22/03/2022
KH Ahmad Bahauddin Nur Salim (Gus Baha') ;
Tingginya Derajat Mencari Ilmu setiap bab dalam ilmu yang dipelajari akan mendapat derajat di surga.
Salah satu anugerah yang diberikan Allah kepada manusia adalah anugerah berupa kesempatan mencari ilmu. Setiap ilmu yang dipelajari menjadi kemuliaan tersendiri di surga.
Contohnya, ketika seseorang belajar mengenai hukum menyembelih. Dalam menyembelih hewan bagian yang wajib terpotong adalah dua urat leher dan tenggorokan. Dengan sebab mempelajari bab menyembelih seorang menjadi tahu tata caranya, sehingga daging ayam tersebut halal di makan oleh manusia.
Daging yang halal dimakan ini mendapatkan tempat di surga sementara apabila daging tersebut haram di makan, maka mendapatkan tempat di neraka.
Ada kisah seorang pemuda yang mencari ilmu. Pemuda ini menemui ajalnya sebelum menyelesaikan masa belajarnya.
Allah berfirman agar derajat pemuda ini ditambah. Allah mewajibkan diri-Nya sendiri apabila ada orang meninggal dalam keadaan 'Alim bi sunnati wa sunnati anbiyai atau masih dalam keadaan Tholabul ilmi, maka orang-orang tersebut akan dikumpulkan dalam satu kemuliaan dengan guru-gurunya.
Pemuda tersebut berkata bahwa ia hanya memiliki dua selisi derajat dengan para Nabi.
Derajat barisan pertama ditempati oleh para Nabi dan Rasul Allah.
Derajat barisan kedua ditempati oleh para sahabat dan pengikutnya.
Derajat barisan ketiga ditempati oleh para ahli ilmu dan yang masih dalam keadaan mencari ilmu.
"Aku berada di tengah-tengah baris ketiga, dan mereka menyambutku, marhaban..marhaban." ucap Gus Baha menirukan perkataan pemuda tersebut.
Dalam perjalanannya hingga hari kiamat, pemuda tersebut diceritakan mendapat penambahan derajat seperti yang dijanjikan Allah. Pemuda ini dinaikkan derajatnya hingga derajat paling tinggi bersama para Nabi.
Sekarang kita dapat mengetahui betapa pentingnya mencari ilmu. Berkah dari belajar meskipun tidak menemui masa khatamnya adalah memperoleh derajat tersendiri di surga.
Itulah diantara keutamaan pencari ilmu.