Seputar Geografi

Seputar Geografi

Share

Website berisi informasi seputar geografi baik fisik maupun sosial serta penerapannya untuk kehidupan sehari-hari

Kawasan Metropolitan Medan Raya (Mebidangro) 20/03/2025

Kawasan metropolitan Mebidangro merupakan singkatan dari Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Karo. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kawasan metropolitan yang terdiri atas Kota Medan dan kabupaten/kota yang mengelilinginya. Kawasan metropolitan ini memiliki peran strategis dalam perekonomian Provinsi Sumatra Utara karena menjadi pusat aktivitas industri, perdagangan, dan jasa. Baca juga : Daftar Wilayah Metropolitan di Indonesia - Seputar Geografi…...

Kawasan Metropolitan Medan Raya (Mebidangro) Kawasan metropolitan Mebidangro merupakan singkatan dari Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Karo. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kawasan metropolitan yang te…

Sebaran PLTU di Indonesia (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) 17/09/2024

Sebaran PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di Indonesia tersebar di hampir semua p**au besar. Ini mencerminkan kebutuhan energi yang semakin meningkat di seluruh wilayah. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral kurang lebih ada 253 PLTU di Indonesia, distribusi ini menjadi tulang punggung penyediaan listrik di berbagai daerah. Namun, karakteristik setiap p**au menunjukkan variasi dalam skala dan kapasitas pembangkit listrik tersebut.

Baca juga : Batubara di Indonesia : Pengertian, Jenis, dan Sebarannya

A. Distribusi Keterjangkauan Lokasi PLTU di Indonesia

Pulau Sumatra dan Kalimantan, yang kaya akan sumber daya alam seperti batu bara, memiliki lebih banyak PLTU dibandingkan dengan p**au-p**au lainnya. Pembangunan PLTU di kedua p**au ini umumnya dekat dengan pusat-pusat produksi batu bara, meminimalkan biaya transportasi bahan bakar. Sebagai contoh, PLTU di Tanjung Enim dan Tanjung Lalang di Sumatra didirikan tidak jauh dari tambang batu bara, menjadikan efisiensi sebagai prioritas utama.

Baca juga : Potensi dan Peta Sebaran Bahan Tambang di Indonesia

Di luar Sumatra dan Kalimantan, PLTU lebih sering dibangun di daerah pesisir. Lokasi pesisir dipilih karena lebih mudah diakses oleh kapal pengangkut batu bara, yang merupakan sumber utama bahan bakar untuk pembangkit ini. Sebagai contoh, di Pulau Jawa, PLTU besar seperti PLTU Suralaya dan PLTU Paiton terletak di dekat pelabuhan, sehingga memudahkan distribusi bahan bakar. Begitu p**a di Bali dan Nusa Tenggara, PLTU seperti Celukan Bawang dan PLTU Timor-1 juga berada di kawasan pesisir untuk mempermudah logistik batu bara dari luar p**au.

Pembangunan PLTU di daerah pesisir juga mempertimbangkan faktor lingkungan dan kebutuhan akan air laut sebagai pendingin turbin. Ini mengurangi kebutuhan akan air tawar yang langka di beberapa wilayah. Namun, pilihan lokasi di pesisir sering kali juga menghadirkan tantangan tersendiri, seperti risiko abrasi pantai dan dampak lingkungan lainnya yang perlu diperhatikan dengan seksama dalam jangka panjang.

Baca juga : Peta Geologi dan Kelengkapan Informasinya

B. Faktor yang Memengaurhi Keterdapatan PLTU di Indonesia

Indonesia memiliki banyak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) karena beberapa alasan utama yang berkaitan dengan ketersediaan sumber daya, biaya, dan kebutuhan energi nasional. Namun, penggunaan PLTU ini juga membawa dampak yang signifikan, baik positif maupun negatif. Berikut adalah alasan mengapa Indonesia banyak membangun PLTU serta dampaknya:

Tenaga Geologi : Endogen dan Eksogen

*

Ketersediaan Sumber Daya Batu Bara yang Melimpah

Indonesia merupakan salah satu produsen dan eksportir batu bara terbesar di dunia. Dengan cadangan batu bara yang melimpah, batu bara menjadi pilihan yang ekonomis dan mudah diakses sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik. PLTU menggunakan batu bara sebagai bahan bakar utama, sehingga pembangunan PLTU di Indonesia sangat sesuai dengan sumber daya alam yang dimiliki.

*

Biaya Pembangunan dan Operasi yang Relatif Murah

Pembangunan PLTU memerlukan investasi yang lebih rendah dibandingkan pembangkit listrik dengan teknologi energi terbarukan seperti tenaga surya atau angin. Selain itu, biaya operasi PLTU juga cenderung lebih murah karena harga batu bara yang relatif stabil dan terjangkau di pasar domestik.

Baca juga : Potensi, Contoh, dan Perbedaan Energi Baru dan Terbarukan di Indonesia

Pembangunan PLTU memerlukan investasi lebih rendah dibandingkan pembangkit energi terbarukan seperti tenaga surya atau angin. Biaya pembangunan PLTU berkisar antara USD 1 juta hingga USD 2 juta per MW, lebih murah dibandingkan pembangkit surya atau angin yang bisa mencapai USD 2 juta hingga USD 3 juta per MW. Batu bara yang melimpah dan murah di Indonesia, dengan harga sekitar USD 60-100 per ton, membuat biaya produksi listrik PLTU lebih rendah, sekitar USD 50-80 per MWh. Teknologi PLTU juga stabil dan memerlukan biaya perawatan yang mudah diprediksi.

Source : https://en.wikipedia.org/wiki/Thermal_power_station

*

Kebutuhan Energi yang Terus Meningkat

Sebagai negara berkembang dengan pop**asi yang besar, kebutuhan listrik di Indonesia terus meningkat, terutama di sektor industri dan rumah tangga. PLTU dianggap sebagai solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan energi dalam skala besar, terutama di wilayah yang masih kekurangan pasokan listrik.

*

Stabilitas Pasokan Energi

PLTU mampu beroperasi secara terus-menerus untuk menghasilkan listrik dalam jumlah besar, yang membuatnya lebih andal dalam memberikan pasokan listrik stabil dibandingkan dengan pembangkit energi terbarukan yang kadang tergantung pada kondisi cuaca.

Sebaran PLTU di Indonesia (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Sebaran PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di Indonesia tersebar di hampir semua p**au besar. Ini mencerminkan kebutuhan energi yang sem...

Sebaran PLTA di Indonesia (Pembangkit Listrik Tenaga Air) 10/09/2024

PLTA Sempor Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah

Sebaran Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Indonesia tergolong cukup tinggi. Beberapa faktor yang ikut mendukungnya salah satunya karena faktor iklim. Iklim di Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi sepanjang tahun terutama pegunungan dan perbukitan sebagai sumber utamanya sebuah aliran sungai. Debit aliran sungai yang memiliki karakteristik stabil dan kuat dapat mendukung pengoperasian PLTA karena pada penggerak pembangkit listrik ini adalah air.

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah fasilitas yang memanfaatkan energi kinetik dari aliran air untuk menghasilkan listrik. Air yang mengalir dari ketinggian tertentu menggerakkan turbin, yang kemudian menggerakkan generator untuk memproduksi energi listrik.

Disamping itu, wilayah Indonesia memiliki ciri geografis yang kaya akan sungai besar, antara lain Sungai Mahakam, Sungai Musi, dan Sungai Asahan, sehingga memiliki kemampuan yang sangat besar untuk pembangunan PLTA.

(Baca juga: Potensi, Contoh, dan Perbedaan Energi Baru dan Terbarukan di Indonesia)

Secara umum daerah-daerah di Indonesia terutama daerah-daerah di p**au-p**au besar dapat dikatakan memiliki kemampuan cukup tinggi untuk dibangun pembangkit listrik tenaga air.

A. Faktor - Faktor yang mendukung Pemanfaatan PLTA di Indonesia

Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Air di Indonesia didukung oleh berbagai faktor, yaitu:

*

Iklim Tropis dengan Curah Hujan Tinggi

Indonesia memiliki iklim tropis dengan tingkat curah hujan yang tinggi, terutama pada daerah pegunungan. Hal ini tercipta menjadi sumber air yang stabil dan sangat mendukung-operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Curah hujan yang konsisten menjaga aliran sungai tetap stabil sehingga memungkinkan pembangkit listrik bisa beroperasi secara berkelanjutan.
(Baca juga : Tantangan Penerapan Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk Mengatasi Masalah Lingkungan)
*

Ketersediaan Sungai dan Danau Besar

Indonesia memiliki sungai-sungai besar seperti Sungai Mahakam, Sungai Musi, dan Sungai Asahan. Ia juga memiliki danau-danau besar seperti Danau Toba sehingga bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya air untuk PLTA. Tahukah Anda, lokasi-lokasi potensial untuk pembangunan PLTA banyak terletak di beberapa wilayah di Indonesia ini yang kaya akan sumber air tersebut.
*

Topografi yang Mendukung

Wilayah pegunungan, perbukitan oleh Indonesia menyediakan ketinggian yang ideal untuk memanfaatkan energi gravitasi dari air. Air mengalir dari ketinggian yang dan memiliki energi potensial signifikan dapat digunakan untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik.

(Baca juga: Proses dan Klasifikasi Hujan yang Terjadi di Indonesia)

B. Sebaran Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Indonesia

Distribusi PLTA di Indonesia tidak merata di antara p**au-p**au utama. Pulau Jawa mendominasi dari segi kapasitas total PLTA, dengan PLTA Cirata (1.000 MW) dan Saguling (700 MW) yang memberikan kontribusi besar terhadap pasokan listrik di Jawa. Pulau Sumatra juga memiliki banyak PLTA dengan kapasitas besar, namun sebarannya lebih merata di berbagai provinsi. Sumatra memanfaatkan sungai-sungai besar seperti di PLTA Batang Toru (510 MW) dan Sigura-gura (120 MW).

Pulau Kalimantan memiliki beberapa proyek PLTA besar seperti Kayan (900 MW) dan Riam Kanan (105 MW), namun jumlah PLTA di wilayah ini lebih sedikit dibandingkan Sumatra dan Jawa. Sulawesi memiliki potensi besar dengan PLTA Bakaru (400 MW), Poso-2 (395 MW), dan Larona (160 MW). Sementara itu, Papua memiliki PLTA yang lebih terbatas seperti Baliem Valley (100 MW), tetapi masih berpotensi untuk pengembangan lebih lanjut.

Bali dan Nusa Tenggara tidak memiliki PLTA yang tercatat dalam data ini, yang menunjukkan bahwa mereka mungkin lebih bergantung pada sumber energi lain seperti tenaga surya atau diesel.

*

Sebaran Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sumatera

Sebaran Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sumatera adalah salah satu p**au dengan potensi PLTA terbesar di Indonesia, karena memiliki banyak sungai besar seperti Sungai Asahan dan Sungai Musi. PLTA Asahan merupakan salah satu proyek terbesar di p**au ini, memanfaatkan aliran Sungai Asahan yang berasal dari Danau Toba. PLTA besar seperti Batang Toru (510 MW), Sigura-gura (120 MW), dan Simarboru (510 MW) berkontribusi signifikan terhadap kapasitas listrik wilayah ini.
(Baca juga : Pemanfaatan Sumber Daya Air di Lingkungan)
*

Sebaran Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Jawa

Sebaran Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Jawa, meskipun memiliki pop**asi padat, juga memiliki potensi PLTA yang signifikan. Cirata (1.000 MW) dan Saguling (700 MW), dan PLTA Jatiluhur (150 MW) di Jawa Barat adalah contoh pembangkit listrik besar yang memanfaatkan potensi air dari sungai-sungai di kawasan ini. Kebutuhan energi yang besar di Jawa membuat PLTA menjadi salah satu solusi penting dalam memenuhi permintaan listrik.
*

Sebaran Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kalimantan

Sebaran Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kalimantan memiliki banyak sungai besar seperti Sungai Mahakam yang dimanfaatkan untuk proyek PLTA. Wilayah ini memiliki potensi besar untuk pengembangan energi air, meskipun infrastrukturnya masih dalam tahap pengembangan. Beberapa proyek PLTA di Kalimantan seperti Kayan (900 MW) dan Riam Kanan (105 MW) dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik lokal dan juga untuk mendukung pengembangan kawasan industri di masa depan.
*

Sebaran Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sulawesi

Sebaran Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sulawesi juga memiliki topografi yang mendukung pembangunan PLTA, terutama di wilayah pegunungan dan sungai-sungai besar seperti Sungai Larona.Bakaru (400 MW), Poso-2 (395 MW), dan Larona (160 MW) adalah salah satu proyek besar yang menyediakan energi untuk kawasan industri di sekitarnya.
(Baca juga : Pola Aliran Sungai dan Berbagai Contohnya di Indonesia)
*

Sebaran Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Papua

Sebaran Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Papua, dengan kondisi geografisnya yang kaya akan sumber daya air, memiliki potensi besar untuk pengembangan PLTA. Salah satunya PLTA Orya di Sentosa, Kec. Unurum Guay, Kabupaten Jayapura, Papua

C. Ketinggian Jatuh (Head) dan Debit Minimum untuk membangun PLTA?

Dibutuhkan indikator-indikator yang sesuai untuk merencakan PLTA secara komersial. Biasanya pada sistem mikrohidro dengan kepala rendah (low-head), diperlukan ketinggian jatuh air minimal 2 meter dan debit rata-rata 2,07 m³/detik. Sebagai gambaran, ini setara dengan sungai kecil yang memiliki lebar sekitar 7 meter dan kedalaman 1 meter di bagian tengahnya.Sedangkan lokasi dengan ketinggian jatuh air 25 meter, debit yang diperlukan jauh lebih kecil, yaitu sekitar 166 liter/detik. Sungai di lokasi ini biasanya berukuran lebih kecil, dengan lebar 2-3 meter dan kedalaman sekitar 400 mm di bagian tengah.

(Baca juga : Koefisien Limpasan (Nilai C Debit))

Secara teknis, pengembangan lokasi pembangkit listrik tenaga air dengan daya keluaran yang lebih kecil memang mungkin dilakukan, tetapi tantangan ekonominya semakin besar, terutama untuk lokasi dengan kepala rendah. Jika ketinggian jatuh air turun hingga 1,5 meter, umumnya sulit untuk mendapatkan keuntungan, meskipun secara teknis situs tersebut masih dapat dikembangkan dengan teknologi, seperti sekrup Archimedes atau kincir air modern.

Tabel di bawah ini menunjukkan kebutuhan debit rata-rata untuk berbagai ketinggian jatuh air (head) dari 2 hingga 100 meter, dengan kapasitas daya maksimum 100, 50, 25, 10, dan 5 kW. Kapasitas 25 kW

tg {border-collapse:collapse;border-color: ;border-spacing:0;}
tg td{background-color: ;border-color: ;border-style:solid;border-width:1px;color: #669;
font-family:Arial, sans-serif;font-size:14px;overflow:hidden;padding:10px 5px;word-break:normal;}
tg th{background-color: ;border-color: ;border-style:solid;border-width:1px;color: #039;
font-family:Arial, sans-serif;font-size:14px;font-weight:normal;overflow:hidden;padding:10px 5px;word-break:normal;}
tg .tg-d8bn{color: #000000;font-family:"Trebuchet MS", Helvetica, sans-serif !important;font-weight:bold;text-align:left;
vertical-align:top}
tg .tg-bjty{color: #000000;font-family:"Trebuchet MS", Helvetica, sans-serif !important;text-align:center;vertical-align:top}
tg .tg-encb{color: #000000;font-family:"Trebuchet MS", Helvetica, sans-serif !important;font-weight:bold;text-align:center;
vertical-align:top}
tg .tg-13m4{color: #000000;font-family:"Trebuchet MS", Helvetica, sans-serif !important;text-align:left;vertical-align:top}
tg .tg-hir3{background-color: ;color: #000000;font-family:"Trebuchet MS", Helvetica, sans-serif !important;text-align:center;
vertical-align:top}

Maksimum Daya yang dihasilkan (kW)

5

10

25

50

100

Head (m)

Debit Minimum (m3/sec)

2

0,340

0,680

1,699

3,398

6,796

5

0,136

0,272

0,680

1,359

2,718

10

0,068

0,136

0,340

0,680

1,359

50

0,014

0,027

0,070

0,136

0,272

100

0,006

0,014

0,034

0,068

0,136

(Sumber: https://renewablesfirst.co.uk/)

Sebaran PLTA di Indonesia (Pembangkit Listrik Tenaga Air) PLTA Sempor Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah Sebaran Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Indonesia tergolong cukup tinggi. Beberapa fakto...

Loker Geografi : Editor Geografi 21/07/2024

PT. Intan Pariwara Group

Membuka Lowongan

Editor Geografi

Seiring
dengan perkembangan teknologi, website dan media sosial menjadi
platform yang populer untuk mencari informasi tentang lowongan
pekerjaan. Website seputargeografi.com hadir sebagai sumber informasi
yang dapat memudahkan pencari kerja dalam menemukan lowongan pekerjaan
yang sesuai dengan keahlian dan minat mereka dalam bidang geografi.

Melalui
website ini, para pengguna dapat mengakses informasi terkini
mengenai
lowongan pekerjaan, termasuk diantaranya lowongan dari PT. Intan Pariwara Group. Suatu perusahaan yang bergerak di bidang penerbitan buku pendidikan.

Sebagai seorang Editor Geografi biasanya memiliki tanggung jawab utama
dalam penulisa, memahami teori, dan metodologi pembelajaran, serta memiliki kemampuan mengorganisasi informasi dan materi pelajaran secara sistematis.

Tugas
mereka menulis buku untuk pelajaran sekolah dari rumpun atau ilmu terkait, mengoreksi konten materi yang ada pada buku, serta merinci materi-materi dari peraturan pemerintah yang sedang berlaku

PT. Intan Pariwara Group sedang mencari kandidat terbaik untuk posisi!

*

Editor Geografi

Ringkasan

* Tingkat Pendidikan : Sarjana (S1) dalam Jurusan S1 Geografi /S1 Pendidikan Geografi
* Gender : Pria/Wanita
* Status Kerja : -
* Besaran Gaji : Kompetitif
* Lokasi Kerja : Klaten

Kualifikasi

* Pendidikan Sarjana (S1) dalam Jurusan S1 Geografi /S1 Pendidikan Geografi
* Bisa bekerja secara individu maupun tim, teliti, jujur, bisa mengoperasikan komputer dengan baik, bisa bekerja dibawah tekanan

Syarat Berkas

* Surat Lamaran
* CV terbaru

* Email: [email protected]

Kirim berkas lamaran lengkap ke [email protected]. Jl. Ki Hajar Dewantara, Karanganom, Klaten Utara, Klaten ; Telepon. (0272) 322441 Hanya kandidat terpilih yang akan dihubungi.

Loker Geografi : Editor Geografi PT. Intan Pariwara Group Membuka Lowongan Editor Geografi

Emas di Indonesia : Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Sebarannya 20/07/2024

Emas merupakan salah satu komoditas tambang yang sangat berharga. Di
Indonesia, bahan tambang emas terbentuk melalui proses magmatisme secara
mekanis, menghasilkan endapan letakan (placer). Pada tahun 2020,
cadangan emas Indonesia mencapai sekitar 2.600 ton, atau sekitar 2,3%
dari cadangan emas dunia, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan
potensi emas terbesar ke-7 di dunia. Selain itu, produksi emas Indonesia
menyumbang sekitar 6,7% dari produksi emas dunia, menduduki peringkat
ke-6 secara global. Oleh karena itu akan dibahas emas di Indonesia : Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Sebarannya

Emas memiliki berbagai
kegunaan, antara lain sebagai bahan baku pembuatan perhiasan,
perlengkapan pesawat ruang angkasa, investasi, terapi kecantikan,
pembuatan penghargaan, dan lain sebagainya. Keunggulan emas sebagai
logam mulia yang tahan terhadap korosi dan karat menjadikannya aset yang
aman (safe haven), dan diminati oleh perusahaan tambang, ahli mineral,
serta pencari emas amatir.

(Baca juga : Batubara di Indonesia : Pengertian, Jenis, dan Sebarannya)

A. Komposisi dan Jenis-Jenis Bijih Emas

Sekitar
70%-75% dari deposit emas adalah emas alami, 20% adalah telluride
Au-Ag, dan sisanya 5%-10% adalah bijih emas "invisible" yang
bersimbiosis dalam bijih kuarsa, bijih perak, pirit, pirotit, sfalerit,
gangue, arsenopirit, dan mineral lainnya.

1. Tipe Bijih Emas di Dunia

Bijih
emas di dunia dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa cara, yaitu
derajat oksidasi, cara kejadian, lokasi, dan mineralogi.

a. Berdasarkan Derajat Oksidasi:

1) Bijih Primer (Bijih Sulfida)

* Emas terkandung dalam mineral sulfida seperti pirit, arsenopirit, dan kalkopirit.
* Umumnya emas ini ditemukan di daerah yang dalam dan belum teroksidasi.
* Contoh: Batuan emas sulfida terbentuk pada kedalaman 1.5 hingga 3 kilometer.

2) Bijih Teroksidasi Sebagian (Campuran)

* Emas ada dalam campuran mineral sulfida dan mineral teroksidasi seperti limonit, hematit, dan kuarsa.
* Biasanya ditemukan di daerah yang lebih dangkal dan telah mengalami oksidasi parsial.

3) Bijih Teroksidasi

* Emas ada dalam mineral teroksidasi seperti limonit, hematit, dan kuarsa.
* Umumnya ditemukan di permukaan atau dekat permukaan bumi dan telah mengalami oksidasi penuh.
* Contoh: Batuan emas oksida besi tembaga.

(Baca juga : Peta Geologi dan Kelengkapan Informasinya)

b. Berdasarkan Cara Kejadiannya:

1) Bijih Epitermal

* Terbentuk pada temperatur dan tekanan rendah, umumnya di dekat permukaan bumi.
* Sering dikaitkan dengan aktivitas vulkanik.
* Contoh: Batuan emas perak, emas telurium, dan emas lempung biru.

2) Bijih Mesothermal

* Terbentuk pada temperatur dan tekanan sedang, umumnya pada kedalaman 1.5 hingga 3 kilometer.
* Sering dikaitkan dengan intrusi batuan beku.

3) Bijih Hipothermal

* Terbentuk pada temperatur dan tekanan tinggi, umumnya pada kedalaman lebih dari 3 kilometer.
* Sering dikaitkan dengan metamorfisme regional.

c. Berdasarkan Lokasi:

1) Bijih Urat
Emas ada dalam urat hidrotermal yang memotong batuan sekitarnya.
Contoh: Batuan emas kuarsa yang terbentuk pada temperatur dan tekanan sedang.

2) Bijih Diseminasi
Bijih emas ini tersebar secara merata dalam batuan yang luas.
3)Bijih Eluvial
Emas terkonsentrasi di endapan aluvial, seperti sungai dan placer.

Sumber :https://www.ftmmachinery.com

d. Berdasarkan Mineralogi:

1) Bijih Kuarsa
Emas ada dalam urat kuarsa.
2) Bijih Karbonat
Emas ada dalam urat karbonat.
3)Bijih Besi
Emas ada dalam batuan besi.

Sumber :https://www.ftmmachinery.com

2. Tipe Bijih Emas yang Ditemukan di Indonesia

Indonesia memiliki berbagai tipe bijih emas yang tersebar di berbagai wilayah. Berikut adalah beberapa di antaranya:

(Baca juga : Eksplorasi Jenis Sumber Daya Alam di Indonesia)

a. Berdasarkan Derajat Oksidasi: Bijih Teroksidasi

* Batuan
emas oksida besi tembaga: Terbentuk di permukaan atau dekat permukaan
bumi dan telah mengalami oksidasi penuh. Contohnya berada di Cikotok, Jawa Barat dan
Cibaliung, Banten.

b. Berdasarkan Cara Kejadiannya: Bijih Epitermal

* Batuan
emas perak: Terbentuk pada temperatur dan tekanan rendah, umumnya di
dekat permukaan bumi dan dikaitkan dengan aktivitas vulkanik. Contohnya berada di
Kediri, Jawa Timur dan Bengkulu.
* Batuan emas lempung biru:
Terbentuk pada temperatur dan tekanan rendah, umumnya di dekat permukaan
bumi dan dikaitkan dengan aktivitas vulkanik. Contohnya berada di Ketapang,
Kalimantan Barat.
* Batuan emas telurium: Terbentuk pada
temperatur dan tekanan rendah, umumnya di dekat permukaan bumi dan
dikaitkan dengan aktivitas vulkanik. Contohnya berada di Way Kambas, Lampung.

(Baca juga : Potensi dan Peta Sebaran Bahan Tambang di Indonesia)

c. Berdasarkan Lokasi: Bijih Urat

* Batuan emas kuarsa: Terbentuk pada temperatur dan tekanan sedang,
umumnya dikaitkan dengan intrusi batuan beku. Contohnya berada di Cikotok, Jawa
Barat dan Cibaliung, Banten.

B. Sebaran Tambang Emas di Indonesia

Penambangan emas terdapat Indonesia tersebar di wilayah Nangroe Aceh Darussalam (Meulaboh), Riau (Logos), Bengkulu (Rejang Lebong), Sulawesi Utara (Bolaang Mongondow dan Minahasa), Kalimantan Barat (Sambas), Jawa Barat (Cikotok dan Pongkor), dan Papua (Timika). Tipe Bijih Emas yang Ditemukan di Indonesia

(Baca juga : Nikel di Indonesia : Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Sebarannya )

Emas di Indonesia : Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Sebarannya Emas merupakan salah satu komoditas tambang yang sangat berharga. Di Indonesia, bahan tambang emas terbentuk melalui proses magmatisme seca...

Loker Geografi : GIS Specialist Semarang Office 07/06/2024

PT. KARYA MAJU LESTARI

Membuka Lowongan

Tenaga Admin GIS

Seiring
dengan perkembangan teknologi, website dan media sosial menjadi
platform yang populer untuk mencari informasi tentang lowongan
pekerjaan. Website seputargeografi.com hadir sebagai sumber informasi
yang dapat memudahkan pencari kerja dalam menemukan lowongan pekerjaan
yang sesuai dengan keahlian dan minat mereka dalam bidang geografi.

Melalui
website ini, para pengguna dapat mengakses informasi terkini mengenai
lowongan pekerjaan, termasuk diantaranya lowongan dari PT. Karya Maju Lestaris. Suatu perusahaan yang sudah mempunyai pengalaman untuk mengelola perkebunan tebu. Saat ini, perusahaan tersebut sedang membuka cabang baru di wilayah Merauke

Sebagai seorang tenaga Admin GIS (Geographic Information System) biasanya memiliki tanggung jawab utama dalam mengelola, memelihara, dan memperbarui basis data geografis serta memastikan keakuratan dan konsistensi data spasial.

Tugas mereka meliputi pengump**an data, input data ke dalam sistem GIS, analisis data spasial, dan pembuatan peta tematik serta laporan yang relevan. Selain itu, mereka juga mendukung pengguna dalam memahami dan memanfaatkan data GIS, memberikan pelatihan dasar, serta menjaga infrastruktur perangkat lunak dan perangkat keras yang digunakan dalam pengelolaan GIS secara efektif untuk berbagai kebutuhan operasional dan strategis organisasi.

Bappenas sedang mencari kandidat terbaik untuk posisi!

*

Tenaga Admin GIS

Ringkasan

* Tingkat Pendidikan : Sarjana (S1) dalam Jurusan S1 Pertanian/S1 Geografi/S1 Geologi/S1 Kehutanan atau bidang terkait.
* Gender : Pria/Wanita
* Status Kerja : -
* Besaran Gaji : Kompetitif
* Lokasi Kerja : Merauke

Kualifikasi

* Pria berusia 25-40 tahun
* Pendidikan S1 Pertanian/S1 Geografi/S1 Geologi/S1 Kehutanan. 3. Memiliki pengalaman min. 1 tahun dalam bidang terkait
* Bisa bekerja secara individu maupun tim, teliti, jujur, bisa mengoperasikan komputer dengan baik, bisa bekerja dibawah tekanan
* Memahami ceklist dan pengukuran lahan lebih disukai

* Dapat mengoperasikan ArcGIS

Syarat Berkas

* Surat Lamaran
* CV terbaru
* Ijazah dan Transkrip Nilai

* Kirim berkas lamaran lengkap di
Email:
[email protected]

Kirim berkas lamaran lengkap ke [email protected] dengan format
Format:
Lamaran Kerja (Posisi yang dilamar) Alamat: Pergudangan SIRIE Blok E1-E2, Sidoarjo-Jawa Timur Telp: (031) 99709001 Hanya kandidat terpilih yang akan dihubungi.

Loker Geografi : GIS Specialist Semarang Office PT. KARYA MAJU LESTARI Membuka Lowongan Tenaga Admin GIS

Sebaran Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi di Indonesia 02/05/2024

Sebaran kepadatan penduduk menurut provinsi di Indonesia bervariasi mulai dari kepadatan sangat rendah, rendah, sendang, tinggi, sangat tinggi, hingga ekstrim tinggi. Sebaran penduduk ini dihitung menggunakan data jumlah penduduk tiap provinsi dari Badan Pusat Statistika (BPS) pada tahun 2023 dan luas provinsi.

A. Peta Kepadatan Penduduk

Peta Kepadatan Penduduk adalah cara untuk menampilkan secara visual sebaran jumlah orang di suatu daerah. Biasanya, peta ini memakai warna atau simbol untuk menunjukkan seberapa padat penduduk di tiap bagian wilayah. Daerah dengan banyak penduduk ditandai dengan warna gelap atau simbol besar, sementara daerah dengan sedikit penduduk ditandai dengan warna terang atau simbol kecil.

(Baca juga : Cara Membuat Piramida Penduduk Secara Digital)

Kepadatan penduduk adalah perbandingan antara jumlah orang yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu dengan luas wilayah tersebut. Konsep ini memiliki peran krusial dalam analisis geografi, demografi, dan perencanaan pembangunan.

B. Sebaran Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi di Indonesia

Pada tahun 2023 Indonesia memiliki jumlah penduduk sejumlah 280.725.428 jiwa dan luas daratanya mencapai 1.919.440 km². Maka kepadatan penduduk Indonesisa pada tahun 2023 mencapai 143 jiwa tiap 1 km² (143 jiwa/km²)

(Baca juga : Komposisi Penduduk Indonesia dalam Piramida Penduduk)

Sebaran penduduk Indonesia menurut provinsi data dilihat pada peta di bawah ini. Variasi kepadatan penduduk Indonesia divisualisasikan dengan warna-warna. Mulai kepadatan sangat rendah (hijau tua), rendah (hijau tua), sendang (kuning), tinggi (oranye), sangat tinggi (merah), hingga ekstrim tinggi (ungu).

Pulau Jawa memiliki mayoritas kepadatan tinggi, diikuti Pulau Sumatra, Bali dan NTB, NTT, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, serta Papua. Adapun tiga provinsi terpadat berada di Pulau Jawa, yaitu Kota Jakarta dengan kepadatan 17.074,39 jiwa/km², Jawa Barat 1.410,49 jiwa/km², dan Banten 1.290,50 jiwa/km²,.

Sedangkan tiga provinsi terlapang (tidak padat) berada di Pulau Papua, Provinsi Papua yaitu dengan kepadatan 3,40 jiwa/km², Papua Selatan 4,19 jiwa/km², dan Papua Barat 5,50 jiwa/km²

(Baca juga : Apakah Demografi sama dengan Geografi Penduduk)

Sebaran Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi di Indonesia Sebaran kepadatan penduduk menurut provinsi di Indonesia bervariasi mulai dari kepadatan sangat rendah, rendah, sendang, tinggi, sangat ting...

Nikel di Indonesia : Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Sebarannya 23/04/2024

Nikel pada era kontemporer sangat dibutuhkan. Karena sesuai dengan pola hidup masyarakat, yaitu hidup berkelanjutan. Bagaimana tidak, nikel dapat didaur ulang dan memiliki daya tahan yang kuat. Berikut ini penjelasan lebih jauh mengenai logam nikel.

A. Pengertian Nikel

Nikel adalah jenis logam yang sering ditemui secara alami dengan warna yang mengkilap dan berwarna putih perak. Ini merupakan salah satu unsur yang paling banyak ditemui di Bumi dan bisa ditemukan di banyak tempat, termasuk di dalam kerak bumi dan intinya.

Selain itu, nikel juga sering ditemukan bersama dengan besi, terutama dalam meteorit, dan kadang-kadang dalam jumlah kecil di tanaman, hewan, dan air laut.

Nama "Nikel" sendiri berasal dari bahasa Jerman "Kupfernickel" atau Tembaga Setan. Ini karena pada abad ke-15, para penambang mengira bijihnya memiliki warna merah-cokelat seperti tembaga, tapi ternyata sangat sulit untuk ditambang.

Orang sudah menggunakan nikel sejak lebih dari 2000 tahun yang lalu, ditemukan dalam berbagai artefak logam kuno. Produksi nikel secara besar-besaran pertama dimulai di Norwegia pada tahun 1848.

Pada abad ke-19, nikel menjadi terkenal dalam pembuatan lapisan logam dan dalam pembuatan paduan seperti "perak nikel", di mana nikel dicampur dengan tembaga dan seng (meskipun sebenarnya tidak mengandung perak).

(Baca juga : Batubara di Indonesia : Pengertian, Jenis, dan Sebarannya)

1. Karakteristik Nikel

Karakteristik nikel, yaitu memiliki titik leleh yang tinggi sebesar 1453 ºC, tahan terhadap korosi dan oksidasi, sangat dapat ditarik (lentur), dan mudah di padukan dengan logam lain.

*

Titik Leleh Tinggi (1453 ºC): Nikel memiliki titik leleh yang sangat tinggi, mencapai 1453 ºC. Ini membuatnya cocok untuk digunakan dalam kondisi suhu tinggi, seperti dalam pembuatan suku cadang mesin yang tahan panas atau dalam proses manufaktur yang membutuhkan suhu tinggi.
*

Tahan Terhadap Korosi dan Oksidasi: Salah satu keunggulan nikel adalah ketahanannya terhadap korosi dan oksidasi. Ini berarti nikel dapat digunakan dalam lingkungan yang keras, seperti aplikasi di industri kimia atau lingkungan yang mengandung kelembaban tinggi tanpa cepat teroksidasi atau rusak oleh korosi.
*

Sangat Dapat Ditarik: Nikel memiliki sifat yang sangat dapat ditarik, yang berarti mudah dibentuk menjadi kawat atau kawat tipis tanpa patah atau retak. Ini membuatnya berguna dalam pembuatan kabel listrik, komponen elektronik, atau dalam proses manufaktur yang memerlukan manip**asi material yang presisi.
*

Mudah Dipadukan dengan Logam Lain: Nikel adalah bahan yang mudah dipadukan dengan logam lain, seperti tembaga, seng, atau besi. Ini membuka berbagai macam aplikasi dalam pembuatan paduan logam, seperti paduan nikel-tembaga yang digunakan dalam peralatan listrik atau paduan nikel-besi yang digunakan dalam industri otomotif

(Baca juga : Peta Geologi dan Kelengkapan Informasinya)

2. Kegunaan Nikel

Baterai menjadi salah satu bentuk kegunaan nikel. Namun sebenarnya nikel digunakan secara luas dalam ratusan ribu produk untuk aplikasi konsumen, industri, militer, transportasi, kedirgantaraan, kelautan, dan arsitektural. Sifat fisik dan kimia yang luar biasa membuat nikel menjadi sangat penting dalam banyak produk akhir. Berikut adalah uraian lebih lanjut tentang berbagai penggunaan nikel dalam berbagai bidang:

(Baca juga : Struktur Batuan Sedimen))

*

Industri: Dalam industri, nikel digunakan dalam pembuatan berbagai peralatan dan mesin. Ini termasuk p**a dan katup dalam industri minyak dan gas, peralatan kimia, dan mesin mesin otomatis. Nikel juga digunakan dalam industri elektronik untuk pembuatan kabel listrik dan komponen elektronik.
*

Militer: Nikel digunakan dalam aplikasi militer untuk pembuatan peralatan, mesin, dan perlengkapan yang tahan lama dan dapat diandalkan dalam lingkungan yang keras. Ini bisa mencakup perlengkapan angkatan laut, pesawat tempur, dan kendaraan militer lainnya.
*

Transportasi: Dalam industri transportasi, nikel digunakan dalam pembuatan bagian kendaraan seperti knalpot mobil, per kecepatan, dan bagian-bagian mesin lainnya. Nikel juga hadir dalam pembuatan rel kereta api, kendaraan listrik dan komponen pesawat untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan terhadap korosi.
*

Kedirgantaraan: Nikel sangat penting dalam industri kedirgantaraan karena sifatnya yang tahan terhadap suhu tinggi dan korosi. Ini digunakan dalam pembuatan komponen mesin pesawat, sistem bahan bakar, dan bagian-bagian struktural untuk meningkatkan kinerja dan keamanan pesawat.
*

Kelautan: Di industri kelautan, nikel digunakan dalam pembuatan kapal, sistem perp**aan, dan peralatan kelautan lainnya. Ketahanannya terhadap korosi membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk aplikasi di lingkungan laut yang keras.

(Baca juga : Potensi dan Peta Sebaran Bahan Tambang di Indonesia)

3. Jenis Nikel

Ada dua jenis penambangan nikel: sulfida atau laterit. Sekitar 60% dari sumber daya nikel yang diketahui di dunia adalah laterit, cenderung berada di belahan bumi selatan. Sisanya 40% adalah deposit sulfida.

Keuntungan utama dari bijih sulfida adalah bahwa mereka dapat dikonsentrasikan menggunakan teknik flotasi yang cukup sederhana.

Tidak ada teknik seperti itu untuk laterit nikel. Batu harus sepenuhnya meleleh atau larut untuk memungkinkan ekstraksi nikel. Akibatnya, proyek laterit membutuhkan ekonomi skala yang besar dengan biaya modal yang lebih tinggi. Mereka juga umumnya produsen dengan biaya yang jauh lebih tinggi daripada sulfida.

(Baca juga : Eksplorasi Jenis Sumber Daya Alam di Indonesia)

B. Sebaran Tambang Nikel di Indonesia

Nikel yang terdapat di Indonesia termasuk ke dalam jenis nikel laterit. Cadangan nikel indonesia sekitar 2,9% dari cadangan nikel dunia, dan meupakan peringkat ke-8 sedangkan dari sisi produksi adalah 8,6% dan merupakan peringkat ke-4 dunia. Persebarannya Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Sulawesi Tengah.

Sulawesi Tenggara memiliki cadangan nikel yang cukup besar. Dikutip dari data Dinas ESDM jumlah cadangan nikel Sulawesi Tenggara tahun 2010 sebesar 97 milyar ton dengan luas sebaran nikelnya 480 ribu ha.

Kondisi air tanah Sulawesi Tenggara yang dangkal dengan banyak shear atau joint menjadi penyebab cepatnya proses pelarutan kimia (leaching process). Akhirnya proses ini membentuk endapan nikel laterit Sulawesi Tenggara yang cukup tebal.

(Baca juga : Pola Aliran Sungai dan Berbagai Contohnya di Indonesia)

Nikel di Indonesia : Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Sebarannya Nikel pada era kontemporer sangat dibutuhkan. Karena sesuai dengan pola hidup masyarakat, yaitu hidup berkelanjutan. Bagaimana tidak, nikel ...

Want your school to be the top-listed School/college in Salatiga?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Salatiga