Belajar Tentang Islam

Belajar Tentang Islam

Share

ISLAM = AGAMAKU
ALLAH = TUHANKU
MUHAMMAD = NABIKU
AL'QURAN = KITABKU
KA'BAH = KIBLATKU
MUSLIM = Soudaraku

04/11/2023

Bagaimana pandangan Islam tentang toleransi antar umat beragama?

Toleransi antarumat beragama yang berbeda termasuk ke dalam salah satu risalah penting yang ada dalam sistem teologi islam. Karena Allah Swt sudah mengajarkan pada kita cara untuk menghadapi keragaman yang memang tidak bisa dipungkiri, yaitu dengan menerima perbedaan sebagai nikmat atau rahmat.

"Intinya gak usah takut dan resah, kalo kalian takut dan malah memusuhi agama lain berarti iman kalian terhadap agama kalian saat ini berarti lemah dan artinya juga Agama yang kalian pegang cuma buat indentitas diri aja buat kalian."

02/01/2022

Apa Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi Menurut Islam? Ini Penjelasan Ulama

bagaimana hukum merayakan tahun baru masehi menurut Islam?

Seluruh orang dunia banyak merayakan pergantian tahun. Beberapa negara merayakan malam tahun baru sesuai dengan budayanya dan tak terkecuali Indonesia. Apa hukum merayakan tahun baru masehi menurut Islam?

Apakah perayaan tahun baru ini diperbolehkan dalam aturan Islam? Simak informasinya berikut ini.
Dilansir dari Podcast Dakwah Sunnah yang diunggah pada 31 Desember 2019, Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bagaimana hukum merayakan tahun baru masehi menurut aturan Islam.

“Akidah merupakan prinsip dasar seorang muslim dan harus hidup dan mati untuk itu” jawab Ustadz Khalid Basalamah.

Lebih lanjut Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan tentang hadis Rasulullah SAW mengenai siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian darinya.

Dari Ibnu Umar berkata, "Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka". (HR Abu Dawud, Hasan)

"Dan ini Nabi SAW, memfokuskan hadis ini untuk orang-orang muslim yang mengikuti orang non-muslim", lanjut Ustadz Khalid Basalamah.

Menurut pendapat ulama, perayaan malam tahun baru pada hakikatnya adalah ritual peribadatan umat Nasrani ataupun agama lainnya. Bahkan perayaan tahun baru juga menjadi satu kesatuan perayaan Natal.

Bagi umat muslim, ikut merayakannya adalah perkara yang dilarang dalam aturan Islam karena aktivitas tersebut menyerupai ibadah orang non-muslim.

Dalam hadis lain menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bukan termasuk golongan kami siapa yang menyerupai kaum selain kami. Janganlah kalian menyerupai Yahudi, juga Nashrani, karena sungguh mereka kaum Yahudi memberi salam dengan isyarat jari jemari, dan kaum Nasrani memberi salam dengan isyarat telapak tangannya". (HR Tirmidzi, Hasan)

Umat muslim diimbau untuk tidak mengikuti orang lain melaksanakan dan merayakan tahun baru karena hal tersebut bukan aturan yang ada dalam agama Islam.

Demikian adalah hukum merayakan tahun baru masehi menurut Islam yang wajib kamu pahami. Semoga informasi di atas dapat menambah iman dan takwa kita untuk senantiasa mengamalkan kebaikan dan menjauhi larangan-larangan Allah SWT.

01/03/2021

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Dizaman kita sekarang tahun2 ini yang harus kita perangi adalah diri kita sendiri bukan diri orang lain, kenapa? Karna Perang saat perang besar di zaman Nabi Muhammad SAW, beliu pernah bersabda bahwa kaumnya kelak akan menghadapi perang yang lebih besar dari pada perang melawan orang-orang kafir pada saat itu, yaitu perang melawan Hawa nafsu yang ada di dalam diri kita sendiri.

Dan berdasarkan kesimp**an ayat di atas adalah benar atau salah tindakan seorang ma**sia yang dilihat dan dinilai oleh sesama mata ma**sia, itu tidak dapat pasti benar atau salah, karena kadang iblis s**a membelokan akal pikiran dan pandangan kita pada kebenaran menuju kesesatan.

Jadi, jadilah Muslim yang berahlak mulia, jangan s**a ikut campur urusan pribadi orang lain apa lagi yang cuma sekedar tau orangnya, dan kalo mau ikut campur cukup bantu permasalahnnya misalkan iya kelaparan bantu beri ia makan, kalo ia kesulitan keuangan bantu dengan cara yang tidak menyingung harga dirinya atau menjadikan ia menjadi malas mencari uang, kalo ia sedang butuh teman curhat cukup dengarkan sampaikan sarang yang benar dengan cara yang halus, dan jangan hanya sampaikan apa yang ingin ia dengar.
Banyak Harta Berbegilah, banyak ilmu berbagilah, banyak kebahagian berbagilah, insya'allah akan dipermudah saat diminta pertanggung jawabannya kelak.

23/02/2021

"INI DIA SENJATA ORANG ISLAM YANG SESUNGGUHNYA"

Jangan Lupa Like & Share Jika Bermanfaat, Trimakasih.

Doa adalah senjata bagi seorang muslim, doa juga merupakan permohonan seorang hamba kepada Allah swt dan bahkan perintah untuk berdoa Allah dituliskan jelas dalam Alquran:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَك

“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan bagi kalian’.” (QS Ghafir: 60).

Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah saw bersabda:
ما من مسلمٍ يدعو بدعوة ليس فيها أثمٌ ولا قطيعة رحم إلا أعطاه الله بها إحدى ثلاث؛ إما أن تعجل له دعوته، وإما أن يدخرها له في الآخرة، وإما أن يصرف عنه من السوء مثلها”. قالوا: إذا نكثر. قال: “اللهُ أكثرُ”. رواه أحمد والحاكم وغيرهما

“Tiada seorang muslim pun yang memohon (kepada Allah Ta’ala) dengan doa yang tidak mengandung dosa (permintaan yang haram), atau pemutusan hubungan (baik) dengan keluarga/kerabat, kecuali Allah akan memberikan baginya dengan (sebab) doa itu salah satu dari tiga perkara: Pertama, boleh jadi akan disegerakan pengabulan doanya. Kedua, atau Allah akan menyimpannya untuk kebaikan (pahala) baginya di akhirat. Ketiga akan dihindarkan darinya keburukan (bencana) yang sesuai dengannya”. Para sahabat radhiyallahu ‘anhum berkata: Kalau begitu, kami akan memperbanyak (doa kepada Allah). Rasulullah saw bersabda, “Allah lebih luas (rahmat dan karunia-Nya)”.

Begitu besarnya keutamaan berdoa, dan Allah sangat mencintai hamba-hamba yang berdoa kepada-Nya.
Allah juga menyeru agar kita berdoa kepada-Nya, disertai dengan memenuhi seruan-Nya. Sebagaimana Allah berfirman:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah:186)

Waktu yang paling utama untuk berdoa adalah di saat sujud, di tengah malam, dan setelah shalat wajib. Dari Abu’ Hurairah riwayat Muslim, bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Posisi seorang hamba yang paling dekat dari Tuhannya ialah pada saat sujud, perbanyaklah doa ketika itu.”

Sementara doa juga dapat meringankan musibah yang datang. Ma**sia harus memohon kepada Allah agar dilindungi dari perbuatan buruk. Doa merupakan senjata orang mukmin. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Hakim dari Ali bin Abi Thalib ra, Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya doa itu adalah senjata bagi orang yang beriman, tiang agama, dan sinar langit dan bumi.”

Sahabat Muslim, begitu banyak manfaat berdoa sebagai seorang muslim tentunya tidak akan meninggalkan kesempatan itu, sebagai waktu untuk bermunajat dan memohon kepada Allah swt. Semoga kita termasuk hamba Allah yang terus memperbanyak doa.

22/02/2021

Galau kini telah jadi penyakit bagi sebagian umat kita saat ini. Banyak faktor penyebab kegalauan salah satunya kecintaan pada dunia berlebihan. Jika kegalauan terjadi pada kita maka yang perlu kita lakukan adalah berdoa sesuai dengan doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam

Doa Agar Galau Sirna Segera

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ



“Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak dari hamba laki-laki-Mu (Adam) dan anak hamba perempuan-Mu (Hawa). Ubun-ubunku berada di tangan-Mu, keputusanMu selalu berlaku untukku dan Maha Adil takdir-Mu kepadaku. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama yang menjadi milik-Mu, nama yang Engkau sematkan sendiri untuk diri-Mu, atau yang telah Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang telah Engkau ajarka kepada salah seorang diantara hamba-Mu, atau yang telah Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam ilmu gaib yang berada didi-Mu, hendalnya Engkau menjadikan Alquran sebagai penyejuk hatiku, cahaya di dadaku, penghilang kesedihanku dan penyirna kegundahanku.”

(HR. Ahmad no 4318dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no 1822)

Dalam Syarah Hisnul Muslim terjemahan halaman 271-273 menjelaskan mengenai makna kalimat:

Sabda Nabi Shallahu alaihi wa sallam إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ maksudnya adalah untuk menampakkan kerendahan dan ketundukan diri serta mengakui kedudukan dirinya sebagai seorang hamba.
Sedangkan sabda beliau اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ maknanya nama-nama yang tiak diketahui oleh seorangpun selain Allah. Nama-nama ini masih berada dalam ilmu gaib yang hanya diketahui oleh Allah azza wa jalla.
Adapun sabda beliau رَبِيْعَ قَلْبِيْ maksudnya adalah menjadikan Alquran sebagai penetraman dan penyejuk hati dan menjadikannya sebagai musim semi bagi hati. Sebab pada musim semi hati ma**sia akan merasa senang, aia akan senanmg kepadanya , kegundahan dan kesedihannya akan hilang dan akan bersemangat , berseri-seri serta riang gembira.


FAEDAH:

Hadist yang agung ini bersumber dari sahabat mulia Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu. Dalam hadist ini dijelaskan barangsiapa yang ditimpa kesedihan dan kegundahan kemudian mengucapkan doa ini maka Allah akan menghilangkan kesedihan yang menimpanya dan meggantinya dengan kelapangan dan kegembiraan.
Termasuk adab yang diajarkan Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam kepada umatnya sebelum menyampaikan hajatnya adalah hendaknya ia merendahkan diri di hadapan Zat yang Maha Perkasa, lantas memuji dan mengangungkanNya.
Hadits yang mulia ini juga merupakan dalil yang kuat bahwa (Asmaul Husna) nama-nama Allah tidak terbatas dengan bilangan tertentu (99 nama) karena masih ada nama-nama yang dirahasiakan oleh Allah dan tidak diberitahukan kepada selain Nya. (Syarah Lum’atul I’tiqad hal 22)
Nama-nama Allah bersifat tauqifiyah artinya kita tidak boleh menetapkan nama-nam tertentu bagi Allah kecuali harus berdasarkan dari al-quran dan al-hadits yang shahih. Dan barangsiapa yang memberikan nama kepada Allah yang bukan namaNyamaka ia telh berbuat lancang serta berkata tentang Allah tanpa didasari ilmu ((Syarah Lum’atul I’tiqad hal 23)
Masya Allah doa yang indah yang diajarkan oleh lisan yang berakhlak indah. Apalagi di zaman dimana fitnah dunia begitu dekat dengan kita sehingga hati menjadi kosong dan kegalauan dengan mudah menghampiri kita. Yuk kita hafalkan doa indah ini agar galau hilang segera.

18/01/2021

Assalamu'alaikum wr. wb
Saudara/i Seiman, mohon bantuannya ya buat di like/follow halaman Facebook Sekolah Saudara/i kita, sekolah ini baru saja didirikan oleh saudara/i kita yang berprofesi sebagai guru swasta di salah satu daerah perbatasan Jakarta-Depok terkena PHK Masal. Jadi mohon bantuannya sebagai sesama Saudara/i seiman untuk saling membantu & mendukung dalam hal kebaikan. Insyallah Sekolah ini amanah.
Terimakasih bayak atas bantunnya.
Wassalam malaikum wr. Wb

Photos 09/03/2019

Jangan lupa follow ig kami tentang islam

Photos 02/03/2019

Assalamu'alaikum wr.wb
Di hari sabtu ini kami akan berbagi sebuah hadist, Semoga bermanfaat. Dan semoga kita sama sama bisa belajar arti islam yang sebenar-benarnya.
Dan bagi muslimin dan muslimah
Silahkan follow instagram kami Belajar Tentang islam. InsyaAllah kami akan selalu berbagi apa yang telah kami pelajari.

Wassalammualaikum wr.wb

Photos 28/02/2019

Alhamdulillah, BTI kini akan selalu update di instagram, silahkan yang mau follow, insya'allah kami akan selalu update setiap malam.

Photos 24/06/2017
09/06/2017

Tannya Sahabat "Darah Yang Dapat Merusak Puasa"

"Saya ingin bertanya ukuran darah yang keluar dari tubuh ma**sia yang menyebabkan batal puasa. Saya mengalami pecahnya pembuluh darah lewat a**s. Kejadiaan sejak beberapa lama dengan sifat tidak menentu, keluar cairan bercampur darah, banyaknya seukuran kira-kira setengah cangkir."

Semoga anda segera diberikan kesembuhan.

Darah yang keluar disebabkan sakit, maka puasa anda sah dan anda tidak terkena apa-apa meskipun (darah yang keluar) itu banyak. Selagi ia keluar bukan karena perbuatan anda. Batasan atau kreteria darah yang dapat membatalkan puasa adalah sebagai berikut:

Darah yang keluar dari tubuh ma**sia ada dua kondisi,

Pertama, darah keluar karena tindakan orang tersebut dan karena keinginannya. Masalah ini ada perinciannya,

1. Keluar darah karena dibekam, maka hal ini membatalkan (puasa) berdasarkan sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam, “Batallah puasa orang yang membekam dan yang dibekam."

2. Keluar darah bukan karena dibekam seperti mengeluarkan darah dari urat nadi. Kalau (darah yang dikeluarkan berjumlah) banyak sampai berpengaruh terhadap tubuh seseorang, maka hal itu dapat membatalkan (puasa), seperti donor darah. Kalau sedikit, dan tidak berpengaruh terhadap seseorang, maka tidak membatalkan puasa. Seperti mengambil sampel darah (untuk mengetahui jenis darah A atau B), maka hal itu tidak membatalkan puasa.

Kedua, keluar darah tanpa sengaja. Seperti terkena kecelakaan, mimisan atau luka di bagian tubuh mana saja, maka puasanya sah meskipun keluar banyak.

Ini ringkasan dari fatwa Syekh Ibnu Utsaimin, silahkan lihat Fatawa Islamiyah, 2/132.

Akan tetapi kalau darah yang keluar tanpa sengaja itu banyak, sehingga dapat melemahkan jika dia puasa, maka dia dibolehkan berbuka dan mengqadha pengganti hari itu.

Jadi klo kita keluar darah dengan sengaja seperti menggigit kuku jari sampai berdara atau melakukan sesuatu kegiatan yg membahayakan sampai melukai diri sendiri maka puasanya belum batal,kecuali anda menalami musibah seperti sakit/kecelakaan yg benar2 harus dirawat maka batalah puasa anda karna termasukdalam kategori orang yang sakit.

Semoga sedikit penjelasan ini bisa menambah penetahuan kita bersama.

Photos 02/06/2017

MENANGIS MEMBATALKAN PUASA?!?

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat siang dan selamat menjalankan ibadah puasa yang sudah memasuki hari ke 7 bulan ini,di siang jumat yg penuh barokah ini andim BTI(Belajar Tentang Islam) ingin mebahas mengenai menangis saat puasa oke langsung aja deh...
Setiap orang pasti pernah menangis sampai mengeluarkan air mata. Namun, saat itu terjadi seringkali timbul pertanyaan atau pernah dengar dari orang lain yaitu apakah kita boleh menangis bahkan sampai menitikkan air mata padahal kita sedang menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Batal apa tidak ya puasa kita?
Hukum Menangis Ketika sedang Berpuasa
Nah agar tidak penasaran, berikut ini adalah artikel seputar hukum puasa khususnya bagaimana hukum menangis ketika berpuasa Ramadan.

Rasululloh SAW dah menyatakan bahwa HANYA 3 (TIGA) HAL YG MEMBATALKAN PUASA:

1. Makan dengan sengaja
2. Minum dengan sengaja
3. Berhubungan suami istri dengan sengaja

Ketiga hal di atas merupakan hal-hal yg MESTI DIHINDARI agar puasa kita tidak batal (berdasarkan rukun puasa).

Sementara itu, ada p**a ada beberapa perkara lagi yg boleh jadi penyebab terbatalnya puasa, apabila:

1. Murtad, ialah kembali dari agama Islam kepada kekufuran (kafir)
2. Haid
3. Nifas
4. Melahirkan
5. Hilang ingatan/Gila, walaupun hanya sebentar
6. Pengsan
7. Mabuk (minum minuman keras atau zat yg lain) dengan di sengaja
8. Muntah dengan sengaja

Dengan demikian, menangis apapun penyebabnya tidak membatalkan puasa. Tapi apakah bisa mengurangi pahala puasa?, kita lihat dulu menangisnya karena apa
Jika menangisnya karena merenungi dosa dan kesalahan, atau saat berdoa, saat membaca Al-Qur’an atau saat melakukan ibadah yang lain, itu tidak apa-apa. Bahkan dianjurkan.
Menangis karena musibah juga tidak apa-apa asalkan tetap terkontrol tidak sampai meraung-raung, karena ada larangan dari Rasulullah SAW menangis sampai meraung-raung apalagi sampai menyobek-nyobek pakaian.
Tapi jika menangisnya karena marah yang tidak kesampaian atau karena menonton acara TV seperti sinetron, itu yang bisa mengurangi pahala puasa. Sebab, jika kita ingin meraih kesempurnaan ibadah puasa maka kita dianjurkan untuk bisa mengontrol emosi/amarah dan tidak menghabiskan waktu dalam kesia-siaan.

Demikian adalah penjelasan tentang apakah menangis dapat membatalkan puasa. Semoga bermanfaat, Wallohu'alam bissawab.

Want your school to be the top-listed School/college in Salatiga?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Salatiga
85383