24/08/2022
Kelompok orang muda (youth) di Indonesia saat ini menempati kelompok usia terbesar dalam total populasi di Indonesia. Tidak terkecuali di Kawasan Indonesia Timur. Seringkali disebut sebagai generasi milenial atau yang lebih muda lagi adalah generasi Z, generasi ini memiliki tantangan berbeda dengan tantangan yang dihadapi generasi sebelumnya.
Kondisi kawasan Indonesia Timur yang tertinggal dalam berbagai bidang (pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, konektivitas infrastruktur transportasi dan komunikasi, dll) membawa implikasi besar pada orang muda di kawasan ini. Posisi masyarakat yang berada di periferi atau pinggiran membuat orang mudanya membangun dan memiliki persepsi diri tentang identitas mereka, serta imajinasi tentang identitas mereka dalam dunia nasional dan global yang khas atau unik.
Perlu dipahami bahwa orang muda adalah kunci dari pembangunan dan masa depan kawasan Indonesia Timur. Identitas seperti apa yang mereka bayangkan tentang dirinya, tentang kelompok masyarakatnya, dan imajinasi apa yang mereka miliki dan upayakan dalam berbagai bentuk inisiatif lokal yang ditujukan untuk memajukan dan membangun kawasan Indonesia Timur dengan perspektif alternatif.
Terakhir yang juga penting adalah kita perlu mendiskusikan bagaimana emansipasi di kalangan orang muda di kawasan Indonesia Timur ini bisa berjalan. Tentunya, emansipasi yang dimaksud disini adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk memberikan hak yang sepantasnya kepada seseorang atau sekelompok orang yang sebelumnya telah dirampas atau diabaikan karena satu dan berbagai sebab. Emansipasi dalam konteks post-kolonialis yang merupakan bentuk-bentuk pembebasan yang bersumbu pada sumber daya yang ada di dalam diri dan kelompoknya (meski dalam serba keterbatasan) dan bagaimana orang muda di kawasan ini berkolaborasi dengan orang lain di luar diri dan kelompoknya.
Untuk tujuan itu, Seri Webinar Pembangunan Kawasan Indonesia Timur Seri bulan Agustus 2022 ini akan membawa tema: Orang Muda di Kawasan Indonesia Timur: Identitas, Imajinasi, dan Emansipasi. Webinar kali ini akan membahas secara berbagai persepsi langsung dari orang muda di kawasan Indonesia Timur tentang berbagai permasalahan, solusi, dan inisiatif-inisiatif lokal yang digagas oleh orang muda untuk memajukan wilayahnya.
Seri Webinar Pembangunan Kawasan Indonesia Timur Seri bulan Agustus 2022 ini akan membawa tema: Orang Muda di Kawasan Indonesia Timur: Identitas, Imajinasi, dan Emansipasi. Webinar kali ini akan membahas secara berbagai persepsi langsung dari orang muda di kawasan Indonesia Timur tentang berbagai permasalahan, solusi, dan inisiatif-inisiatif lokal yang digagas oleh orang muda untuk memajukan wilayahnya.
Kelompok orang muda (youth) di Indonesia saat ini menempati kelompok usia terbesar dalam total populasi di Indonesia. Tidak terkecuali di Kawasan Indonesia Timur. Seringkali disebut sebagai generasi milenial atau yang lebih muda lagi adalah generasi Z, generasi ini memiliki tantangan berbeda dengan tantangan yang dihadapi generasi sebelumnya.
Kondisi kawasan Indonesia Timur yang tertinggal dalam berbagai bidang (pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, konektivitas infrastruktur transportasi dan komunikasi, dll) membawa implikasi besar pada orang muda di kawasan ini. Posisi masyarakat yang berada di periferi atau pinggiran membuat orang mudanya membangun dan memiliki persepsi diri tentang identitas mereka, serta imajinasi tentang identitas mereka dalam dunia nasional dan global yang khas atau unik.
Perlu dipahami bahwa orang muda adalah kunci dari pembangunan dan masa depan kawasan Indonesia Timur. Identitas seperti apa yang mereka bayangkan tentang dirinya, tentang kelompok masyarakatnya, dan imajinasi apa yang mereka miliki dan upayakan dalam berbagai bentuk inisiatif lokal yang ditujukan untuk memajukan dan membangun kawasan Indonesia Timur dengan perspektif alternatif.
Terakhir yang juga penting adalah kita perlu mendiskusikan bagaimana emansipasi di kalangan orang muda di kawasan Indonesia Timur ini bisa berjalan. Tentunya, emansipasi yang dimaksud disini adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk memberikan hak yang sepantasnya kepada seseorang atau sekelompok orang yang sebelumnya telah dirampas atau diabaikan karena satu dan berbagai sebab. Emansipasi dalam konteks post-kolonialis yang merupakan bentuk-bentuk pembebasan yang bersumbu pada sumber daya yang ada di dalam diri dan kelompoknya (meski dalam serba keterbatasan) dan bagaimana orang muda di kawasan ini berkolaborasi dengan orang lain di luar diri dan kelompoknya