AL FATHIMIYYAH Pamotan

AL FATHIMIYYAH Pamotan Bagi Alumni, Santri, dan Semua Keluarga Besar Madin. Al fathimiyyah Pamotan Rembang. Dan para pejuan JAJARAN ORGANISASI TERDIRI DARI :
1.

Dewan MPK (Musyawarah Pleno Keluarga)
==> Jajaran tertinggi. Untuk waktu yg tidak terbatas.
2. Pengurus Madrasah
==> Bertanggung jawab kpd Dewan MPK
3. MUDIR (Keguruan)
==> Bertanggung jawab kpd Pengurus Madrasah

Monggo.. Tentukan masa depanmu dg menitipkan anak anak kita di MADRASAH DINIYYAH AL FATHIMIYAH. Karena anak sholeh shole...
21/05/2021

Monggo.. Tentukan masa depanmu dg menitipkan anak anak kita di MADRASAH DINIYYAH AL FATHIMIYAH.
Karena anak sholeh sholehah adalah investasi.

23/02/2021

Dikisahkan oleh seorang ulama bahwa ada seseorang pernah bermimpi berada di sebuah pemakaman, ia melihat ahli kuburnya semua keluar dari tempat persemayamannya, lalu mereka mengambil sesuatu di permukaan tanah kuburan itu entah apa. Orang yang bermimpi ini pun takjub melihat pemandangan tersebut. Lalu ia melihat ternyata ada seorang ahli kubur yang tidak ikut mengambil sebagaimana yang lain. Ia dekati ahli kubur itu dan bertanya, "Apa yang mereka ambil itu?"
"Oh itu, mereka mengambil hadiah² yang dikirimkan oleh umat Islam untuk mereka, yaitu bacaan Al Qur'an, sedekah, dan do'a", jawabnya.
"Lalu mengapa kamu tidak ikut ambil bagian seperti mereka?", tanyanya lagi.
"Saya tidak butuh itu semua", katanya.
"Kenapa?"
"Sebab khataman Al Qur'an yang dilakukan oleh anakku dan dihadiahkan kepadaku siang dan malam", jawabnya.
"Dimana anakmu tinggal?"
"Anakku adalah pemuda penjual jajanan di Pasar Fulani."
Setelah bangun, orang itupun pergi ke pasar yang dikatakan si ahli kubur dan mencari anaknya, ternyata memang ada, anak masih muda yang menjual jajanan, yang bibirnya tampak komat kamit membaca sesuatu.
"Bibirmu komat kamit sedang membaca apa?" tanyanya pada si pemuda.
"Saya sedang membaca Al Qur'an dan menghadiahkan untuk orang tuaku yang sudah meninggal", jawabnya. Ternyata memang benar kata si ahli kubur itu.
Setelah berlalu sekian lama peristiwa itu saya bermimpi lagi, berada di kuburan yang sama dan menyaksikan fenomena mimpi serupa. Namun si ahli kubur yang saya temui sebelumnya itu kali ini ikut mengambil kiriman hadiah untuk umum itu. Setelah bangun saya pun pergi ke Pasar Fulan itu lagi, saya cari kabar anaknya, ternyata ia juga sudah meninggal dunia, rahimahullah ta'ala.

Kitab Raudhur Rayahin fi Hikayatis Shalihin, kisah ke 157

-•ו-

Beruntung sekali orang tua di alam kubur yang meninggalkan putra putri yang shalih shalihah, yang selalu mengiriminya pahala bacaan Al Qur'an, pahala sedekah, dan selalu mendo'akan mereka.

-•ו-

Kitab Raudhur Rayahin fi Hikayatis Shalihin. Kitab kump**an hikayah manusia² pilihan, para Auliya' dan Shalihin. Kitab setebal 453 halaman yang ditulis oleh ulama sekitar tujuh abad yang lalu ini berisi 500 kisah lebih yang sarat akan hikmah.

25/01/2021

Kebanggaan sebagai orang Jombang semakin berlipat. Salah satu kitab kuning yang dikenal dengan nama “Tashrifan” yang banyak diajarkan di madrasah serta pondok pesantren, dan amat masyhur di Nusantara, bahkan di manca negara, juga merupakan karya besar ulama asal Jombang. Kitab ini bernama “Al-Amtsilah at-Tashrifiyyah” di bidang ilmu sharaf merupakan karya KH M Ma’shum bin Ali asal Pesantren Seblak Diwek Jombang. Susunan bait-baitnya sangat sistematis, sehingga mudah difahami dan dihafal bagi para pelajar dan santri. Hampir di seluruh lembaga pendidikan madrasah yang ada di Indonesia bahkan beberapa negara Islam, kitab ini menjadi salah satu bidang studi yang tetap dikaji. Saking masyhurnya, kitab ini mempunyai julukan “Tasrifan Jombang”.

Keagungan kitab ini tak hanya terletak pada ilmu sharaf. Bila diteliti, ternyata sistematikanya memuat makna filosofi yang sangat tinggi. Kitab ini bukan saja mempunyai sistematika penulisan yang unik, akan tetapi memiliki filososfi pengajaran perilaku kehidupan. Salah satu contoh bisa dilihat, pada fi’il tsulasi mujarrad misalnya, dalam enam kalimat yang disebut ternyata mengandung filososfi kehidupan. Sistematika penulisan yang unik, dan memiliki filososfi bahwa “Pada awalnya sang santri yang menuntut ilmu ditolong oleh orang tuanya (نَصَرَ – nashara), sesampainya di pondok pesantren ia dipukul dan dididik (ضَرَبَ -dlaraba). Kemudian setelah tersakiti dari dipukul, maka hatinya akan terbuka (فَتَحَ – fataha). Seterusnya barulah ia akan menjadi orang yang mengetahui/pintar (عَلِمَ – ‘alima) dan seterusnya menuntut ia agar berbuat baik (حَسُنَ -hasuna). Maka ia berharap masuk surga di sisi Allah swt (حَسِبَ – hasiba). Dan terdapat juga dari sistematis susunan keenam kalimat di atas dirangkumi menjadi sebuah nazham yaitu:
فَتْحُ ضَمٍّ فَتْحُ كَسْرٍ فَتْحَتَانِ * كَسْرُ فَتْحٍ ضَمُّ ضَمٍّ كَسْرَتَانِ

Kitab al-Amtsilah at-Tashrifiyyah terdiri dari 60 halaman. Untuk mendapatkannya tidak akan kesulitan karena di hampir semua toko kitab apalagi di lingkungan pesantren banyak dijual. Hal ini ditambah sejumlah penerbit telah menggandakannnya.

Pribadi Haus Ilmu Pengarang kitab ilmu sharaf – al-Amtsilah at-Tashrifiyyah adalah KH Maksum Ali Seblak Jombang yang merupakan menantu dari pendiri NU, Hadratussyekh KH Hasyim Asyari yang juga pendiri Pesantren Tebuireng Jombang. Nama lengkap KH Ma’shum adalah Muhammad Ma’shum bin Ali bin Abdul Jabbar al-Maskumambani. Beliau lahir di Maskumambang, Gresik, tepatnya di sebuah pondok yang didirikan sang kakek. Setelah belajar kepada sang ayah, Ma’shum muda pergi menuntut ilmu di Pesantren Tebuireng. Ia termasuk salah satu santri generasi awal Hadratussyekh. Pada masa itu, selain dituntut untuk belajar, para santri juga diharuskan ikut berjuang melawan penjajah. Kedatangannya ke Tebuireng disusul oleh adik kandungnya, Adlan Ali–kelak atas inisiatif Hadratussyekh, Kiai Adlan mendirikan pondok putri Wali Songo Cukir. Bertahun-tahun lamanya pemuda Ma’shum mengabdi di Tebuireng. Kemampuannya dalam segala bidang ilmu, terutama bidang falak, hisab, sharaf, dan nahwu, membuat Mbah Hasyim tertarik untuk menikahkan dengan putrinya, Khairiyah.

Seblak sendiri adalah sebuah dusun yang terletak sekitar 300 m sebelah barat Tebuireng. Penduduk Seblak kala itu masih banyak yang melakukan kemungkaran, seperti halnya warga Tebuireng sebelum kedatangan Hadratussyekh. Melihat kondisi ini, Kiai Ma’shum merasa terpanggil untuk menyadarkan masyarakat setempat dan mengenalkan Islam secara perlahan. Jerih payahnya diridhai Allah SWT. Pada tahun 1913, ketika usianya baru 26 tahun, beliau mendirikan sebuah rumah sederhana yang terbuat dari bambu. Seiring berjalannya waktu, di sekitar rumah tersebut kemudian didirikan pondok dan masjid, yang berkembang cukup pesat. Meski sudah berhasil mendirikan pondok, Kiai Ma’shum tetap istiqomah mengajar di Madrasah Salafiyah Syafiiyah Tebuireng, membantu Hadratussyekh mendidik santri. Pada tahun berikutnya, beliau diangkat menjadi mufattis (pengawas) di madrasah tersebut.

Kiai Produktif dan Tak Tergantikan Meskipun tidak sebanyak Hadratussyekh, akan tetapi hampir semua kitab karangannya sangat monumental. Bahkan, tidak sedikit orang yang lebih mengenal kitab karangannya dibanding dirinya sendiri. Setidaknya ada empat kitab karya beliau; Pertama adalah al-Amtsilah at-Tashrifiyyah. Kitab ini menerangkan ilmu sharaf. Susunannya sistematis, sehingga mudah difaham dan dihafal. Lembaga-lembaga pendidikan Islam, baik di Indonesia atau di luar negeri, banyak yang menjadikan kitab ini sebagai rujukan. Kitab ini bahkan menjadi menjadi pegangan wajib di setiap pesantren salaf. Ada yang menjulukinya kitab ”Tasrifan Jombang”. Kitab yang terdiri dari 60 halaman ini, telah diterbitkan oleh banyak penerbit, diantaranya Penerbit Salim Nabhan Surabaya. Pada halaman pertamanya tertera sambutan berbahasa Arab dari (mantan) menteri Agama RI, KH Saifuddin Zuhri. Kedua yakni Fathul Qadir. Konon, ini adalah kitab pertama di Nusantara yang menerangkan ukuran dan takaran Arab dalam bahasa Indonesia. Kitab ini diterbitkan Salim Nabhan Surabaya pada tahun 1920-an, ketika Kiai Ma’shum masih hidup. Jumlah halamannya lumayan tipis tapi lengkap. Kitab ini juga tidak sulit ditemukan di pasaran.

Ad-Durus al-Falakiyah adalah karya beliau yang lain. Meskipun banyak orang yang beranggapan bahwa ilmu falak rumit, tetapi bagi yang mempelajari kitab ini akan berkesan ”mudah”, karena disusun secara sistematis dan konseptual. Di dalamnya termuat ilmu hitung, logaritma, almanak Masehi dan Hijriyah, posisi matahari, dan sebagainya. Kitab yang diterbitkan oleh Salim Nabhan Surabaya tahun 1375 H ini, terdiri dari tiga juz. Setiap juz terdiri satu jilid dengan jumlah 109 halaman. Kitab keempat adalah Badi’atul Mitsal. Kitab ini juga menerangkan perihal ilmu falak. Beliau berpatokan bahwa yang menjadi pusat peredaran alam semesta bukanlah matahari sebagaimana teori yang datang kemudian, melainkan bumi. Sedangkan matahari, planet dan bintang yang jumlahnya demikian banyak, berjalan mengelilingi bumi.

Sebagai kiai yang berilmu tinggi, Kiai Ma’shum dikenal sebagi sosok yang akrab dengan kalangan bawah. Saking akrabnya, banyak diantara masyarakat yang tidak mengetahui kalau sebetulnya beliau ulama besar. Dalam pandangannya, semua orang lebih pintar bila dibandingkan dengannya. Kiai Ma’shum pernah berguru kepada seorang nelayan di atas perahu, yakni selama dalam perjalanan haji. Beliau tidak merasa malu, meski orang lain menilainya aneh. Hasil dari perjalannya itu sehingga mampu merampungkan kitab Badi’ah al-Mitsal.

Beliau juga dikenal sufi. Untuk menghindari sikap sombong, sesaat menjelang wafat seluruh fotonya dibakar. Padahal koleksi itu adalah satu-satunya foto yang dimiliki. Hal ini tidak lain karena beliau takut identitasnya diketahui banyak orang, yang nantinya akan menimbulkan penyakit hati seperti riya’, ujub, dan sombong. Kehidupan keseharian Kiai Ma’shum mencerminkan sosok pribadi yang harmonis, baik bersama masyarakat, keluarga, maupun santri. Khusus kepada sang mertua sekaligus maha gurunya yakni Hadratussyekh, beliau sering menghadiahkan kitab. Sep**angnya dari Mekkah tahun 1332 H, beliau tidak lupa membawakan kitab al-Jawahir al-Lawami’ sebagai hadiah. Bahkan kitab as-Syifa’ yang pernah diberikannya, menjadi kitab referensi utama Hadratussyekh ketika mengarang kitab.

Almarhumah Nyai Khoiriyah Hasyim menceritakan bahwa suatu ketika Kiai Ma’shum pernah berdebat dengan Hadratussyekh tentang dua persoalan. Pertama, soal foto dan penentuan awal Ramadhan. Menurut Kiai Ma’shum, foto tidak haram. Sedangkan Hadratussyekh berpandangan sebaliknya. Persoalan kedua adalah permulaan bulan puasa. Kiai Ma’shum telah menentukannya dengan hisab(perhitungan astronomis), sedangkan Hadratussyekh memilih dengan teori ru’yat (observasi bulan sabit). Akibat perselisihan ini, keluarga Kiai Ma’sum di Seblak lebih dahulu berpuasa daripada keluarga Kiai Hasyim dan para santri di Tebuireng. Walaupun kedua ulama ini sering berbeda pendapat, namun hubungan tetap terjalin akrab. Ini merupakan bukti bahwa perbedaan pendapat di antara ulama merupakan hal yang wajar.

Tanggal 24 Ramadhan 1351 atau 8 Januari 1933, Kiai Ma’shum wafat setelah sebelumnya menderita penyakit paru-paru. Beliau wafat pada usia 46 tahun. Wafatnya Kiai Ma’shum merupakan ”musibah besar” terutama bagi santri Tebuireng, karena beliaulah satu-satunya ulama yang menjadi rujukan dalam segala bidang keilmuan setelah Hadratussyekh. Hingga kini, belum ada seorang ulama pun yang mampu menggantikannya. Semoga segala amalnya diterima oleh Allah SWT dan apa yang ditinggalkan bermanfaat. Allahummagfir lahu wa nafa’ana bihi wa bi ulumihi. Amin. (Saifullah Ibnu Nawawi)

Sumber:

19/01/2021

RENUNGAN

Jika semua yang kita kehendaki terus kita miliki, darimana kita belajar ikhlas

Jika semua yang kita impikan segera terwujud, darimana kita belajar sabar

Jika setiap do’a kita terus dikabulkan, bagaimana kita dapat belajar Ikhtiar

Seorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mata

Seorang yang taat pada jalanNya bukan berarti tidak ada kekurangan

Seorang yang tekun berdo’a, bukan berarti tidak ada masa-masa sulit

Biarlah Sang Penyelenggara Hidup yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena hanya Dialah yang tahu waktu dan kondisi yang tepat untuk memberikan yang terbaik

Ketika kerja dan kreatifitasmu tidak dihargai,....
maka saat itu kamu sedang belajar tentang ketulusan

Ketika usahamu dinilai tidak penting,....
maka saat itu kamu sedang belajar keikhlasan

Ketika hatimu terluka sangat dalam,….
maka saat itu kamu sedang belajar tentang memaafkan dan pengampunan

Ketika kamu lelah dan kecewa,....
maka saat itu kamu sedang belajar tentang kesungguhan dan keteguhan

Ketika kamu merasa sepi dan sendiri,....
maka saat itu kamu sedang belajar tentang ketangguhan

Ketika kamu harus membayar harga yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung,....
maka saat itu kamu sedang belajar tentang kemurah-hatian

Tetap semangat….
Tetap sabar….
Tetap tersenyum…..
Tetap bersyukur....
Tetap Bahagia....

Karena kamu sedang kuliah di "UNIVERSITAS KEHIDUPAN"

Tuhan menempatkanmu di posisi yang sekarang, bukan karena kebetulan, tetapi karena rencanaNya

Orang yang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.
Mereka dibentuk melalui kesulitan, kesengsaraan, kesabaran, tantangan dan bahkan air mata...


03/12/2020

‏‏‎
PENTINGNYA NIAT BAGI KEPALA
KELUARGA SAAT MEMBERI NAFKAH

‏‏‎
Pentingnya niat bagi seorang suami atau ayah sebagai kepala rumah tangga, ketika memberikan nafkah kepada anggota keluarganya.

قال النبي ﷺ :
(إن المسلم إذا أنفق على أهله نفقة يحتسبها كانت له صدقة) .
رواه البخاري ومسلم

قال القرطبي:
أفاد منطوقه أن الأجر في الإنفاق إنما يحصل بقصد القربة سواء كانت واجبة أو مباحة
وأفاد مفهومه أن من لم يقصد القربة لا يؤجر لكن تبرأ ذمته من النفقة الواجبة
📚 فتح الباري، ج ١ ، ص ١٣٦ 📚

RasūluLlāh ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya seorang muslim apabila ia memberikan nafkah kepada keluarganya dengan niat untuk mendapatkan pahala, maka nafkah tersebut bernilai sedekah."
(HR. Al-Bukhāriy dan Muslim)

Imām al-Qurthubiy rahimahuLlāh berkata:
"Lafadz hadits ini memberikan faidah bahwa pahala pemberian nafkah (seorang suami atau ayah sebagai kepala rumah tangga kepada keluarganya) akan didapatkan apabila ia meniatkannya untuk mendekatkan dirinya kepada Allāh, baik nafkah itu sifatnya wajib maupun sunnah.

Dan yang bisa difahami dari hadits ini, bahwa barangsiapa memberikan nafkah kepada keluarganya namun ia tidak berniat untuk mendekatkan diri kepada Allāh, maka ia tidak akan diberi pahala. Hanya saja ia telah terbebas dari kewajiban memberikan nafkah (jika itu nafkah wajib)."

[ Fath-ul Bāriy ]

26/06/2020

Bacaaa , lalu menangislah jika ingin menangis

HUBUNGAN KAKAK-ADIK

Hubungan persaudaraan yang sebenarnya adalah ketika saudaramu sdh sama2 berumah tangga.....

Akankah hubungan itu masih sama ketika masa kecil dahulu...ketika bertengkar kemudian bermain bersama lagi.....

Ketika ada yg mengganggumu...kemudian kau panggil kakakmu....lalu dg badannya yg lebih besar dia membelamu Krn kau adalah adiknya....

Atau ketika kau membela adikmu yg memang bersalah.....demi sebuah kata Krn dia adikku.

Ketika makanan yang dihidangkan ibumu....dibagi bersama saudaramu.Satu makan tempe maka semua tempe....tak ada yg dipilih kasih...satu makan telor maka dibagilah telornya jika hanya satu butir.

Atau ketika bpkmu pergi kondangan dan membawa....satu tempat makanan....pasti berebut makanan kesukaan....tapi ujung2x....makan bersama dalam satu wadah.

Ah.....betapa akan sangat dirindukan hal2 seperti itu.

Akankah moment kebersamaan itu masih ada ketika kalian sdh berumah tangga???.

Ketika satu menjadi kaya yg lain hanya biasa saja.....
ketika satu menjadi org terhormat sementara yg lain hanya jd rakyat biasa....atau ketika yg satu telah menjadi sangatlah alim....tapi yg lain masih mencari jati diri....belum dibukakan hidayah....

Maka selayaknya....saudara tetaplah saudara....dilahirkan Dr ibu dan bapak yg sama...maka darah saudaramu juga sama denganmu...sudah sepatutnya saling mengingatkan....saling membantu... saling bergandengan tangan......karena sesungguhnya saudaramu jauh di lubuk hatinya akan juga mendoakan mu.....

Ketika kau menjadi kaya...saudaramu tdk akan meminta hartamu tapi dg bangga dia akan berkata..pada semua orang "lihatlah...saudaraku sudah jadi orang kaya"......

Yang jadi ujian adl ketika saudaramu terpuruk....akankah kalian meninggalkan atau melambaikan tanganmu utk merengkuhnya???.

Coba tanya hatimu sendiri....Karena saudara bkn hanya perkara harta, bkn p**a masalah yang bermartabat atau tidak

bukan p**a masalah siapa yg dekat pada Sang Pencipta atau tidak..... tapi ini masalah hati😥.

Ingatlah....belum tentu saudaramu yg terpuruk akan selamanya terpuruk.....tak pasti juga dia yg sekarang jd orang brutal esok juga akan tetap sama....

Dan belum tentu yg skrg kaya akan selamanya kaya...yang skrg alim akan tetap alim..

Krn hanya Tuhanlah yg tahu.

Jagalah saudaramu selagi ada....dalam keadaan apapun...Krn kelak dia juga akan menjagamu....walau pun hanya lewat doa.

😓

Haul ke 12 Syaikhina KH. MUTHI' MA'SHUM sesepuh Madin Al Fathimiyyah...  Admin dan pak Abd Qodir (alm) sowan terakhir 2 ...
10/04/2017

Haul ke 12 Syaikhina KH. MUTHI' MA'SHUM sesepuh Madin Al Fathimiyyah... Admin dan pak Abd Qodir (alm) sowan terakhir 2 hari menjelang Kapundutnya simbah.....
Al Fatihah.....

31/12/2016

Innalillahi wainna ilaihi rojiun...
Telah p**ang ke rahmatullah siang ini ustd. H. Abdul Rosyid, karang tengah Pamotan.. Ustadz yg sering mengampu fans Shorof/i'lal...
Semoga husnul khotimah.. Amin...

IKRAR SANTRI NASIONAL     Kami Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia berikrar:1. Berpegang teguh pada aqidah, ajaran...
20/10/2016

IKRAR SANTRI NASIONAL


Kami Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia berikrar:

1. Berpegang teguh pada aqidah, ajaran, nilai dan tradisi Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

2. Bertanah air satu tanah air Indonesia, berideologi negara satu ideologi Pancasila, berkonstitusi satu Undang Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945, berkebudayaan satu kebudayaan Bhineka Tunggal Ika.

3. Selalu bersedia dan siap siaga, menyerahkan jiwa dan raga, membela tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional serta mewujudkan perdamaian abadi.

4. Ikut berperan aktif dalam pembangunan nasional, mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin, untuk seluruh rakyat Indonesia yang berkeadilan sosial.

5. Pantang menyerah dan putus asa, serta akan berdiri di depan, melawan semua pihak yang ideologinya bertentangan dengan semangat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dan Resoloesi Jihad Nahdlatoel Oelama serta merongrong Pancasila.

SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL
22 OKTOBER 2016

04/12/2014

《 ROMANTIKA AHLI
TAJWID KEPADA ISTRINYA
SETELAH AKAD NIKAH 》
Dik, saat pertama kali
berjumpa denganmu, aku
bagaikan berjumpa
dengan Saktah hanya
bisa terpana dengan
menahan nafas sebentar.
Aku di matamu
mungkin bagaikan Nun
Mati diantara idgham
Billaghunnah, terlihat,
tapi dianggap tak ada.
Aku ungkapkan
maksud dan tujuan
perasaanku seperti
Idzhar,jelas dan terang.
Jika Mim Mati
bertemu Ba disebut ikhfa
Syafawi, maka jika aku
bertemu dirimu, itu
disebut cinta.
Sejenak pandangan
kita bertemu, lalu tiba-
tiba semua itu seperti
Idgham Mutamaatsilain
melebur jadi satu.
Cintaku padamu
seperti Mad Lazim. Paling
panjang di antara yang
lainnya.
Setelah kau terima
cintaku, hatiku rasanya
seperti Qalqalah Kubro.
Terpantul-pantul dengan
keras.
Dan akhirnya setelah
lama kita bersama, cinta
kita seperti Iqlab,
ditandai dengan dua hati
yang menyatu.
Sayangku padamu
seperti Mad Thobi'I
dalam qura'n.
Buanyaaakkk beneerrrrr.
Semoga dalam
hubungan, kita ini kayak
idgham Bilaghunnah
ya,cuma berdua, Lam dan
Ro'.
Layaknya Waqaf
Mu'annaqah, engkau
hanya boleh berhenti di
salah satunya, dia atau
aku ?
Meski perhatianku ga
terlihat kaya Alif Lam
Syamsiah, cintaku
padamu seperti Alif Lam
Qomariah, terbaca jelas.
Dik, kau dan aku
seperti Idghom
Mutajanisain.
perjumpaan 2 huruf yang
sama makhrajnya tapi
berlainan sifatnya.
Aku harap cinta kita
seperti Waqaf Lazim,
terhenti sempurna di
akhir hayat.
Sama halnya dengan
Mad 'Aridh dimana tiap
mad bertemu Lin Sukun
Aridh akan
berhenti,seperti itulah
pandanganku ketika
melihatmu.
Layaknya huruf
Tafkhim, namamu pun
bercetak tebal di
fikiranku.
Seperti Hukum Imalah
yang dikhususkan untuk
Ro' saja, begitu juga aku
yang hanya untukmu.
Semoga aku jadi yang
terakhir untuk kamu
seperti Mad Aridlisukun.

Address

Jalan Gunem Km 0, 5 Pamotan
Rembang
59261

Opening Hours

Monday 13:00 - 16:30
Tuesday 01:30 - 16:30
Wednesday 01:30 - 16:30
Thursday 01:30 - 16:30
Saturday 01:30 - 16:30
Sunday 01:30 - 16:30

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when AL FATHIMIYYAH Pamotan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share