Pondok Pesantren Sunan Giri

Pondok Pesantren Sunan Giri

Share

fanspage Fanspage resmi pondok pesantren sunan giri

Photos from Pondok Pesantren Sunan Giri's post 21/01/2026

✨ RANGKAIAN ACARA HAUL MASYAYIKH & HAFLAH MUWADDA’AH AKHIRISSANAH KE-34 ✨

Dengan penuh rasa syukur, Pondok Pesantren Sunan Giri mengundang seluruh santri, alumni, wali santri, serta masyarakat umum untuk menghadiri rangkaian ini.
Semoga menjadi wasilah turunnya keberkahan, mempererat ukhuwah, serta meneladani perjuangan para masyayikh dalam menyiarkan ilmu dan akhlak. 🤲




Photos from Pondok Pesantren Sunan Giri's post 12/01/2026

Dari Pena, Menuju Cahaya. 🕯️📝

​Sedang berlangsung: Imtihan Tsani Tertulis Madrasah Diniyah Sunan Giri (1446-1447 H).

​Bukan tentang siapa yang selesai paling cepat, tapi tentang siapa yang paling teliti dalam menjaga amanah ilmu di atas kertas putih. Semoga Allah memberikan futuh (kelaparan hati dan pikiran) kepada seluruh santri kami.

​Semoga keberkahan menyertai setiap tetesan tinta dan setiap pikiran yang tercurah. 🤲✨

12/01/2026

Mengukir Baris, Mengetuk Pintu Langit 🖋️☁️

​Membaca kitab kuning adalah cara kita berdialog dengan masa lalu untuk membangun masa depan. Di Imtihan Tsani ini, setiap fathah, kasrah, dan dhammah yang kau suarakan adalah doa yang melangit.

​Selamat menempuh ujian Qiraatul Kutub di Madin Sunan Giri 1446-1447 H.

Jaga adabmu terhadap kitab, maka kitab akan membukakan rahasia ilmunya padamu.

Fashahah dalam lisan, Istiqomah dalam berjuang!

11/01/2026

Selamat & Sukses!

​Keluarga Besar Pondok Pesantren Sunan Giri Salatiga mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus H. Abdul Rosyid, M.Pd. sebagai Ketua PC GP Ansor Kota Salatiga Masa Khidmah 2026-2030.

​Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kelancaran, dan keberkahan dalam mengemban amanah ini. Semoga di bawah kepemimpinan beliau, GP Ansor Kota Salatiga semakin maju, solid, dan memberikan manfaat luas bagi umat dan bangsa.

​Amanah, Berkhidmat, Membawa Kemajuan.

Photos from Pondok Pesantren Sunan Giri's post 10/01/2026

"Menjaga lisan dengan hafalan, Menata hati dengan pemahaman." ✨

​Alhamdulillah, sedang berlangsung kegiatan Imtihan Muhafadhah Nadham Madrasah Diniyah Sunan Giri Tahun Ajaran 1446-1447 H.

Satu demi satu bait nadham dilantunkan, sebagai bukti kesungguhan para santri dalam menjaga warisan keilmuan para ulama.

​Bukan sekadar mengejar nilai, tapi tentang bagaimana menanamkan bait-bait penuh hikmah ke dalam sanubari. Mohon doa restu agar para santri diberikan kemudahan, kefasihan, dan keberkahan ilmu. 🤲

09/01/2026

📢 OPEN REGISTRATION: MA PLUS SUNAN GIRI SALATIGA 2026/2027
​Pilih jurusan impianmu:
🔹 IT 🔹 Tahfidz 🔹 Manajemen Bisnis 🔹 Teknik Mesin
​PROMO SPECIAL GELOMBANG 1:
🔥 POTONGAN SPI 60% s.d Januari 2026!
​Daftar sekarang melalui:
🔗 https://bit.ly/ppdbmasg
Info: 085643309811





09/01/2026

Menyiapkan Generasi yang Cerdas Secara Akademik, Tangguh Secara Karakter. 🌟

​Ayah dan Bunda, di era digital yang serba cepat ini, anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar nilai di atas kertas. Mereka butuh fondasi spiritual yang kokoh, nalar kritis yang tajam, dan empati yang tinggi terhadap sesama.

​Kenapa memilih SMP Islam Sunan Giri?
Kami mengintegrasikan kurikulum modern dengan nilai-nilai pesantren untuk mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan zaman:

​🔬 Nalar Kritis: Melalui Kelas Sains dan Riset, siswa diajak untuk berinovasi dan berpikir solutif.

​📖 Spiritualitas: Kelas Tahfidz dan Literasi Kitab Kuning menjadi napas harian untuk menjaga kedekatan dengan Al-Qur'an dan tradisi keilmuan Islam.

​💻 Kecakapan Masa Depan: Pembekalan melalui Kelas Informasi dan Teknologi agar mereka tidak hanya menjadi penonton di era digital.

​❤️ Humanis: Penanaman nilai Empati sebagai pilar utama dalam bersosialisasi dan bermasyarakat.

​⚠️ JANGAN LEWATKAN GELOMBANG 1!
Pendaftaran Gelombang 1 berlangsung mulai Januari hingga Maret 2026. Amankan kuota untuk putra-putri tercinta sekarang juga.

​Cara Bergabung:
​Siapkan berkas (Akta, KK, Foto 3x4, & Rapor).
​Isi formulir secara online melalui link:
🔗 https://bit.ly/ppdbsmpisunangiri

​Butuh bantuan atau ingin tanya-tanya?
Hubungi kami di:
📞 Bp. Wawan Hidayat: 0851 5651 4042
📞 Bp. Pitoyo: 0856 4109 0353

​Bersama SMP Islam Sunan Giri, kita wujudkan generasi yang Unggul, Beradab, dan Berwawasan Global.

08/01/2026

Mengetuk pintu langit, memohon ridho Sang Ilahi. ✨
​Alhamdulillah, hari ini keluarga besar Madrasah Diniyah Sunan Giri melaksanakan agenda Mujahadah & Pembekalan Imtihan Tsani Tahun Ajaran 1446-1447 H.
​Bukan sekadar ujian di atas kertas, Imtihan adalah momentum untuk mengukur sejauh mana ilmu telah tertanam di dalam dada. Melalui mujahadah ini, kita bersimpuh memohon agar para santri diberikan ketenangan hati, ketajaman berpikir, dan keberkahan dalam menjawab setiap soal.
​Sebab, ilmu tanpa riyadhoh bagaikan pohon tanpa buah. Semoga Allah SWT memudahkan langkah para santri dalam menempuh ujian nanti. Amin. 🤲

Photos from Pondok Pesantren Sunan Giri's post 31/01/2025

Panggung Gembira Dalam Rangka Pra Haflah Muwaddaah Pondok Pesantren Sunan Giri ke-33

04/01/2025

*Manaqib Al Maghfurlah Romo KH. Muslimin Al Asy’ari*
Pengasuh PP. Sunan Giri Salatiga

*“Santri iku Luwesan, Nangomah nak golek Rizqi Ojo Gengsinan, senajan golek Rizqi kanti nandur lombok, sledri lan onclang”*
Santri itu pantas untuk apa saja, ketika dirumah mencari rizqi jangan gengsian, walaupun rizqinya didapat dari menanam lombok, seledri dan daun bawang.

Begitulah pesan dawuh Romo Yai dalam suatu kesempatan kepada santri…

Romo KH. Muslimin Al Asy’ari merupakan sosok yang apa adanya, entengan dan bisa menempatkan dirinya dimana saja.

Abah Limin panggilan akrabnya…, beliau yang hanya lulusan sekolah dasar dikenal luwes untuk bergaul dengan seseorang yang mungkin secara akademisi jauh diatas beliau.
Beliau tidak canggung untuk berkawan dengan siapapun, baik itu pejabat, petani, kyai maupun orang pasar.

Pernah diceritakan dari sahabat beliau..
“Abahmu kui koncone uakeh, yo enek pejabat, yo enek Bos, yo enek Kyai, yo enek Petani, yo enek wong pasar, yo konco kaji. Tapi abahmu tetep kumpul lan ngumpuli”.
—————————————-

Mbah Limin juga merupakan sosok Yai yang tidak Gengsinan apalagi dalam mencari nafkah (Pekerjaan) untuk keluarga beliau asalkan halalan Toyyibah.
Berbagai pekerjaan sudah pernah beliau kerjakan mulai dari jadi petani, Berjualan di Pasar, Pemborong buah kelengkeng hingga Jual Beli tanah.

Putra beliau bercerita :
“Abah pas aku cilek kui yo pernah mitili Klengkeng, matun nang sawah, yo pernah dodolan nang pasar barang. Bahkan enek wali santri seng delalah tuku bumbon nang pasar ora ngerti nak seng ngedoli kui abah, tapi abah yo tetep santai ngedoli ora gengsi”.

Contoh simple inilah yang mungkin dapat kita tiru, walaupun status kita tinggi derajatnya, namun jangan ada gengsi dalam melakukan apapun asalkan itu halal dan dibenarkan.
————————————

Ketidak Gengsian beliau juga diperlihatkan ketika beliau melakukan sesuatu yang mungkin menurut orang biasa dianggap malu jika melakukanya.

Pernah suatu ketika mbah limin itu mengambil kardus bekas snack di suatu acara untuk dibawa pulang karena dianggap masih bagus untuk acara beliau di rumah.
Putri beliau bercerita :
“Abah niku nate pas acara wonten IPHI trus pas acara rampung, kerdus snack seng taseh sae dijipuki piyambak lan dilumpukne ajeng damel acara manasik teng griyo, bahkan do di sawang kalian di paido tiyang njeh teko mendel mawon kaleh mendeti”.
Subhanallah….mungkin Abah berfikir daripada mubadzir tidak terpakai dan mungkin juga untuk menghemat Butget acara dirumah beliau…..
————————————-

Mbah limin juga tidak gengsinan ketika beliau mau mengambilkan minuman, menghidangkan makanan, memasak lahk untuk dihidangkan kepada para tamu yang berkunjung di ndalem beliau.

Pernah ada cerita bahwa, abah waktu itu ada tamu wali santri dan santri satu mobil yang sowan kepada beliau. Karena dindalem beliau sepi dan kang santri juga mbak santri yang piket belum datang, akhirnya beliau membuat minuman teg sendiri dan dituangkang sendiri hingga menyuguhkanya.
Beliu juga memasak telur dadar untuk dihidangkan sebagai lauk makan para tamu, karena sudah menjadi kebiasaan abah selalu meminta setiap tamu yang datang untuk makan.

Putra beliau bercerita :
“Abah kui sering ndamel unjukan kiyambak, golekke lawuh, nyediakne toplesan kanggo tamu seng sowan ndakem. Malah kadang toples teko dibukak disodorke nang kabeh tamu ben do dahar jajan seng disuguhne”.

Betapa santai dan tidak gengsian beliau, hingga beliau sesosok kyai pun mau “ngladeni” tamu walaupun tamu tersebut adalah santrinya.
———————————-

Putri beliau juga bercerita tentang kisah abah yang sederhana, luwes dan tidak gengsinan…
Putri beliau bercerita bahwa :
“Waktu ndamelaken griyo mbak, Abah sering ngrencangi pak tukang untuk sekedar ngobrol dan ngladeni teh atau kopi ...
Waktu menggali sapiteng pak tukang yg menggali, Abah ikut narik tanah nya pakai timbo.
Abah ketika Meminta tolong kang santri untuk Roan bersih bersih sambil menunggu, juga ikut Andil dan sesekali mengajak bercanda.”

Cara abah dalam bergaul sungguh unik dan santai tidak gengsian jika melihat backgraound beliau sebagi salah satu pengasuh pondok pesantren.
———————————-

Begitulah sedikit cerita manaqib tentang abah, tentu masih banyak cerita yang bisa dijadikan teladan khususnya untuk dijadikan contoh putro wayah beliau.
Semoga Al Maghfurlah Romo KH. Muslimin Al Asy’ari mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah…
Dan semoga Putro Wayah beliau dapat meneruskan perjuangan dan mencontoh tauladan baik yang diajarkan beliau…

Amin…🤲🤲🤲🤲

Kagem Romo KH. Muslimin Al Asy’ari..Lahul Fatihah….

04/11/2024

*Manaqib Al Maghfurlah Romo KH. Muslimin Al Asy’ari*
Pengasuh PP. Sunan Giri Salatiga

Keistiqomahan beliau dalam beribadah dan juga mengaji tidak dapat diragukan lagi…

Romo Yai Muslimin..
Sosok Kyai yang Kalem dan santai ketika ngaji dihadapan para santri..
Sosok Kyai yang kerap kali sembari bercanda ketika sedang mentasawwurkan materi dikala sedang mengaji…

Yai Muslimin…
Tidak pernah memaksa santrinya untuk Pintar ataupun ‘Alim…
Namun beliau hanya meminta santrinya untuk terus mengaji, sembari tirakat semampunya para santri…

Kang Mustaqim…
Salah satu santri pernah menceritakan tentang kisahnya bersama Romo Yai Muslimin. Kang taqim berkata :
“Kula riyin pas anyaran Ting pondok dilalah pas siyam Abah Limin kok ngertos, Abah dawuh, "isih cilik Ojo posho sing aneh aneh S*k, Yen meh posho sesuk yen wes Gedhe , sekki ditenanani Leh ngaji, sing sregep..”
"Abah selalu menyesuaikan taraf kemampuan santri sesuai fasenya."
…………………….

Diceritakan dari Putra beliau,
Romo Yai Muslimin pernah menceritakan pengalaman beliau disaat diminta mengaji kitab ketika masih mondok yang mungkin beliau sendiri menganggap belum begitu menguasai.
Namun karena beliau sendiko dawuh dengan gurunya, beliaupun Bismillah kerso maos kitab tersebut. Beliau ngendiko:
“Aku mbiyen tau kon moco kitab gedi karo mbahe (Mbah Fadhil), Jane aku arep emoh mergo durung paham, tapi mergo mbahe ngendikan “wes bismillah”, akhire teko tak woco, delalah kok yo isoh.”

Setelah beliau pulang, dan akhirnya ada beberapa santri yang mengaji kepada beliau, Romo Yai pun selalu bismillah membacakan kitab apapun yang diminta.
Romo Yai Ngendikan :
“Aku ki nak kon moco kitab opo wae, ora lali fatihah kanggo mbahe (Guru-guru beliau yang kebetulan masih keluarga), delalah kok yo isoh moco”.
…………………………..

Dalam perjalanan mondoknya, Romo Yai dikenal sebagai santri yang tidak mampu, tidak punya apa apa bahkan makan saja masih sering kali numpang di rumah saudara beliau yang kebetulan menjadi Dzuriyyah.
Salah satu dari dzuriyyah bercerita kepada putra Yai Muslimin bahwa :
“Pakmu kui nang pondok kui nak mangan yo kadang nang kene, kadang nangkono, kadang nggone dulure seng kono. Wong pakmu ki jaman mondok mlarat, biasane ewang-ewang kene trus bar kui tak kon madang”.

Kemudian putra beliau bertanya:
“Abah niku ndak ngrokok mbah? ndak njeh ahli tirakat?”

kemudian dijawab:
“Ra nduwe duit kok arep ngrokok, Tirakate pakmu yo mergo rekosone le nggolek ngelmu nang pondok, sampek direwangi ngewangi dodolane mbah yai, macul, ngliwetke cah pondok, gur ben isoh mangan. kitabe pakmu we kadang le nukokne yo aku, yo dulur kono barang, yo mbah fadhil barang, wong ra nduwe duit ge tuku kitab”.

Putri Yai Muslimin juga bercerta:
“Paklek YAI fathur wekdal ngaos romadhon sekitar tahun 2005 Nate ngendikan ...
Kang limin Niku menawi bapak kulo (Simbah YAI tohir) ngaos tukang madosaken kitab kitab engkang Bade Damel ngaos bapak .Tumbas e teng toko harum. Kitab anyar kosongan . Mangkih nek bapak ngaos kok enten lembaran kitab engkang taseh gandeng bapak nimbali kang limin...
*Jupukno silet / pemes kang limin ,Iki kitab e ijek gandeng*
…………………….

Cerita tentang perjuangan Romo Yai Muslimin dalam menuntut Ilmu juga diceritakan oleh Putri beliau :
“Abah ki mbiyen kadang nak wayah ngaji ki ijek nang pasar ngewangi ngedolke dodolane mbahe (Guru Yai Muslimin), akhire sangger jam 12 bengi abah ditimbali mbahe ngaji berdua privat mergo mau ora melu ngaji.”
……………………..

Keistiqomahan Romo Yai Muslimin dalam mengaji, mengajarkan Kitab kuning kepada para santri sangat dirasakan sampai beliau menjelang Wafat…

Pada satu tahun terahir beliau sebelum wafat, pasca beliau Gerah (sakit), beliau masih mengajar dikelas Aliyyah Madrasah Sunan Giri.
Beliau juga masih Mbalah (membacakan kitab kuning) satu hari 3 kitab pada Pagi hari, Waktu dluha dan Sore hari.

Dalam keadaan sakit yang semakin parah, dua hari sebelum beliau dirujuk ke RS puj beliau masih membacakan kitab dengan memakai kursi roda.
Dengan suara pelan seakan beliau seperti menahan rasa sakit, beliau tetap berusaha membacakan kitab kepada para santri menjelang beliau di bawa ke Rumah Sakit.
Dua hari kemudian beliau dibawa ke RS dan ngaji sementara di badali oleh putra dan putri beliau…kemudian setalah 4 hari di RS, beliau dipanggil Oleh Allah Swt.
………………….

Masih banyak lagi manaqib beliau Romo Yai Muslimin Al Asy’ari tentang betapa Istiqomahnya beliau dalam mengajarkan Ilmu, dan tentang susahnya beliau sebagai tirakat dalam mencari Ilmu.

Semua itu tentu menjadi suri tauladan bagi kami, para putro wayah Romo Yai, Para santri, dan untuk kita semua….

Semoga, amal baik beliau selma di dunia ini, menjadikan kebahagiaan beliau di akhirat..
dan semoga, ilmu yang Romo Yai Berikan, menjadi manfaat kepada kita semua, agar pahala selalu mengalir kepada beliau Romo Yai Muslimin Al Asy’ari…

Amin….

🤲🤲🤲🤲

Want your school to be the top-listed School/college in Salatiga?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Jalan Argowilis No 15-16 Krasak, Ledok, Argomulyo, Kita Salatiga
Salatiga