursyid tersebut terjadi karena secara ruhaniah, dalam ruhani guru mursyid telah tertanam Al-Qur’an sebagai Kalamullah yang bersifat Qadim. Dan hal tersebut hanya bisa “ditanamkan?” oleh guru mursyid sebelumnya.

Oleh sebab itu keberadaan Guru Mursyid hanya diketahui dan dimengerti oleh sebagian kecil orang-orang yang hati dan jiwanya terbuka dan disucikan oleh Allah SWT saja. Orang yang datang untuk menjadi muridnya pun pada hakikatnya adalah karena Hidayah dari Allah SWT semata. Hidayah diberikan oleh Allah SWT pada manusia untuk bisa mengenal-Nya melalui Rasulullah dan diturunkan kepada para sahabat Beliau, kemudian diajarkan pada para sahabat-sahabat Rasul, kemudian pada para Tabi’in, dilanjutkan oleh para Tabi’ut Tabi’in hingga sampai pada para guru-guru mursyid yang ada pada masa kini.
Predikat guru mursyid yang mulia ini diberikan khusus oleh Allah SWT kepada manusia yang dipilih-Nya saja. Di mana secara jelas disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al Kahfi ayat 17 dengan sebutan “Waliyam Mirsyidaa”, yang berarti Wali yang Mursyid. Kata Wali dalam pandangan para pelaku tasawuf dipahami sebagai figure manusia suci, pemimpin ruhani, manusia yang punya ketaatan dalam hal beribadah pada Allah SWT dan Rasul-Nya. Sedangkan makna dari kata Mursyid dipahami sebagai Nur Ilahi, Cahaya Ilahiah atau energi Ilahiah.
Sesuai dengan Firman Allah pada Al Quran surah An-Nur ayat 35:
“Cahaya diatas cahaya, Allah akan menuntun kepada cahaya-Nya, bagi sesiapa yang dikehendaki-Nya.”
Dari penjelasan diatas, secara hakikat, guru mursyid itu bukan terletak pada wujud manusianya, tetapi Nur Ilahiah yang masuk dan tertanam dalam ruhaniah seseorang yang dikehendaki oleh Allah saja. Bukan karena keturunan,dan bukan karena keinginan diri sendiri untuk menjadi guru mursyid. Hanya terjadi karena Kehendak Allah saja. Dari kehendak Allah itulah, Nur Ilahiah mewujud dalam ruhaniah para guru mursyid ini.
Baca juga: Hidup Tabah ala Ki Ageng Suryomentaram
Kata Nur atau cahaya dalam konteks guru mursyid disini tidak sama dengan makna cahaya seperti yang kita kenal dan pahami selama ini seperti cahaya lampu ataupun sinar mentari, tetapi lebih mendekati pada pemahaman sebagai energi Ilahiah atau Nur Allah, tidak terlihat tetapi bisa dirasakan oleh orang tertentu.
Kata mursyid berasal dari kata “Irsyad” yang bermakna petunjuk. Petunjuk yang berasal dari Nur Ilahiah. Jika kata “Irsyad” ditambahkan huruf “mim” didepannya, maka petunjuk tersebut terdapat pada sesuatu (dimiliki oleh sesuatu). Maka “mim” diartikan sebagai seseorang yang memiliki kualitas Irsyad.
Dari penjelasan tersebut diatas, maka sudah seharusnya seorang guru mursyid itu benar-benar mempunyai kualitas sempurna sebagai pembawa wasilah dari Allah SWT berupa Nur Allah. Begitu langka dan tersembunyinya guru mursyid ini, sehingga Imam Al-Ghazali mengatakan,
“Menemukan guru mursyid itu tak lebih mudah mdari enemukan sebatang jarum yang disembunyikan di padang pasir yang gelap gulita”. Atau bisa dipahami dengan “lebih mudah untuk menemukan jarum yang disembunyikan di padang pasir yang gelap gulita daripada menemukan seorang Guru Mursyid.”
Bahkan Gus Ahmad Muwafiq Jogjakarta pernah mengatakan dalam salah satu Tausiahnya, “Jika kamu temukan guru mursyid, segeralah minta diri untuk menjadi muridnya dan bersedia masuk mengikuti suluk yang diajarkan. Jika merasa berat melasanakannya, mintalah keringanan.”
Begitulah pentingnya menemukan guru mursyid dan mengikuti suluk yang diajarkannya. Lakukan secara rida dan rela dengan ghirah rabithoh dan tawadu’ pada guru mursyid. Karena lewat guru mursyidlah wasilah yang di bawa oleh Kanjeng Nabi muhammad SAW bisa diestafetkan hingga sampai kepada kita para umat yang terpisah jarak dan waktu yang teramat jauh dari Rasulullah SAW.

Wallahu a’lam bishawab.

Source :

Guru Mursyid (1): Pentingnya Sosok Guru Mursyid bagi Penempuh Jalan Tasawuf - Alif.ID Tasawuf - Sejak manusia ditakdirkan Allah untuk lahir didunia fana, sejak itulah membutuhkan bimbingan guru. Orang tua, terutama sosok ibu yang menjadi pembimbing

18/11/2024

Hijab itu keinginanmu yg muluk2, entah itu yg bersifat duniawi ataupun spritualitas. Jiwa adalah entitas perasaan. Keinginan itu menjadikan perasaan menjauhi kefitraan. Karna menimbulkan rasa duniawi. Pentingnya menjaga perasaan, untuk tidak banyak keinginan. Dengan begitu, kesadaran kita akan jernih.

-Nandita

25/07/2023

Sastra Jendra Hayuningrat
.

1. Neng; artinya jumeneng, sudah kokoh diamnya. Tak terpengaruh yang terlihat dan terdengar juga yang berasa serta yang terlintas. Tingkatan batinnya sudah karam dalam diam. Jasadnya beraktivitas namun batinnya diam.

2. Ning; artinya wening atau hening. Setelah sempurna diamnya akan tercipta keheningan. Tidak ada ribut2 dipikiran dan perasaan. Tanda fana nya diri.

3. Nung; artinya kesinungan. Bagi siapapun yg melakukan Neng, lalu berhasil menciptakan Ning, maka akan kesinungan (terpilih dan pinilih) untk mendapatkan anugrah agung dari Tuhan Yang Mahasuci. Dalam Nung yg sejati, akan datang cahaya Hyang Mahasuci melalui rahsa. Sirr itu rahasia, rahasia itu rahsa. Rahsa itu rasa didalam rasa. Ibarat tebu yg diperas terus menerus hilang rasa manisnya, yang ada rasa yg tak berasa. Manis itu ibarat rasa keakuan, rasa yang tak berasa itu nur atau cahaya atau ruh atau diri sejati. Itulah rasa sejati. Inilah hakikat.

4. Nang; artinya menang; yg terpilih dan pinilih. Siapa yang tetap lurus niatnya istoqomah lelakunya akan terpilih menjadi hamba yang sejati, ke-baqa-an menjadi ahwalnya, badal adalah maqamnya. Hilanglah (rasa) keduniaan ini dihatinya, tibalah dimaqam ahadiyat, alam ketuhanan.

Jika hatinya hanya memandang (sadar) Tuhan saja ada, maka padanglah pikiran, lapanglah hati. Tenteramlah dia. Ini hati yang wusul (sampai pada tuhan). Tak perlu menyakin yakinkan lagi akan adanya tuhan. Karna hati sudah benar benar sadar ternyata tuhan saja ada, tunggal tiada yg lain disisinya. Tanpa dihijabi dg prasangka2. Hati pun tidak dibuat bekerja untuk meyakin yakinkan lagi adanya tuhan. Tenang batinnya tenteram hatinya dalam musyahadah (kesadaran) yaitu Kesadaran Tuhan saja ada. Semua yg dipandang, disadari Tuhan saja ada, termasuk (rasa) wujud dirinya hilang fana lebur dengan cahaya ketauhidan (kesadaran).

Neng adlh syariatnya, Ning adlh tarekatnya, Nung adlh hakekatnya, Nang adlh makrifatnya.

Photos from Catatan Tafakur's post 06/08/2022
29/07/2022

Sumber : Jam'iyyah Darul Falah Gempol

MINUM AIR SUSU PUTIH DI AWAL TAHUN HIJRIYAH

Dan diantara kebiasaan orang-orang sholeh (Min Da’bis Sholihin) meminum susu pada malam 1 Muharram dan juga kebiasaan ini selalu di amalkan oleh Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki. Dan jika masuk 1 Muharram, beliau selalu membagikan susu kepada santri-santrinya.

WAKTU :
Malam 1 Muharram sebelum Subuh.

FADHILAH :
TAFA'ULAN (Melakukan sesuatu dengan harapan mirip dengan sesuatu itu) :
Tafa'ulan meminta agar sepanjang tahun dijadikan tahun yang putih, tahun yang bersih, tahun melakukan kebaikan-kebaikan.
Hal ini selalu di Amalkan oleh Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki.

DO'A MINUM SUSU PUTIH

ُ‎اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ وَزِدْنَا مِنْه
"Ya Allah, berkahilah minuman kami dan tambahkanlah darinya (rezeki) pada kami"

Di dalam Susu terdapat Anugerah yang telah dipersiapkan Allah Ta’ala untuk Umat Rasulullah Shollallohu 'Alaihi Wasallam khususnya untuk anak. Karena Susu menentukan kesempurnaan tumbuhnya Anak.

Oleh sebab itu dalam Do'a ditambah kata ُوَزِدْنَا مِنْه
Tambahan Do'a ini hanya khusus pada minuman Susu, tidak pada minuman lainnya meskipun Madu.
Susu adalah makanan pokok yang identik dengan Anak.
Susu lebih afdhol dari Madu.

Keutamaan Susu ada dalam Kitabullah dan Hadits Rasulullah Shollallohu 'Alaihi Wasallam.

FADHILAH SUSU, diantaranya :

1. Menumbuh kembangkan pertumbuhan Anak.
2. Susu mencukupi (Mengenyangkan) kebutuhan makan minum Anak.
3. Susu tidak bikin perut anak mules.
4. Saat Isra' Mi'raj, Susu adalah pilihan Rasulullah Shollallohu 'Alaihi Wasallam yakni saat Malaikat Jibril menyuguhkan Khomr dan Susu. Dan Susu adalah tanda Kefitrahan Umat Rasulullah Shollallohu 'Alaihi Wasallam.

Follow Instagram Kami :
Jam'iyyah Darul Falah Gempol

21/07/2022

Sumber : Galeri Habib Umar Hafidz fp

Assalaamu Alaikum warahmatullahi wabarakatuh

➡️ 7 KALIMAT PENGHAPUS DOSA...⬅️

Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa- dosanya walau sebesar lautan:

♻️①. Mengucap Bismillah pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.

♻️②. Mengucap Alhamdulillah pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.

♻️③. Mengucap Astagfirullah jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.

♻️④. Mengucap In Syaa Allah jika merencanakan berbuat sesuatu dihari esok.

♻️⑤. Mengucap La haula wala kuwwata illa billah jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini.

♻️⑥. Mengucap Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun jika menghadapi dan menerima musibah.

♻️⑦. Mengucap La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah sepanjang siang malam sehingga tak terpisah dari lidahnya.

″Semoga Allah melapangkan dan kebahagiaan yang melimpah buat sahabat yang mengucapkan ″

Sampaikanlah kepada orang lain, maka ini akan menjadi Sadaqah Jariyah pada setiap orang yang Anda kirimkan pesan ini. Dan apabila kemudian dia mengamalkannya, maka kamu juga akan ikut mendapat pahalanya sampai hari kiamat.

امين يارب العالمين

اللهم صلي على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

Tiada tali yg paling erat selain tali silaturrahim...

Semoga bermanfaat

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

18/07/2022

Sumber : Qubah madinah fb

Berkata Abah Guru Sekumpul, "Barangsiapa membaca doa 'Allahummaghfir li ummati Sayyidina Muhammad Allahummarham ummata Sayyidina Muhammad...Allahummastur ummata Sayyidina Muhammad...Allahummajbur ummata Sayyidina Muhammad' secara 4x berturut-turut setelah selesai sholat subuh...diantara fadhilah mengamalkannya 1. dimasukkan jumlah martabat fadhilah wali qutub 2. dijadikan kaya dan mudah rizkinya 3. naik pangkat dunia dan akhiratnya 4 akhir umurnya husnul khotimah, dan lain-lain...tetapi selain kita membaca doanya perlu diamalkan dalam kehidupan : Harus siap mengampuni/memaafkan kesalahan umat Rasulullah, harus kasih sayang kepada umat Rasulullah, harus siap menutupi aib dan kekurangan umat Rasulullah, harus menyenangkan hati umat Rasulullah "

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

13/07/2022

AHLI SHOLAWAT KETIKA SAKARATUL MAUT

Sumber : ahmad fauzi facebook

"Orang yang senang sholawat, banyak sholawat, Insya Allah ruhaniah Nabi Muhammad Shalallahu alaihi Wassalam akan hadir ketika sakaratul maut.

Terus apa untungnya kalau kita itu, kedatangan Rasulullah Shalallahu alaihi Wassalam disaat sakaratul maut...?

Untungnya mau tahu...?

Anda tahu perempuan melihat Nabi Yusuf, tangan kepotong tidak terasa.

Apalagi kalau melihat Nabi Muhammad Saw ketika sakaratul maut, nyawa dicabut yang begitu pedih gak akan terasa dengan memandang wajah beliau yg indah Baginda Sayyiduna Muhammad ﷺ."

(Habib Jamal Bin Thoha Ba'agil)

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد ٍﷺ

Want your school to be the top-listed School/college in Samarinda?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Samarinda